Kata kata santri

Kata kata santri Ⓚⓐⓣⓐ ⓚⓐⓣⓐ ⓢⓐⓝⓣⓡⓘ

AKHLAK MULIA ABAH GURU SEKUMPUL, DI DALAM MEMBIMBING UMMAT RASULULLAH.Sekitar tahun 1990, Abah Guru Sekumpul menerima ta...
29/07/2026

AKHLAK MULIA ABAH GURU SEKUMPUL, DI DALAM MEMBIMBING UMMAT RASULULLAH.

Sekitar tahun 1990, Abah Guru Sekumpul menerima tamu kurang lebih sebelas orang wanita nakal yang bekerja di tempat hiburan malam. Mereka bermaksud minta nasehat dan petuah dari Abah Guru. Dengan agak gemetar mereka satu persatu menceritakan kenapa mereka sampai tercebur ke dunia hitam.

Di antara mereka terpaksa bekerja karena membiayai anak-anaknya yang masih kecil, ada yang terpaksa bekerja karena mengongkosi orangtua yg sudah tua renta, ada yang untuk menghidupi keluarga, sekolah, dan lain-lain sebagainya.

Abah Guru Sekumpul diam sejenak dan berkata, “Kalian tahu? Sebenarnya pekerjaan kalian semua ini mulia”. Spontan semua wanita ini terkejut mendengar ucapan Abah Guru, dan tiba-tiba menangis semua. Suasana meharukan dengan isak tangisan ini.

Mereka tidak menyangka akan kata-kata yang keluar dari lisan Abah Guru sedemikian santun lembut sangat menyentuh ke-hati mereka.
Lalu Abah Guru Berkata Lagi : "Hanya saja kedudukannya sajalah yg salah".

Abah Guru kemudian masuk kamar dan keluar lagi sambil membawa sesuatu, sambil menyaksikan isak tangis para wanita itu.

Setelah tangisan mereka mereda. Abah Guru kemudian membagi-bagikan amplop satu persatu kepada kesebelas wanita ini. Mereka yang menangis, mengambilnya sambil gemetar.

Kata Abah Guru: “Ini ampun pian (amplop) dari saya, lumayan di jadikan modal untuk bangun usaha. Sekarang, pulanglah ke tempat asal kalian masing-masing, dan taubat yang sebenar-benarnya pada Allah, jangan kalian ulangi lagi."

Demikianlah akhlak Abah Guru Sekumpul yang penuh kasih sayang terhadap sesama hamba Allah.

Tak ada hinaan, cacian dan perendahan..hanya penerimaan tulus dan menginginkan keselamatan bagi semua orang.

𝗠𝗯𝗮𝗵 𝗞𝘆𝗮𝗶 𝗛𝗮𝗺𝗶𝗱 𝗣𝗮𝘀𝘂𝗿𝘂𝗮𝗻 : "𝗔𝗴𝗮𝗿 𝗕𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗮𝗴𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗖𝗲𝗽𝗮𝘁 𝗟𝗮𝗸𝘂"Dulu, ketika masih muda, Mbah Kyai Ahmad Baghowi Mojoagung P...
28/07/2026

𝗠𝗯𝗮𝗵 𝗞𝘆𝗮𝗶 𝗛𝗮𝗺𝗶𝗱 𝗣𝗮𝘀𝘂𝗿𝘂𝗮𝗻 : "𝗔𝗴𝗮𝗿 𝗕𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗮𝗴𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗖𝗲𝗽𝗮𝘁 𝗟𝗮𝗸𝘂"

