DKM Al-Muhajirin Pajagalan Soreang

DKM Al-Muhajirin Pajagalan Soreang Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from DKM Al-Muhajirin Pajagalan Soreang, KAMPUNG PAJAGALAN SOREANG RT.02/04 SOREANG, Bandung.

Assalamu'alaikum wr. wb.Rutinan Malem Salasa.
02/02/2026

Assalamu'alaikum wr. wb.
Rutinan Malem Salasa.

17/01/2026

Assalaamu'alaikum..
Terima kasih kepada pengikut terbaru! Senang Anda bergabung! Sujitha Rathnayaka, Nur Syuhada, Ujair Gour

Diantos kahadiranana dina waktosna. Mugia urang sadaya aya dina séhat lahir batin. Aamiin
09/01/2026

Diantos kahadiranana dina waktosna. Mugia urang sadaya aya dina séhat lahir batin. Aamiin

Menjelang pilkada. Banyak kutipan yg katanya ucapan Imam Syafi'i. Berikut penjelasan nya yg sudah terverifikasi. Agar ki...
12/06/2018

Menjelang pilkada. Banyak kutipan yg katanya ucapan Imam Syafi'i. Berikut penjelasan nya yg sudah terverifikasi. Agar kita tidak terus menerus menyebarkan Ketidakbenaran. Wallohu a'lam.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2058907011024241&substory_index=0&id=1552475198334094

Melacak Sumber Kutipan Imam Syafi’i Soal Panah Fitnah

Belakangan ini beredar luas kutipan yang dikatakan berasal dari Imam Syafi’i tentang ulama mana yang harus kita ikuti. Dari kutipan baik berbentuk tulisan maupun meme (gambar) itu konon Imam Syafi’i menyarankan kepada muridnya untuk mengikuti ulama yang terkena fitnah atau dibenci oleh orang kafir.

Saya penasaran. Di kitab mana Imam Syafi’i mengatakan demikian? Saya telusuri sejumlah kitab karya Imam Syafi’i yang saya miliki, dari mulai ar-Risalah, al-Umm, Diwan dan Musnad, tapi saya tidak menjumpainya. Begitu juga sejumlah kitab babon yang ditulis oleh para murid Imam Syafi’i juga saya coba telusuri, namun saya tidak mendapatkan sanad kutipan tersebut.

Dalam bahasa Arab kutipan yang beredar itu begini teksnya:

‎سئل اﻹمام الشافعي رحمه الله : كيف نرى الحق من بين كل هذه الفتن ؟
‎فقال :اتبع سهام العدو ترشدك إلى الحق

Imam Syafi'i ditanya: "Bagaimana kita mengetahui pengikut kebenaran di jaman yang penuh fitnah?"

Beliau menjawab: "Perhatikanlah panah-panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka itu akan menunjukimu kepada siapa 'Pengikut Kebenaran' itu.

Redaksi di atas telah dimodifikasi dalam berbagai versi yang viral sesuai kepentingan masing-masing. Misalnya yang saya temukan:

Versi pertama;

Imam Syafi'i berkata: "Carilah pemimpin yang banyak panah-panah FITNAH menuju kepadanya, IKUTILAH mereka yang banyak di FITNAH, Karena sesungguhnya mereka sedang berjuang di JALAN yang BENAR."

Versi kedua:

Imam Syafi'i pernah berkata: Nanti di akhir zaman akan banyak Ulama yang membingungkan Umat, sehingga Umat bingung memilih mana Ulama Warosatul Anbiya dan mana Ulama Suu' yang menyesatkan Umat.

Lantas murid Imam Syafi'i bertanya: "Ulama seperti apa yang kami harus ikuti di akhir zaman wahai guru?"

Beliau menjawab: "Ikutilah ulama yang dibenci kaum kafir, kaum munafiq, dan kaum fasik. Dan jauhilah ulama yang disenangi kaum kafir, kaum munafiq, dan kaum fasik, karena ia ia akan menyesatkanmu, menjauhimu dari Keridhoan Allah".

Saya menemukan p**a di internet bahwa kutipan senada yang dinisbatkan kepada Imam Syafi’i itu juga sering disandarkan kepada Imam Ali bin Abi Thalib dan juga kepada Ibn Taimiyah. Jadi sebenarnya itu kutipan dari siapa? Wa Allahu a’lam.

Tapi yang jelas sejauh ini saya tidak menemukan rujukan dari kitab klasik manapun dan juga tidak mendapati sanad kutipan yang diklaim berasal dari pernyataan Imam Syafi’i. Terakhir, setelah usaha saya menelusuri lembaran kitab gagal, saya bertanya langsung kepada Syekh Ibrahim al-Shafie seorang ulama keturunan langsung dari Imam Syafi’i. Lewat WA beliau mengonfirmasi bahwa beliau pun tidak menemukan kutipan tersebut dalam kitab manapun baik dari Imam Syafi’i maupun dari murid-murid sang Imam.

Jadi, saya berani mengatakan bahwa kutipan di atas itu PALSU, sampai ada yang bisa menyebutkan sumber dan sanad kutipan tersebut dan kita verifikasi bersama kevalidannya.

