Mesjid Al-Hamid

Mesjid Al-Hamid Masjid berasal dari kata "sajada", yang artinya sujud, menyembah, atau merendahkan diri (sholat).

Al Hamid artinya adalah Allah SWT satu-satunya yang pantas dipuji atas segala nikmat yang diberikan kepada manusia.

17/06/2022
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.~ Rasulullah dan Jeruk Limau ~Sebenarnya cerita ini sudah banyak tersebar di...
11/06/2022

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

~ Rasulullah dan Jeruk Limau ~

Sebenarnya cerita ini sudah banyak tersebar di banyak blog dan tempat lain, tapi… saya hanya ingin berbagi kepada sahabat semuanya satu kisah yang membuat saya terharu saat pertama kali membacanya…. 🙁
Semoga kita senantiasa mampu mengingat dan memaknai cerita ini untuk terus berbenah dan menjadi bekal diri untuk selalu menteladani Rasulullah Muhammad SAW yang kita Cintai.

Suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang wanita kafir. Ketika itu baginda bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa biji buah limau sebagai hadiah untuk baginda. Cantik sungguh buahnya. Siapa yang melihat pasti terliur. Baginda menerimanya dengan senyuman gembira. Hadiah itu dimakan oleh Rasulullah SAW seulas demi seulas dengan tersenyum.

Biasanya Rasulullah SAW akan makan bersama para sahabat, namun kali ini tidak seulas pun limau itu diberikan kepada mereka. Rasulullah SAW terus makan. Setiap kali dengan senyuman, hinggalah habis semua limau itu. Kemudian wanita itu meminta diri untuk p**ang, diiringi ucapan terima kasih dari baginda.

Sahabat-sahabat agak heran dengan sikap Rasulullah SAW itu. Lalu mereka bertanya. Dengan tersenyum Rasulullah SAW menjelaskan “Tahukah kamu, sebenarnya buah limau itu terlalu masam semasa saya merasainya kali pertama. Kiranya kalian turut makan bersama, saya bimbang ada di antara kalian yang akan mengenyetkan mata atau memarahi wanita tersebut. Saya bimbang hatinya akan tersinggung. Sebab itu saya habiskan semuanya.”

Begitulah akhlak Rasulullah SAW. Baginda tidak akan memperkecil-kecilkan pemberian seseorang biarpun benda yang tidak baik, dan dari orang bukan Islam p**a. Wanita kafir itu p**ang dengan hati yang kecewa. Mengapa? Sebenarnya dia bertujuan ingin mempermain-mainkan Rasulullah SAW dan para sahabat baginda dengan hadiah limau masam itu. Malangnya tidak berjaya. Rancangannya di"tewas"kan oleh akhlak mulia Rasulullah SAW.

Rindu Kami Padamu Ya Rosul, Sungguh Tak Terhingga.. 🙁

Ya Allah Hamba-Mu ini Ingin Berziarah
Kemaqom Kekasih-Mu Muhammad Rosulullah..
Maka Kabulkanlah Hajat-hajat Kami Ya Malikal Mulki, Ya Dzaljalali Wal Ikrom.. Aamiin.

~ RISMA (Remaja Islam Mesjid Al-hamid)

Ratapan Gadis KecilDengan rambut terurai yang kusut, seorang gadis kecil berlari-lari sambil menangis mengikuti jenazah ...
10/06/2022

Ratapan Gadis Kecil

Dengan rambut terurai yang kusut, seorang gadis kecil berlari-lari sambil menangis mengikuti jenazah ayahnya yang diusung menuju ke tempat pemakaman. Melihat iring-iringan jenazah lewat depan rumahnya, Hasan Al Bashri yang duduk didepan pintu pun bangkit dan bergabung dalam iring-iringan itu.

“Ayah, mengapa begitu singkat umurmu?” ratap gadis kecil mengikuti iring-iringan itu.

Hasan Al Bashri melihat keadaan gadis itu hatinya terenyuh, perasaannya menjadi iba. Takdir telah menentukan bahwa gadis sekecil itu harus kehilangan Bapak, padahal gadis seumurnya sangat memerlukan perlindungan dan bimbingan seorang bapak. Esok harinya, ketika Hasan Al Bashri kembali duduk di muka pintu seperti kemarin, gadis kecil itu lewat lagi. Gadis itu berlari-lari kecil sambil meratap dan menangis menuju makam ayahnya. Hal itu membuat Hasan ABashri mengikutinya dari belakang. Ia ingin tahu apa yang akan diperbuat gadis kecil itu. Setiba di pemakaman, Hasan Al Bashri melihat gadis kecil itu memeluk makam Ayahnya, pipinya diletakkan di atas gundukkan tanah sambil meratap-ratap.

