Nderek Mbah Kyai Community

Nderek Mbah Kyai Community Nderek Mbah Kyai Community Gerakan Pemuda Anshor Nahdlotul 'Ulama

20/07/2019

"NAJIS ITU ADALAH DIRIMU"

Siapa Yang Tidak Kenal Abu Yazid Al-Busthami, Beliau Adalah seorang Syekh Atau Pemimpin Kaum Sufi. Namun Siapa Sangka Beliau Pernah Mendapat Ilmu Yang Sangat Berharga Dari Seekor Anjing Di Tepi Jalan.

Seperti Biasa, Abu Yazid Al-Busthami S**a Berjalan Sendiri Di Malam hari. Lalu Dia Melihat Seekor Anjing Berjalan Terus Ke Arahnya, Anjing itu Dengan Bersahaja berjalan Dan Tidak Menghiraukan Sang Syeikh. Namun Ketika Sudah Hampir Dekat, Al-Busthami Mengangkat Jubahnya Kuwatir Tersentuh Sang Anjing Yang Katanya Najis itu.

Spontan Anjing itu Pun Berhenti dan Terus Memandangnya. Entah Bagaimana Abu Yazid Seperti Mendengar seakan Anjing Itu Berkata Padanya;

"Hai syekh... Tubuhku Kering Dan Tidak Akan Menyebabkan Najis Padamu. Kalau Pun Engkau itu Merasa Terkena Najis, Engkau Tinggal Basuh 7 Kali Dengan Air Dan Tanah, Maka Najis Itu Akan Hilang. Namun Jika Engkau Mengangkat Jubahmu Karena Menganggap Dirimu Yang Berbaju Dan Berbadan Manusia Itu Merasa Lebih Mulia, dan Menganggap Diriku Yang Berbadan Anjing ini Najis Dan Hina, Maka Najis Yang Menempel di Hatimu itu Tidak Akan bisa Bersih Walaupun Engkau Membasuhnya Dengan 7 Samudera Lautan".

Abu Yazid Tersentak Dan Minta Maaf pada Sang Anjing. Sebagai Tanda Permohonan Maafnya Yang Ikhlas, Dia Pun Lantas Mengajak sang anjing itu untuk bersahabat dan berjalan bersama. Tapi si anjing itu menolaknya. Dan seraya berkata :

"Engkau tidak patut berjalan denganku, kerana mereka yang memuliakanmu akan mencemohmu dan melempari aku dengan batu. Aku tidak tahu mengapa mereka menganggapku begitu hina, padahal aku berserah diri pada sang Pencipta atas wujudku yg seperti ini. Lihatlah..... !! aku juga tidak menyimpan dan membawa sebuah tulangpun, sedangkan engkau masih menyimpan sekarung Gandum", Lalu Anjing itu Pun Berjalan Meninggalkan Abu Yazid Yang Masih Terpinga-pinga.

Abu Yazid masih terdiam, dalam hatinya mengasuh : "Duhai Allah, Untuk Berjalan Dengan Seekor Anjing Ciptaan-MU Saja Aku Tidak Layak, Bagaimana Aku Merasa Layak Berjalan Bersama Dengan-MU, Ampunilah Aku Dan Sucinya Hatiku Dari pada Najis hatiku ini."

Sejak Peristiwa itu, Syeikh Abu Yazid Pun Sentiasa Memuliakan dan Mengasihi Semua Mahluk Tuhan Tanpa Syarat.

"Janganlah Menganggap Dirimu Lebih Suci Daripada Yang Lain, Sesungguhnya Tuhanmu Lebih Mengetahui Siapa Yang Paling Suci Di Antara Hamba-hamba-Nya" (Surah an-Najm).

Demi Masa Depan Yang Cemerlang Bagi Si Buah Hati Amanah Illahi Robbi...
19/07/2019

Demi Masa Depan Yang Cemerlang Bagi Si Buah Hati Amanah Illahi Robbi...