Nah, kutipan di atas telah diviralkan sejumlah pihak sesuai kepentingannya. Para pendukung HRS misalnya mengatakan banyak fitnah terhadap HRS dari para musuh Islam dan itu membuktikan HRS sebagai ulama yang benar, berbeda dengan para ulama NU seperti Gus Dur dan Kiai Said Aqil Siradj yang justru disenangi oleh kaum kafir. Pendukung Gus Dur dan Kiai SAS juga melawan dengan menggunakan kutipan yang sama bahwa justru banyak sekali fitnah yang ditujukan kepada kedua kiai NU ini, dan itu menunjukkan mereka juga benar.

Yang mengejutkan ISIS pun ternyata memakai kutipan di atas dan mengatakan dulu panah musuh, sekarang pesawat tempur dan rudal musuh Islam ditujukan kepada mereka, maka merekalah kelompok yang benar dan harus diikuti umat Islam.

Saya ingin mengatakan bahwa kutipan di atas yang belum terverifikasi itu sudah menjadi BOLA LIAR dan dipakai untuk membela kepentingan masing-masing. Tapi jangan-jangan kita semua yang memakai kutipan di atas jadi turut berdusta atas nama Imam Syafi’i.

Dan kalau kita mau kaji lebih jauh, masak sih standar ‘kebenaran’ itu diukur dari berapa banyak fitnah yang ditujukan kepada ulama? Jangankan para ulama, lha wong saya saja yang bukan siapa-siapa sering kena fitnah dibilang liberal, Syi’ah, sesat, bahkan setiap saat akun saya di medsos diserang para haters. Apa otomatis itu menjadikan pendapat saya benar? Ya belum tentu. Ukuran kebenaran bukan semata-mata soal kebencian dan fitnah dari orang lain, tapi yang terutama adalah soal otoritas keilmuan dan kekuatan argumentasi berdasarkan Nash dan kitab-kitab rujukan.

Kembali ke masalah di atas. Saya tegaskan sekali lagi, bahwa klaim kutipan dari Imam Syafi’i di atas belum terverifikasi, dan harus kita anggap sebagai PALSU dan jangan lagi disebarkan selama belum ada sumber dan sanadnya. Kalau ada yang menyebarkannya, tanya saja: “di kitab apa Imam Syafi’i berkata demikian?” Jangan sampai kita dianggap berdusta atas nama Imam Syafi’i.

Mari kita kirimkan al-Fatihah untuk Imam Syafi’i 🙏

Tabik,

Nadirsyah Hosen
Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School

Ps.

Keterangan foto: bersama Syekh Ibrahim al-Shafie, keturunan Imam Syafi’i.

17/03/2018

*AMALAN DI BULAN RAJAB DAN MALAM PERTAMA DI BULAN RAJAB*

1 RAJAB TEPAT AHAD MALAM SENIN INI TANGGAL 18 MARET 2018

Syekh Abdul Qodir Aljailani menyebutkan dalam kitabnya “Al-Ghunyah” tentang keistimewaan bulan Rajab, diantaranya:

1. Malam pertamanya di ijabah do’a, dlm hadits Nabi saw bersabda :
5 malam tidak di tolak doa di dalamnya:

1. Malam pertama Rajab
2. Malam Nisfu Sya’ban
3. Malam Jum’at
4. Malam hari raya Idul Fitri
5. Malam hari raya Idul Adha

KEISTIMEWAAN DAN AMALAN DI BULAN RAJAB

Mari kita simak anjuran para ulama tentang amalan di bulan Rajab.

Do'a ketika masuk bulan Rajab

(Dibaca setelah sholat maghrib pada malam Senin ini)

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَـعْبَانَ وَبَلِّـغْنَا رَمَضَانَ

Niat Puasa Rajab

Niat puasa Rajab seperti puasa sunnah yang lain, jelasnya, ini bacaannya :

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبْ سُنَّةً لِلِه تَعَالَى

NAWAITU SAUMA SYAHRI RAJAB SUNNATAN LILLAHI TA’ALA

“Saya niat puasa bulan Rajab, sunnah karena Allah ta’ala”

*FAIDAH - FAIDAH:*

1) ISTIGHFAR

Memperbanyak istighfar, di katakan oleh Imam Wahab bin Munabbah ra.: aku membaca di salah satu kitab yang di turunkan Allah SWT, barang siapa membaca istighfar 70 kali di pagi & sore dengan mengangkat tangannya

رب اغفر لي وارحمني وتب علي

ROBBIGH FIRLII WARHAMNII WATUB ALAYYA

Kulitnya tidak akan tersentuh api neraka.

2) PUASA

Dari Anas bin Malik ra. beliau berkata, bersabda Rosulullah SAW : Sesungguhnya di surga ada sebuah sungai yang di namakan RAjab, lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu, siapa yg puasa sehari di bulan Rajab akan di beri minum oleh Allah SWT dari sungai tersebut.

