Pendidikan Al-Qur'an Habiburrahman

Pendidikan Al-Qur'an Habiburrahman Page ini merupakan akun resmi dari Divisi Pendidikan Al-Quran Masjid Raya Habiburrahman PT. Dirgantara Indonesia Bandung. Aammiin...

Masjid Raya Habiburrahman merupakan salah satu lembaga yang salah satu visi dan misinya adalah menjadi lembaga pencetak generasi Qur'ani dimana hal ini telah dilangsungkan sejak tahun 2000 dengan mengadakan program-program yang bersifat Qurani diantaranya :

- Program Pembelajaran Tahsin & Tahfizh Reguler
- Program Santri Tahfizh Quran (STQ)
- Program MABIT & tahajud 3 juz / malam setiap bulannya


- Program Tarawih 1 juz / malam di bulan Ramadhan
- Program i'tikaf 10 hari terakhir di bulan Ramadhan
- dll. Dengan adanya page ini, diharapkan bisa menjadi salah satu media informasi
kegiatan yang diadakan Masjid Raya Habiburrahman & materi seputar menghafal Al-Quran (Tahfizh Quran)

Semoga Allah swt senantiasa memberikan hidayah kepada kita untuk istiqomah belajar Al-Quran.

Kami tunggu kehadirannya
23/11/2018

Kami tunggu kehadirannya

24/10/2018
30/06/2017

AL QURAN & UMUR

*Berkata Abdul Malik bin Umair:*

"Satu-satunya magnusia yang tidak tua adalah orang yang selalu membaca Al-qur'an".

"Manusia yang paling jernih akalnya adalah para pembaca Al-qur'an".

*Berkata Al-imam Qurtubi :*
"Barang siapa yang membaca Al-qur'an, maka Allah akan menjadikan ingatannya segar meskipun umurnya telah mencapai 100 tahun".

*Imam besar Ibrahim al-Maqdisi memberikan wasiat pada muridnya Abbas bin Abdi Daim rahimahullah.*

"Perbanyaklah membaca Al-qur'an jangan pernah kau tinggalkan, kerana sesungguhnya setiap yang kamu inginkan akan di mudahkan setara dengan yang kamu baca".

*Berkata Ibnu Solah :*

"Bahwasannya para Malaikat tidak diberi keutama'an untuk membaca Al-qur'an, maka oleh karena itu para Malaikat bersemangat untuk selalu mendengar saja dari baca'an manusia".

*Berkata Abu Zanad :*

"Di tengah malam, aku keluar menuju masjid Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam sungguh tidak ada satu rumahpun yang aku lewati melainkan pada nya ada yang membaca Al-qur'an".

*Berkata Shaikhul Islam ibnu Taimiyyah:*

"Tidak ada sesuatu yang lebih bisa memberikan nutrisi otak, kesegaran jiwa, dan kesehatan tubuh serta mencakup segala kebahagiaan melebihi dari orang yang selalu melihat kitabullah ta'ala".

"Bergantunglah pada Alqur'an niscaya kau akan mendapatkan keberkahan".

*Berkata sebagian ahli tafsir :*

"Manakala kita menyibukkan diri dengan Al-qur'an maka kita akan di banjiri oleh sejuta keberkahan dan kebaikan di dunia".

"KAMI memohon kepada Allah agar mberikan taufiqnya kepada KAMI dan semua yang membaca tulisan ini untuk selalu membaca Al-qur'an dan mengamalkan kandungannya".

Semoga bermanfaat

عيد الفطرالمبارك وكل عام وانتم بخير

18/06/2017
02/05/2017

*MEMANTASKAN DIRI MERAIH KEKUASAAN*
----------------

🍃 Allah ﷻ berfirman :

ﺃﻋﻮﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﺍﻟﺮﺟﻴﻢ

(وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا * وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا * وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا)

_Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji._

_Dan katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (p**a) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong._

_Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap._
(QS. Al Isro' : 79 -81)

🍃 Beberapa ulasan ayat terkait Sholat Malam :

*Pertama :*
-----------

🔸 Bahwa Ibadah Malam khususnya, Sholat Malam (Qiyamul Lail) itu kedudukannya menempati rangking ke 2 setelah Sholat Wajib.

🔸 Sebagaimana dikuatkan oleh Rasulullah ﷺ dalam sebuah hadistnya yang artinya :

_“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” (HR. Muslim)_

*Kedua :*
--------

🔸 Sholat Malam merupakan ciri khas hamba-hamba Allah ta'ala yang sholih.

