GKMI Yogyakarta Cabang Pundong

GKMI Yogyakarta Cabang Pundong Ceritakan lebih banyak tentang halaman Anda (maksimal 255 karakter)

Renungan HarianBacaan: KEJADIAN 32:31-33:4Setahun: Matius 21-22 Pagi yang DahsyatLalu tampaklah kepadanya matahari terbi...
09/10/2021

Renungan Harian
Bacaan: KEJADIAN 32:31-33:4
Setahun: Matius 21-22

Pagi yang Dahsyat
Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel .... (Kejadian 32:31)

Seorang rabi bertanya kepada murid-muridnya, "Kapankah kita bisa yakin malam telah berganti dengan pagi hari?" Murid menjawab, "Ketika dari jarak tertentu kita sudah bisa menyebut hewan itu anjing atau kambing." Rabi menggelengkan kepala. "O, ketika dari jarak tertentu kita dapat membedakan itu pohon ara atau pohon persik, " jawab yang lain. "Bukan!" sahut Rabi seraya berkata, "Ketika kamu bisa mengenali bahwa itu saudaramu dan bukan seterumu. Sebab ketika kau masih memusuhi saudaramu, kegelapan masih menguasaimu!"

Pagi itu istimewa bagi Yakub. Dua puluh tahun ia lewati dalam bayangan perseteruan dengan Esau. Ia merantau jauh demi menghindari kakak yang berniat membunuhnya itu. Kini mereka akan bertemu lagi. Semalam-malaman ia bergulat dengan rasa takut. Namun Tuhan melakukan intervensi, masuk dalam pergumulan itu. Bahkan mengatur perjumpaan kembali yang mengharukan keesokan harinya di kala fajar terbit. Maka, bukannya perjumpaan dua orang seteru yang terjadi, melainkan dua bersaudara dalam peluk tangis penuh kerinduan (ay. 4). Pagi yang cerah bermakna. Boleh jadi si rabi mengunduh inspirasi dari kisah dahsyat ini.

Pagi itu karunia Allah. Layak disambut dengan kepala tegak, hati bersyukur dan damai, dipenuhi pengharapan. Namun, betapa sering kita menyambutnya dengan kesal dan berat hati. Terutama apabila kita masih menyimpan kemarahan, dendam, atau kebencian yang menyesakkan. Malam tak benar-benar berlalu apabila kita masih terusik oleh beban-beban itu hingga pagi. Maka, sedapat mungkin, selesaikan segala urusan dalam damai sebelum kita pergi berbaring. --PAD/www.renunganharian.net

SIKAP DAN CARA KITA MENYAMBUT PAGI
AMAT MENENTUKAN WAJAH DARI KESELURUHAN HARI.

Renungan HarianBacaan: KEJADIAN 19:1-29Setahun: Zefanya 1 -Hagai 2 Berani MelepaskanTetapi isteri Lot, yang berjalan men...
27/09/2021

Renungan Harian
Bacaan: KEJADIAN 19:1-29
Setahun: Zefanya 1 -Hagai 2

Berani Melepaskan
Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam. (Kejadian 19:26)

Ada seorang pengusaha terkenal, tiba-tiba bangkrut dan harus membereskan semua usaha yang selama ini ada. Ia membayar lunas semua utangnya dan memulai kehidupannya dari nol. Awalnya sebagai seorang pengusaha sukses, ia kecewa dan tidak dapat menerima keadaan, namun ketika ia berani melepaskan kenangan indahnya itu dan belajar membuka usaha baru, Tuhan mengijinkan dia sukses kembali. Ia bahkan banyak mendorong orang lain untuk berwirausaha juga.

S***m dan Gomora terlihat indah dalam pemandangan Lot sehingga ia berani untuk memutuskan tinggal di sana dan jauh dari Abraham. Namun sayangnya, sikap penduduknya sungguh jahat dan dapat memengaruhi keluarga Lot untuk jauh dari Tuhan. Tuhan tidak berkenan dan hendak memusnahkan negeri ini. Malaikat Tuhan menyuruh mereka berlari menyelamatkan diri dan berpesan, "Janganlah menoleh ke belakang!" (ay. 17). Namun istri Lot gagal untuk menaati perintah ini dan menjadi tiang garam. Istri Lot ternyata tidak berani melepaskan kenyamanan yang selama ini ia peroleh, hatinya ingin kembali walau sebenarnya ia harus menerima apa yang baik yang akan disediakan Allah bagi hidupnya.

Kita mungkin pernah mengecap kebaikan di kehidupan masa lalu dan kita sulit untuk melupakannya. Hidup kita menjadi tertahan untuk menerima berkat selanjutnya dari Tuhan. Mari kita belajar untuk berani melepaskan kenyamanan, di saat Tuhan menghendakinya pergi dalam hidup kita. Tuhan pasti tahu memberi yang lebih baik, maka percayalah kepada Tuhan. --Hagai/www.renunganharian.net

BERANI MELEPASKAN AKAN MENGAJARKAN KEPADA KITA UNTUK SIAP MENERIMA BERKAT SELANJUTNYA.

