Ittiba' Rasulullah SAW

Ittiba' Rasulullah SAW Tentang cara ittiba' rasulullah yg sebenarnya^^

03/04/2019

Khilafah Dalam Al-Quran

Siapa bilang tidak ada khilafah di dalam Al-Quran? Pasti yang bilang begitu tidak pernah baca Al-Quran.

Coba buka surat Al-Baqarah ayat 30. Disitu jelas sekali ada kata khalifah.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". (QS. Al-Baqarah : 30)

Jadi jelas ya, bahwa mereka yang bilang bahwa di dalam Al-Quran tidak ada khalifah itu keliru sekali. Harus banyak-banyak baca Al-Quran, biar tidak keliru bikin stateman.

Tapi apa cuma satu ayat saja kah Al-Quran bicara khalifah?

Oh, tentu saja masih ada lagi kata khalifah di dalam Al-Quran. Silahkan buka surat Shaad ayat 26 :

يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ

Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah di muka bumi, (QS. Shad : 26)

Nah, mau lari kemana lagi? Jelas-jelas di dalam Al-Quran ada disebutkan tentang khalifah. Mengingkari satu ayat Al-Quran sama saja dengan mengingkari semuanya. Dan ingkar kepada Al-Quran berarti kafir, keluar dari agama Islam. Hati-hati ya.

Masih belum yakin? Coba buka lagi Al-Quran-nya. Sekarang Surat An-Nuur ayat 55 :

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. (QS. An-Nur : 55)

Sudah cukup tiga ayat itu saja sebagai bukti bahwa khilafah itu jelas-jelas disebutkan di dalam Al-Quran, kitab suci yang mulia.

Jadi kalau ada orang masih ragu-ragu, silahkan dibuka lagi Al-Quran-nya. Jangan ngaku-ngaku muslim kalau tidak percaya kepada Al-Quran.

* * *

Tidak ada yang salah dengan semua pernyataan di atas. Benar sekali bahwa kata khalifah itu terdapat di dalam Al-Quran, bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali.

Malah bukan hanya tiga ayat di atas, masih ada lagi bentukan dari khalifah, misalnya kata khulafa' (خلفاء), yang artinya para khalifah. Buka saja surat berikut :
- Al-A'raf ayat 69 (وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ) dan ayat 73 (وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ عَادٍ ).

- Lalu buka juga Surat An-Naml ayat 62 (أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ).

Sampai disini saya yakin sekali tidak ada seorang pun yang menolak atau mengingkari keberadaan kata khalifah atau khualfa' di dalam Al-Quran.

Tetapi . . .

PERTAMA

Ketika Al-Quran menyebut kata khalifah di tiga ayat pertama, dan kata khulafa' di 3 ayat berikutnya, apakah maksudnya merupakan perintah untuk mendirikan negara dengan nama resmi 'KHILAFAH' sepeninggal Rasulullah SAW?

Apakah tiga ayat itu merupakan perintah kepada para shahabat untuk mengangkat Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali sebagai khalifah?

Jujur saja, jawabnya ternyata tidak. Ayat-ayat di atas sama sekali bukan ayat yang mengandung perintah apapun. Bukan perintah untuk mendirikan negara, dan bukan p**a perintah kepada 4 orang shahabat untuk jadi khalifahnya.

Kita tidak mengingkari kenyataan bahwa keempat shahabat itu merupakan khalifah atau khulafaurr-rasyidun. Tapi landasannya sama sekali bukan ayat-ayat Al-Quran di atas. Landasannya pakai dalil yang lain.

KEDUA

Apakah tiga ayat + tiga ayat lagi merupakan perintah kepada keluarga Bani Umayah untuk mendirikan negara dengan nama resmi KHILAFAH BANI UMAYAH yang pusat pemerintahannya di Damaskus Suriah?

Jawabnya lagi-lagi tidak. Tidak ada hubungannya antara ayat-ayat di atas dengan pendirian khilafah Bani Umayah. Kita tidak memungkiri keberadaan Khilafah Bani Umayah dalam sejarah. Namun landasan pendiriannya sama sekali tidak ada kaitannya dengan ayat-ayat yang sedang kita bicarakan di atas.

KETIGA

Apakah ayat-ayat tentang khilfah di atas merupakan perintah kepada anak keturunan Bani Abasiyah untuk mendirikan negara Islam yang pusat pemerintahannya di Baghdad dengan nama resmi KHILAFAH BANI ABASIYAH?

