14/04/2016
Bismillahirrahmaanirrahiim
wahai sahabatku, kemarilah^^
Jangan malu ataupun ragu. aku ingin menunjukkan sesuatu kepadamu. Sesuatu ini aku umpamakan dengan buah strawberry. Sudah pernah mencicipinya bukan? Terkadang ada yang asam dan ada juga yang manis. Begitupun rasanya jika kamu sudah mengambil sesuatu ini dariku. Kamu tau bagaimana jalannya untuk mengambil strawberry ini? Berkelok kelok, terjal, banyak lubang dan menanjak. Begitupun jalannya jika kamu sudah mengambil sesuatu ini dariku. Kamu tau bagaimana rasanya di perjalanan menuju kesana? bingung, pusing, ragu, sulit ataupun merasa lelah karena jalannya yang dilalui semakin terjal. Begitupun perasaan yang akan kamu rasakan jika kamu sudah mengambil sesuatu ini dariku. Tapi tahukah kamu jika sudah sampai disana? Kesenangan yang tiada tara, perasaan perjalanan yang tadi telah terbayarkan ketika melihat pemandangan di sekitar kebun strawberry dan bisa merasakan buah strawberry itu sendiri.
Tahukah kamu sebenarnya apa yang aku maksud? Sesuatu tentang amanah dakwah. Allah telah berfirman “kamu (umat islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah...” Di dalam surat Al-‘Asr pun diharuskan saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. Jadi aku tidak ingin sendiri, bukankah berjamaah lebih kuat dibandingkan sendiri? Bukankah sesuatu kebaikan yang tidak terorganisir akan kalah dengan kejahatan yang terorganisir. Ambil ini, kemudian genggamlah tanganku. Bukan aku ingin menyakitimu tapi aku ingin kamu berada disini bersamaku. Maaf jika aku sering memaksamu. Karena aku ingin, jika aku nanti tergelincir sedikit saja ke dalam neraka, akan ada kamu yang memegangku erat erat dan berkata kepadaku, aku ingin kita bersama hingga sampai di surgaNya.
Teruntuk dirimu, aku mencintaimu karena Allah :)