Islamic Motivation Indonesia

Islamic Motivation Indonesia Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Islamic Motivation Indonesia, Jl. Villa Asri Tengah 2 No. 19 Bandung, Bandung.

26/04/2017

kaossarimbit.com

BISMILLAHIROHMANIRROHIMYa Allah, muliakanlah Islam dan Kaum Muslimin, hinakanlah kesyirikan dan kau musyrikin, hancurkan...
03/11/2016

BISMILLAHIROHMANIRROHIM

Ya Allah, muliakanlah Islam dan Kaum Muslimin, hinakanlah kesyirikan dan kau musyrikin, hancurkanlah musuh-Mu musuh agama-MU, himpunkanlah kalimat kaum muslimin di atas kebenaran, wahai Rabb semesta alam.

Ya Allah, limpahlanlah atas kami kesabaran, kokohkanlah pijakan kami, dan menangkanlah kami atas kaum kafirin.

Ya Allah, satukanlah hati-hati antar-kami sebagaimana Engkau satukan antara kaum Muhajirin dan Anshar

Ya Allah, menangkanlah jihad di negeri kami dan di segala penjuru muka bumi...Jihad yang mengikuti ajaran Rosul dan Engkau Ya Rabb

Ya Allah, Yang menurunkan Kitab, Yang menggerakkan awan, Yang menghancurkan sekutu-sekutu, Yang cepat perhitungan-Nya, hancurkan dan guncanglah mereka, wahai Yang Mahakuat lagi Maha Perkasa.

Ya Rabb kami, kabulkanlah kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung dengan keridhoan-Mu dari murka-Mu, dan dengan kemaafan-Mu dari hukuman-Mu, dan dengan-Mu dari-Mu.

Tidaklah kami bisa menghitung pujian atas-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji Diri-Mu sendiri.

Dan sampaikanlah ya Allah, shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad, serta kepada keluarga dan para sahabatnya. Dan segala puji adalah milik Allah Rabb seru sekalian alam.

Aamiin yaa rabbal alamin

ALLAHU AKBAR !!!
ALLAHU AKBAR !!!
ALLAHU AKBAR !!!

02/11/2016
29/10/2016

*Mutiara Hadits*

_“Sesungguhnya Allah mencatat berbagai kejelekan dan kebaikan lalu Dia menjelaskannya. Barangsiapa yang bertekad untuk melakukan kebaikan lantas tidak bisa terlaksana, maka Allah catat baginya satu kebaikan yang sempurna. Jika ia bertekad lantas bisa ia penuhi dengan melakukannya, maka Allah mencatat baginya 10 kebaikan hingga 700 kali lipatnya sampai lipatan yang banyak.”_

(HR. Bukhari dan Muslim )

Betapa banyak yg MENGGIURKAN bersliweran setiap hari namun saat dipelajari lebih detil, masih banyak yang ada unsur HARA...
28/10/2016

Betapa banyak yg MENGGIURKAN bersliweran setiap hari namun saat dipelajari lebih detil, masih banyak yang ada unsur HARAM atau minimal ada SYUBHATNYA, bisa berupa produk/jasa, proses atau sistemnya.

Maka tidak salah jika ada yang mengatakan, betapa susah mencari harta yang benar-benar halal di zaman sekarang...apalagi via online...Namun proses menuju kesana harus terus diupayakan.

Namun sebagian besar orang akan melihat banyak sekali pekerjaan atau bisnis yang halal, dan mereka merasa sudah mendapat nafkah yang halal 100%.. tidak salah juga sih...:)
Namun untuk mempercayainya minimal harus ada beberapa bukti, diantaranya adalah, apakah shalat malamnya sudah rutin plus khusyu'...jika belum...mungkin kita masih sama2 makan penghasilan yang bercampur dengan yang haram atau minimal syubhat....:)

Apa Kabarmu Pagi Ini, Saudaraku?Maaf...dan beribu maaf, sudah lama tak menyapa pagimu, saudaraku.Apa kabarmu pagi ini, s...
25/10/2016

Apa Kabarmu Pagi Ini, Saudaraku?

Maaf...dan beribu maaf, sudah lama tak menyapa pagimu, saudaraku.
Apa kabarmu pagi ini, saudaraku...?

Jabir bin Abdillah pernah bertanya: Apa kabar pagi ini ya Rasulullah?
Rasul menjawab: Baik, dari seseorang yg pagi ini tidak puasa dan tidak menjenguk yg sakit.

Abu Bakar ditanya: Apa kabarmu pagi ini?
Dia menjawab: Pagi ini aku hamba yg rendah di hadapan Robb yg agung, menjalankan perintah Nya.

Ali ditanya: Apa kabarmu pagi ini?
Dia menjawab: Pagi ini aku lemah dan berdosa, memakan rizkiku dan menanti ajalku.

Aisyah ditanya: Apa kabarmu pagi ini?
Dia menjawab: Sholehah, alhamdulillah.