🔸 Perhatikan Firman Allah ﷻ dalam Surat Al Muzzamil :

لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ

113. _Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang)._

يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَٰئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ

114. _Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar serta bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh._
(QS. Al Muzzamil:113 - 114)

*Ketiga :*
--------

🔸 Sholat Malam akan memberi dampak semakin berkualitasnya ilmu dan ma'rifahnya (pengenalannya) kepada Allah ﷻ serta sangat efektif dalam membangun keyakinan hati terhadap Hari Akhirat. Sehingga seseorang yang rajin Qiyamul Lail akan semakin rindu kepada Allah ﷻ .

🔸 Hal ini sebagaimana Allah ta'ala isyaratkan di dalam Surat Az Zumar :

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

_"(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran."_
(QS. Az Zumar : 9)

*Keempat :*
----------

🔸 Sholat Malam merupakan suatu amal utama yang mampu mengangkat derajat dan kemuliaan seorang hamba dihadapa Allah ﷻ dan juga dihadapan makhlukNya.

*Mengapa demikian ?*

🔸 Karena pada saat seseorang bangun untuk Qiyamul Lail, manusia dalam kondisi harus berjuang keras untuk mengalahkan dirinya sendiri.

🔸 Ia harus mengalah karena jatah waktu istirahat malamnya (tidurnya) terkurangi.

🔸 Ia harus berjuang melawan rasa kantuknya yang seringkali sulit dihilangkan karena tumpukan lelah setelah beraktivitas di siang hari.

🔸 Ia juga harus membuang jauh-jauh rasa malasnya demi memenuhi kerinduan ruhnya terhadap Robb yang dicintainya yakni Allah ﷻ.

🔸 Dan tentu masih banyak faktor penghalang dan pemberat seseorang untuk melaksanakan ibadah utama, Qiyamul Lail ini.

🔸 Janji pengangkatan derajat bagi seorang yang istiqomah dalam menegakkan Qiyamul Lail ini disebutkan oleh Allah ﷻ dalam Surat Al Isro' :

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

79. _Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji._

وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا

80. _Dan katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (p**a) aku secara keluar yang benar dan *berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.*_
(QS. Al Isro' : 79 - 80)

*Kelima :*
--------

🔸 Sholat Malam merupakan amal sholih yang akan membawa dampak langsung sebagai penguat jiwa sekaligus sebagai upaya manusia untuk memancing pertolongan Allah ﷻ dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

🔸 Terutama bagi mereka yang gigih berjuang menantang kokohnya kebatilan agar dapat ditumbangkan.

🔸 Berikut Allah ﷻ sebutkan dalam Surat Al Muzzamil :

إِنَّ لَكَ فِي النَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلًا

7. _Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak)._

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا

8. _(Maka) Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan._
(QS. Al Muzzamil : 7 - 8)

*Keenam :*
----------

🔸 Sholat Malam juga menjadi pengawal diri kita.

🔸 Saat orang-orang kafir murka, terganggu karena "tempat kotornya" dibersihkan oleh umat yang berjuang menegakkan islam.

🔸 Di dalam Surat Al Muzzamil Allah ﷻ berfirman :

وَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيْلًا

10. _Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik."_

وَذَرْنِي وَالْمُكَذِّبِينَ أُولِي النَّعْمَةِ وَمَهِّلْهُمْ قَلِيلًا

11. _Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar._
(QS. Al Muzzamil: 10 - 11)

*Ketujuh :*
----------

🔸 Sholat Malam merupakan solusi bagi umat yang mengeluhkan atas sikap pongahnya penguasa yang zalim.

🔸 Agar Alllah ﷻ mengalihkan kekukasaan kepada hambaNya yang sholih. Sebagaimana disebutkan dalam surat Al Isro' :

وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا

_Dan katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (p**a) aku secara keluar yang benar dan *berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.*_
(QS. Al Isro' : 80)

*Kedelapan :*
-------------

🔸 Sholat Malam merupakan senjata seorang Mukmin saat berkeinginan dan berjuang keras menproses tumbangnya kebatilan di atas bumi ini.

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

_Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap._
(QS. Al Isro' : 81)

*Kesembilan :*
--------------

🔸 Sholat Malam itu memuliakan setiap pelakunya. Betapa pun manusia sejagat ingin menghinakannya. Allah ﷻ berfirman di dalam surat Al Furqon :

وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

_Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan._
(QS. Al Furqon : 63)

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

_Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka._
(QS. Al Furqon : 64).