Renungan HarianBacaan: IBRANI 4:1-13Setahun: Amos 6 -Obaja 1 Tak Mungkin BersembunyiTidak ada suatu makhluk pun yang ter...
23/09/2021

Renungan Harian
Bacaan: IBRANI 4:1-13
Setahun: Amos 6 -Obaja 1

Tak Mungkin Bersembunyi
Tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungjawaban. (Ibrani 4:13)

Seorang karyawan bersikap sangat santun dan tampak bertanggung jawab di hadapan atasannya. Kinerjanya juga cukup baik. Hadir tepat waktu, menyerahkan pekerjaan sebelum tenggat waktu dan selalu menerima setiap perintah atasan. Siapa sangka jika sang atasan tahu kebusukan yang disembunyikannya di balik semua itu. Mulai dari menekan beberapa junior untuk mengerjakan tugas-tugasnya hingga datang ke kantor hanya untuk mengisi presensi di pagi dan sore hari.

Sepandai-pandainya kita menyembunyikan bangkai, baunya pasti tercium juga. Kejahatan tidak mungkin selamanya ditutupi, karena suatu saat akan terungkap juga. Berlaku jahat mungkin membuat kita aman sementara waktu. Tetapi tidak untuk selamanya.

Lucunya, masih ada saja orang yang berusaha menutupi kejahatannya dari Tuhan dengan melakukan kesalehan palsu. Merasa memiliki hubungan baik dengan Tuhan meskipun berlaku buruk terhadap sesama. Merasa tidak berdosa ketika memperlakukan sesama dengan curang, sombong dan bohong. Lupa jika ketaatan terhadap Allah semestinya tercermin melalui setiap perilaku terhadap sesama (bdk. Mat 25:40). Kita mungkin bisa mengenakan topeng kemunafikan di sepanjang hidup. Melakukan kejahatan demi menutupi kejahatan yang lain. Tetapi mau sampai kapan? Mengeraskan hati demi pencapaian duniawi tentu sia-sia mengingat hidup ini harus kita pertanggungjawabkan kepada Allah. Isi hati kita saja terbuka di hadapan-Nya, bagaimana mungkin kita mengelabui Allah dengan berlaku saleh sebatas kulit? --Obaja/www.renunganharian.net

MENYEMBUNYIKAN DOSA DARI TUHAN ADALAH SEBUAH KEMUSTAHILAN.

22/09/2021
Renungan HarianBacaan: ULANGAN 15:1-11Setahun: Amos 1-5 Kaya dalam Kemurahan"Jika sekiranya ada di antaramu seorang misk...
22/09/2021

Renungan Harian
Bacaan: ULANGAN 15:1-11
Setahun: Amos 1-5

Kaya dalam Kemurahan
"Jika sekiranya ada di antaramu seorang miskin, salah seorang saudaramu di dalam salah satu tempatmu, di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, maka janganlah engkau menegarkan hati ataupun menggenggam tangan terhadap saudaramu yang miskin it (Ulangan 15:7)

Perjalanan hidup itu tidak semakin mudah, tapi semakin sulit! Pernyataan seperti itulah yang kerap kita dengar dari orang-orang saat menilai berbagai keadaan yang terjadi sekarang ini. Diakui atau tidak, memang demikianlah keadaannya. Dan situasi ini sedikit banyak memengaruhi sikap orang-orang untuk menjadi egois dan tidak lagi peduli terhadap kesusahan yang dialami sesamanya. Bagaimana dengan sikap kita saat melihat orang-orang di sekitar kita hidup dalam penderitaannya?

Tentang orang-orang yang ditimpa kemalangan, Tuhan memberikan sebuah aturan yang harus dilakukan orang-orang Israel. Aturan itu adalah jika ada orang Israel yang hidup dalam kekurangan dan berutang kepada saudara sebangsanya, maka pada tahun yang ke tujuh, orang itu harus dibebaskan dari utangnya. Tuhan pun melarang mereka untuk bersungut-sungut jika tahun yang ke tujuh itu hampir tiba karena Tuhan telah memberkati mereka. Dan jika ada orang yang meminta tolong, maka mereka tidak boleh menutup pintu hatinya dengan menggenggam tangannya sehingga tidak menolongnya. Jika mereka mengikuti perintah Tuhan ini, Tuhan berjanji akan memberkati hidup mereka (ay. 10).

Perintah Tuhan ini mengingatkan kita bahwa hidup kaya dalam bermurah hati adalah kehendak-Nya bagi hidup kita. Ia mengajar kita untuk meringankan beban seseorang dalam penderitaannya. Di tengah kehidupan yang semakin sulit ini, kiranya Ia masih menemukan orang-orang yang kaya dalam kemurahan hati untuk menjadi saluran berkat-Nya bagi sesama. SYS/www.renunganharian.net

SEMAKIN SULITNYA SITUASI KIRANYA TIDAK MENYURUTKAN BELAS KASIHAN
DAN KEMURAHAN HATI KITA UNTUK TETAP MERINGANKAN BEBAN ORANG LAIN

23/05/2015

Selamat Hari Minggu.. Tuhan Memberkati :)

22/06/2012

Ibrani 10:35 "Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya."

20/06/2012

Jgn berdoa hanya disaat kita butuh, tp berdoalah sebagai bentuk kewajiban & rasa syukur pada Tuhan atas segala KaruniaNya ♫♪♫( ´▽`)

20/06/2012

"Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya." (Pengkhotbah 3:1)

Address

Baran, Srihardono, Pundong
Bantul
55771

Opening Hours

07:00 - 23:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GKMI Yogyakarta Cabang Pundong posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share