BAYAN SYURO ALAMI

BAYAN SYURO ALAMI ikut arahan syuro alami.

16/07/2024

Niat hadir Insya Allah💪

31/03/2024
31/03/2024
23/10/2023
06/09/2023

Penjelasan jamaah tablig dari ustadz zulkarnain umar

17/02/2023

Nasehat orang tua kita alm ustadz M***i Lutfi yusuf Albanjari dalam bayan Masturah

14/09/2022

Mu'alim Ibram

14/09/2022

Enam sifat sahabat nabi sifat pertama

07/08/2022

Penjelasan Gus Baha Sanad ulama Indonesia juga ada yang sampai ke Ulama Jamaah Tabligh

Mengenali siapakah Maulana Zakariyya al kandahlawi rahimahullah, Pengarang Kitab Fadhail Amal.Beberapa hari ini asyik te...
06/08/2022

Mengenali siapakah Maulana Zakariyya al kandahlawi rahimahullah, Pengarang Kitab Fadhail Amal.

Beberapa hari ini asyik terfikir berkenaan seorang ulama hadith dari India yabg bernama Maulana Zakaria al Kandahlawi rahimahullah. Mungkin ramai yang tidak mengenali beliau tetapi beliau tidak asing bagi para pelajar hadith dan orang awam yang menyimpan kitabnya yang terkenal yaitu Fadhail Amal. Beliau juga guru kepada ayah Al Habib Umar bin Hafiz iaitu Habib Muhammad (Bekas M***i Garim), Dr Sayyid Alwi al Maliki atau dikenali sebagai Abuya Maliki (Ulama Besar Makkah), Syeikh Nuruddin al Banjari (ulama Nusantara) dan ramai lagi ulama hasil didikan beliau yang lain.
Saya kongsi sekilas berkenaan dengan biografi beliau :

Maulana Zakariyya Al-Kandahlawi dilahirkan pada 10 Ramadhan 1315H, bertepatan dengan 12 Februari 1898, di sebuah desa bernama Kandlah di wilayah Uttar Pradesh, India, dari sebuah keluarga yang mempunyai sejarah panjang dalam pengabdian pada agama. Silsilah keluarga beliau bersambung sampai kepada sahabat besar Nabi, Abu Bakar As-Siddiq r.a.

Semasa kecil Zakariyya mula belajar membaca kepada Hakim Abdur Rahman, kemudian menghafal Al-Quran di bawah bimbingan ayahnya, Maulana Muhammad Yahya, seorang ulama besar yang cukup terkenal di India. Setelah itu belajar bahasa Parsi dan bahasa Arab kepada Maulana Muhammad Ilyas, pendiri gerakan Tabligh.

Pada usia 12 tahun, Maulana Zakariyya dibawa oleh ayahnya ke Madrasah Mazahirul Ulum. Di bawah bimbingan ayahnya, beliau mempelajari bahasa Arab tingkat lanjut, teks-teks klasik, nahwu, saraf dan ilmu mantiq.

Ketika menginjak usia 17 tahun, minat utamanya mulai fokus pada bidang kajian ilmu hadis. Beliau mempelajari 5 dari 6 kutubussittah. Bahkan beliau sempat belajar untuk kedua kalinya kitab Sahih Bukhari dan Sunan at-Tirmizi kepada Maulana Khalil Ahmad Saharanpuri. Selama mempelajari kitab-kitab tersebut, Maulana Zakariyya selalu menjaga wudhuk.

Maulana Zakariyya memulai karier mengajarnya pada tahun 1335H, ketika beliau ditunjuk untuk mengajar di mata pelajaran nahwu, saraf dan sastera. Pada tahun 1341H, kemudian diminta untuk mengajar tiga bahagian dari kitab Sahih Bukhari dan pada tahun 1344H ditambah lagi mengajar kitab Misykat al-Masabih.

Pada tahun 1345H, beliau berkesempatan mengunjungi tanah suci. Di Madinah beliau tinggal selama 1 tahun dan selama itu mengajar Sunan Abi Daud di Madarasah Ulum Shar’iyyah. Di Kota Nabi ini, Maulana mulai menulis Awjaz al-Masalik ila Muwatta’ Imam Malik, syarah kitab Al-Muwatta’nya Imam Malik, ketika itu beliau berumur 29 tahun.