*Kesepuluh :*
-------------

🔸 Sholat Malam itu, begitu pentingnya. Sehingga usahakan agar kita jangan sampai meninggalkannya. Betapapun keadaan kita sedang sakit atau sedang safar dan bahkan sedang dalam keadaan berjihad mengangkat senjata.

🔸 Allah ﷻ berfirman di dalam Al Qur'an :

إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَىٰ مِنْ ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِنَ الَّذِينَ مَعَكَ ۚ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۚ عَلِمَ أَنْ لَنْ تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۖ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ ۚ عَلِمَ أَنْ سَيَكُونُ مِنْكُمْ مَرْضَىٰ ۙ وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ ۙ وَآخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ ۚ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا ۚ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

_Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian p**a) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang._
(QS. Al Muzzamil : 20)

Wahai Mukminin ...

🍃 Demikianlah Allah ﷻ telah memuliakan hamba-hambaNya yang selalu menyerahkan diri saat manusia pada umumnya terlelap dalam nikmatnya tidur.

🍃 Karena sejatinya ibadurrahman (hamba-hamba Allah special) justru merasa bahwa berlelah-lelah melaksakan Qiyamul Lail adalah lebih nikmat daripada tidur malamnya.

والله أعلم بالصواب

📝 : Ustadz Abdul Aziz Abdur Ro'uf, Lc
حفظه الله تعالى

08/04/2017

TAUJIH ::: QUR'ANI
0022/TQ-UA/MQM
==============

بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

*JADIKAN AL-QUR'AN SELALU NOMOR SATU DALAM SEGALA HAL*
---------------------

ﺃﻋﻮﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﺍﻟﺮﺟﻴﻢ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

_"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya (dengan mengedepankan kepentingan pribadi ) dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."_
(QS. Al Hujurat : 1)

🍃 Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz rohimahullah, dalam setiap penyelenggaraan rapat kenegaraan, selalu mendahulukan Al-Qur'an. Bahkan di tengah rapatnya beliau break sekian menit, tidak lain karena alasan untuk tilawah Al-Qur'an.

🍃 Suatu ketika ada peserta rapat yang mempertanyakan mengapa porsi waktu Al-Qur'an melebihi waktu rapat ? Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz menjawab, 'karena aku tidak ingin dinilai oleh Allah sebagai manusia yang jauh dari Al-Qur'an. (QS. 25 ayat 30 )

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

_Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan"._

🍃 Kebiasaan dan tabiat Salafush Shalih ini juga menginspirasi Imam Hasan Al Banna pada gerakan dakwahnya dengan menjadikan Al-Qur'an sebagai Panglima, motor penggerak seluruh agenda rapat pergerakannya sehingga hari-hari mereka dan rapat-rapat yang diadakan selalu dihiasi oleh Al-Qur'an. مَاشَآءَاللّهُ

🍃 Dalam rapat atau pertemuan mereka biasa memberi porsi perhatian untuk Al-Qur'an lebih banyak daripada urusan yang lain. Sehingga satu sama lainnya saling menyimak dan memperdengarkan Al-Qur'an.

🍃 Allah ﷻ itu hanya menghendaki manusia itu menjadi hambaNya yang shalih, yang mushlih, yang da'i dan yang konsisten dalam menegakkan Al-Qur'an, dimuka bumi ini.

🍃 *Adapun urusan bagaimana merancang SRATEGI mengalahkan lawan atau musuh adalah sudah dalam jaminan Allah ﷻ . Jangan sampai kita menghabiskan sebagaian besar waktu hanya untuk masalah ini (mengatur strategi) - sementara menjauhkan diri dari Allah ﷻ, yakni dengan menjauh dari wahyuNya*

🍃 Maka persiapkanlah diri kita semua agar menjadi hamba-hambaNya yang layak mendapat jaminan dari Allah ﷻ - bahwa DiriNya sendirilah yang akan menghadapi para pembuat makar terhadap AgamaNya (musuhNya).

