04/11/2025
وجوه يومئذ ناضرة إلى ربها ناظرة آمين يا رب العالمين 😭😭😭🤲
Halaman ini dibuat sebagai Pusat Media Informasi Layanan Pendidikan Formal-Non Formal di YAYASAN PP
Kp Sinapeul RT 01 RW 08 Mekarjaya Pacet Bandung
Bandung
40385
Be the first to know and let us send you an email when Badrul Ulum Media Center posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.
Send a message to Badrul Ulum Media Center:
Pondok Pesantren Badrul Ulum Al-Islami pada awal mulanya bernama Pondok Pesantren SINAPEUL, didirikan pertama kali oleh (alm.) KH. Amin Siroj pada tahun 1918. Dengan demikian, Pondok Pesantren ini telah berusia lebih dari 100 tahun (1 abad). Hingga saat ini, nama SINAPEUL terus diabadikan menjadi nama sebuah daerah perkampungan yang asri dan alami dikelilingi oleh pegunungan dan bukit-bukit hijau yang terletak di wilayah Desa Mekarjaya Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung Jawa Barat.
Sepeninggal Muassis Awwal (alm.) KH. Amin Siroj pada tahun 1973, Pondok Pesantren SINAPEUL dilanjutkan oleh putera sulungnya yaitu (alm.) KH. Hasbullah yang wafat pada tahun 1993, bertepatan dengan tanggal 27 Syawwal 1414 H. Dan pada tanggal 23 Juli 1993 (100 hari sepeninggal (alm.) KH. Hasbullah), Pondok Pesantren SINAPEUL selanjutnya dikelola oleh salah seorang cucu dari (alm.) KH. Amin Siroj, yaitu KH. Masluh Sakandari, putera ke-2 dari pasangan KH. Ahmad dan (almh.) Hj. Oom Rohmah, dan dibantu oleh sanak saudara, keluarga, serta cucu dari keluarga besar Pondok Pesantren SINAPEUL lainnya.
Atas kesepakatan dan persetujuan dari seluruh pihak keluarga besar beserta para alumni senior angkatan pertama Pondok Pesantren SINAPEUL, pada tahun yang sama tahun 1993 M / 1414 H, Pondok Pesantren SINAPEUL selanjutnya berganti nama menjadi Pondok Pesantren Badrul Ulum Al-Islami dan resmi berbadan hukum dengan terbentuknya Yayasan Pondok Pesantren Badrul Ulum Al-Islami pada tahun 1998.
Sebagai salah satu pondok pesantren yang sangat memegang teguh pada asas-asas pemahaman Ahlussunnah Wal Jamaah yang diajarkan oleh para ulama terdahulu, di antaranya Hadhratus Syaikh (alm.) KH. Hasyim Asy’ari sebagai salah seorang founding father pendiri Nahdhatul Ulama (NU) yang telah menanamkan prinsip “al-Muhafadhatu ‘ala al-Qadim al-Shalih, wa al-Akhdzu bi al-Jadid al-Ashlah” (mempertahankan nilai-nilai lama yang baik, dan bersikap terbuka terhadap nilai-nilai baru yang terbukti lebih baik), sejalan dengan prinsip tersebut dan tanpa menghilangkan karakteristik aslinya sebagai lembaga pondok pesantren yang berbasis kitab kuning salafi (al-Kutub al-Turatsiyah), Pondok Pesantren Badrul Ulum Al-Islami terus berupaya melakukan berbagai langkah-langkah konkret demi terwujudnya proses pengembangan arah pendidikan di pondok pesantren untuk melahirkan generasi muslim yang berkompeten dan berakhlak mulia, juga sebagai sikap responsif terhadap kemajuan zaman dan terjadinya perubahan pola pikir dan kultur budaya sosial kemasyarakatan saat ini, maka pada tahun ajaran 2019-2020, Yayasan Pondok Pesantren Badrul Ulum Al-Islami membuka cabang pondok pesantren dengan berbasis teknologi informasi qur’ani (TIQ) yaitu Lembaga Pendidikan Modern WADIL QURO, yang secara historis-filosofis pemilihan nama ini untuk meneladani kegigihan perjuangan Baginda Rasulullah SAW dalam upayanya mengembangkan dan menyebarluaskan ajaran agama Islam ke daerah-daerah yang masih dikuasai oleh kaum Yahudi pada saat itu, di antaranya daerah Wadil Quro yang terletak di kota Madinah. Yang mana pada saat ini, kemajuan sains dan teknologi secara mayoritas masih dikuasai oleh bangsa Yahudi.