Berikut ini beberapa doa yg diamalkan oleh salaf kita ketika memasuki bulan Rajab:

- Doa dibaca pagi dan sore bulan Rajab (70x)

ّرب اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ

- Doa dibaca antara Dhuhur dan Ashar bln Rajab (70x) :

اَسْـتَغْفِرُ الله َ الْعَظِيْمَ الَّذِي لآ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ، تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ نُشُوْرًا

- Dibaca 10 hari bulan Rajab yg pertama (Tgl 1-10)
sebanyak 100x

سُـبْحَان الله الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ

- Dibaca 10hr yg kedua
(Tgl 11-20) sebanyak 100x

سُـبْحَانَ الله ِ اْلأَحَدِ الصَّمَدِ

- Dibaca 10 hari yg ketiga bulan Rajab (Tgl 21-30) sebanyak 100x

سُـبْحَان الله الرَّؤُوْفِ

- Membaca “Sayyidul Istighfar"
pagi dan sore 3x

اَللَّهُم َّ أَنْتَ رَبِّيْ لآ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْـتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّه لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنت

- Membaca surat Al-Ikhlas (11x)

- Kalimat:
احمد رسول الله، محمد رسول الله
AHMAD RASULULLOH, MUHAMMAD RASULULLOH

Dibaca hari Jum'at terakhir bulan Rajab,
Ketika khotib naik ke atas mimbar
(atau ketika khotib duduk diantara 2 khutbah)

Berapa jumlahnya : 35 x

Faidah:
Meluaskan rejeki & tidak akan kekurangan selama 1 tahun sampai datang Rajab yg akan datang.

AMALAN BULAN RAJAB, SYA'BAN & ROMADHON

Menurut Syekh Nadzim AlHaqqaany, amalkan bila memungkinkan ;

☆ SHOLAWAT, semampumu bisa dari hitungan 100x, 1000x hingga 10.000 x

☆ Kalaimat tauhid:
"LAA ILAAHA ILLA ALLAH"
bisa dari hitungan 100 x, 1000 x hingga 10.000 x

☆ Surat al-Ikhlas bisa dari hitungan 100 hingga 1000 kali

☆ Ayat Kursi 40x

☆ Isim Jalalah: الله
‘ALLAH’
Baca 5000x hingga 10.000x dengan lisan & hati

☆ Bagi yg masih memiliki tanggungan qodho sholat, segera selesaikan hutangnya

☆ Bagi yg masih memiliki tanggungan qodho puasa, segera selesaikan hutangnya

☆ Bagi yg berkenan menjalani sholat & puasa dengan dihadiahkan untuk orang lain, maka lakukan.
Bila tidak tahu nama seseorang yang ingin dihadiahi niatkan untuk hadiah sholat/puasa kepada umat Nabi Muhammad, berikan pahalanya utk mereka

☆ Bagi yg mampu sedekah, maka jalanilah semampunya, Allah akan melipat gandakan dengan berlipat-lipat

PERBANYAK SHOLAT SUNNAH

TGL 1 RAJAB
-> Sholat 10 raka'at, setiap dua raka`at salam

- Niat sholatnya:

اصلي ركعتين لله تعالى الله اكبر

- Raka'at awal setelah Al fatihah, baca:
Surat Al ikhlas 2x.
Surat Al Kafirun 3x

- Raka'at kedua setelah Al Fatihah baca:
Surat Al Ikhlas 2x
Surat Al Kafirun 3x

- Setiap selesai salam membaca do'a ini

لا اله الا الله وحده لاشريك له له الملك وله الحمد يحي ويميت وهو حي لا يموت بيده الخير وهو على كل شئ قدير . اللهم لا مانع لما اعطيت ولا معطي لما منعت ولا ينفع ذاالجد منك الجد .

TGL 15 RAJAB
Sholat 10 raka'at seperti sholat yg di atas.

Setiap selesai salam membaca do'a ini:

لا اله الا الله وحده لاشريك له له الملك وله الحمد يحي ويميت وهو حي لا يموت بيده الخير وهو على كل شئ قدير . الها واحدا احدا صمدا فردا وترا لم يتحد ولدا

TGL 30 RAJAB
Sholat 10 raka'at seperti sholat yg diatas.

Setiap selesai salam membaca do'a ini:

لا اله الا الله وحده لا شرك له له الملك وله الحمد يحي ويميت بيده الخير وهو على كل شئ قدير وصلى الله على سيدنا محمد وعلى اله الطاهرين ولا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم .

Istighfar
dibawah ini di baca setiap habis Dhuhur sampai Ashar mulai dari bulan Rajab sampai bulan Ramadhan

استغفر الله العظيم الذي لا اله الا هو الحي القيوم غفار الذنوب ستار العيوب واتوب اليه توبة عبد ظالم لا يملك لنفسه ضرا ولا نفعا ولا موتا ولا حياة ولا نشور

**FAIDAH PUASA RAJAB**

1) Puasa 3 hari
Tgl 1, 2, 3 Rajab

Pahalanya mendptkan ke Ridhaan serta kemuliaan di sisi ALLAH TA’ALA

2) Puasa 5 hari

Doa’nya akan di kabulkan ALLAH TA’ALA

3) Puasa 7 hari

Ditutup 7 Pintu Neraka

4) Puasa 8 hari

Dibukakan 8 Pintu Surga

5) Puasa 15 hari

Diampuni dosa2 yg lalu dan mengganti kejahatannya dengan kebaikan disisi ALLAH TA’ALA

6) Puasa tgl 27 Rajab

Pahalanya seperti 5 tahun berpuasa

Sumber kitab :
KItab Tabyinul Ujub bi Ma Warada fi Fadli Rajab, dan kitab Lathaiful ma’arif

(AMALAN KESEHARIAN BULAN RAJAB DIAMBIL DARI KITAB KANZUN NAJAH WAS-SURUR)

Baca doa berikut setiap pagi dan sore 70× :

" اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ"

Keutamaan : kulitnya tidak akan tersentuh api neraka.