Jujur saja, jawabannya tidak ada kaitannya. Ayat-ayat di atas tidak ada hubungannya dengan Bani Abasiyah yang berakhir tahun 1258 M di tangan tentara Mongol.

KEEMPAT

Apakah ayat-ayat di atas merupakan perintah kepada Bani Utsmaniyah untuk mendirikan negara dengan nama resmi KHILFAH BANI UTSMANIYAH? Dengan ibu kota di Konstantinopel yang kemudian namanya diubah menjadi Istanbul?

Lagi-lagi kita jujur saja bahwa tidak ada satu pun kitab tafsir baik corak bil ma'tsur atau pun bir-ra'yi yang mengaitkan ayat-ayat di atas dengan perintah untuk mendirikan kilafah Turki Utsmani.

So, kalau berdirinya keempat khilafah islamiyah sepanjang sejarah itu tidak ada kaitannya dengan ayat-ayat di atas, bagaimana mungkin hari ini mau dihubung-hubungkan dengan khilafah lagi yang masih di alam imaginer itu?

Kesimp**an :

Sepanjang sejarah, ayat-ayat Al-Quran tidak pernah sepi dari klaim begitu banyak kalangan yang punya 'kepentingan'. Ayat-ayat itu lantas dikait-kaitkan, dihubung-hubungkan, atau bahasa kasarnya, diplintir sedemikian rupa, biar seolah-olah bisa dijadikan tameng atau argumen yang bisa membenarkan kemauannya.

Korbannya yang paling depan adalah kalangan awam, yang tidak paham Al-Quran, dan tidak mengerti asbabun nuzul, munasabah, siyaq, serta 'urf kebahasaan pada saat Al-Quran diturunkan.

Pokoknya kalau sudah mengutip ayat Al-Quran, maka seolah dia bisa melakukan apa saja tanpa dosa.

Ahmad Sarwat, Lc.,MA
Syafi'il Anam Ali Idris Salamun Sal Azkiya Natasya Aisyah Waya Effendi Muhamad Nggopar T Muhamad Kurnia Muhamad Amirudin Hasan Kaloscy

22/10/2018

Sedang ramai soal bendera tauhid dibakar. Mari kita lihat videonya itu membakar bendera HTI BUKAN bendera Rasulullah !

Kita semua tahu bahwa HTI merupakan ormas terlarang di Indonesia bahkan terlarang diberbagai negara di dunia ini. eks HTI hanya berlindung pada kalimat tauhid yg diklaim sebagai bendera Rasulullah (mereka pakai sebagai simbol HTI untuk menutupi modusnya untuk memecah belah persatuan bangsa Indonesia) dan perlu kita ketahui bahwa bendera tauhid eks HTI padahal itu bukan bendera Rasulullah SAW tetapi mereka tetap kekeh dengan kebodohannya mengklaim bahwa itu bendera Nabi Muhammad SAW.

Jangankan bendera tauhid untuk melindungi HTI yg dibakar oleh Banser, bahkan ada yang lebih parah ketika para khawarij dijaman Sayyidina Ali melawan untuk memerangi sayyidina Ali bin Abi Thalib menggunakan Al Qur'an yang digantung pada tombak sebagai tanda bahwa mereka menjunjung tinggi Alqur'an (hanya sebagai modus untuk mendapat iba) demi memerangi sayyidina Ali. Jawaban sayyidina Ali "Mereka berbohong, mereka berdusta dari dulupun mereka memegang & hafal Al Qur;an tapi kenapa mereka tidak menjalankan aturan Allah (Ati’ullah wa ati’u ar-rasul wa ulil Amri minkum) lanjutkan habisi para khawarij itu !.

Lihat foto-foto di bawah ini,
1. Bendera yg mereka anggap bertuliskan kalimat tauhid malah diinjak² seenaknya!!!
Padahal kyai kampung didesa mengajarkan & mencontohkan para murid didiknya yang ngaji Alqur'an: Jika ada lembaran Alqur'an yang sudah rusak parah dan hawatir tercecer lalu terinjak maka lebih baik dibakar saja.

2. Bendera yg mereka anggap bertuliskan kalimat tauhid dibuat main-main nutupi badan wanita yang tak berkerudung sampai terlihat punggungnya untuk dipamerkan saat mensupport timnas Bola Arab Saudi.

