Sahabat Aswaja Riau

Sahabat Aswaja Riau Media Dakwah Ahlussunnah wal Jamaah.

Permanently closed.

dalam Aqidah Bermanhaj Asy'ariyah
Dalam Fiqih Bermadzhab Syafi'i
Dengan Bertasawwuf Mengikut Imam Junaid Al Baghdadi atau Imam Ghazali

NABI Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الَْيَهُودِ وَالنَّصَارَى، اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِي...
14/07/2024

NABI Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الَْيَهُودِ وَالنَّصَارَى، اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

“Semoga laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani, mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah (masjid)”..

HADITS INI YG SERING DIJADIKAN OLEH MEREKA UNTUK MENCELA AMALAN KAMI ASWAJA..
SEKARANG MEREKA IBARAT MENELAN LUDAH SENDIRI....😁😁😄😄😃

06/05/2024

Wahabi memang gak waras

15/04/2024

Wahabi mengingkari Sunnah Nabi

01/11/2023

dipalestina sedang berduka, ada penganut wahabi malah buat konser,, kadang s**a melawak memang.

29/09/2023

Siapa yang pertama melakukan maulid, silahkan dengar ya bi,wahabi

Isi Maulid Nabi itu menceritakan Perjalanan Kisah Nabi, dikatakan bid'ah oleh Wahabi, nyatanya wahabi malah membuat acar...
28/09/2023

Isi Maulid Nabi itu menceritakan Perjalanan Kisah Nabi, dikatakan bid'ah oleh Wahabi, nyatanya wahabi malah membuat acara menceritakan kisah Utsaimin dan Muhammad Bin Abdul wahab, apakah termasuk bid'ah juga?
Mohon jawaban dari pak Lutfi Lixin Joni

Wes angel tenan tuturanmu, angel tenan
31/08/2023

Wes angel tenan tuturanmu, angel tenan

31/08/2023

Apa dan Siapakah Shufi ?
oleh : Dr. Zul Ikromi, Lc., MA
'Yang pertama kali membuat istilah Shufi adalah Abu Hasyim al-Kufi. Tokoh yang pertama kali menguraikan teori tasawuf adalah Dzunnun al-Mishri yang merupakan murid Imam Malik. Sedangkan yang pertama kali mengembangkan bab-bab pembahasannya adalah Junaid al-Baghdadi'. Demikian keterangan Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Fatawa-nya.
Tentang siapa Shufi itu, Ibnu Taimiyah menjelaskan: 'Mereka sesungguhnya adalah para Shiddiqin; orang-orang yang berupaya mengamalkan kezuhudan di dunia dan beribadah dengan seksama. Mereka ini sama dengan ahli fiqih, ahli hadis dan yang lain; sama-sama mengikuti al-Quran dan Sunnah'.
Terkait celaan yang dialamatkan kepada para Shufi, Ibnu Taimiyyah mengatakan: 'Itu muncul karena bergabungnya ahli bid'ah dan kaum zindiq yang tak ada hubungannya sama sekali dengan kemurnian ajaran tasawuf'.
***
'Adalah guru kami yang ahli hadis dan zuhud', kata Imam Zahabi dalam siyar-nya, 'yaitu Dhiyauddin Isa bin Yahya al-Anshari waktu di Kairo memakaikaan kepadaku khirqah at-Tashawwuf (selendang simbolis pengamal tasawuf) sebagaimana gurunya Syaikh Syihabuddin memakaikannya saat di Makkah dari pamannya Abu Najib'.
***
Demikian sekilas terlihat sikap inshaf Syaikh Ibnu Taimiyah dan pengalaman pribadi muridnya al-Hafiz al-Zahabi dengan Shufi dan Tasawuf. Hal yang sepertinya diabaikan oleh pengikutnya hari ini, dimana mereka menilai -secara general- para Shufiyah adalah kelompok menyimpang.
----
¹. مجموع فتاوى (11/16-17), (12/36)
². سير أعلام النبلاء (16/270)

Apakah Umat Rasulullah Menuhankan Rasulullah?!Helmi Basri menuliskan di dalam bukunya bahwa shalawat Nariyah, Shalawat a...
31/08/2023

Apakah Umat Rasulullah Menuhankan Rasulullah?!

Helmi Basri menuliskan di dalam bukunya bahwa shalawat Nariyah, Shalawat al-Fatih, dan Shalawat Thibbul Qulub mengandung kesyirikan karena ghuluw kepada Rasulullah, disebabkan dalam shalawat itu dinisbatkan Rasulullah sebagai pemberi selamat, pelepas dari segala kesulitan, pemberi kesehatan kepada badan. Padahal semua perkara itu hanya boleh disandarkan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Mari kita uji nalar berpikir Helmi Basri dengan metode al-Qur'an dan Hadis Rasulullah.