Ketika kembali ke India, beliau mula lagi mengajar kitab Sunan Abi Daud, Sunan al-Nasai, Al-Muwatta Imam Muhammad dan separuh bahagian dari Sahih Bukhari, separuhnya lagi diajarkan oleh mudir madrasah. Setelah mudir wafat, tugas mengajar Sahih Bukhari ini diberikan seluruhnya kepada Maulana Zakariyya.

Selama hidup beliau, beliau telah mengajar separuh bahagian pertama dari Sahih Bukhari selama 25 kali, mengajar seluruh kitab tersebut selama 16 kali dan mengajar kitab Sunan Abi Daud sebanyak 30 kali. Karier beliau mengajar bertahan sampai tahun 1388H, ketika beliau menderita sakit mata yang tidak memungkinkan lagi untuk terus mengajar.

Kecintaan Maulana Zakariyya pada agama, terutama pada kajian ilmu hadis, sangat tinggi. Total waktu yang dihabiskan beliau untuk belajar dan mengajar hadis adalah selama kurang lebih 60 tahun.

Dalam kurun waktu tersebut beliau juga telah menulis lebih dari 80 kitab yang sangat tinggi nilainya dan diakui oleh para ulama di seluruh dunia. Beberapa kitab yang beliau tulis dalam bidang kajian hadis antara lain ; Awjaz al-Masalik ila Muwatta’ Imam Malik (syarah dari kitab Muwatta Imam Malik, terdiri dari 6 jilid), Lami’ al-Dirari ‘ala Jami’ al-Bukhari (syarah dari kitab Sahih Bukhari), Syarah Muslim (syarah Sahih Imam Muslim), Juz’ Hajjat al-Wida’ wa ‘Umrat al-Nabi (Berisi tentang haji dan umrah yang dilakukan oleh Rasulullah s.a.w., juga memuat tentang masalah hukum haji, lokasi, dan tempat-tempat yang pernah dilalui atau disinggahi oleh Rasuulllah s.a.w.), Khasa’il Nabawi Sharh Shama’il al-Tirmidhi (syarah dan komentar terhadap kitab al-Shama’il al-Muhammadiyya-nya Imam Tirmidzi yang berisi tentang hadis-hadis yang berkenaan dengan peri kehidupan Nabi Muhammad s.a.w.) dan beberapa kitab lainnya.

Karya beliau yang paling terkenal ialah Fadhail Amal. Diikuti dengan Hayatus Sahabah.

Lebih lengkap mengenai riwayat hidup beliau boleh dibaca di buku autobiografi beliau yang ditulis dengan cara yang unik oleh beliau sendiri dengan judul “Aap Beeti”, yang setakat ini ada diterjemahkan ke dalam bahasa melayu dengan judul “Autobiografi Zakariyya Al-Kandahlawi”.

Wallahu a'lam

' INILAH PANDANGAN ULAMA KITA USTADZ LUTHFI YUSUF AL-BANJARI TENTANG JIHAD '_ Bismillahirrahmaanirrahiim _Ustadz ( M***i...
06/08/2022