Dulu, ketika masih muda, Mbah Kyai Ahmad Baghowi Mojoagung Prambon, Nganjuk memiliki kegemaran jual beli barang antik.
Suatu ketika, beliau mendapatkan dua buah guci kuno. Beliau membelinya dengan harga yang lumayan tinggi, dengan harapan dapat menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi.
Namun, ketika guci-guci tersebut dibawa ke beberapa juragan barang antik, ternyata hanya ditawar dengan harga yang sangat murah—jauh di bawah harga pembelian.
Hati kyai Ahmad baghowi menjadi gundah dan susah. Akhirnya, beliau memberanikan diri untuk sowan kepada gurunya, Mbah Kyai Abdul Hamid Pasuruan.
Setelah sholat Subuh, beliau sebenarnya hendak menyampaikan persoalannya kepada Mbah Kyai Hamid. Namun, beliau tidak punya nyali untuk mengutarakannya. Akhirnya, beliau hanya berpamitan dan bersalaman.
Ketika berjalan beberapa langkah, tiba-tiba Mbah Kyai Hamid memanggilnya kembali.
Beliau bertanya kepada Kyai Baghowi muda yang terlihat membawa sesuatu yang dibungkus dengan glempo (kain penutup meja):
“Kuwi opo, Wi?” (Itu apa wi?)
Kyai Baghowi kemudian menceritakan kepada Mbah Kyai Hamid tentang dua guci antik dagangannya yang tidak laku-laku. Padahal, modal untuk membeli guci tersebut dapat pinjaman dari tetangganya.
Mbah Kyai Hamid kemudian meminta agar kedua guci tersebut diperlihatkan.
Guci yang besar di adzani oleh Mbah kyai Hamid , sedangkan guci yang lebih kecil di iqomati.
Setelah itu, beliau berpesan:
“Kalau ada orang menawar dengan harga berapa saja, langsung kasihkan. Sekarang pergi sana, tawarkan daganganmu. Insyaallah laku.”
Demikian dawuh Mbah Kyai Hamid, mewanti-wanti.
Kyai Ahmad Baghowi kemudian pergi ke tempat seorang juragan barang antik di Pasuruan.
Sesampainya di sana, guci-guci tersebut langsung ditawar dengan harga dua kali lipat dari harga pembeliannya.
Kyai Baghowi pun langsung menyetujuinya.
Ternyata, Ternyata, apa yang dicontohkan oleh Mbah Kyai Hamid—mengadzani dan meng-iqomati barang dagangan yang tidak laku-laku—benar-benar sangat mujarab. Dan beberapa kali dibuktikan sendiri oleh Kyai Baghowi.
Ketika saya mendapatkan cerita ini, saya kemudian matur:
“Apa saya boleh ikut mengamalkan?”
Beliau pun dawuh:
“Monggo!”
Saya punya rencana: para jomlo yang belum laku, akan saya adzani dan iqomati.
Insya alloh segera mendapatkan jodoh.
Dengan satu syarat :"Ketika ada tawaran jodoh, harus langsung diterima. Tidak boleh ditawar-tawar lagi!" 😄

- Pemerintah melalui Dewan Gelar dan Tanda Kehormatan menetapkan pejuang asal Banten, Raden Aria Wangsakara, sebagai Pah...
27/07/2026

- Pemerintah melalui Dewan Gelar dan Tanda Kehormatan menetapkan pejuang asal Banten, Raden Aria Wangsakara, sebagai Pahlawan Nasional. Raden Aria Wangsakara dikenal sebagai tokoh pendiri Tangerang sekaligus ulama kharismatik juga sebagai tokoh sentral perlawanan terhadap penjajah Belanda.

Pengumuman ini disampaikan Ketua Dewan Gelar dan Tanda Kehormatan, Mahfud MD, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal youtube Kemenko-Polhukam pada Kamis (28/9/2021). Dia mengungkapkan, Presiden Joko Widodo akan memberikan gelar pahlawan nasional untuk empat tokoh bangsa pada Hari Pahlawan 10 November 2021 di Istana Bogor.

Tiga tokoh lain yang akan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional tahun ini adalah Tombolotutu (tokoh dari Sulawesi Tengah), Sultan Aji Muhammad Idris (tokoh dari Kalimantan Timur), dan Aji Usmar Ismail (tokoh dari DKI Jakarta).

Lalu siapakah sebenarnya Raden Aria Wangsakara?

Dikutip dari buku Ki Leluhur Rekam Jejak Sejarah Raden Aria Wangsakara, Raden Aria Wangsakara diperkirakan lahir pada 1024 H atau 1615 M. Ia lahir dari keluarga Kerajaan Sumedang larang. Sang ayah adalah Wiraraja I, sementara sang ibu Putri Dewi Cipta/Nyimas Cipta.