3. Bendera yg mereka anggap bertuliskan kalimat tauhid diletakkan pada bola sepak yang jelas akan membentuk mindset bahwa kalimat tauhid boleh dibuat tendang-tendangan seperti sepak bola.

4. Bendera yg mereka anggap bertuliskan kalimat tauhid dibuat tutup botol yang bahkan tutup botol tersebut akan jatuh ditempat paling bawah dan tidak menutup kemungkinan untuk di injak-injak kaki.

Dan saya yakin Banser membakar bendera HTI karena takut kalimat tauhid pada bendera itu diperlakukan seperti ini (baca: diinjak-injak & disalahgunakan oleh oknum eks HTI untuk mencuci otak para generasi muslim yg awam).
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Yuk Simak Penjelasan Paling Jelas Terkait Penolakan Bendera Tauhid HTI oleh Gus Muwafiq & Sayyid Seif Alwi:

Sikap Tegas Habib Lutfi dan Gus Muwafiq Terkait Pengibaran Bendera Tauhid HTI !
https://www.facebook.com/GusMuwafiqVideoKHAhmadMuwafiQ/videos/267760853847907/

Penjelasan Lengkap Penolakan Bendera Tauhid eks HTI Oleh Habib Alwi ~ Sayyid Seif Alwi Ba 'Alawy
https://www.facebook.com/IslamNusantaraAswajaNU/videos/240265763329209/

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Mari Pahami dan Belajar Konsep Ahlus Sunnah Wal Jama'ah NU Nahdlatul 'Ulama agar tidak konslet dalam memahami Agama, Bangsa, & Negara Indonesia.

Sudah Saatnya yang Waras Gak Boleh Ngalah ! Harus melawan dan terus melawan demi kebenaran. Buat saudara-saudara yang ingin melawan kebodohan bisa dengan cara cukup share postingan ini sebanyak-banyaknya 🙏 .

Salamun Sal
Adzmatkhan Muhajir II
Ali Idris
Syafi'il Anam
A'iffatul Mufaridah
Hasan Kaloscy
Muhamad Amirudin
Muhamad Kurnia
Teras Santri
Tado
W***y Welly
Bejo Al Galangy
Amir Nas
Ahmad Mabarrot Ku



























17/10/2018
01/10/2018
30/09/2018
13/09/2018
🍂 🌸 🍃Bacalah sampai habis, sangat meng-inspirasi🍂 🌸 🍃HALAL BUAT KAMI, HARAM BUAT TUANulama Abu Abdurrahman Abdullah bin ...
03/09/2018