' INILAH PANDANGAN ULAMA KITA USTADZ LUTHFI YUSUF AL-BANJARI TENTANG JIHAD '
_ Bismillahirrahmaanirrahiim _
Ustadz ( M***i ) Luthfi katakan ;
Ketika seseorang mengucapkan syahadat maka ia menyadari bahwa dirinya sudah berjanji di hadapan Allah, bahwa dia akan sungguh² menjalankan agama ini. Perintah yang paling berat di kota mekah bagi sahabat adalah agar mereka dapat menahan diri mereka dari mengangkat pedang karena ini perintah Nabi Muhammad SAW.
Sama seperti preman yang di hina atau kyainya di hina oleh orang lalu kyai tersebut nyuruh preman itu sabar. Menurut kamu beratan mana bagi itu preman menahan tangannya atau menghujamkan tangannya ke orang itu ... ???
Begitulah sahabat yang mereka diperintahkan harus menahan pedangnya.
Kemudian beliau katakan ;
“ Seseorang tidak akan mampu mengangkat pedang di jalan Allah sebelum ia mampu menahan mengangkat pedang karena Allah "
Sebagaimana Ali R.A ketika ia hendak menebas leher musuhnya di medan perang lalu musuhnya meludahi. Ketika itu p**a Ali R.A meninggalkan musuhnya yang akan ditebas. Melihat hal itu sang musuh mengejarnya dan bertanya kepada Ali RA karena tidak jadi menebasnya.
Lalu Ali R.A menjawab ;
" Aku tidak jadi menebasmu karena aku takut ketika kamu meludahiku timbul rasa marah sehingga aku takut niatku membunuh karena Allah ternodai oleh nafsu amarahku "
Yang namanya kemenangan bukannya menebas leher musuh dengan ujung pedang, tetapi yang namanya kemenangan dalam Islam yaitu ketika melihat manusia masuk Islam berbondong-bondong. Inilah yang namanya kemenangan dalam islam, bukannya membunuh manusia, tetapi melihat manusia masuk kedalam islam.
Kemudian ustadz Luthfi katakan ;
Dengan dakwah ini nanti Allah hancurkan musuh islam dengan caranya sendiri, seperti :
Nyamuk kecil Allah kirim untuk menghancurkan Raja Namrud yang besar
Air yang menyelamatkan Musa AS, tetapi menenggelamkan Firaun
Burung ababil yang mengalahkan pasukan Abrahah
Kaum Luth dengan sekali teriakan malaikat, dan lain-lain.
Allah punya banyak cara untuk menghancurkan musuh² islam.
Ketika Fathul Mekah, orang Quraish khawatir mereka akan ditebas oleh Nabi s.a.w dan sahabat²nya. Tetapi apa yang dicontohkan oleh Rasullullah SAW. Saat semua pedang siap bicara untuk membalas keluarga yang dibunuh, kenangan ketika dihina, diusir, dikucilkan dari mekah. Tetapi apa kata Nabi ;
“Aku membebaskan kalian sebagaimana Yusuf AS membebaskan saudara²nya "
Siapa yang mampu melakukan demikian ?
Hanya Da'i yang mempunyai rasa sayang kepada umat. Inilah yang seharusnya menjadi fikir kita saat ini yaitu bagaimana menghadirkan rasa sayang terhadap ummat dalam diri kita. Walaupun begitu pandangan resmi dari ulama atau masyaikh dalam kerja dakwah ini tidak ada. Kecenderungan gerakan ini adalah tidak melibatkan diri dalam perbedaan pendapat atau pandangan, dan hanya memfokuskan diri dalam kerja dakwah saja.
Namun inti dari kerja ini dapat memberikan gambaran tentang terrorisme.
Seperti yang sudah di jelaskan bahwa kita ini adalah Ummat yang Da’i, yaitu ummat yang memikirkan bagaimana ummat manusia ini dapat selamat dari adzab Allah dunia dan akherat. Inilah fikir yang harus dimiliki oleh seorang da’i, yaitu bagaimana ummat ini bisa selamat di dunia dan di akherat.
Namun untuk bisa mempunyai fikir ini kita harus bisa mempunyai rasa sayang kepada ummat, bukan membenci ummat. Di dalam perjalanan hidup Nabi SAW tidak pernah Nabi SAW ini membenci seseorang kecuali daripada kekafirannya atau keyakinannya atau cara hidupnya, inilah yang Nabi SAW benci bukan individunya.
Kisah kasih sayang Rasulullah SAW ;
Pernah suatu ketika Nabi SAW sering dikerjai oleh seorang pemuda Quraish, namun ketika pemuda itu sakit Nabi SAW mengunjunginya. Asbab melihat akhlaq dan kasih sayang Nabi SAW ini akhirnya pemuda ini masuk islam.
Pernah Nabi SAW menangisi seorang pemuda yahudi yang mati belum mengucapkan kalimat syahadat. Lalu sahabat bertanya ;