DOA MALAM PERTAMA BULAN ROJAB (Syaikh Abdul qodir Al-Jilani)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرّحِيْمِ وَصَلَّى اللهُ تَعَالٰى عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِهٖ وَ صَحْبِهٖ وَسَلَّمَ. إِلٰهِيْ تَعَرَّضَ لَكَ فِيْ هٰذِهِ اللَّيْلَةِ الْمُتَعَرِّضُوْنَ، وَقَصَدَكَ الْقَاصِدُوْنَ، وَأَمَّلَ فَضْلَكَ وَمَعْرُوْفَكَ الطَّالِبُوْنَ؛ وَلَكَ فِي هٰذِهِ اللَّيْلَةِ نَفَحَاتٌ وَجَوَائِزُ، وَعَطَايَا وَمَوَاهِبُ، تَمُنُّ بِهَا عَلٰى مَنْ تَشَاءُ مِنْ عِبَادِكَ، وَتَمْنَعُهَا مِمَّنْ لَمْ تَسْبِقْ لَهُ الْعِنَايَةُ مِنْكَ، وَهٰأَنَذَا عَبْدُكَ الْفَقِيْرُ إِلَيْكَ، الْمُؤَمِّلُ فَضْلَكَ وَمَعْرُوْفَكَ، فَإِنْ كُنْتَ يَا مَوْلَايَ تَفَضَّلْتَ فِيْ هٰذِهِ اللَّيْلَةِ عَلٰى أَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ، وَجُدْتَ عَلَيْهِ بِعَائِدَةٍ مِنْ عَطْفِكَ، فَصَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آ لِهٖ وَصَحْبِهٖ، وَجُدْ عَلَيَّ بِطَوْلِكَ وَمَعْرُوْفِكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ".

DOA SAYYIDINA ALI KARROMALLOHU WAJHAHU (Dibaca setiap tanggal 1 Rajab, malam Idul fithri/Adha, malam Nishfu Sya’ban)

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَآلِهٖ مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ، وَمَوَالِي النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِي بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ، وِلَا تَأْخُذْنِي عَلٰى غِرَّةٍ، وَلَا عَلٰى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِي حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّي؛ فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ. اَلّٰلهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، الْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ والدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ، وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ وَالتَّقْوٰى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ وَعَلٰى أَوْلِيَائِكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَاعْمُمْ بِذٰلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِي وَإِخْوَانِي فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِي، مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ".