19/07/2019

Simpan rahasiamu berdua saja:
1. Dirimu
2. Allah swt
-------------------
Jagalah di dunia ini dua keridhoan:
1. Ibumu
2. Bapamu.
---------------
Mohonlah bantuan ketika susah dengan dua hal:
1. Sabar
2. Sholat
-------------------
Jangan risau dua hal ini:
1. Rezeki
2. Ajal
Kerana keduanya berada di bawah kekuasaan Allah swt.
-------------------
Dua hal yg tak perlu diingati selamanya:
1. Kebaikanmu terhadap orang lain.
2. Kesalahan orang lain terhadapmu.
---------------------
Dua hal yang jangan dilupakan selamanya:
1. Allah swt
2. Alam Akhirat
-----------------------
Selalu dekat dengan 6 orang ini:
1. Ibumu.
2. Ayahmu.
3. Gurumu
4. Saudara lelakimu.
5. Saudara perempuanmu.
6. Sahabat dan tetanggamu
---------------------
Empat orang ini janganlah kamu kasar kepada mereka:
1. Yatim
2. Miskin
3. Fakir
4. Orang Sakit
-------------------
Empat hal yang memperindah dirimu :
1. Sabar
2. Tabah
3. Tinggi ilmu
4. Dermawan
------------------------
Empat orang yang hendaknya kamu dekati:
1. Orang yg Ikhlas
2. Orang yg setia
3. Orang yg dermawan
4. Orang yg jujur
--------------------
Empat orang yg hendaknya jangan kamu jadikan teman:
1. Tukang bohong
2. Tukang curi/rasuah
3. Tukang hasut
4. Tukang adu domba
------------------
7 orang ini jangan sampai kamu tahan kedermawananmu terhadap mereka:
1. Orang tuamu
2. Mertuamu
3. Isterimu
4. anak2 mu
5. Keluargamu
6. Gurumu
7. Sahabatmu
-------------------
Empat hal yang hendaknya kamu kurangi:
1. Makan
2. Tidur
3. Malas
4. Bergunjing
---------------
5 hal yang jangan kamu putus :
1. Sholat.
2. Qur'an.
3. Zikir.
4. Silaturrahimi.
5. Shodaqoh
-----------------
Semoga bisa menjadi motivasi diri untuk terus tetap berbuat baik selamanya.. Aamiin Yaa Rabbal Alaamiin...!
========================

09/07/2019
03/07/2019

"WALI ALLAH TANPA NAMA DAN TANPA GELARAN"

Suatu hari aku bertemu dengan orang gila (Al-majnuni Murokab) tak jauh dari makam seorang wali, Dia duk bercakap seperti sedang berbicara dengan seseorang, dia berbicara seperti ini:

" Andaikan mereka tahu bahwa ada wali "Tanpa nama tanpa gelaran" yang memiliki kemampuan seperti Wali Qutub , Nescaya mereka akan datang berbondong-bondong sekerap hari mencium tangan wali tanpa nama tanpa gelaran tersebut dan minta di do'akan hajatnya, jika Wali tanpa nama tanpa gelaran itu telah wafat Nescaya mereka akan berlama-lama diperkuburannya berdzikir, berdo'a dan bermuhasabah diri meminta ampun kepada ALLAH MAHA PENGAMPUN atas dosa-dosa mereka selama ini. Andaikan mereka tahu jika mereka sami'na wa athona kepada wali tanpa nama tanpa gelaran Nescaya ALLAH SWT akan angkat darjatnya, Namun sayang sekali kerana wali tersebut tanpa nama dan tanpa gelaran , Maka ia seringkali dilupakan dan diabaikan setiap orang".

Aku yang dengar percakapannya terkejut dan tergumam "hahhh??? Betulkah ada wali tanpa nama tanpa gelaran yang kemampuannya seperti Wali Qutub ? Siapakah wali tersebut?" persoalan ini berlegar di mindaku.

Dengan sedikit rasa takut dan was-was aku dekati dia kerana ingin tahu siapa sebenarnya wali tanpa nama tanpa gelaran yang disebutkan ?

lalu terjadi dialog aku antara orang gila itu :

Aku : Maaf bang tadi saya dengar abang ada bercakap panjang lebar dan berbicara tentang wali tanpa nama tanpa gelaran, Siapakah sebenarnya wali tersebut bang ? Mengapa sedemikian hebatnya wali tanpa nama tanpa gelaran tersebut hingga kemampuan dan darjatnya hampir menyamai Wali Qutub ?

Orang gila tersebut menoleh kearahku lalu berkata :

" Kamu siapa? kamu mencuri dengar perbualan ku ya ? Apa pentingnya kamu perlu tahu tentang wali tanpa nama dan tanpa gelaran ?"

Ucapnya dengan nada agak tinggi, Mendengar ucapan suaranya yang agak bernada tinggi dan kasar , Membuat aku sedikit risau dan gelabah, lalu aku berkata :

" Maaf bang, bukan maksud saya untuk menyinggung perasaan atau mencuri dengar percakapan abang , Saya seorang muhibbun pecinta para Wali-wali ALLAH, Kadang-kadang saya dan para sahabat saya berziarah ke makam para wali, saya teringin tahu dan tertarik dengan wali tanpa nama tanpa gelaran yang abang sebutkan, Kalau boleh tahu, Siapakah wali tersebut bang ?"