Perjuangan Raden Aria Wangsakara mendirikan Tangerang dimulai sejak 1640. Ia pindah ke Tangerang ke Kerajaan Sumedang larang setelah mengalami konflik dengan keluarga. Dia tidak setuju keluarganya menggadaikan kedaulatan Kerajaan Sumedang Larang kepada penjajah Belanda.

Di Tangerang, Raden Aria Wangsakara mendirikan Pesantren Grendeng yang berlokasi di tepi barat Sungai Cisadane (kini ada di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang) dan menetap di tempat itu. Pesantren tersebut mengalami perkembangan cukup pesat. Jumlah santri beliau mengalami peningkatan setiap tahun. Wilayah inilah yang kemudian hari dikenal sebagai Tangerang.

Sepak terjang Raden Aria Wangsakara dalam menyebarkan Islam membuat Belanda takut. Apalagi, pusat penyebaran agama Islam berada di dekat wilayah kekuasaan Belanda, Batavia. Itu yang menjadi alasan Belanda menyerang Pesantren Grendeng.

Peristiwa itu terjadi sekitar 1640 M. penyerangan itu menandai pembentukan tempat hunian baru di Lengkong, Kecamatan Pagedangan, Tangerang. Di tempat itu, santri-santri dari Pesantren Grendeng yang diusir Belanda membangun masjid dan membuat pesantren baru di bawah kepemimpinan Raden Aria Wangsakara.

Di sisi lain, Raden Aria Wangsakara juga diberi kepercayaan oleh Kerajaan Mataram untuk menjaga wilayah di dekat Sungai Cisadane. Keberadaan beliau di dekat sungai itu juga mengusik VOC. Itu yang membuat VOC mendirikan benteng di dekat Sungai Cisadane untuk mengawasi gerak-gerik Raden Aria Wangsakara.

Keberadaan benteng itu membuat Raden Aria Wangsakara beberapa kali terlibat konflik. Sampai pada akhirnya, Raden Aria Wangsakara gugur dalam perang melawan VOC pada 1720 di Ciledug. Ia dimakamkan di Lengkong Kyai, Tangerang.

Wallahu a'lam bissawab
( Sumber: Langit7 )

"MAKNA MENGURANGI TIDUR"*💕Telah berkata Syeikh Muhammad Zaini-Sekumpul bahwasanya makna dari mengurangi tidur itu adalah...
21/07/2026

"MAKNA MENGURANGI TIDUR"

*💕Telah berkata Syeikh Muhammad Zaini-Sekumpul bahwasanya makna dari mengurangi tidur itu adalah tidak berlebih2an tidur lbh dari 8 jam dan juga tidak boleh kurang dari 6 jam.*
*Jangan tertipu oleh banyaknya amaliah.lakukan semampunya saja.jangan sampai amaliah sunnat melalaikan yg wajib.menjaga kesehatan itu wajib hukumnya.Aku aja tidur 8 jam sehari.Barangsiapa yg tidak mencukupkan waktu tidurnya 6-8 jam maka tidak akanlah menjadi alim walaupun kesana kemari menuntut ilmu*

TAMBAHAN_
Di tengah gairah memburu pahala, kita kerap lupa bahwa jasad adalah amanah. Syeikh Muhammad Zaini mengingatkan: jangan tertipu banyaknya amaliah sunnah, bila justru melalaikan yang wajib. Menjaga kesehatan itu wajib. Tidur 6-8 jam bukan tanda malas, tapi syarat lahirnya ilmu yang berkah. Beliau bahkan menegaskan, "Aku tidur 8 jam sehari," sebuah pengakuan jujur dari seorang waliyullah yang justru menikam ego para penuntut ilmu yang menyangka bergadang adalah bukti kesungguhan.
kadang kita bangun malam untuk ibadah, tapi esoknya lalai hak guru atau lalai Subuh berjamaah.
Imam Syafi’i memiliki nasehat berharga di mana beliau berkata,
العلم ما نفع، ليس العلم ما حفظ