Al-Qur'an menceritakan Jibril memberi tahu kepada Maryam bahwa dia (Jibril) yang "memberikan anak" kepada Maryam.

Perhatikan QS: Maryam : 19

قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلَامًا زَكِيًّا

Ia (jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci".

Al-Qur'an mengatakan bahwa "hari kiamat" yang menjadikan rambut seseorang beruban

Perhatikan QS : Al Muzammil : 17

فَكَيْفَ تَتَّقُونَ إِنْ كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا

Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.

Al-Qur'an menceritakan bahwa berhala-berhala
suwwa', yaghuts, ya'uq, dan nasr "yang menyesatkan" kebanyakan manusia

Perhatikan QS: Nuh : 23-24

وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا # وَقَدْ أَضَلُّوا كَثِيرًا ۖ

Dan mereka berkata: "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan p**a sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan p**a suwwa', yaghuts, ya'uq dan nasr. Dan sesudahnya mereka menyesatkan kebanyakan (manusia)"

Allah menyuruh hamba Nya untuk menghadap ke kiblat ketika shalat, hamba-hamba kemudian menghadap ke kiblat dan menjadikannya kiblat. Tetapi ketika mereka menghadap ke kiblat mereka bukan beribadah kepada Ka'bah!

Umat Rasulullah mencium Hajar Aswad hanya karena beribadah kepada Allah dan mengikuti teladan Rasulullah. Bukan karena beribadah kepada Hajar Aswad.

Kalaulah seorang muslim meniatkan ibadah kepada keduanya, mereka pasti musyrik dan sama saja dengan para penyembah berhala!

Al-Qur'an ketika diwahyukan kepada manusia diturunkan oleh Jibril kepada Nabi Muhammad dan Nabi Muhammad yang mengajarkan al-Qur'an kepada semua umat. Jibril menjadi mediator antara Allah dan Nabi Muhammad serta Nabi Muhammad menjadi mediator seluruh manusia!

Para sahabat Nabi ketika mengadukan berbagai keluhan, mereka segera mencari Rasulullah, mereka mengadukan kesulitan-kesulitan mereka kepada Rasulullah, mereka bertawassul dengan Rasulullah, dan mereka meminta agar Rasulullah mendoakan mereka. Tapi Rasulullah tidak mengatakan kepada mereka: "kalian telah musyrik dan kafir karena pengaduan kalian kepada ku" dan tidak mengatakan: "tidak boleh mendatangi saya, mengadu, dan meminta kepada saya, tetapi pergilah kalian, memintalah, mengadulah, dan berdoalah langsung kepada Allah!"

Bukankah Rasulullah bersabda:

من ف*ج عن مؤمن كربة من كرب الدنيا ف*ج الله عنه كربة من كرب يوم القيامة

“Barangsiapa membantu mengatasi satu dari banyak kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskannya dari kesusahan pada hari kiamat.“

Sebagaimana tercantum dalam Shahih Bukhari dan Muslim. Maka orang mukmin adalah orang yang mengatasi segala kesulitan. Bukankah beliau juga bersabda:

من قضي لأخيه حاجة كنت واقفا عند ميزانه فان رجح وإلا شفعت له

“Barangsiapa membantu kebutuhan saudaranya maka saya akan berdiri di dekat timbangan amalnya. Jika timbangan amal baik itu lebih berat maka aku biarkan, jika tidak maka aku akan memberinya syafaat“

Maka orang mukmin adalah orang yang mencukupi segala kebutuhan sesama mukmin.

من ستر مسلما ستر الله له

“Barangsiapa menutupi aib sesama muslim maka Allah akan menutupi aibnya.“

إن لله عز وجل خلقا يفزع إليهم في الحوائج

“Sesungguhnya Allah memiliki para makhluk yang didatangi banyak orang untuk memenuhi kebutuhan mereka.“

والله في عون العبد ما دام العبد في عون أخيه

“Allah senantiasa membantu hamba-Nya sepanjang ia membantu saudaranya.“

من أغاث ملهوفا كتب الله له ثلاثا وتسعين حسنة

“Siapapun yang menolong orang teraniaya maka Allah akan menulis baginya 93 kebaikan.“
(HR. Abu Ya’la, Al-Bazzar dan Al-Baihaqi)

Dalam konteks ini orang mu’min adalah yang mengatasi, membantu, menolong, menutupi dan yang menjadi tempat pengaduan meskipun sesungguhnya pelaku sejatinya adalah Allah Subhanahu wa ta'ala. Namun berhubung ia adalah mediator dalam menangani masalah-masalah tersebut maka sah menisbatkan tindakan-tindakan tersebut kepadanya.