🍂 🌸 🍃Bacalah sampai habis, sangat meng-inspirasi🍂 🌸 🍃

HALAL BUAT KAMI, HARAM BUAT TUAN
ulama Abu Abdurrahman Abdullah bin al-Mubarak al Hanzhali al Marwazi ulama terkenal di makkah yang menceritakan riwayat ini.
Suatu ketika, setelah selesai menjalani salah satu ritual haji, ia beristirahat dan tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua malaikat yang turun dari langit. Ia mendengar percakapan mereka :
“Berapa banyak yang datang tahun ini?” tanya malaikat kepada malaikat lainnya.
“Tujuh ratus ribu,” jawab malaikat lainnya.
“Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima?”
“Tidak satupun”
Percakapan ini membuat Abdullah gemetar.
“Apa?” ia menangis dalam mimpinya. “Semua orang-orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh, dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasir yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia-sia?”
Sambil gemetar, ia melanjutkan mendengar cerita kedua malaikat itu.
“Namun ada seseorang, yang meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni . Berkat dia seluruh haji mereka diterima oleh Allah.”
“Kok bisa”
“Itu Kehendak Allah”
“Siapa orang tersebut?”
“Sa’id bin Muhafah tukang sol sepatu di kota Damsyiq (damaskus sekarang)”
Mendengar ucapan itu, ulama itu langsung terbangun, Sep**ang haji, ia tidak langsung p**ang kerumah, tapi langsung menuju kota Damaskus, Siria.
Sampai disana ia langsung mencari tukang sol sepatu yang disebut Malaikat dalam mimpinya. Hampir semua tukang sol sepatu ditanya, apa memang ada tukang sol sepatu yang namanya Sa’id bin Muhafah.
“Ada, di tepi kota” Jawab salah seorang sol sepatu sambil menunjukkan arahnya. Sesampai disana ulama itu menemukan tukang sepatu yang berpakaian lusuh,
“Benarkah anda bernama Sa’id bin Muhafah?” tanya Ulama itu
“Betul, siapa tuan?”
“Aku Abdullah bin Mubarak”
Said pun terharu, "bapak adalah ulama terkenal, ada apa mendatangi saya?”
Sejenak Ulama itu kebingungan, dari mana ia memulai pertanyaanya, akhirnya iapun men ceritakan perihal mimpinya.
“Saya ingin tahu, adakah sesuatu yang telah anda perbuat, sehingga anda berhak mendapatkan pahala haji mabrur?”
“Wah saya sendiri tidak tahu!”
“Coba ceritakan bagaimana kehidupan anda selama ini.
Maka Sa’id bin Muhafah bercerita.
“Setiap tahun, setiap musim haji, aku selalu mendengar :
Labbaika Allahumma labbaika. Labbaika la syarika laka labbaika. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka. laa syarika
laka.
Ya Allah, aku datang karena panggilanMu. Tiada sekutu bagiMu. Segala ni’mat dan puji adalah kepunyaanMu dan kekuasaanMu. Tiada sekutu bagiMu.
Setiap kali aku mendengar itu, aku selalu menangis
Ya allah aku rindu Mekah. Ya Allah aku rindu melihat kabah. Ijinkan aku datang…..Ijinkan aku datang ya Allah..
Oleh karena itu, sejak puluhan tahun yang lalu setiap hari saya menyisihkan uang dari hasil kerja saya, sebagai tukang sol sepatu.
Sedikit demi sedikit saya kumpulkan. Akhirnya pada tahun ini, saya punya 350 dirham, cukup untuk saya berhaji.
“Saya sudah siap berhaji”
“Tapi anda batal berangkat haji”
“Benar”
“Apa yang terjadi?”
“Istri saya hamil, dan sering ngidam. Waktu saya hendak berangkat saat itu dia ngidam berat”
“Suami ku, engkau mencium bau masakan yang nikmat ini?
“ya sayang” “Cobalah kau cari, siapa yang masak sehingga baunya nikmat begini. Mintalah sedikit untukku”
"Ustadz, sayapun mencari sumber bau masakan itu. Ternyata berasal dari gubug yang hampir runtuh. Disitu ada seorang janda dan enam anaknya.
Saya bilang padanya bahwa istri saya ingin masakan yang ia masak, meskipun sedikit. Janda itu diam saja memandang saya, sehingga saya mengulangi perkataan saya.
Akhirnya dengan perlahan ia mengatakan :
“tidak boleh tuan”
“Dijual berapapun akan saya beli”
“Makanan itu tidak dijual, tuan” katanya sambil berlinang mata.
Akhirnya saya tanya kenapa?
Sambil menangis, janda itu berkata “daging ini halal untuk kami dan haram untuk tuan” katanya.
Dalam hati saya: Bagaimana ada makanan yang halal untuk dia, tetapi haram untuk saya, padahal kita sama-sama muslim?
Karena itu saya mendesaknya lagi “Kenapa?”
“Sudah beberapa hari ini kami tidak makan. Dirumah tidak ada makanan. Hari ini kami melihat keledai mati, lalu kami ambil sebagian dagingnya untuk dimasak.
“Bagi kami daging ini adalah halal, karena andai kami tak memakannya kami akan mati kelaparan. Namun bagi Tuan, daging ini haram".
Mendengar ucapan tersebut spontan saya menangis, lalu saya p**ang. Saya ceritakan kejadian itu pada istriku, diapun
menangis, kami akhirnya memasak makanan dan mendatangi rumah janda itu.
“Ini masakan untuk mu”
Uang peruntukan Haji sebesar 350 dirham pun saya berikan pada mereka.
”Pakailah uang ini untuk mu sekeluarga. Gunakan untuk usaha, agar engkau tidak kelaparan lagi”
Ya Allah……… disinilah Hajiku
Ya Allah……… disinilah Mekahku.
Mendengar cerita tersebut Abdullah bin Mubarak
tak bisa menahan air mata.
( buat yg akan naik haji .... atau yg sdh berhaji.... )
Saudaraku ..................Ingat ...
Ada dua yang tidak kekal dalam diri manusia ! Yakni : Masa Muda dan Kekuatan Fisiknya.
Jangan Lupa ... Ada dua juga yang akan bermanfaat bagi semua orang ! Yakni : Budi Pekerti yang luhur serta Jiwa yang ikhlas memaafkan.
Perhatikan .. Ada dua p**a yang akan mengangkat derajat kemulian manusia ! Yakni : Rendah hati dan s**a meringankan beban hidup orang lain.
Dan ada dua yang akan menolak datangnya bencana ! Yakni : Sedekah serta menjalin hubungan silaturrahim. Semoga kita menjadi orang orang yang dimuliakan Allah swt aamiin.
🍃 Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalo pelit di simpen sendiri juga gak apa apa =D