🍃 Mari kita perhatikan firmanNya :

(وَذَرْنِي وَالْمُكَذِّبِينَ أُولِي النَّعْمَةِ وَمَهِّلْهُمْ قَلِيلًا)

_"Dan biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang-orang yang mendustakan, yang memiliki segala kenikmatan hidup, berilah mereka penangguhan sebentar."_
(QS. Al-Muzzammil 11)

🍃 Jadi jangan sampai kita sibuk menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membahas atau diskusi tentang berbagai macam permasalahan, sementara pelit (sedikit waktu) yang diluangkan untuk Al Qur'an. Bahkan Al Qur'an hanya kita batasi dengan hitungan menit saja.

🍃 Mari kita renungi juga ayat berikut ini :

(ذَرْنِي وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا * وَجَعَلْتُ لَهُ مَالًا مَمْدُودًا * وَبَنِينَ شُهُودًا * وَمَهَّدْتُ لَهُ تَمْهِيدًا * ثُمَّ يَطْمَعُ أَنْ أَزِيدَ * كَلَّا ۖ إِنَّهُ كَانَ لِآيَاتِنَا عَنِيدًا * سَأُرْهِقُهُ صَعُودًا)

_11. Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya,_
_12. Dan Aku berikan baginya kekayaan yang melimpah,_
_13. Dan anak-anak yang selalu bersamanya,_
_14. dan Aku berikan baginya kelapangan (hidup) seluas-luasnya._
_15. Kemudian dia ingin sekali agar Aku menambahnya._
_16. Tidak bisa! Karena dia telah menentang ayat-ayat Kami (Al Qur’an)._
_17. Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan._
(QS. Al-Muddatstsir 11 - 17)

🍃 Perhatikan ayat-ayat di atas betapa pun orang kafir itu memiliki berbagai macam daya dukung hidup yang sangat banyak dan canggih, namun tetap saja kelemahan mereka adalah menjadi orang-orang yang jauh dan membangkang terhadap ayat-ayat Allah ﷻ.

🍃 Sehingga Allah ﷻ siap mengeksekusi sendiri terhadap manusia semacam itu. Karena itu, kita harus berupaya sekuat tenaga untuk menghindari kondisi tersebut.

🍃 Suatu pelajaran berharga serta teladan utama yang telah diberikan oleh Umar bin Abdul Aziz rohimahullah yang selalu mendudukkan Al Qur'an pada posisi yang mulia serta menjadikannya sebagai yang di nomor satu dalam setiap keadaan.

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

📝 : Ustadz Abdul Aziz Abdur Ro'uf, Lc, حفظه الله تعالى

Published by :
____________________
MQM Membangun
Pribadi Q U R 'A N I
==============
Jakarta,20 Des 2016

06/04/2017

Motivasi Menghafal
🔳 AL QUR'AN 🔳
MMQ/011-ADQ/MQM
===============

بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

*Kisah Penghafal*
*▪ Al Qur'an ▪*
----------------
Kisah ke - 11

🔹 “Bergembiralah wahai suamiku, Allah telah menganugerahkan sebuah perbendaharaan kepadamu. Seorang da’i yang mengajak kepada Kitabullah dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ya, dia mendakwahkan keduanya. Bangkitlah! Bantulah dia!”

🔹 Itulah penggalan kalimat motivasi dari istri Muhammad bin Saud, pendiri Kerajaan Arab Saudi, yang berhasil merambat ke sanubarinya, melahirkan semangat juang dan optimis untuk menolong dakwah tauhid yang mulia. Sang istri tidaklah dikenal, namanya tidak disematkan pada nama kerajaan sebagaimana nama sang suami. Sejarawan tidak p**a mencatatnya. Ia tersembunyi sebagaimana tersembunyinya putri Syu’aib ketika mengatakan kepada ayahnya tentang Nabi Musa ‘alaihissalam:

قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ

_Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Wahai ayahanda ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”._ (QS. Al-Qashash: 26).

🔹 Ia adalah wanita shalihah. Membantu suaminya ambil bagian dalam agama, bukan berjibaku dengan dunia yang fana. Dialah yang mendorong suaminya agar membantu Muhammad bin Abdul Wahhab mendakwahkan Al Qur'an dan sunnah di tanah Arab hingga menjadi salah satu kerajaan terbesar di dunia. Dialah wanita shalihah di balik istana Saudi Arabia.