Umar berkata kepada Hudzaifah: Apa kabarmu pagi ini?
Hudzaifah menjawab: Pagi ini aku mencintai fitnah dan membenci kebenaran.
Umar bertanya: Apa ini?
Hudzaifah: Aku mencintai anakku dan membenci kematian

Ali bin Abi Thalib suatu Sabtu bertemu Salman Al Farisi dan bertanya: Apa kabarmu pagi ini, Abu Abdillah?
Salman menjawab: Pagi ini wahai amirul mu'minin, aku dalam empat kegundahan.
Ali bertanya: Apa itu wahai Abu Abdillah?
Salman berkata:
- Kegundahan keluarga yg menuntut roti dan syahwat
- Sang Pencipta yg menuntut ketaatan
- Syetan yg memerintahkan maksiat
- Malaikat maut yg meminta ruh

Begitulah masa generasi terbaik. Saling menyapa di pagi hari. Untuk memupuk rasa peduli. Agar keberkahan selalu membersamai.

Dan lihatlah jawaban mereka yg tdk biasa. Tak hanya berkata baik, tapi mengungkap rasa. Tentang jiwa yg tak selalu sama. Di setiap paginya.

Karena hari-hari mereka memandangi akhirat. Bukan sekadar dunia yg akan segera lewat.

Karena mereka tahu saudaranya yg sedang bertanya tentang kabar mereka, benar-benar sedang ingin tahu keadaan mereka. Bukan pemanis bibir yg direka.

pun saya bertanya. Utk semua saudaraku:
Apa Kabarmu Pagi Ini, Saudaraku?

*salinan group wa*

  : Hidup di jalan Allah lebih berat ketimbang mati di jalan Allah. Masya Allah, begitulah petikan nasehat syaikh 'Aid a...
25/10/2016

: Hidup di jalan Allah lebih berat ketimbang mati di jalan Allah. Masya Allah, begitulah petikan nasehat syaikh 'Aid al Qarni untuk kita renungkan. Kita mencoba menjadi shalih disaat zaman semakin rusak, senantiasa berusaha bertaqwa disaat moralitas dan akhlak manusia hancur oleh moderenisasi zaman, berusaha lurus disaat kesesatan ada dimana-mana, berusaha istiqomah di jalan Allah disaat semua lalai akan dunia yang begitu mengasyikkan. Hasbunallah wanikmal wakiil, nikmal maulaa wanikman nashir. Bekal apa yang kita akan bawa untuk menghadapi kematian? sudah siapkah kita...? Allahumas ta'an.. :)

Ig:

احلامنا وديارنا ليست هنا لبيك ان العيش عيش الاخرة IMPIAN & RUMAH kita bukanlah di sini ..Sambutlah, bahwa kehidupan yg s...
28/09/2016

احلامنا وديارنا ليست هنا
لبيك ان العيش عيش الاخرة

IMPIAN & RUMAH kita bukanlah di sini ..
Sambutlah, bahwa kehidupan yg sesungguhnya itu, adalah AKHIRAT.

Bandung, 29 September 2016
Ayesha-muslimah.com

بنت العزة قبل النكاح تكون بغيابك الرجل وليس مع الرجل Wanita hebat & mulia, yg belum menikah itu, Adalah wanita TANPA lel...
20/09/2016

بنت العزة قبل النكاح
تكون بغيابك الرجل
وليس مع الرجل

Wanita hebat & mulia, yg belum menikah itu,
Adalah wanita TANPA lelaki. Bukan yg selalu BERSAMA lelaki.

Bandung, 20 September 2016

Ayesha-muslimah.com

داءما كونوا سعداء ليس لان الزنيا مليءة بامور التي تسعدناولكن حسن الظن بالله BAHAGIA-lah selaluBukan karena Dunia ini dip...
03/08/2016

داءما كونوا سعداء
ليس لان الزنيا مليءة بامور التي تسعدنا
ولكن حسن الظن بالله

BAHAGIA-lah selalu
Bukan karena Dunia ini dipenuhi dgn segala yg membahagia kita. Namun karena kita harus senantiasa berbaik sangka sama ALLAH.

Bandung, 03 Agustus 2016
www.ayesha-muslimah.com

01/08/2016

SEDEKAT BERSIN


Dalam sebuah perjalanan kereta api dari Jakarta ke Yogyakarta, seorang pemuda bersin di kursinya. Diapun bertahmid, “Alhamdulillah.”

Dari seberang tempat duduknya terdengar suara lirih namun tegas, “Yarhamukallah.”

Maka diapun menjawab, “Yahdikumullah, wa yushlihu baalakum”, lalu menoleh. Yang dia lihat adalah jilbab putih, yang wajahnya menghadap ke jendela.

Harap diketahui bahwa ini adalah tahun 1980-an. Jilbab adalah permata firdaus digersangnya dakwah, dan ucapan “Yarhamukallah” adalah ilmu yang masih jarang diamalkan. Keduanya terasa surgawi.