🍃 Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

🍃 Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.
Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang
membaca dan membagikan status ini.
Aamiin ya Rabbal'alamin

🍃 NB: JIKA ANDA MENDUKUNG PERJUANGAN DAKWAH FANSPAGE INI, KAMI MINTA DO'ANYA & BANTU SHARE POSTINGAN INI BIAR SEMAKIN BANYAK YANG BISA MEMETIK MANFAAT... DAN SEMOGA BEKAL AMAL JARIYAH BAGI ANDA... AAMIIN…!!!
-
-
-
🍃 SHARE = PAHALA ❤️

























17/08/2018
Edisi HIJRAH Zaman NOW.(أخرج من أوصاف بشريتك) كالميل إلى الشهوات واللذات، وطهر نفسك (عن كل وصف مناقض لعبوديتك) ولاتحصل ا...
01/08/2018

Edisi HIJRAH Zaman NOW.

(أخرج من أوصاف بشريتك) كالميل إلى الشهوات واللذات، وطهر نفسك (عن كل وصف مناقض لعبوديتك) ولاتحصل العبودية الخالصة إلا بعد الخروح من اﻷوصاف القبيحة إذ وجودها والمشي على طبقها مناقض للعبودية الصرفة
(لتكون لنداء الخق ) حين يناديك إلى مايوجب القرب منه ( مجيبا) بالمحبة من غير منازعة، إذ مادم في اﻹنسان من أوصاف النفس اﻷمارة بالسوء وأمر الشيطان لايتأتى منه من غير منازعة، إذهي تنازع في اﻹجابة . (ومن حضرته قريبا) ما أبعدك عنها إلا اتصافك بأوصاف بشريتك واﻹختلاط بما يناقض عبوديتك
شرح الحكم للشيخ إبراهيم السندي . صحيفة .٣٣
( keluarlah kamu dari sifat kemanusiannya kamu) seperti Condong terhadap Syahwat dan Bersenang senang dg Mengikuti Hawa Nafsu. Dan bersihkanlah Dirimu ( dari sifat / karakter yang bertentangan dengan sifat kehambaannYa kamu) kita tidak bisa Melaksanakan ibadah dengan Murni karena Allah, kecuali setelah kita keluar dari sifat2 yang Tercela. (Supaya Ketika Allah memanggilmu untuk beribadah, kamu bisa Memenuhi panggilanya dengan merasa Senang ). Karena karakter yang Melekat pada diri Manusia itu Nafsu2 yg selalu Mengajak keburukan. (Dan supaya kamu bisa selalu dekat Dengan Allah)..

ﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮﻭ، ﻳﻘﻮﻝ: ﻗﺎﻝ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «اﻟﻤﺴﻠﻢ ﻣﻦ ﺳﻠﻢ اﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﻣﻦ ﻟﺴﺎﻧﻪ ﻭﻳﺪﻩ، ﻭاﻟﻤﻬﺎﺟﺮ ﻣﻦ ﻫﺠﺮ ﻣﺎ ﻧﻬﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ»

Dari Abdullah bin Amr bahwa Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda: "Hakikat orang Islam (yang sempurna) adalah terhindarnya umat Islam dari mulut dan tangannya. Hakikat orang hijrah adalah orang yang meninggalkan larangan Allah" (HR Bukhari)

Berdasarkan hadits ini, jika ada orang yang pernah melakukan hal-hal haram dalam agama lalu dia merubah perilaku menjadi lebih taat dan beramal baik, maka dialah orang yang sebenarnya berhijrah.

Namun faktanya mereka yang melakukan hijrah setelah bergabung dengan kelompok tertentu, bukanlah 'pindah' dari perbuatan haram, melainkan urusan-urusan yang dalam ranah khilafiyah, seperti tahlilan, celana cingkrang, Qunut, ziarah Kubur, Ngapati, mitoni, nyadran, dll.