*Rihlah Dakwah Seorang Da’i Muda*

🔹 Pertemuan Muhammad bin Saud dengan Muhammad bin Abdul Wahhab didahului oleh rangkaian kisah panjang yang penuh tantangan. Dahulu, saat Arab Saudi belum bernama Arab Saudi. Saat tanah jazirah Arab itu masih berupa lautan padang pasir yang luas. Belum ada gedung-gedung tinggi. Belum diketemukan minyak bumi. Wilayah itu terbagi-bagi dan masing-masing wilayah memiliki penguasa sendiri-sendiri. Hadirlah seorang da’i muda bernama Muhammad bin Abdul Wahhab berdakwah menyerukan pemurnian agama. Mengingatkan umat dari kesyirikan di saat ia telah mendarah daging dalam budaya. Mengajak masyarakat meneladani sunnah dan menjauhi hal-hal yang bukan dari agama.

🔹 Muhammad bin Abdul Wahhab memulai dakwahnya di Huraimala. Kemudian sunnatullah bagi pemegang panji tauhid pun terjadi padanya, penduduk Huraimala mengusirnya. Persis seperti ucapan Waraqah bin Naufal ketika ditanya oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam “Apakah mereka akan mengusirku?” “Iya. Tidak ada seorang pun yang datang dengan membawa seperti apa yang engkau bawa, melainkan pasti akan mendapat cobaan, kalau seandainya aku menjumpai hari dimana kamu diusir, pasti aku akan membela serta menolongmu”. (HR. Bukhari no: 3 dan Muslim no: 160). Kemudian ia berpindah menuju Uyainah, kota kelahirannya.

🔹 Di Uyainah, Muhammad bin Abdul Wahhab disambut oleh penguasa daerah tersebut, Utsman bin Nashir bin Muammar. Utsman sangat antusias menerima Muhammad bin Abdul Wahhab dan apa yang didakwahkannya. Sehingga dakwah pun begitu diterima dan ulama muda ini pun fokus kepada pendidikan dan pembinaan umat di sana.

🔹 Tidak lama, dakwah pun tersebar di Uyainah. Masyarakat berangsur-angsur paham akan tauhid dan bahaya syirik. Dahaga kebodohan mereka sirna dengan segarnya pemahaman sunnah. Muhammad bin Abdul Wahhab tidak memulai dakwahnya dengan frontal dan tergesa-gesa. Ia memulainya dengan pendidikan dan pendekatan yang penuh hikmah. Setelah dakwah memiliki tempat di hati masyarakat, mulailah mereka sedikit demi sedikit diajak untuk menghilangkan simbol kesyirikan. 17 pohon keramat di Uyainah ditebang hingga hilang sama sekali tanpa bekas.

🔹 Proses penyebaran dakwah dan ilmu terus berlanjut. Semakin kokoh tauhid dan sunnah di hati masyarakat, maka berhala yang pamornya lebih tinggi dan lebih besar pun menjadi sasaran berikutnya untuk dihancurkan. Muhammad bin Abdul Wahhab meminta izin kepada amir Uyainah untuk menghancurkan berhala yang terbesar. Ia meminta Utsman bin Muammar agar menginstruksikan kaumnya merobohkan kubah besar di kubur Zaid bin al-Khattab di wilayah Jubail. Berangkatlah Ibnu Abdul Wahhab bersama 600 orang untuk menggusur berhala itu.

🔹 Rencana penghancuran kubah makam Zaid bin al-Khattab menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat. Karena kentalnya budaya syirik di masa itu, ketika kubah dihancurkan masyarakat khawatir akan turun hujan batu dari langit karena ‘kualat’. Lalu kubah makam pun dihancurkan dan tidak terjadi apa-apa.

🔹 Tidak ada dakwah yang berjalan mulus tanpa tantangan. Hancurnya kubah makam Zaid al-Khattab mendatangkan kemarahan para pemuja kubur di Jazirah Arab. Mulailah ancaman-ancaman dilayangkan kepada penguasa Uyainah. Penguasa Ahsa mengirim nota protes kepada Ibnu Muammar dan menekannya agar mengusir Muhammad bin Abdul Wahhab dari Uyainah. Ibnu Muammar tak bergeming, nasihat dari Muhammad bin Abdul Wahhab tetap mengokohkan pendiriannya.

🔹 Hingga akhirnya datang seorang wanita dari dekat wilayah pembenci dakwah, mengaku telah berzina. Ia meminta untuk ditegakkan had untuknya. Akhirnya setelah 4 kali meminta, Muhammad bin Abdul Wahhab menegakkan had pada sang wanita. Pergolakan pun kian membesar. Kabilah-kabilah semakin meradang. Tuntutan agar Muhammad bin Abdul Wahhab diusir dari Uyainah menjadi gelombang besar di Jazirah. Jika ia tidak diusir, maka semua kabilah akan menyerbu Uyainah. Ibnu Muammar pun tunduk. Dan Muhammad bin Abdul Wahhab diminta meninggalkan Uyainah.