ISTIGHFAR ROJAB (Al Habib Hasan bin Abdulloh Al Haddad)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرّحِيْمِ وَصَلَّى اللهُ تَعَالٰى عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِهٖ وَ صَحْبِهٖ وَسَلَّمَ ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ ×٣، وَأَتُوْبُ إِلَى اللهِ مِمَّا يَكْرَهُ اللهِ قَوْلًا وَفِعْلاً، وَخَاطِرًا، وَبَاطِنًا وَظَاهِرًا، أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّوْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ، اَلّٰلهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ لِمَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهٖ مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. أَسْتَغْفِرُ اللهَ ذَا الْجَلَاِل وَالْإِكْرَامِ مِنْ جَمِيْعِ الذّنُوْبِ وَالْآثَامِ. أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِذُنُوْبِي كُلِّهَا، سِرِّهَا وَجَهْرِهَا، وَصَغِيْرِهَا وَكَبِيْرِهَا، وَقَدِيْمِهَا وَجَدِيْدِهَا، وَأَوَّلِهَا وَآخِرِهَا، وَظَاهِرِهَا وَبَاطِنِهَا، وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ. اَلّٰلهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْ ذَنْبٍ تُبْتُ إِلَيْكَ مِنْهُ ثُمَّ عُدْتُ فِيْهِ، وَ أَسْتَغْفِرُكَ لِمَا أَرَدْتُ بِهٖ وَجْهَكَ الْكَرِيْمَ فَخَالَطَهٗ مَا لَيْسَ لَكَ فِيْهِ رِضًا، و أَسْتَغْفِرُكَ لِمَا وَعَدْتُكَ بِهٖ مِنْ نَفْسِيْ ثُمَّ أَخْلَفْتُكَ فْيْهِ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا دَعَانِيْ إِلَيْهِ الْهَوٰي مِنْ قِبَلِ الرُّخَصِ مِمَّا اشْتَبَهَ عَلَيَّ وَهُوَ عِنْدَكَ حَرَامٌ، وَأَسْتَغْفِرُكَ يَا مَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، يَا عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ مِنْ كُلِّ سَيِّئَةٍ عَمِلْتُهَا، فِي بَيَاضِ النَّهَارِ وَسَوَادِ الَّلَيْلِ، فِي مَلَاءٍ وَخَلَاءٍ، وَسِرٍّ وَعَلَانِيَةٍ وَأَنْتَ نَاظِرٌ إِلَيَّ إِذَا ارْتَكَبْتُهَا، وَأَتَيْتُ بِهَا مِنَ الْعِصْيَانِ، فَأَتُوْبُ إِلَيْكَ يَا حَلِيْمُ يَا كَرِيْمُ يَا رَحِيْمُ. وَ أَسْتَغْفِرُكَ مِنَ النِّعَمِ الَّتِيْ أَنْعَمْتَ بِهَا عَلَيَّ فَتَقَوَّيْتُ بِهَا عَلٰى مَعْصِيَتِكَ وَ أَسْتَغْفِرُكَ مِنَ الذُّنُوْبِ الَّتِي لَا يَعْرِفُهَا أَحَدٌ غَيْرُكَ، وَلَا يَطَّلِعُ عَلَيْهَا أَحَدٌ سِوَاكَ وَلَا يَسَعُهَا إِلَّا حِلْمُكَ، وَلَا يُنْجِيْنِي مِنْهَا إِلَّا عَفْوُكَ، وَ أَسْتَغْفِرُكَ لِكُلِّ يَمِيْنٍ سَلَفَتْ مِنِّي فَحَنِثْتُ فِيْهَا وَأَنَا عِنْدَكَ مُؤَاخَذٌ بِهَا. وَأَسْتَغْفِرُكَ يَا مَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ، فَاسْتَجَبْنَا لهٗ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذٰلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِيْنَ. وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ. رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. وَ أَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ فَرِيْضَةٍ أَوْجَبْتَهَا عَلَيَّ فِي آنَاءِ اللَّيْلِ وَأَطْرَافِ النَّهَارِ فَتَرَكْتُهَا خَطَأً أَوْ عَمْدًا أَوْ نِسْيَانًا أَوْ تَهَاوُنًا أَوْ جَهْلاً وَأَنَا مُعَاقَبٌ بِهَا. وَأَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ سُنَّةٍ مِنْ سُنَنِ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ، وَخَاتَمِ النَّبِيِّيْنَ نَبِيِّكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَرَكْتُهَا غَفْلَةً أَوْ سَهْوًا أَوْ نِسْيَانًا أَوْ تَهَاوُنًا أَوْ جَهْلًا أَوْ قِلَّةَ مُبَالَاةٍ بِهَا. وَ أَسْتَغْفِرُكَ يَا مَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ، سُبْحَانَكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، لَكَ الْمُلْكُ وَلَكَ الْحَمْدُ، وَأَنْتَ حَسْبُنَا وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ، وَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. يَا جَابِرَ كُلِّ كَسِيْرٍ، وَيَا مُؤْنِسَ كُلِّ وَحِيْدٍ، وَيَا صَاحِبَ كُلِّ غَرِيْبٍ، وَيَا مُيَسِّرَ كُلِّ عَسِيْرٍ، يَا مَنْ لَا يَحْتَاجُ إِلٰى الْبَيَانِ وَالتَّفْسِيْرِ، وَأَنْتَ عَلٰى مَا تَشَاءُ قَدِيْرٌ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالٰى عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ مَنْ صَلّٰى عَلَيْهِ، وَبِعَدَدِ مَنْ لَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِ. اَلّٰلهُمَّ صَلِّ عَلٰى رُوْحِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْأَرْوَاحِ. اَلّٰلهُمَّ صَلِّ عَلٰى تُرْبَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي التُّرَابِ. اَلّٰلهُمَّ صَلِّ عَلٰى قَبْرِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْقُبُوْرِ. اَلّٰلهُمَّ صَلِّ عَلٰى صُوْرَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الصُّوَرِ اَلّٰلهُمَّ صَلِّ عَلٰى اسْمِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْأَسْمَاءِ، ﴿ لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُوْلٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ، فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ ﴾،وَصَلَّى اللهُ تَعَالٰى عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آ لِهٖ وَ صَحْبِهٖ وَسَلَّمَ.

SAYYIDUL ISTIGHFAR
(Dibaca pagi sore 3× setiap hari/khususnya di bulan Rajab)

اَلّٰلهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي، وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلٰى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهٗ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

WIRID JUM’AT AKHIR ROJAB (untuk kelancaran rizki)

"أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ" 35x

Wirid ini dibaca pada hari Jumat akhir Bulan Rajab disaat khothib diatas mimbar Jum'at. Keutamaan : dengan izin ALLAH tidak akan sepi dari uang sampai 1 tahun kedepan.

Wallahu A'lam....mugia manfa'at kanggo sadayana🙏

11/01/2018

HATI-HATI KEBODOHAN TERHADAP HAQIQAT BID'AH, SYIRIK, KUFUR...!!!

Diakhir zaman ini Muslimiin mendapat fitnah yang amat besar bahayanya bagi pribadi dan bagi Ummat seluruhnya ketika Muslim tidak faham terhadap haqiqat bid'ah, syirik dan kufur,
Terjadi disana sini Muslim membid'ah-bid'ahkan pemikiran, perbuatan sesama Muslim yang akhirnya menimbulkan permusuhan bahkan sampai pembunuhan dan peperangan antar sodara Muslim na'uudzu biLLaahi mindzaalik,
begitu diselami oleh Buya ternyata karena mereka tidak faham terhadap haqiqat bid'ah, syirik, kufur itu sendiri..
jadi sesungguhnya mereka menganggap bid'ah kepada sesuatu yang haqiqatnya bukan bid'ah mensyirikkan kepada sesuatu yang haqiqatnya bukan syirik, mengufurkan kepada sesuatu yang haqiqatnya bukan kufur

maka Buya sering mengatakan, "kalau kita punya pemikiran seperti itu, sementara kita sendiri tidak tahu kepada haqiqatnya lalu kita menganggap ahli bid'ah, musyrik, kafir kepada sodara kita Muslim yang tidak sesuai dengan haqiqatnya bid'ah,syirik dan kufur maka sesungguhnya kitalah yang menjadi ahli bid'ah secara otomatis, kekufuran akan kembali kepada kita na'uudzu biLLaahi mindzaalik
Maka kitalah ahli bid'ah itu..

