GKE Rantau Nangka

GKE Rantau Nangka GKE RANTAU NANGKA

04/03/2025
20/04/2022

ANGIN KASIH

Bacaan: 1Yohanes 4:1-8
NATS: Siapa yang tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih (1Yohanes 4:8)

Seorang petani mempunyai petunjuk arah angin di lumbungnya yang di atasnya tertulis "Allah adalah kasih". Ketika teman-temannya menanyakan alasannya membuat tulisan itu, ia menjawab, "Ini untuk mengingatkan saya bahwa ke mana pun angin bertiup, Allah adalah kasih."

Pada saat "angin selatan" yang hangat dengan desaunya yang menyejukkan dan lembut membawa hujan berkat, Allah adalah kasih. "Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas" (Yakobus 1:17).

Saat "angin utara" pencobaan yang dingin menerpa Anda, Allah adalah kasih. "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia" (Roma 8:28).

Saat "angin barat" bertiup keras menerpa Anda dengan maksud menghukum, Allah adalah kasih. "Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya" (Ibrani 12:6).

Saat "angin timur" mengancam akan menyapu semua yang Anda miliki, Allah adalah kasih. "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus" (Filipi 4:19).

Barangkali saat ini Anda sedang berkecil hati dan merasa putus asa. Apabila benar demikian kondisi yang Anda alami, ingatlah bahwa Allah tetap memelihara Anda. Sesuatu yang sedang Anda alami saat ini memang telah dikirim atau diizinkan terjadi oleh-Nya, demi kebaikan Anda.

Ya benar sekali, ke arah mana pun angin bertiup, Allah adalah kasih --RWD

TAK ADA PENDERITAAN YANG MENYUSAHKAN KITA
JIKA KITA TAHU ALASAN ALLAH MENGIZINKANNYA HADIR

13/04/2022

TATKALA TEKANAN MELANDA

Bacaan: Roma 5:1-5
NATS: Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketabahan (Roma 5:3)

Apa yang membuat buah apel yang mengilap tampak begitu nikmat? Kulit luarnya, tentu saja. Namun, apa yang sebenarnya membuat apel begitu nikmat? Sari buah dan zat-zat di dalamnya. Itulah "karakter" buah apel yang sesungguhnya.

Saya mempelajari hal ini ketika masih kecil, saat melihat ibu saya membuat sari apel. Dengan penumbuk dari kayu, ia menumbuk begitu banyak apel yang menjadi lunak setelah direbus di sebuah mangkuk saringan. Di bawahnya ada mangkuk lain yang menampung hasil saringan. Akhirnya yang tersisa di mangkuk saringan itu hanyalah kulit apel yang sudah gepeng berwarna cokelat seperti lumpur. Namun oh, sari apel itu nikmat sekali!

Allah memakai tekanan hidup untuk menghasilkan keindahan karakter yang menyerupai Kristus di dalam diri kita. Kesengsaraan (yang berarti "tekanan" dalam bahasa Yunani) juga menolong kita untuk menyadari potensi natur dosa kita yang mengerikan dan memandangnya sebagaimana adanya -- buruk dan hambar. Di bawah tekanan, segala jenis dosa mulai muncul ke permukaan -- keserakahan, keegoisan, hawa nafsu, kesombongan.

Entah muncul dari perfeksionisme yang realistis dari dalam batin atau bukan, tekanan merupakan fakta dunia kita yang telah jatuh ke dalam dosa. Allah mengendalikan intensitas dan kelangsungan tekanan supaya kita dapat menyadari, mengakui, dan menolak "kulit" luar yang menghambat karakter Kristus berdiam dalam diri kita.

Kesengsaraan bukanlah hal yang dicari manusia. Namun ketika hal itu datang, Roh Kudus akan memakainya untuk menciptakan dalam diri kita ketabahan, sikap tahan uji, dan harapan (Roma 5:3,4) --DJD

KEINDAHAN KARAKTER YANG SERUPA DENGAN KRISTUS
DIBENTUK OLEH TEKANAN DAN DIMURNIKAN OLEH GESEKAN

Selengkapnya download aplikasi Google Play
e https://play.google.com/store/apps/details?id=org.sabda.renunganpsm

10/04/2022

Renungan harian pagi minggu 10 april 2022

FIRMAN YANG MEYAKINKAN

Bacaan: Markus 2:1-12
NATS: Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu, "Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni!" (Markus 2:5)

Seorang koboi muda yang tidak mengenal Allah bepergian ke San Francisco dan hidup berfoya-foya di sana. Ia menghamburkan uang yang ia peroleh dari bekerja keras di peternakan selama ini. Suatu malam ia berjalan terhuyung-huyung masuk ke kamar hotelnya dan tidur hingga larut malam keesokan harinya. Sewaktu bangun, ia melihat sebuah buku mungil di meja kecil samping tempat tidurnya. Lalu ia mengambilnya. Ternyata itu Injil Markus. Karena merasa jijik, ia melemparkannya ke lantai.

Malamnya, buku itu kembali tergeletak di samping tempat tidurnya. Ketika melihat kitab tersebut berada di tempat yang sama pada hari yang ketiga, ia kemudian memutuskan untuk membacanya. Ia menjadi sangat tertarik pada kitab itu sehingga tidak ingin meletakkannya. Di kemudian hari ia bersaksi, "Saya belajar bahwa Anak Allah berkata kepada seorang yang lumpuh, ‘Dosa-dosamu sudah diampuni!’, dan memuji seorang janda miskin yang mempersembahkan dua peser terakhirnya. Saya terkesan ketika Yesus memeluk anak-anak kecil dan memberkati mereka. Lalu, meski diperlakukan dengan sangat tidak adil, Dia rela untuk disalibkan demi menyelamatkan orang berdosa. Saat membaca alasan kematian-Nya, saya melihat kesalahan saya sendiri dan merasakan damai sejahtera dengan memercayainya." Sejak hari itu, koboi itu pun berubah dan selama bertahun-tahun ia membagikan banyak eksemplar Injil Markus kepada orang lain.

Kita pun harus menjangkau sebanyak mungkin orang dengan firman Tuhan yang meyakinkan itu. Injil itu sungguh penuh kuasa --HGB

INJIL DIBERITAKAN UNTUK MENGHANCURKAN HATI YANG KERAS
DAN UNTUK MENYEMBUHKAN HATI YANG HANCUR

Address

Banjarmasin
70675

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GKE Rantau Nangka posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share