*Pertemuan dengan Ibnu Saud dan Peranan Istri Shalihah*

🔹 Ketika keluar dari Uyainah, Muhammad bin Abdul Wahhab tidak mengetahui kemana lagi ia harus pergi. Tanah mana kira-kira yang akan menampungnya. Namun Allah tidak pernah menyia-nyiakan hamba-Nya yang ‘menolong’ agamanya. Ia berangkat menuju Dir’iyah.

🔹 Dir’iyah adalah sebuah kampung kecil yang hanya dihuni oleh 40 rumah saja. Sebuah desa yang sekarang terletak di Barat Laut wilayah Arab Saudi ini, dipimpin oleh seorang laki-laki bernama Muhammad bin Saud.

🔹 Di kampung kecil ini, Ibnu Abdul Wahhab menginap di rumah salah satu muridnya sewaktu di Uyainah, Muhammad al-Uraini. Dan ternyata putra dari Muhammad bin Saud yang bernama Abdul Aziz juga merupakan murid Ibnu Abdul Wahhab semasa di Uyainah.

🔹 Berita kedatangan Muhammad bin Abdul Wahhab juga tidak luput dari Muhammad bin Saud. Kemudian ia, istri, dan anaknya, Abdul Aziz, datang menemuinya. Di sinilah keberkahan itu bermula. Istri Muhammad bin Saud berharap agar suaminya membantu dan menolong dakwah yang mulia ini. Ia sama sekali tidak ingin jika suaminya mengusir sang ulama sebagaimana para pemimpin sebelumnya telah melakukannya.

🔹 Ketika Muhammad bin Saud tengah bersama istrinya, sang istri mulai membuka pembicaraan. “Absyir (Bergembiralah wahai suamiku),” katanya. “Khairun. Basysyarakillahu bil Jannah (Kebaikan. Semoga Allah membuatmu bergembira dengan surga wahai istriku), balas Muhammad bin Saud.

🔹 Masya Allah, alangkah indahnya ucapan dialog antara suami dan istri ini. Sebuah ungkapan yang menunjukkan cinta yang sejati. Mereka saling mendoakan kebaikan agar cinta mereka berkelanjutan hingga berada di surga yang abadi.

🔹 “Bergembiralah wahai suamiku, Allah telah menganugerahkan sebuah perbendaharaan kepadamu,” kata istri Muhammad bin Saud. “Apa itu?” tanyanya. “Seorang da’i yang mengajak kepada Kitabullah dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ya, dia mendakwahkan keduanya. Bangkitlah! Bantulah dia!”

🔹 Kemudian Muhammad bin Saud meminta agar Ibnu Abdul Wahhab didatangkan menghadapnya. Namun istri shalihah ini menasihati suaminya, “Andalah yang datang menemuinya sehingga masyarakat tahu bahwa Anda memuliakannya. Karena ilmu itu didatangi” ujarnya.

🔹 Alangkah indahnya ucapan istri Muhammad bin Saud. Seorang istri shalihah yang tak gentar dengan risiko yang akan ia dan suaminya hadapi tatkala menolong Muhammad bin Abdul Wahhab, menolong agama Allah. Uyainah yang berpenduduk jauh lebih besar pun khawatir, namun kampung kecil dengan 40 rumah ini berani berdiri bersama sang da’i. Ia menyebut kedatangan Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai kabar gembira untuk sang suami, padahal ketakutan telah dihadapi pemimpin lainnya. Ia teguhkan suaminya menyongsong kebaikan karena ia tahu Allah tidak akan menyia-nyiakannya. Benarlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

_“Dunia adalah kenikmatan dan sebaik-baik kenikmatan dunia adalah wanita shalihah.”_ (HR. Muslim).

🔹 Lihatlah keberkahan istri shalihah, istri Muhammad bin Saud. Motivasinya agar sang suami menolong dakwah kepada Al Qur'an dan sunnah, Allah balas dengan kokohnya kekuasaan di dunia dan pahala di akhirat insya Allah. Berangkat dari kampung kecil Uyainah, kini kabilah Saud menguasai 2,149,690 km2 luas permukaan bumi dengan kekayaan minyak bumi yang melimpah. Mereka tetap langgeng dan tetap memegang spirit leluhur mereka mendirikan kerajaan. Yakni dengan memperjuangkan Al Qur'an dan sunnah.