Justru mereka terjebak pada klaim merasa 'paling hijrah' namun merendahkan sesama Muslim yang melakukan amalan yang berbeda dengan kelompoknya. Justru saat dia merendahkan sesama Muslim telah melangkah jauh dari kriteria Muslim yang sempurna, yaitu tidak menyakiti sesama Muslim dengan perkataan atau perbuatannya.💕






Kitab Kuning Aswaja
Indonesia Tanah Airku
Realita Kebenaran
Pamulung Ilmu
Salamun Sal
Salsabila Assyfa Zaskia
Azkiya Natasya Aisyah
M S Kosasih
Ali Idris
A'iffatul Mufaridah
Kang Santri Banten
Risma Mahandika
Satrio Piningit
Alegro
Kawulo Alit Alit
Tado
Gareng Wong Kroya
Adzmatkhan Muhajir II

_Akhir penghujung Ramadhan_Sahabat sekalian perjalanan waktu terkadang memanglah tidak terasa.Seolah baru kemarin kita m...
14/06/2018

_Akhir penghujung Ramadhan_

Sahabat sekalian perjalanan waktu terkadang memanglah tidak terasa.

Seolah baru kemarin kita mengucapkan marhaban ya ramadhan, dan sekarang kita sudah tahu bahwa kita sudah berada di penghujung bulan suci dan berkah ini.
Sahabat sekalian bulan ramadhan akan meninggalkan kita, bulan yang sangat mulia dan penuh berkah akan menjauh dari kita, kita lepas kepergiannya dengan air mata bagai kita melepas sahabat/ orang yang kita sayangi yang akan senantiasa terkenan sepanjang masa. Bahkan kepergiannya ditangisi oleh langit, bumi dan para malaikat Allah SWT.

Ya Allah setiap kali ramadhan berakhir, hamba cemas ya Allah.
Kalau nanti umur hamba, tidak sampai pada ramadhan tahun depan.
Hamba cemas ya Allah, kalau ini adalah ramadhan terakhir dalam hidup hamba.
Karena itu hamba mohon panjangkan umur hamba ya Allah, untuk dapat kembali berjumpa dengan ramadhan tahun depan. Agar hamba dapat demakin dekat denganMu ya Allah.
Bimbing kami ya Allah, ya ilahi.

Sahabat sekalian menjelang datangnya hari yang fitri, perkenankan Mohon maaf lahir batin dari kami sekeluarga.
Kami hamba yang banyak berbuat kesalahan dan kealfaan, banyak tutur kata yang terangkai dusta, banyak khilaf dalam bersikap, banyak khianat dalam berbuat, banyak janji yang tidak ditepati, banyak prasangka yang berujung luka, mohon maaf lahir batin pada para orang tua, para guru, keluarga, sahabat, dan sanak saudara dimanapun berada.
Semoga kita benar-benar termasuk orang yang kembali pada fitrah.
Suci bagai bayi, yang baru lahir dari rahim sang ibu tercinta.

تقَبَّلَ الله ُمِنَّا وَمِنْكُمْ
“Taqobbalallahu minna wa minkum”

Minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir & batin.
Kitab Kuning Aswaja
Islam Agamaku Channel
Majlis Ta'lim Wal Maulid
Blogger Muslim Bersatu
PT. Pecinta Rasulullah SAW
Salsabila Assyfa Zaskia
Ridwan Asmara
Azkiya Natasya Aisyah
Ali Idris
Elang Dhika
Salamun Sal
Pamulung Ilmu
Satrio Piningit

Melacak Sumber Kutipan Imam Syafi’i Soal Panah FitnahBelakangan ini beredar luas kutipan yang dikatakan berasal dari Ima...
08/06/2018

Melacak Sumber Kutipan Imam Syafi’i Soal Panah Fitnah

Belakangan ini beredar luas kutipan yang dikatakan berasal dari Imam Syafi’i tentang ulama mana yang harus kita ikuti. Dari kutipan baik berbentuk tulisan maupun meme (gambar) itu konon Imam Syafi’i menyarankan kepada muridnya untuk mengikuti ulama yang terkena fitnah atau dibenci oleh orang kafir.

Saya penasaran. Di kitab mana Imam Syafi’i mengatakan demikian? Saya telusuri sejumlah kitab karya Imam Syafi’i yang saya miliki, dari mulai ar-Risalah, al-Umm, Diwan dan Musnad, tapi saya tidak menjumpainya. Begitu juga sejumlah kitab babon yang ditulis oleh para murid Imam Syafi’i juga saya coba telusuri, namun saya tidak mendapatkan sanad kutipan tersebut.