Maka washiyat alfaqiir kepada Sodara-Sodara Ummat Islam yang sudah mendapatkan didikan Para 'Ulama Allaah Ahlussunnah Waljamaa'ah dari zaman Leluhur kita yang s**a Tahlilan, yang s**a mengadakan perayaan terhadap MaulidNya RosuuluLLooh Saw , peringatan Isro Mi'rajNya , Ziarah Kubur, Tawasul, Adzan Jum'at dua kali, Solat Taroweh 20 Roka'at, dan banyak lagi yang lainnya yang sudah dididikkan oleh Para Ulama Allaah yang terpercaya maka
jalankanlah oleh kalian dengan penuh keyaqinan atas kebenaran yang kalian lakukan !.
Itu Semua sungguh bukan bid'ah dlolalah tapi Itu semua adalah Amal Sholeh dan yang ada Dalil-dalilnya baik Nash yang jelas maupun Ijtihadnya Para Ulama Ahli Ijtihad dengan Dasar Qur,an dan Sunnah RosuuluLLooh Saw yang Shohih atau yang Hasan atau serendah-rendahnya yang Dhoif karena yang Dho'ifpun bagian daripada Hujjah bagi fadilah Amal dan Nasihat juga sejarah..
Jangan khawatir!!! jangan takut!!!
jalankan oleh kalian dengan teguh dan istiqomah!!!
Kita gak usah risau! Kita gak usah riskan! selama ditetapkan kebenarannya oleh para 'Ulama Allooh, apalagi dicontohkan oleh Beliau-beliau..
berqiblatlah kepada 'Ulama-'Ulama Allooh!
Kita gak usah takut kalau ada yang menganggap bid'ah atau menganggap sesat atau syirik atau kufur tentang pemahaman atau' Amalan yang s**a dijalankan oleh kita, asal 'Amalan-tersebut sudah ditetapkan kebenarannya apalagi sudah dicontohkan oleh Para 'Ulama Allooh.
Laksanakan dengan enjoy, dengan keyaqinan yang sempurna! 'Amalkan sampai membuahkan hasil baik di dunia terutama di Akhirat..
dan Buya pesan, "Jangan kita melawan mereka yang mengingkari dengan kejelekan kita! Tapi sikapilah dengan kasih sayang dan Akhlak yang mulia dan do'akan mereka agar mendapat Hidayah dan Ampunan dari Allaah.. jika kita Ulama maka layani mereka dengan 'Ilmiyyah dan Akhlaq yang Mulia, Hujjah-Hujjah yang kuat dan acurat dan jelas dengan dasar kasih sayang dan Ikhlas karena Allaah...
Bagi yang bukan Ulama maka tidak boleh menjawab dengan Dalil Qu,an dan Sunnah karena bukan ahlinya..
Kalau mau, orangnya bawa ke Guru kita, ke 'Ulama agar Ahlinya saja yang membereskannya, biarkan dia dengan 'Ulama.
Sekarang banyak terjadi permusuhan, perpecahan, sampai tumpah darah. karena apa?karena dilawan oleh yang bukan ahlinya, dengan hawa nafsu bukan dengan Ilmiyyah dan Akhlak yang Mulia, ini bahaya! siapapun tidak boleh melakukan hal seperti itu..!!!

15/12/2017

Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Matak Kolot urang Karuhun urang ngajarkeun, Sholawat teh sajongjongan ulah kurang ti 1000, meh meunang jaminan.
Dijamin sagala kabutuh dunya jeung akherat. Dijamin ku ALLAAH !
Naon nu dipikahariwang, naon nu dipikasieun, tong keueung... Geus aya dina jaminan ! Asal sanggup sadiukan 1000 Sholawat.
Komo Sholawatna ges di Ijazahmah. Nu mana we nu geus diijazahkeun. Pribados tos ngaijazahkeun Sholawat Masyhur. Aya Sholawat Nariyah, aya Sholawat Tunjina, aya Sholawat...macem macem....! Baca kabeh..!
Rek dibaca dicokot hiji, pek..! Ngan kudu we dibaca sapoe, sakali wae mah kabehanana..!
Nu rek dicokot teh ah nu saeutik... heuh pek..!
Rek didawamkeun nu leuwih loba, nu mana we...
Rek dipilih, poe ieu mah rek Sholawat nariyah 1000 teh, poe isuk Sholawat nu ieu 1000 teh, pek..!
Istimewa..! Kade 1000..!
Ieu teh ceuceukeulan Eyang Mahmud bisi hayang apal mah...
Margi saur Eyang baheula," di akhir arek aya ribut gede, ribut gede.... anak incu Eyang nu hayang salamet, kudu buru-buru balik ka mahmud."
Ieu ditafsiran dadawuh Eyang, ditafsiran ku Mama Eyang Cibabat.
APA ( Yang Mulia KH. Ahmad Thoha Mustawi RA ) dadawuh saur Mama Eyang Cibabat,
" Ari hartina balik ka Mahmud teh lain balik ka Kampung Mahmud nu ieu "
Mun hayang salamet dina ribut gede engke, teuing iraha ribut gede teh..?
Tapi...
Balik kana ceuceukeulan Eyang, ceuceukeulan Karuhun.
Naon ceuceukeulan karuhun teh..? heeh eta we Ngaji... Amal... Wiridan... Puasaan tah wirid teh..!
Doa... Kitu...!!!