Dalam koleksi hadits-hadits Rasulullah SAW terdapat banyak hadits yang menjelaskan bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala menghindarkan siksaan dari penduduk bumi berkat orang-orang yang beristighfar dan mereka yang rajin menghidupkan masjid dan Dia juga memberi rizqi, menolong dan menjauhkan musibah dan tenggelam dari penduduk bumi berkat mereka.

At-Thabarani dalam kitab Al-Kabir dan Al-Baihaqi dalam kitab As-Sunan meriwayatkan dari Mani’ Ad-Dailami RA bahwa ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:

لولا عباد لله ركع وصبية رضع وبهائم رتع لصب عليكم العذاب صبا ثم رض رضا

“Jikalau tiada para hamba Allah yang sholat, para bayi yang menyusui dan binatang yang merumput niscaya adzab akan diturunkan dan orang-orang yang terkena adzab itu akan dihancurkan.”

Al-Bukhari meriwayatkan dari Sa’d ibn Abi Waqqash RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

هل تنصرون وترزقون إلا بضعفائكم

“Bukankah kalian mendapat kemenangan dan rezeki hanya karena orang-orang lemah kalian.”

At-Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits yang dikategorikan shahih oleh Al-Hakim dari Anas RA bahwa Nabi SAW bersabda:

لعلك ترزق به

“Barangkali kamu mendapat rezeki berkat saudaramu”.

Dari Abdullah ibn Umar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

إن الله عز وجل خلقا خلقهم لحوائج الناس يفزع إليهم الناس في حوائجهم
أولئك الآمنون من عذاب الله تعالى

“Sesungguhnya Allah memiliki para makhluk yang Dia ciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Orang-orang datang kepada mereka untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Mereka adalah orang-orang yang aman dari adzab Allah”.

(HR. Thabarani dalam Al-Kabiir, Abu Nu’aim dan Al-Qudlo’i dengan status Hasan)

Dari Abdillah ibn Umar RA bahwa Rasulullah bersabda:

إن الله ليصلح بصلاح الرجل المسلم ولده وولد ولده وأهل دويرته ودويرات حوله
ولا يزالون في حفظ الله عز وجل ما دام فيهم

”Sesungguhnya Allah SWT, sebab keshalihan seorang laki-laki muslim akan membuat anak, cucu, warga desanya dan desa-desa sekitarnya menjadi shalih dan mereka senantiasa berada dalam lindungan Allah sepanjang laki-laki shalih itu tinggal bersama mereka”.

Hadits ini Diriwayatkan oleh Ibn Jarir dalam tafsirnya: 2341 dan An-Nasa’i dalam Al-Mawaa’idz dari As-Sunan Al-Kubraa sebagaimana keterangan dalam At-Tuhfah: 138382. Para perawi hadits ini sesuai dengan kriteria yang ditetapkan Shahih Al-Bukhari dan Al-Muslim selain guru An-Nasaa’i yang dikategorikan tsiqah.

Dari Ibnu ‘Umar RA berkata: Rasulullah SAW bersabda:

إن الله ليدفع بالمسلم الصالح عن مائة أهل بيت من جيرانه بلاء
”Sesungguhnya Allah menghindarkan bala’ berkat seorang laki-laki shalih, seratus keluarga dari tetangganya”.

Lalu Ibn ‘Umar mengutip firman Allah yang Artinya:

“Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.”

(HR. Thabrani)

Dari Tsauban seraya memarfu’kan hadits berkata:

لا يزال فيكم سبعة بهم تنصرون وبهم تمطرون وبهم ترزقون حتى يأتي أمرالله

”Di tengah kalian senantiasa ada 7 orang wali di mana berkat mereka, kalian diberi pertolongan, hujan, dan rizki sampai tiba hari kiamat”.

Dari ‘Ubadah ibn Shamit RA berkata: Rasulullah SAW bersabda:

الأبدال في أمتي ثلاثون ,بهم درزقون وبهم تمطرون وبهم تنصرون

“Wali badal (Abdaal) dalam ummatku ada 30. Berkat mereka kalian diberi hujan dan mendapat pertolongan”.