Dari persembunyiannya Hasan Al Bashri selalu mengikuti apa yang dilakukan gadis kecil itu, dan ia mendengar apa yang diucapkannya.

“Ayah, malam ini engkau terbaring dalam kegelapan kubur. Tanpa lampu penerangn dan penghibur. Jika malam kemarin, aku masih bisa menyalakan penerangan untukmu. Tapi sekarang, siapakah yang bisa menerangimu, dan siapa p**a yang menghiburmu?

Ayah, malam kemarin aku masih bisa menggelarkan tikar untuk alas tidurmu, tapi sekarang siapakah yang menggelarkan tikar untukmu? Jika malam-malam kemarin aku bisa memijiti tangan dan kakimu, sekarang siapakah yang memijitimu?” terdengar memilukan ratapan gadis kecil itu. Hasan Al Bashri yang mendengarkan dari tempat persembunyiannya menjadi terenyuh.

“Ayah, jika kemarin engkau minta makan dan aku yang melayani, apakah kau semalam minta makan? Dan siapa p**a yang melayanimu? Dulu aku selalu memasak makanan untukmu, tetapi kemarin siapa yang memasak untukmu?”
Karena tak tahan mendengar ratapan-ratapan mengharukan gadis kecil diatas makam ayahnya itu, Hasan Al Bashri keluar dari persembunyiannya dan mendekati gadis itu, tak terasa air matanya menetes jatuh karena haru.

“Anakku, janganlah kau mengucap seperti itu,” kata Hasan Al Bashri setelah berusaha menenangkan hati gadis kecil itu.

“Seharusnya ucapkanlah kata-kata seperti ini :

Ayah, kau telah kukafani dengan kain kafan yang bagus, masihkah kau memakai kain kafan itu? Dan kata orang-orang shaleh, bahwa kain kafan orang yang telah meninggal ada yang diganti dengan kain kafan surga dan ada p**a yang dari neraka. Kain kafan mana yang ayah kenakan sekarang?

Ayah, kemarin aku telah meletakan tubuhmu yang segar bugar kedalam kubur, masih bugarkah tubuhmu hari ini?”

Gadis kecil itu terus saja mendengarkan ucapan yang dicontohkan Hasan Al Bashri tanpa henti.

“Ayah, orang-orang alim mengatakan bahwa semua hamba besok ditanya tentang imannya. Diantara mereka ada yang bisa menjawab, tetapi ada juga yang Cuma membisu. Yang kupikirkan, apakah ayah bisa menjawab atau hanya membisu?

Ayah, katanya bahwa kuburan itu bisa dibuat menjadi luas atau sempit. Bagaimana kuburan ayah sekarang, bertambah luas ataukah menyempit? Dan kuburan itu katanya merupakan secuil taman dari taman surga, tetapi bisa juga merupakan sebuah lubang dari lubang neraka. Yang menjadi pikiranku, bagaimana kuburan ayah sekarang? Taman surga ataukah lubang neraka?

Ayahku, katanya bahwa liang kubur bisa menghangati mayat dengan memeluknya seperti pelukan ibu terhadap anaknya, tetapi juga biisa merupakan lilitan erat yang meremukkan tulang-tulang. Bagaimana keadaan tubuh ayah sekarang ?

Ayah, orang shaleh mengatakan, orang dikebumikan itu ada yang menyesal mengapa dulu semasa hidupnya tak memperbanyak amalan bagus, justru menjadi pendurhaka, dan banyak melakukan maksiat. Yang kutanyakan pada ayah, apakah engkau termasuk orang yang menyesali karena perbuatan maksiat atau menyesal karena sedikit melakukan amal kebagusan?

Ayah, dulu setiap aku memanggilmu engkau selalu menjawab, tetapi kini engkau kupanggil-panggil tak lagi mau menjawabku. Kini engkau telah berpisah denganku, dan tak akan berjumpa sampai hari kiamat. Semoga Allah tak menghalangi perjumpaanku denganmu wahai Ayah.”

Demikianlah beberapa nasehat Hasan Al Bashri yang disampaikan kepada gadis kecil itu dalam meratapi ayahnya yang sudah meninggal.

“Sungguh baik nasehat Bapak, aku sangat berterima kasih sekali.” Kata gadis itu

Kemudian Hasan Al Bashri mengajak gadis itu p**ang dan meninggalkan kuburan Ayahnya.

~ RISMA (Remaja Islam Mesjid Al-hamid)

Address

Jln. Cicabe Rt. 01/03 Gang Wangsa Atmaja, Kel. Jatihandap, Kec. Mandalajati, Kota Bandung
Bandung
40195

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mesjid Al-Hamid posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category