Tong pipilueun komen-komen kana kajadian-kajadian nu ayeuna terjadi. Komo geus campurbaur jeung urusan politik, inget..! Walaupun didinya aya urusan Agama.

Nu bodo tong pipilueun urusan komen-komen tentang Elmu Qur'an Elmu Hadist.
Nu bodo mah mun hayang salamet, Ngaji ka Ulama nu kriteria na Ulama Akherat. Ceukeul pageh, Amalkeun..! Geus..! Neupi ka Paeh..!

Ameh Salamet... Insya ALLAAH

Wassalaamu'alaikum Wr.Wb.

11/12/2017

*KH.ALI DAN PELACUR DI DALAM SATU MOBIL YANG SAMA...!!!*

KH. Ali Yahya Lasem terkenal tampan, berbadan tegap dan atletis. Bila sarung, sorban, dan kopiahnya dibuka beliau mirip bule Eropa, Amerika atau Australia. Tak heran kalau banyak wanita terpesona.

Suatu hari beliau ada undangan mengisi pengajian di Jepara, saat di perjalanan mobil yang beliau tumpangi berhenti di sebuah lampu merah. Saat itu beliau duduk di samping sopir dengan melepas sorban dan kopiah yang dipakainya. Tiba-tiba seorang wanita muda, menor, dan seksi menghampirinya.

Wanita penghibur itu mengira bila lelaki gagah dalam mobil adalah turis banyak duit yang sedang mencari kesenangan di Indonesia.

“Malam, Om.”

“Malam.”

“Ikut d**g, Om. Boleh, ya?”

“Oh, boleh, boleh. Silakan masuk.”

Wanita muda itu bergegas masuk mobil. Pintu ditutup dan mobil mulai jalan.

“Mau ke mana, Om? Butuh aku, gak? Aku temenin sampai pagi ya, Om?”

Sambil pakai lagi kopiah dan sorban Kiyai Ali santai menjawab, “Oo, ini lho mau ngaji di Jepara. Ndak apa-apa, silakan ikut aja.”

Wanita itu kaget dan salah tingkah, “Oh, jadi Bapak ini Kiyai, ya?”

Tadi panggil om sekarang panggil pak kiyai.

Lucu, ya? Kiyai Ali tersenyum geli.

“Maaf, Kiyai, saya benar-benar tidak tahu. Sekali lagi maaf.”

Wanita itu kian tegang dan raut wajahnya pucat ketakutan.

Tapi Kiyai Ali santai saja berkata, “Oo, ndak apa-apa. Santai saja, Mbak. Sekali-kali ikut pengajian bagus itu.”

“Ndak usah Kiyai, saya turun di sini aja.”

“Enggak bisa, pokoknya harus ikut. Tadi kan sampean bilang mau ikut, ya harus ikut.”

“Tapi saya kang gak pakai jilbab, Kiyai?”

“Gampang, nanti tak pinjem jamaah.”

“Tapi saya malu Kiyai?”

“Lho, sampean jadi pelacur ndak malu, kok pengajian malah malu. Piye to?”

“Bagaimana ini, Kiyai?” Wanita itu makin salah tingkah, “Saya takut, Kiyai?” Tadi bilang malu sekarang katanya takut. Hehe..

Dengan bijak Kiyai Ali menenangkan, “Sudahlah, santai aja.”

Mobil pun terus berjalan hingga akhirnya sampai ke tempat tujuan. Jepara. Suasana tempat diselenggarakannya acara pengajian sudah ramai. Para jamaah laki-laki dan perempuan memadati area tempat acara. Gegap gempita para panitia menanti kedatangan Kiyai Ali.

Begitu turun dari mobil Kiyai Ali langsung menghampiri jamaah ibu-ibu, “Maaf Bu, bisa pinjam jilbabnya. Ini lho, Bu Nyai lupa bawa jilbab.”

Bu Nyai adalah panggilan kehormatan yang biasanya disematkan pada istri kiyai. Masa iya istri kiyai lupa berjilbab. Hehe.

Dengan sedikit bingung ibu itu menjawab tergesa-gesa, “Oh, bisa Kiyai. Sebentar saya ambilkan.”

Ibu itu bergeas pergi dan tak lama sudah kembali. Jilbab yang dibawanya itu di sodorkan ke dalam mobil dan langsung dipakai oleh sang wanita. Setelah rapi wanita itu turun dari mobil dan masyaallah… Langsung diserbu rombongan ibu-ibu untuk mencium tangannya. “Ngalap berkah,” katanya.

Mendapati sambutan kehormatan seperti itu, wanita yang kini disulap jadi Bu Nyai langsung berwajah pucat. Ia dipersilakan masuk, dijamu, dan dilayani bagaikan seorang ratu. Ada haru campur malu menyelinap di hatinya.

Pengajian pun digelar dengan seksama, Kiyai Ali menjadi pembicara yang luar biasa, penyampaiannya ringan tapi dalam makna kandungannya.

Usai acara Bu Nyai Dadakan dipersilakan menikmati jamuan rupa-rupa makanan. Lalu makan berat.

Tapi sebelum makan rombongan jamaah ibu-ibu mohon didoakan keberkahan dari Bu Nyai Dadakan, sontak saja ia kaget setengah mati. Sudah lama tak berdoa, sudah lupa doa yang dulu dihafal waktu kecil ngaji di kampung. Untungnya masih ingat Rabbana Atina Fi Dunya Hasanah, Wa Fil Akhirati Hasanah..

