12/09/2026
*Siapa yang Dikejar, Itu yang Mengejarnya*
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
" مَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ، وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ، وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا قُدَّرَ لَهُ "
Dari Anas bin Malik berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan menjadikan kekayaan berada di dalam hatinya, Allah akan mengumpulkan (memudahkan) baginya urusannya, dan dunia akan mendatanginya dalam kondisi rendah dan hina. Dan barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah akan menjadikan kemiskinan selalu berada di depan kedua matanya, Allah akan mencerai-beraikan urusannya, dan dunia tidak akan mendatanginya kecuali apa-apa yang telah ditakdirkan untuknya." (HR. At-Tirmidzi, no. 2465)
________________
Hadits ini mengajarkan bahwa ketenangan hati bukan datang dari seberapa banyak dunia yang kita kejar, melainkan dari seberapa besar akhirat menjadi orientasi hidup kita. Ketika akhirat menjadi fokus, hati menjadi tenang, urusan menjadi mudah, dan rezeki dunia justru mengikuti tanpa perlu dikejar mati-matian. Namun ketika dunia menjadi fokus, hati tak pernah puas, urusan berantakan, dan dunia yang dikejar pun tak akan melebihi apa yang sudah menjadi jatahnya.