Qatadah berkata:

إني لأرجو أن يكون الحسن منهم

“Sungguh saya berharap Hasan Al-Bashri termasuk mereka”.
(HR. Thabrani)

Empat hadits di atas disebutkan oleh Al-Hafidh Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat yang Artinya:

وَلَوْلَا دَفْعُ اللّٰهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَّفَسَدَتِ الْاَرْضُ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ ذُوْ فَضْلٍ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ
“Seandainya Allah tidak menolak ( keganasan ) sebagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. tetapi Allah
mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.“
(Q.S Al Baqarah: 251)

Ayat ini layak dijadikan argumen dan dari keempatnya status hadits menjadi shahih. Dari Anas, berkata: Rasulullah SAW bersabda:

لن تخلو الأرض من أربعين رجلا مثل خليل الرحمن ,فبهم تسقون وبهم تنصرون
ما مات منهم أحد إلا أبدل الله مكانه اخر
”Bumi tidak akan sepi dari 40 laki-laki seperti Khalilurrahman Ibrahim AS. Berkat mereka kalian disirami hujan dan diberi pertolongan. Jika salah seorang meninggal maka Allah akan menggantinya dengan orang lain.”

(Majma’uz Zawaaid: 2862)



Lihat Pemaparan: Sayyid Muhammad bin Alawy Al-Maliki. Mafahim Yajibu An Tushohhah. Kairo: Dar Jawami Al-Kalim, hlm. 39-42

Ditulis oleh Al Ustadz Alnof Dinar, Lc

Silahkan disampaikan kepenulisnya Lutfi Lixin

Ketika beramal, Wahabi sering mempertanyakan; ini hadis nya sahih atau tidak ?!Tapi adakah diantara Wahabi yang sempat b...
03/07/2023

Ketika beramal, Wahabi sering mempertanyakan; ini hadis nya sahih atau tidak ?!

Tapi adakah diantara Wahabi yang sempat berpikir, "Akidah Salafi yang kita yakini ini sahih sesuai akidah Rasulullah atau tidak?"

Kalau sahih, bagaimana membuktikan kesahihannya? Kita mengikuti siapa? Siapa Imam/ulama dari kalangan Salaf yang dimaksud sebagai representasi akidah Salaf? Apa metode Imam yang kita ikuti dalam memahami Al-Qur'an dan Sunnah?

Kalau katanya kita mengikuti Imam Ahmad, apakah akidah Imam Ahmad Akidah Uluhiyah, Rububiyah, dan Asma' wa Shifat seperti yang kita yakini hari ini?

Aydhikha Budi
Lutfi Lixin
Joni

30/06/2023

Kata Wahabi, "jangan shalat di masjid yang ada kuburannya"

Di Madinah, Wahabi Shalat di Masjid yang ada kuburan Nabi, Sayyiduna Abu Bakar, dan Sayyiduna Umar bin Khattab di dalamnya!

Ketika ada yang tanya ke Ustadz Wahabi,
"Ustadz kan katanya tidak boleh shalat di masjid yang ada kuburannya, tapi di Madinah kita shalat di Masjid Nabawi dan ada kuburan Nabi di dalamnya?"

Jawaban ngeles Ustadz Wahabi lucu-lucu. Diantaranya;
"1. Itu adalah kesalahan Abu Bakar"

Lalu sejak Wahabi muncul, kenapa tidak kalian luruskan kesalahan Sayyiduna Abu Bakar itu? Apa kalian menyetujui kemungkaran? Atau menyetujui kuburan Nabi di dalam Masjid Nabawi?

"2. Kuburan Nabi sudah didinding bahkan 7 lapis dindingnya."

Emang di Masjid lain, tidak ada dindingnya?

Di dalam Al-Qur'an Allah cerita,

وَكَذَٰلِكَ أَعْثَرْنَا عَلَيْهِمْ لِيَعْلَمُوا أَنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَأَنَّ السَّاعَةَ لَا رَيْبَ فِيهَا إِذْ يَتَنَازَعُونَ بَيْنَهُمْ أَمْرَهُمْ ۖ فَقَالُوا ابْنُوا عَلَيْهِمْ بُنْيَانًا ۖ رَبُّهُمْ أَعْلَمُ بِهِمْ ۚ قَالَ الَّذِينَ غَلَبُوا عَلَىٰ أَمْرِهِمْ لَنَتَّخِذَنَّ عَلَيْهِمْ مَسْجِدًا

Dan demikian (p**a) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata: "Dirikan sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka". Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: "Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah masjid (rumah peribadatan di atasnya)".

Al-Qur'an menceritakan dan membenarkan perbuatan yang salah atau perbuatan yang benar dan terpuji?!

Begitukan Lutfi Lixin

Address

Bangkinang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sahabat Aswaja Riau posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Sahabat Aswaja Riau:

Share