Maka bergegas, disobeknya kertas dari buku agenda dan diambilnya pena dari tasnya. Disodorkannya pada muslimah itu.

“Dik”, ujarnya, “Tolong tulis nama Bapak Anda dan alamat lengkapnya.”

Gadis itu terkejut. “Buat apa?”, tanyanya dengan wajah pias lagi khawatir.

“Saya ingin menyambung ukhuwah & thalabul ‘ilmi kepada beliau”, ujar sang pemuda. “Amat bersyukur jika bisa belajar dari beliau bagaimana mendidik putra-putri jadi Shalih dan Shalihah.”

Masih ragu, gadis itupun menuliskan sebuah nama & alamat. “Kalau ada denahnya lebih baik”, sergah si pemuda.

Beberapa hari kemudian, pemuda itu mendatangi alamat yang tertulis di kertas. Diketuk pintunya, dia ucapkan salam. Seorang bapak berwajah teduh dan bersahaja menyambutnya.

Setelah disilakan duduk, sang bapak bertanya, “Anak ini siapa dan ada perlu apa?”

Dia perkenalkan dirinya, lalu dia berkata, “Maksud saya kemari; pertama nawaituz ziyarah libina-il ukhuwah. Saya ingin, semoga dapat bersaudara dengan orang-orang Shalih sampai ke surga.”

“Yang kedua”, sambungnya, “Niat saya adalah thalabul ‘ilmi. Semoga saya dapat belajar pada Bapak bagaimana mendidik anak jadi Shalih dan Shalihah.”

“Yang ketiga”, di kalimat ini dia agak gemetar, “Jika memungkinkan bagi saya belajar langsung tentang itu di bawah bimbingan Bapak dengan menjadi bagian keluarga ini, saya sangat bersyukur. Maka dengan ini, saya beranikan diri melamar putri Bapak.”

“Lho Nak”, ujar si Bapak, “Putri saya yang mana yang mau Anak lamar? Anak perempuan saya jumlahnya ada 5 itu?”

“Bismillah. Saya serahkan pada Bapak, mana yang Bapak ridhakan untuk saya. Saya serahkan urusan ini kepada Allah dan kepada Bapak. Sebab saya yakin, husnuzhzhan saya, bapak sebagai orang Shalih, juga memiliki putri-putri yang semuanya Shalihah.”

“Lho ya jangan begitu. Lha anak saya yang sudah Sampeyan kenal yang mana?”

“Belum ada Pak”, pemuda itu nyengir.

Orangtua itu geleng-geleng kepala sambil tersenyum bijak. “Sebentar Nak”, kata si Bapak. “Lha Anda bisa sampai ke sini, tiba-tiba melamar anak saya itu ceritanya bagaimana?”

Pemuda itupun menceritakan kisah perjumpaannya dengan putri sang Bapak di Kereta. Lengkap dan gamblang. Sang bapak mengangguk-angguk.

“Ya kalau begitu”, ujar beliau, “Karena yang sudah Sampeyan nazhar (lihat) adalah anak saya yang itu; bagaimana kalau saya tanyakan padanya kesanggupannya; apakah anak juga ridha padanya?”

Pemuda itu mengangguk dengan tersipu malu. Singkat cerita, hari itu juga mereka diakadkan, dengan memanggil tetangga kanan-kiri tuk jadi saksi.

Maharnya?

Pena yang dipakai pemuda itu meminta alamat sang Bapak pada gadis di kereta yang akhirnya jadi istrinya, ditambah beberapa lembar rupiah yang ada di dompetnya.

Hingga kini mereka dikaruniai 6 putra-putri. Satu putra telah wafat karena sakit setelah mengkhatamkan hafalan Qurannya. Lima yang lain, semua juga menjadi para pemikul Al Quran. Pasangan yang tak lagi muda itu, masih s**a saling menggoda hingga kini. Itu tak lain, karena sang suami memang berpembawaan lucu.

“Salim”, ujarnya pada suatu hari, “Bibi’mu ini lho, cuma saya bersini saja jadi istri. Lha coba kalau saya batuk, jadi apa dia!”

Saya terkekeh. Dan lebih terbahak ketika bibi saya itu mencubit perut samping suaminya. “Kalau batuk”, ujar Hafizhah Qiraat Sab’ah ini, ingin bercanda tapi tak dapat menahan tawanya sendiri, “Mungkin beliau jadi sopir saya!”

Anda semua tak perlu jadi s**a pura-pura bersin di angkutan umum setelah membaca cerita ini. Anda hanya perlu segera mendatangi Ayah seorang gadis, ketika tanda keshalihannya nyata. Selamat bersin. Eh, selamat berjuang.

Address

Jl. Villa Asri Tengah 2 No. 19 Bandung
Bandung
40123

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Islamic Motivation Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share