🔹 Wanita shalihah mereka meraih surga dengan mengabdi pada suami. Kemudian memotivasi suami-suami mereka p**a agar menjadikan akhirat sebagai cita-cita tertinggi. Mereka menyenangkan hati dan membuat ridha suami. Akhlak mereka adalah inner beauty yang tidak tertandingi oleh kecantikan fisik yang lebih sering dihargai materi. Memang istri Muhammad bin Saud tidak merasakan kebesaran Arab Saudi saat ini. Ia p**a tidak mendapat pamrih dengan nama yang abadi. Namun ia adalah ratu sejati di balik istana Saudi. Allah tidak menyia-nyiakan jasa orang yang berbuat kebaikan.

فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

_“Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.”_ (QS. Yusuf: 90).

Rahimahumullah al-jami’…

📋 Sumber:
– al-Imam Muhammad bin Abdul Wahab wa ad-Daulah as-Su’udiyah; Durus wa ‘Ibar oleh Faisal bin Qazar al-Jasim.

📋 Oleh Nurfitri Hadi ()

Published by :
_________________
Bersama M.Q.M
:::::-Menjadi-:::::
Ahlul Q U R ' A N
============

14/03/2017

بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

JADILAH MUKMIN
TENTARA ALLAH
BUKAN YANG LAIN
-------------------

ﺃﻋﻮﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﺍﻟﺮﺟﻴﻢ

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ ۚ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا ۗ وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ

_"Dan Muhammad hanyalah seorang rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa berbalik ke belakang, maka dia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur."_
(QS. Ali Imron : 144)

🔹 Ayat di atas diturunkan saat Perang Uhud sedang berkecamuk.

🔹 Ketika itu beredar informasi yang luas di kalangan para sahabat, bahwa Rasulullah ﷺ telah wafat karena terbunuh.

🔹 Salah satu pelajaran yang bisa diambil hikmahnya adalah ketika orang-orang beriman mendapati pemimpin mereka telah wafat, maka mereka dilarang murtad, dan berpaling dari ajaran yang telah ditinggalkan oleh pemimpinnya (yang telah wafat) tersebut. Karena loyalitas mukmin bukan kepada personal atau figur pribadi sang pemimpin tetapi kepada nilai-nilai yang diyakininya shohih, bersumber dari ajaran Allah ﷻ dan Rasulullah ﷺ.

🔹 Di dalam ayat ini Allah ﷻ juga menegaskan bahwa jika kemurtadan itupun tetap terjadi, maka sungguh hal itu tidak akan pernah mengurangi kemuliaan Allah ﷻ .

🔹 Adapun bagi Mukmin yang tetap istiqomah bersama para pemimpin yang benar maka Allah ﷻ akan mengganjar mereka sebagai orang-orang yang bersyukur kepadaNya.

🔹 Jadi sikap syukur seorang Mukmin kepada Allah ﷻ bisa diwujudkan dalam bentuk tetap istiqomah di jalanNya bahkan ketika kondisi yang sangat terjepit sedang menimpanya. Seperti pada peristiwa kematian pemimpinnya (Ulama) ataupun juga pada peristiwa pribadi yang terjadi dalam ritme kehidupannya.

🔹 Dalam ayat 144 ini Allah ﷻ juga menjelaskan bagaimana seharusnya seorang Mukmin mengaplikasikan sikap loyalitas sesuai yang dikehendakiNya.

🔹 Agar seorang Mukmin tidak terjebak pada penerapan sikap loyalitas yang menyimpang dan tidak sejalan dengan tuntunan Syari'at Islam, harus diperhatikan beberapa prinsip berikut :

*Pertama :*
----------
🔸 Loyalitas kepada suatu kepemimpinan harus tertuju (fokus) pada isi ajarannya (Syari'at yang dibawanya) BUKAN pada pribadi atau figur personal pemimpin tersebut.

🔸 Untuk dapat mengetahui atau mendeteksi keshohihan seorang pemimpin, maka setiap Mukmin harus kembali mempelajari isi Al Qur'an dan As Sunnah agar memahami isinya, sehingga memiliki wawasan yang benar yang dengannya akan dapat membedakan yang haq dan bathil.