Orang gila itu tertawa terbahak-bahak dan berkata: "HA HA HA HA HA HAA ..... dasar budak bodoh, Namanya juga wali tanpa nama tanpa gelaran, Tentu saja aku tidak tahu nama wali tersebut dan apa gelaran kewaliannya, kamu ini nampak saja cerdik tapi ternyata bodoh ! , HA HA HA HA HA"

Perucapannya menusuk hatiku dan membuat ku sedikit rasa terkilan kerana dia menyebut aku anak bodoh sambil Ketawa besar, Wajah ku merah padam menahan sedikit emosi, Sepertinya aku tersalah sangka ku kira orang gila tersebut orang yang boleh diajak berbual, tapi sebaliknya dia mengatakan aku budak bodoh, Tapi aku memang bodoh pun Haha , Betul lah dia cakap namanya juga wali tanpa nama tanpa gelaran jadi mana ada orang yang tahu nama wali tersebut? siapa yang tahu gelaran wali tersebut sedangkan wali tersebut tanpa gelaran?, Ahh sudahlah sebaiknya aku abaikan saja dia, aku pun terua memusingkan badan dan menoleh muka ku dengan wajah masam hendak meninggalkan orang gila tersebut,

Tiba-tiba dia berkata ,
" Hai budak bodoh mahu kemana kalian, Kalian ini bagaimana ? datang pun tidak mengucapkan salam, Malah pergi begitu saja tanpa mengucapkan salam, baru diejek begitu saja sudah bermuka masam dan emosi, apakah mursyidmu yang seorang wali qutub tidak mengajarkanmu untuk mengucapkan salam saat datang dan pergi? Apakah mursyidmu yang seorang wali tidak mengajarkanmu untuk bersabar menahan celaan dan hinaan?"

Langkah ku terhenti, Astaghfirullah .... Hatiku tersentak , betul juga , aku tadi datang tanpa mengucapkan salam kepada beliau sebelum bertanya dan kini aku juga pergi begitu saja tanpa mengucapkan salam, Dan tak kusangka dia menyebut mursyidku seorang Wali Qutub , Sepertinya dia mengenal mursyidku...

Kemudian aku kembali menghampirinya dan berkata " Assalammu' alaikum bang mohon maaf bang atas kelancangan dan sikap saya kerana datang dan pergi tanpa mengucapkan salam, Sekali lagi saya mohon maaf" (sambil mencuba memegang tangannya untuk menyalam dan mencium tangannya), Orang gila itu menepis tanganku seraya berkata "Sudah! cukup minta maaf saja, Tak perlu cium tangan bagai"

Aku jadi serba salah, Tiba-tiba suasana menjadi senyap sejenak beberapa minit, aku diam dan dia pun diam.

Setelah beberapa minit, Lalu dia pun berkata,
" Kenapa kamu masih disini?"

Errr tidak ada apa bang , Saya masih tertanya tanya dan ingin tahu siapakah Wali tanpa nama dan tanpa gelaran yang dimaksudkan?

orang gila itu lantas bertanya " Kamu ini tak faham faham juga, sudah berapa lama kamu belajar tassawwuf pada guru mu ?"

Aku menjawab "sudah hampir 7 tahun, bang" lalu orang gila itu berkata sambil menepuk pahanya :

" Sudah 7 tahun? Takkan masih tidak tahu wali tanpa nama dan tanpa gelaran , Apakah mungkin gurumu tidak memberitahu mu?"

Aku menjawab "saya sering membaca dan mendengar khutbah dari guru saya bang, Tapi saya belum tahu dan belum pernah dengar ada wali tanpa nama dan tanpa gelaran, dan guru saya pun tidak pernah menyebutkan siapa wali tersebut"

orang gila itu tertawa (Hahaha) lalu berkata " Sebenarnya gurumu ada menyebutkannya , Bahkan berulang-ulang kali menyebutkannya. hanya saja kamu yang tak faham-faham dengan maksud gurumu, Lagi p**a sebutannya wali tanpa nama dan tanpa gelaran, jelas gurumu tidak tahu nama wali tersebut dan tidak tahu gelaran wali tersebut, Tapi kamu sendiri tahu siapa wali tersebut, bahkan wali tersebut begitu dekat denganmu"

Aku tergumam dan berkata dalam hati "Aikkk ??
Aku sudah mengenal wali tersebut? siapa dia?

