30/05/2017
Asal Usul Milagros
Alkisah. Di sebuah desa, di Jawa Barat, tepatnya di Parung Kuda Sukabumi, tinggalah seorang kiai bernama H.Mansyur. Suatu hari, K.H Mansyur bermimpi. Dalam mimpinya ia menemukan sumber mata air yang sangat jernih. " Pergilah Ki, ke Lereng Gunung Parung Kuda. Di sana kau akan menemukan sumber air untuk mengatasi kekeringan yang terjadi di desamu. Bergegaslah!". Bisik suara gaib itu. Mimpi itu terus singgah dalam tidur sang kiai. Tidak hanya sekali, namun berulang-ulang kali. Ia merasa ada sesuatu yang aneh. Kemudian mencari tahu kebenaran dari mimpinya itu. Benar saja, ia menemukan sumber mata air seperti yang tergambar dalam mimpinya. Diminumnyalah air yang jernih menyejukan itu. Lama kelamaan ia mulai merasakan manfaat dari air tersebut. Ajaib! Air itu mampu mengobati berbagai macam penyakit dan menjaga kesehatan. Berita tentang air ajaib itupun mulai menyebar ke seluruh penjuru desa. Mereka mulai ramai membicarakan khasiat air tersebut.
Suatu hari dibangunlah sebuah masjid di atas sumber mata air ajaib itu. Kemudian diberi lantai dan kaca. Aneh..., setelah tiga tahun lamanya, ternyata kaca tersebut tidak berlumut. Kemudian diundanglah para pakar hidrologi untuk meneliti keanehan yang terjadi. Selidik, punya selidik, ternyata air itu memiliki anti oksidan tinggi dan bersifat alkali, yaitu dengan PH 9,8. Berhubung anti oksidan tersebut sangat tinggi, setara dengan 14 kali suntik vitamin C, atau sekitar 60 mv. Tubuh mamusia pun tidak akan kuat menerimanya. Maka dari itu, pihak peneliti mengkompres / menstabilkannya menjadi 350 mv.
Warga desa sangat bergembira dan bersyukur. Kemarau panjang yang mencekik leher tak lagi menyakitkan. Mereka kini memanfaatkan air tersebut untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Maka tak heran masyarakat sekitar mata air, sangat terjga kesehatannya.
Beberapa tahun kemudian, pemanfaatan air ajaib ini mulai dikelola dan dikembangkan, hingga berdirilah sebuah pabrik dengan nama
"Milagros". Nama tersebut diambil dari asal kata "Miracle", atau keajaiban. Dikalangan konsumen, sekarang air ini lebih populer dengan sebutan "Neng Mila".