🔸 Itulah yg dicontohkan kaum hawariyyin, pendukung setia Nabi Isa 'alaihissalam yang Allah ﷻ sebutkan dalam firmanNya :

(فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَىٰ مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ ۖ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ)

_"Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri._
(QS. Al Imron : 52)

🔸 Mari kita perhatikan firman Allah ﷻ di atas, yakni saat Nabi Isa 'alaihissam bertanya,
'Siapakah penolong-penolongku ?'

🔸 Maka dengan sigap kaum Hawariyyin menjawab : 'Kamilah penolong-penolong Allah.'

🔸 Mereka (kaum Hawariyyin itu) tidak menjawab: 'Kamilah penolong-penolongmu.'

🔸 Dari dialog (jawaban kaum hawariyyin) tersebut tergambar bahwa loyalitas yang benar adalah harus fokus ditujukan kepada sumber yang Haq yakni Allah ﷻ .

🔸 Namun demikan, bukan berarti kita meremehkan seorang pemimpin. Seorang Mukmim harus selalu mendukung dan memuliakan seorang pemimpin selama ia taat kepada Allah ﷻ dan RasulNya.

*Kedua :*
--------
🔸 Seorang Mukmin harus terus berusaha menghiasi dirinya dengan Akhlaq Kharimah, sehingga ketika dia menjadi seorang pemimpin maka tidak timbul sifat sombong atau benih-benih penyakit hati yang berupa dorongan ambisi agar dirinya menjadi pusat perhatian yang berlebihan hingga membuat ummat terpikat pada pesona pribadinya, bukan kepada nilai-nila (syari'at) yang diajarkanya.

🔸 Akhlaq Karimah juga akan membatasi seseorang untuk melakukan penyelewengan amanah kepemimpinannya, ia sadar bahwa tugasnya adalah menuntun umat untuk tunduk kepada ajaran Allah ﷻ dengan menampilkan sosok yang berakhlaq mulia, sehingga dirinya layak untuk menjadi teladan saat mengajak orang lain untuk tunduk kepada Allah ﷻ.

*Ketiga :*
--------
🔸 Ayat 144 ini juga mengisyaratkan pembelajaran yang ingin diberikan oleh Allah ﷻ kepada para Sahabat, apa yang harus mereka lakukan saat tersebar berita wafatnya Rasulullah ﷺ .

🔸 Tak dapat dipungkiri bahwa dalam kenyataannya rasa kecintaan para Sahabat sangatlah kuat terhadap Rasulullah ﷺ sehingga membuat mereka lupa bahwa Beliau shallallahu 'alaihi wasallam adalah juga seorang manusia biasa yang pasti akan mengalami kematian.

🔸 Sehingga pada saat Rasulullah ﷺ dipanggil Allah ﷻ , awalnya para Sahabat sulit menerima kenyataan bahwa Rasulullah ﷺ telah benar-benar wafat, termasuk 'Umar bin Khothob, ra - namun akhirnya 'Umar disadarkan oleh Abu Bakar ra dengan membacakannya Ayat 144 surat Ali Imron ini.

(Menghadirkan ayat dalam kaitan suatu peristiwa adalah salah satu cara memahami Al Qur'an dengan efektif dan tepat).

🔸 Abu Bakar, ra saat itu juga menambahkan penjelasan yang intinya bahwa :

🔸 Barangsiapa yang menyembah Muhammad. Sekarang dia sudah wafat. Dan barang siapa yang menyembah Allah, maka Allah itu Maha hidup dan tidak akan mati.

🔸 Saat keadaan masih serba dirundung kesedihan itu, Abu Bakar ra segera diangkat menjadi Khalifah, dan agenda pertamanya adalah memerangi orang-orang yang murtad karena meninggalnya Rasulullah ﷺ .

*Keempat :*
----------
🔸 Jika terjadi situasi genting seperti apapun pada diri kita atau negeri dan bangsa kita, maka ayat Ali Imron 114 ini harus menjadi nasihat yang melekat di hati sehingga kita memiliki keteguhan yang benar dalam mengarahkan sikap loyalitas kita hanya tertuju kepada Allah ﷻ serta istiqomah dalam membela AgamaNya.

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

📝 : Ustadz Abdul Aziz Abdur Ra'uf, Lc
حفظه الله تعالى

Address

Jalan Pajajaran No. 154
Bandung
40174

Opening Hours

Saturday 18:00 - 06:00
Sunday 06:00 - 18:00

Telephone

022-6006990

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pendidikan Al-Qur'an Habiburrahman posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share