Pun demikian sebelum p**ang, jamaah ibu-ibu bergantian cium tangan dan diantar dengan hormat sampai masuk mobil.

Selama perjalanan di mobil wanita penghibur itu menangis sedu sedan, sesenggukan dengan air mata bercucuran. Kiyai Ali dan sopir membiarkannya hingga reda..

Setelah suasana agak tenang, Kiyai Ali menasihati, “Apakah sampean tidak melihat dan berpikir tentang bagaimana orang-orang tadi memperlakukanmu, menghormatimu, mengerumunimu, mengantarkanmu, dan rela juga mereka antri hanya untuk dapat mencium tanganmu satu demi satu, bahkan minta berkah doa darimu, padahal tahu sendiri kamu siapa?”

Kembali sang wanita menangis, merasa hina, miris, dan sedih mengingat perbuatan dosa yang selama ini dilakukannya. Tapi Allah menutup aibnya, Allah sangat menyayanginya.

“Hari ini,” lanjut Kiyai Ali, “Sampean dapat nasihat yang mungkin nasihat berharga selama hidupmu, maka segeralah taubat dan mohon ampun sama Allah. Jangan sampai nyawa merenggut sebelum taubat.”
Tangisnya kian deras. Kiyai Ali membiarkannya.

Sambil terisak wanita itu berkata, “Terimakasih Kiyai atas nasihatnya, dan berkah dari kejadian ini. Mulai hari ini saya bertaubat dan berhenti dari pekerjaan bejat ini. Sekali lagi terimakasih Kiyai.”

Menyeksamai kisah ini berarti kita belajar bijaksana. Para ulama, pendahulu, dan guru kita para mubaligh *berdakwah dengan baik dan bijak, mengajak tanpa menginjak, menasihati tanpa menyakiti, dan menunjukkan kebenaran tanpa merendahkan derajat kemanusiaan.*

Inilah salah satu telaga yang indah dan menyejukkan, yang menjadikan banyak orang tertarik dengan Islam. Semoga jadi pelajaran bagi kita untuk menyampaikan kebenaran dengan baik, Bil Hikmah Wal Mau Idatil Hasanah......

(Untuk Kita Direnungkan. Semoga Bermanfaat).
Prof.Dr.KH.Hambali

09/11/2017

*SILOKA ELMU SUNDA*

Elmu Sunda Wiwitan luhung ka bina-bina, anu atra ku balarea ka impleng aya lima elmu karuhun :

*Ka 1. Elmu Saepi*

*ka 2. Elmu napak sancang*

*ka 3. Elmu teu teurak di kadek atawa di tembak(kebal)*

*Ka 4. Elmu Rawa Rontek*

*Ka 5. Elmu Halimunan*

*_LIMA ELMU IEU baheula ku karuhun-karuhun sunda wiwitan. jadi bener-bener dibeuli ku PUASA jeung amaliyah_*

Jaman ayeuna geus langka anu baroga elmu kieu teh, loba disibukeun neangan khaliyah dunya.

*_ngan elmu ieu teh bisa diperenahkeun sareng disampurnakeun kana ageuman ajaran ISLAM sapertos :_*

*- Elmu saepi lain kudu bisa ngapung,*
tapi kudu bisa Saepikiran atanapi sae emutanana, sareng hade hate kapada saha bae.

*- Elmu napak sancang*
lain kudu bisa lumpat di luhur cai, tapi kudu bisa napak ka sagala golongan jadi silaturahmi jalan jeung saha bae ummat manusa sajagat raya.

*- Elmu Teu teurak di kadek atawa di tembak*
lain kudu teu teurak di kadek atawa di tembak ku pestol atawa bedil, tapi kudu boga jeung kuat pamadegan sorangan, boh dina mayunan ujian sapertos *_cacian, makian, ejekan, cemo'ohan, hinaan, jeung fitnahan_* Urang teu teurak atanapi teu tembus di pengaruhan kagorengan ku saha wae.

*- Elmu Rawa rontek..*
lain kudu bisa di kadek nyambung deui, tapi kudu bisa ngahijikeun dulur2 atawa saha wae anu pegat silaturahmina lantaran aya papaseaan dstna, jadi bisa dihijikeun deui ku tali cinta asihna Allah SWT nyaeta Rohman jeng Rohim-Na *_Ku jalan Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, Silih Wangian ka sakumna mahluk Alloh nu aya dihamparan jagad ieu_*

*- Elmu Halimunan*
Lain kudu bisa ngaleungit, tapi kudu bisa nyumput buni dinu caang, khususon dina amal ibadahna.
Tong nyaho batur mah, supaya teu riya.
Lantaran riya teh cikal bakal ujub terus takabur anu akhirna kufur. Jelema kufur dimusuhan ku ALLAH SWT kalayan RASULULLAH SAW.

*_PAMUGI TIASA NGAJALANKEUN LIMA ELMU LUHUNG SUNDA DINA ISLAM ANU ISTIQAMAH AMAL IBADAHNA, AMAL SHALEH ANU NGAWANGUN AKHLAQUL KARIMAH. OLEH-OLEH TI KASEPUHAN SUNDA_*

*wilujeng wayah kieu....*

Address

KAMPUNG PAJAGALAN SOREANG RT.02/04 SOREANG
Bandung
40911

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when DKM Al-Muhajirin Pajagalan Soreang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to DKM Al-Muhajirin Pajagalan Soreang:

Share