" Mengapa engkau menangisi seorang anak yahudi yang tidak beriman ? ” lalu Nabi SAW jawab, “ Aku menangis karena satu lagi manusia bertambah, masuk ke dalam neraka Allah "
Inilah kasih sayang Nabi SAW kepada orang lain dan risaunya Nabi terhadap keadaan akherat mereka. Jadi inilah yang perlu kita tiru dari fikir, risau, dan kasih sayang Nabi SAW kepada ummatnya.
Jadi yang perlu kita fikirkan bagaimana menyelamatkan ummat bukan menghancurkan ummat dan membiarkan mereka terjerumus kedalam nerakanya Allah.
Hari ini kita fikirnya adalah menghadapi ummat yang tidak beriman ini sebagai musuh Allah. Sehingga timbul dalam diri kita keinginan untuk memerangi atau membunuh mereka semua. Padahal untuk menjadikan seseorang itu sebagai musuh agama, kita berkewajiban untuk mendakwahi mereka dulu, itupun kalau dia mau. Kalau mereka yang didakwahi tidak mau turut dengan perintah Allah, itupun boleh kita perangi setelah mereka menghalangi agama Allah dan membuat makar atas ummat islam. Dan kalaupun berperang, itupun harus dengan adab² perang yang dicontohkan oleh Nabi SAW.
Dan inilah yang dilakukan Nabi s.a.w semasa hidupnya sebelum menyerang kesuatu daerah :
Apakah Dakwah sudah disampaikan ?
Apakah Agama terhalang di daerah itu ?
Apakah orang islam di dzalimi di daerah itu ?
Apakah Ummat sedang diserang oleh musuh²nya ?
Jika kondisi² ini harus ditemukan terlebih dahulu, barulah perang dapat dilaksanakan. Dan itupun perang harus dilakukan dengan adab² perang yang telah diajarkan oleh Nabi SAW.
Di zaman nabi ketika berperang ;
✘ Tidak boleh merusak keadaan kampung bahkan tempat² peribadatan ummat lain sekalipun.
✘ Tidak boleh menyakiti wanita, anak², dan orang tua yang sudah udzur.
✘ Niat perang karena Allah bukan karena harta, dendam, dan lain².
✘ Tidak boleh bunuh diri dalam perang walaupun dalam keadaan kesakitan.
Pernah setelah menang dalam suatu pertempuran pasukan islam masuk kedalam suatu kampung, Nabi SAW berpesan agar jangan sampai telapak kaki kuda prajurit islam ini membangunkan orang kampung yang tertidur.
Hari ini orang islam berperang berapa banyak adab perang Nabi SAW yang telah kita pakai. Hari ini kita dicap sebagai teroris karena fikirnya adalah membunuh manusia. Sehingga kita ini jauh dari predikat Rahmatan Lil Alamin.
Padahal dahulu ketika Nabi SAW berperang ada suatu kisah Nabi SAW menangkap tawanan perang. Lalu Nabi SAW berpesan kepada sahabat untuk memberi dakwah selama 3 hari kepada tahanan perang agar mereka mau masuk islam, kalau tidak mau tawanan perang itu agar dibebaskan. Lalu sahabat bertanya kenapa dibebaskan ? kenapa tidak dibunuh saja ? lalu Nabi SAW menjawab, “Allah tidak butuh manusia ini masuk ke dalam Neraka.”
Ini karena apa ? walaupun manusia ini durhaka sedurhaka-durhakanya mahluk itupun tidak akan mengurangi kekuasaan dan kekayaan daripada Allah Ta’ala. Allah juga tidak untung melihat manusia ini masuk kedalam neraka. Tetapi Allah akan senang melihat manusia ini masuk kedalam surganya Allah ta’ala.
Kita ini sebagai orang islam tidak seharusnya dicap sebagai bangsa atau agama yang terroris padahal ;
①. Nabi kita ini adalah Rahmatan_Lil_Al
amin dan Kaffatan_Lin_Naas
Rahmat seluruh alam dan untuk seluruh manusia
②. Al Quránnya adalah Huddallin_Naas
Petunjuk bagi seluruh manusia
③. Ummatnya adalah Khoiru_Ummat dan
Ukhrijat_lin_Naas
Ummat yang terbaik dan dilahirkan ditengah manusia.
Seharusnya ini sudah bisa dijadikan tolak ukur tanggung jawab kita terhadap ummat manusia saat ini. Inilah beban yang kita pikul atas seluruh manusia yaitu sebagai contoh suri tauladan untuk seluruh manusia, bukannya sebagai contoh gagal atau contoh yang rusak.
Semoga Allah SWT beri kepahaman kepada saya dan saudara-saudara semua, Amiin ...

Address

Banjarmasin

Telephone

+81521929033

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BAYAN SYURO ALAMI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category