13/06/2018
*Rajin Sholat Tetapi Tidak Dicintai Allah*
Alkisah, tersebutlah orang yang bernama Abu Hasyim. Ia adalah orang rajin beribadah. Puasa dijalaninya, sholat selalu tepat waktu. Bukan hanya sholat wajib melainkan juga sholat Tahajud.
Suatu malam, ketika hendak mengambil air wudhu, di dekat sumur ada seorang pemuda sedang duduk. Pemuda itu memegang sebuah buku tebal. Abu Hasyim menanyakan identitas pemuda itu. " Aku adalah malaikat". Abu Hasyim terkejut. Jangan-jangan itu adalah malaikat pencabut nyawa.
Untuk mengalihkan keterkejutannya, Abu Hasyim bertanya tentang isi buku yang dibawa oleh malaikat itu. Malaikat menjawab, "Ini adalah *Daftar Nama Orang yang Dicintai Allah*". Abu Hasyim _sumringah_. Tentulah namanya tercantum dalam buku itu karena ia adalah orang yang tidak pernah absen sholat tahajud.
Namun, setelah malaikat membuka-buka buku itu, ternyata nama Abu Hasyim tidak tercantum di dalamnya. Ia kaget, sedih, dan menangis tersedu-sedu. Di tengah isak tangisnya, ia bertanya dengan nada protes." Mengapa?"
Malaikat menjawab,"Bagaimana mungkin Anda menjadi hamba yang dicintai Allah. Di sekitar Anda ada anak yatim tetapi tidak Anda santuni. Ada orang kelaparan tetapi tidak Anda beri makan. Ada orang sakit tetapi tidak Anda jenguk". Abu Hasyim tertegun. Malaikat meneruskan, " puasa dan sholat itu adalah ibadah untuk Anda sendiri. Lalu, mana ibadah Anda yang untuk kepentingan orang lain?".
Abu Hasyim terus terisak. Bahkan isak tangisnya makin menjadi-jadi. Kini ia menyadari kelemahan dan kesalahannya selama ini. Ibadah bukan hanya yang _hablum minallah_. Itu haruslah satu paket dengan _hablumminannaas_
***
( Dinukil dari kisah-kisah yang ditulis oleh Imam Al Ghazali)
--- ( medio di penghujung Ramadhan 2018)