Orang gila itu tertawa kecil "He..he..he ... Wali tanpa nama dan tanpa gelaran itu adalah orang tua mu sendiri , Nah sekarang aku tanya kamu.. sememangnya aku kenal siapa nama orang tua mu dan gelaran bagi orang tua mu ? Tentu aku tak tahu"

aku jadi bertambah bingung dan semakin tertanya-tanya..

" Orang tuaku? maksud abang kedua orang tua ku adalah wali tanpa nama dan tanpa gelaran? mengapa p**a begitu ?"

Orang gila itu mula menatap mataku dengan tajam, Lalu bangkit dari duduknya lalu berkata :

" Apakah kau tidak tahu tentang Uwais Al Qarni, Salah satu sahabat yang tidak pernah bertemu NABI secara fizik dan juga seorang wali? apa yang menyebabkan dia memiliki darjat yang begitu agung hingga namanya terkenal di langit walau dibumi tak ada seorangpun mengenalnya? kau tahu??!!

" Uwais al Qarni pernah berkata bahwa ibunya pernah berkata dan mendo'akannya "anakku Uwais , aku tahu hatimu begitu sangat mencintai dan menginginkan dapat bertemu NABI MUHAMMAD Sallahu Alayhi Wa'sallam , Namun kini kau datang padaku dengan wajah dirundung sedih kerana tak berhasil menemui RASULULLAH Sallahu Alayhi Wasallam dan kau memilih segera p**ang kerana memikirkan dan merisaukan aku ibumu ini nak , dan aku redha padamu, YA ALLAH kau MAHA TAHU, saksikanlah bahwa sesungguhnya aku telah redha pada anakku, Maka terimalah redha ku ya ALLAH dan redhailah anakku Uwais",

Orang Gila itu berkata lagi :
Dan apa kau tidak kau tahu bahwa Sulthonul AWLIYA SYEIKH ABDUL QADIR JAILANI , dimasa kecilnya ketika dirompak malah berkata jujur tentang kantung emas yang ia bawa, perompak itu kehairanan mengapa dia malah jujur mengatakan kantung emas yang dibawanya , padahal setiap orang yang kena rompak selalu berbohong tentang bawaannya dan berusaha menyembunyikannya dari perompak, Lalu kau tahu apa kata SYEIKH ABDUL QADIR JAILANI? beliau berkata "Ketika aku hendak pergi menuntut ilmu ibuku berpesan "anakku .. bila engkau bertemu dengan siapapun maka jujurlah jangan berbohong, sungguh ibu lebih redha bila engkau jujur, sekalipun engkau harus kehilangan harta dan bekalanmu daripada kau harus kehilangan kejujuranmu"……

Orang gila itu teruskan berkata kepada ku :
" Lihatlah ibumu, berapa lama dia menanggung dirimu dalam perutnya? apakah kau sanggup menahan perit dan pedih seperti dirinya hanya untuk menginginkan kau lahir di dunia hingga bertarung nyawa agar kau dilahirkan sihat dan selamat?? apakah kau pernah memikirkan hal ini ??

Itu kekuatan ALLAH SWT yang dianugerahkan kepada ibumu melalui RAHMAN dan RAHIM NYA , ini adalah sumber kekuatan para AWLIYA"

Aku diam seribu bahasa, terasa hati ini ingin menangis sekuat kuatnya.

Lalu orang gila itu berkata lagi " KAU BANGGA DAN TAKJUB DENGAN KAROMAH PARA WALI TAPI, PERNAHKAH KAU BANGGAKAN DAN TAKJUB DENGAN KAROMAH IBUMU YANG ALLAH SWT anugerahkan kepadamu?

PERNAHKAH KAU BANGGA DAN TAKJUB DENGAN KAROMAH IBU YANG MENGAJARKAN BERKATA-KATA KETIKA KAMU MASIH BAYI ??

Tidurnya sedikit kerana kau selalu menangis, Sebagaimana para AWLIYA yang tidurnya sedikit kerana memikirkan ummat NABI MUHAMMAD SAW yang banyak berkeluh kesah..

Apakah kau tidak tahu kalau itu adalah bukti karomah ibumu?, tidakkah kau pernah mendengar kalimat ini.

" Redha orang tua adalah redha nya ALLAH, Para awliya mereka menjadi Wali Qutub disebabkan redha dari orang tua mereka, Tidak kah kau sedar bahwa do'a dan harapan kedua orang tuamu hampir setara dengan Wali Qutub ?"

