29/07/2026
AKHLAK MULIA ABAH GURU SEKUMPUL, DI DALAM MEMBIMBING UMMAT RASULULLAH.
Sekitar tahun 1990, Abah Guru Sekumpul menerima tamu kurang lebih sebelas orang wanita nakal yang bekerja di tempat hiburan malam. Mereka bermaksud minta nasehat dan petuah dari Abah Guru. Dengan agak gemetar mereka satu persatu menceritakan kenapa mereka sampai tercebur ke dunia hitam.
Di antara mereka terpaksa bekerja karena membiayai anak-anaknya yang masih kecil, ada yang terpaksa bekerja karena mengongkosi orangtua yg sudah tua renta, ada yang untuk menghidupi keluarga, sekolah, dan lain-lain sebagainya.
Abah Guru Sekumpul diam sejenak dan berkata, “Kalian tahu? Sebenarnya pekerjaan kalian semua ini mulia”. Spontan semua wanita ini terkejut mendengar ucapan Abah Guru, dan tiba-tiba menangis semua. Suasana meharukan dengan isak tangisan ini.
Mereka tidak menyangka akan kata-kata yang keluar dari lisan Abah Guru sedemikian santun lembut sangat menyentuh ke-hati mereka.
Lalu Abah Guru Berkata Lagi : "Hanya saja kedudukannya sajalah yg salah".
Abah Guru kemudian masuk kamar dan keluar lagi sambil membawa sesuatu, sambil menyaksikan isak tangis para wanita itu.
Setelah tangisan mereka mereda. Abah Guru kemudian membagi-bagikan amplop satu persatu kepada kesebelas wanita ini. Mereka yang menangis, mengambilnya sambil gemetar.
Kata Abah Guru: “Ini ampun pian (amplop) dari saya, lumayan di jadikan modal untuk bangun usaha. Sekarang, pulanglah ke tempat asal kalian masing-masing, dan taubat yang sebenar-benarnya pada Allah, jangan kalian ulangi lagi."
Demikianlah akhlak Abah Guru Sekumpul yang penuh kasih sayang terhadap sesama hamba Allah.
Tak ada hinaan, cacian dan perendahan..hanya penerimaan tulus dan menginginkan keselamatan bagi semua orang.