“Ilmu adalah yang bermanfaat dan bukan hanya dihafalkan” (Siyar A’lamin Nubala, 10: 89).
Ilmu hakiki lahir dari akal dan hati yang jernih; dan kejernihan itu tak mungkin lahir dari badan yang letih. Maka, cukuplah tidur sebagai ibadah—menyambut fajar dengan tubuh segar adalah lebih dicintai Allahﷻ daripada ibadah yang memeras diri hingga lupa bersyukur. Sejatinya, justru dalam keseimbangan, kita menemukan kedalaman rasa—bukan soal berapa banyak waktu ibadah, melainkan seberapa hadir hati saat menunaikannya.
(_ABAH GURU SEKUMPUL_)
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍﷺ*
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.

✨ Wasiat Indah Gus Miek: Dzikir sebagai Penyangga di Yaumul Hisab ⚖️🍂​Di tengah kesibukan dunia yang sering melalaikan, ...
19/07/2026

✨ Wasiat Indah Gus Miek: Dzikir sebagai Penyangga di Yaumul Hisab ⚖️🍂
​Di tengah kesibukan dunia yang sering melalaikan, mari sejenak merenungkan wasiat berharga dari almarhum Gus Miek (KH. Chamim Thohari) tentang hakikat dzikir sebagai investasi abadi kita:

​"Mugi-mugi dzikrul ghofilin niki dados ketahanan bathiniyah, dados penyangga kulo lan panjenengan wonten ing sidang-sidang yaumul hisab. Niku sing penting."

(Semoga dzikir ini menjadi ketahanan batin dan penyangga bagi kita semua di sidang Yaumul Hisab. Itulah yang paling penting.)

​Mengapa dzikir adalah bekal terbaik kita?

✓​Benteng Jiwa (Ketahanan Bathiniyah): Dzikir adalah obat penenang hati sekaligus perisai kokoh agar jiwa kita tidak mudah goyah oleh godaan duniawi.

✓​Penyangga di Hari Perhitungan: Saat semua amal ditimbang di Yaumul Hisab, dzikir yang kita dawamkan—meski sering kali dalam keadaan lalai—akan hadir membela dan menopang kita di hadapan Allah SWT.

✓​"Niku Sing Penting": Gus Miek mengingatkan bahwa pada akhirnya, bukan harta atau popularitas yang menyelamatkan kita, melainkan hati yang senantiasa tersambung dengan Sang Pencipta.

​Mari dawamkan dan basahi lidah kita dengan dzikir, khususnya Dzikrul Ghofilin. Semoga kelak hembusan dzikir yang kita ucapkan hari ini menjadi cahaya yang menyelamatkan kita di akhirat. Aamiin Ya Rabbal Alamin. 🤲✨
​

Malaikat Jibril menjawab: "aku tidak tahu. Namun, aku selalu melih satu bintang istimewa yang munculnya setiap 70.000 ta...
18/07/2026

Malaikat Jibril menjawab: "aku tidak tahu. Namun, aku selalu melih satu bintang istimewa yang munculnya setiap 70.000 tahun sekali,
Dan aku sudah melihatnya sebanyak 70.000 kali"
Kemudian Rasulullah bertanya lagi, "apakah kamu tahu tentang bintang itu, wahai Jibril?"
Malaikat Jibril menjawab, "aku tidak tahu, ya Muhammad. Hanya Allah dan Rasul-Nya yang tahu"
Kemudian Rasulullah pun berkata, "sesungguhnya, bintang itu adalah aku"
Bahwasanya segala sesuatu yang ada di dunia berawal dari Nur Muhammad,Dimana Cahaya ini diciptakan oleh Allah dari Nur-Nya sendiri,Nur Muhammad berkeliling di alam semesta selama 9.000 tahun,
Ketika berada ditempat yang gelap, ia bersujud kepada Allah selama 1.000 tahun,Kemudian Allah membagi Nur Muhammad menjadi 4 bagian,yakni : Lauhul Mahfudz, Qalam, Arasyi, dan terakhir untuk menciptakan Nabi Muhammad.

Address

Syekh Nawawi Al-Bantani
Banten

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kata kata santri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share