17/03/2019
Rangkuman Kajian Kedokteran Maghrib Tanggal 11 Rajab 1440 H (17 Maret 2019 M) oleh Dr. Meldy Muzada Elfa,Sp.PD di Masjid Ar-Rahman Banjarmasin
HOAX SEPUTAR KESEHATAN
1.Minum air putih minimal 2 liter per hari
Faktanya:
-Kebutuhan minum setiap orang berbeda, cara menghitungnya yaitu Berat Badan x 30 cc (contoh: 60kg x 30 cc = 1800 cc air).
-Air yang diminum melebihi kebutuhan ujung-ujungnya akan dikeluarkan juga melalui ginjal.
-Orang dengan beberapa penyakit tertentu (misalnya penyakit jantung) justru harus minum sedikit.
2. Mandi sebelum subuh itu menyehatkan
Faktanya:
-Bagi orang dengan penyakit kardiovaskuler (misalnya hipertensi), mandi sebelum subuh dengan “air dingin” bisa menyebabkan vasokonstriksi, akibatnya tekanan darah menjadi meningkat tiba-tiba dan pembuluh darah di otak bisa pecah. Makanya, banyak kasus orang stroke di kamar mandi pas mandi subuh-subuh pakai air dingin.
-Mandi subuh itu tidak apa-apa jika menggunakan air hangat, yang perlu diwaspadai adalah jika menggunakan air dingin saja.
3. Minum air putih langsung setelah bangun tidur itu menyehatkan
Faktanya:
-Tidak ditemukan bukti ilmiah tentang hal itu. Kalau haus pas bangun tidur ya minum saja, tapi tidak usah dikait-kaitkan dengan kata “menyehatkan”
4. Kasus: Seorang bapak dengan penyakit kardiovaskuler (tidak jelas penyakitnya apa) telah mengonsumsi 4 macam obat perhari dan telah diberikan nasehat oleh dokter supaya tidak minum melebihi 4 gelas perhari. Pertanyaannya: Apakah tidak apa-apa mengonsumsi banyak obat tapi minumnya sedikit? Bagaimana pengaruhnya ke ginjal? Kalau haus, bolehkah minum melebihi 4 gelas?
Jawab:
-Tidak apa-apa mengonsumsi banyak obat selama obat tersebut memang dibutuhkan, sesuai dengan resep dokter, dan dosisnya pas, karena setiap obat yang beredar di pasaran sudah diuji keamanannya oleh BPOM. Beberapa obat seperti obat hipertensi dan diabetes melitus aman dikonsumsi seumur hidup.
-Misalnya bapak terkena penyakit kardiovaskuler, jika tidak diobati justru bisa memperburuk kondisi ginjalnya. Nah dengan mengonsumsi obat, maka risiko komplikasi ke ginjal bisa dihindari.
-Jika haus, boleh minum melebihi 4 gelas. Misalnya cuaca panas dan bapaknya berkeringat banyak, cairan tubuh kan banyak yang hilang tuh, tubuh merespon kekurangan cairan tersebut dengan memberi rasa haus supaya bapaknya minum. Jadi tidak apa-apa asal jangan kebanyakan minum juga.
5. Setelah minum obat tidak boleh minum susu karena bisa menetralkan obatnya
Faktanya:
-Tidak apa-apa minum obat bersamaan dengan minum susu. Secara umum, obat-obatan yang beredar di pasaran tidak apa-apa jika diminum bersama dengan susu.
-Memang ada beberapa obat yang tidak boleh diminum bersamaan dengan minum susu seperti obat kemoterapi. Bahkan ada juga obat yang tidak boleh diminum bersamaan dengan jus buah tertentu.
6. Pertanyaan: Berapa hari batas meminum obat antibiotik?
Jawab:
-Tergantung obat dan penyakitnya, ada antibiotik yang diminum 3 hari saja, ada yang 3-5 hari, bahkan ada yang 14 hari.
-Sekarang antibiotik tidak boleh lagi dibeli langsung di apotek, harus dengan resep dokter. Jika ada apotek yang memberikan antibiotik tanpa resep dokter, maka apotekernya yang salah.
7. Pertanyaan: Apakah mandi malam-malam bisa bikin rematik?
Jawab:
-Saya setuju, memang benar mandi malam-malam bisa bikin rematik (baca: badan terasa tidak enak atau terasa sakit-sakit di area sekitar punggung). Hal ini disebabkan karena setelah beraktivitas pada siang hari, laktat yang dihasilkan oleh otot menumpuk di dalam darah. Normalnya, waktu malam itu dipakai untuk tidur (ketika tidur, pembuluh darah melebar atau vasodilatasi) sehingga laktat yang menumpuk tadi bisa dengan mudah disalurkan ke ginjal untuk dibuang. Jika seseorang mandi malam-malam (airnya dingin), maka pembuluh darah akan menyempit atau vasokonstriksi yang mengakibatkan penyaluran laktat ke ginjal terhambat, makanya tubuh terasa sakit-sakit.
-Rematik itu bahasa umum di masyarakat untuk mengartikan badan sakit-sakit. Dalam dunia kedokteran, rematik itu ada banyak jenisnya, bisa reumatoid artritis, hiperurisemia, atau osteoartritis.
-Memang kalau orang yang mengeluhkan badan sakit-sakit tadi kalau dicek kadar asam urat dalam darahnya bisa saja tinggi (faktor usia juga berpengaruh di sini). Tapi kalau yang dimaksud itu rematik dalam kedokteran, biasanya ada keluhan seperti benjolan merah di sendi jempol kaki atau bisa juga di sendi-sendi tangan. Kalau rematik menurut masyarakat awam ya berarti sekedar sakit-sakit badan biasa.
Wallahu a’lam
Semoga bermanfaat
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
"Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan." [HR. Muslim, 3509]