Siapa Doanya Lebih makbul dan mustajab antara Wali dan Doa seorang Ibu kepada anaknya. ?

Astaghfirullah al'azim..... Ya Allah . mendengar celotehan orang gila tersebut seakan petir menyambar seluruh tubuhku, badanku rasanya hancur binasa ... ingin sekali aku rasanya menangis sekuat-kuatnya ...

Orang gila itu berdiri lalu berkata sambil menunjuk kearahku ;

" Lihat dirimu, kelak kau akan jadi seorang BAPA, Apakah kau tahu karomah bapa mu selama ini? lihat tangannya, lihat punggungnya lihat kulitnya, setiap hari ia membanting tulang agar kau tetap dapat makan, tetap tertawa, tetap tersenyum, dia bekerja siang dan malam hanya untuk mengabulkan segala macam pinta dan rengekmu, ketika kau kecil dirimu melakukan kesalahan dialah orang yang paling depan membelamu, ketika kau dalam bahaya dia rela menghadapi bahaya itu untuk menyelamatkanmu, dia tanggung bebanmu dan ibumu dibelakangnya walau kian tua dia tetap berusaha menjaga mu sehingga dewaaa, tidakkah kau sedari bahwa bapa mu itu seorang MUJAHID FISABILILLAH ? yang setiap hari dia berjuang menafkahi kehidupanmu dan adik beradik mu bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun, dia bapa mu! Dia adalah MUJAHIDIN kebanggaanmu"

Ya Rabb , aku seperti hancur lebur mendengar lotehan orang gila tersebut, bahkan ternyata selama ini aku yang gila bukan dia, aku melupakan siapa sesungguhnya orang tuaku sendiri, aku melupakan semua yang mereka beri padaku, bahkan aku sering takjub akan pesona dan karomah wali tapi aku tak pernah sedar dengan orang tuaku sendiri yang merupakan wali tanpa nama dan tanpa gelaran kewalian, ...

Sesaat kemudian orang gila itu berlalu meninggalkanku tanpa sepatah katapun .... aku mengikuti dia dari belakang ingin tahu kemana dia pergi ... Dan dia mendatangi 2 kubur, dan dia duduk bersila disana .... mulutnya kumat kamit seperti orang yang berdialog lalu kemudian dia tertawa terbahak-bahak sambil senyum dihadapan 2 kuburan itu, tapi aku tak tahu kuburan siapakah itu namun aku berhusnudzon mungkin itu kuburan seorang wali besar, kerana dari celotehan orang gila itu sepertinya dia tahu benar tentang wali, jadi aku fikir itu kuburan seorang wali ....

Tiba-tiba setelah selesai dia tertawa, dia diam .... suasana menjadi hening .... kemudian kulihat dia mulai menangis Menitiskan airmata dengan suara teresak-esak, tangisannya begitu pilu sehingga menyayat hatiku untuk turut menangis ... aku tak tahu apa yang diucapkannya, sambil tangannya membelai belai kuburan itu, tangisannya menjadi lebih emosi, aku menjadi sedih bercampur bingung kerana tidak tahu mengapa beliau menangis ... Namun akhirnya aku faham mengapa dia meraung-raung menangis dikuburan yang kusangkakan seorang wali, ditengah tangisnya aku mendengar dia mengucapkan "Makkk ... " , lalu pada kuburan yang sebelahnya dia berkata "Ayah ... "

Kini aku baru faham mengapa orang-orang mulai menganggap dia gila, sebab dia sering tertawa, menangis meraung, dan bercakap - cakap sendiri di kuburan ... seandainya aku jadi dia boleh jadi aku akan sama dengannya menjadi gila kerana ditinggalkan pergi oleh kedua orang paling yang disayangi ...kita tidak tahu apa yang dilaluinya.

aku membalikkan badanku dan beransur pergi ... bergegas ingin p**ang kerumah untuk menemui kedua orang tuaku yang masih hidup. Alhamdulillah aku merasa beruntung masih memiliki wali tanpa nama tanpa gelaran yang masih ada di depanku....

Sepanjang jalan aku berdoa kepada Allah : "robbighfirlii waliwaalidayya warhamhuma kamaa robbayaanii shogiroo..

" Sayangilah Ayah Dan Ibu Kalian Sementara Allah Masih Meminjamkan Pada Kalian."

Gambar sekadar hiasan

25/05/2019

Address

Banjarnegara

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Nderek Mbah Kyai Community posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Nderek Mbah Kyai Community:

Share