Dalam bahasa Arab kutipan yang beredar itu begini teksnya:

‎سئل اﻹمام الشافعي رحمه الله : كيف نرى الحق من بين كل هذه الفتن ؟
‎فقال :اتبع سهام العدو ترشدك إلى الحق

Imam Syafi'i ditanya: "Bagaimana kita mengetahui pengikut kebenaran di jaman yang penuh fitnah?"

Beliau menjawab: "Perhatikanlah panah-panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka itu akan menunjukimu kepada siapa 'Pengikut Kebenaran' itu.

Redaksi di atas telah dimodifikasi dalam berbagai versi yang viral sesuai kepentingan masing-masing. Misalnya yang saya temukan:

Versi pertama;

Imam Syafi'i berkata: "Carilah pemimpin yang banyak panah-panah FITNAH menuju kepadanya, IKUTILAH mereka yang banyak di FITNAH, Karena sesungguhnya mereka sedang berjuang di JALAN yang BENAR."

Versi kedua:

Imam Syafi'i pernah berkata: Nanti di akhir zaman akan banyak Ulama yang membingungkan Umat, sehingga Umat bingung memilih mana Ulama Warosatul Anbiya dan mana Ulama Suu' yang menyesatkan Umat.

Lantas murid Imam Syafi'i bertanya: "Ulama seperti apa yang kami harus ikuti di akhir zaman wahai guru?"

Beliau menjawab: "Ikutilah ulama yang dibenci kaum kafir, kaum munafiq, dan kaum fasik. Dan jauhilah ulama yang disenangi kaum kafir, kaum munafiq, dan kaum fasik, karena ia ia akan menyesatkanmu, menjauhimu dari Keridhoan Allah".

Saya menemukan p**a di internet bahwa kutipan senada yang dinisbatkan kepada Imam Syafi’i itu juga sering disandarkan kepada Imam Ali bin Abi Thalib dan juga kepada Ibn Taimiyah. Jadi sebenarnya itu kutipan dari siapa? Wa Allahu a’lam.

Tapi yang jelas sejauh ini saya tidak menemukan rujukan dari kitab klasik manapun dan juga tidak mendapati sanad kutipan yang diklaim berasal dari pernyataan Imam Syafi’i. Terakhir, setelah usaha saya menelusuri lembaran kitab gagal, saya bertanya langsung kepada Syekh Ibrahim al-Shafie seorang ulama keturunan langsung dari Imam Syafi’i. Lewat WA beliau mengonfirmasi bahwa beliau pun tidak menemukan kutipan tersebut dalam kitab manapun baik dari Imam Syafi’i maupun dari murid-murid sang Imam.

Jadi, saya berani mengatakan bahwa kutipan di atas itu PALSU, sampai ada yang bisa menyebutkan sumber dan sanad kutipan tersebut dan kita verifikasi bersama kevalidannya.

Nah, kutipan di atas telah diviralkan sejumlah pihak sesuai kepentingannya. Para pendukung HRS misalnya mengatakan banyak fitnah terhadap HRS dari para musuh Islam dan itu membuktikan HRS sebagai ulama yang benar, berbeda dengan para ulama NU seperti Gus Dur dan Kiai Said Aqil Siradj yang justru disenangi oleh kaum kafir. Pendukung Gus Dur dan Kiai SAS juga melawan dengan menggunakan kutipan yang sama bahwa justru banyak sekali fitnah yang ditujukan kepada kedua kiai NU ini, dan itu menunjukkan mereka juga benar.

Yang mengejutkan ISIS pun ternyata memakai kutipan di atas dan mengatakan dulu panah musuh, sekarang pesawat tempur dan rudal musuh Islam ditujukan kepada mereka, maka merekalah kelompok yang benar dan harus diikuti umat Islam.

Saya ingin mengatakan bahwa kutipan di atas yang belum terverifikasi itu sudah menjadi BOLA LIAR dan dipakai untuk membela kepentingan masing-masing. Tapi jangan-jangan kita semua yang memakai kutipan di atas jadi turut berdusta atas nama Imam Syafi’i.

Dan kalau kita mau kaji lebih jauh, masak sih standar ‘kebenaran’ itu diukur dari berapa banyak fitnah yang ditujukan kepada ulama? Jangankan para ulama, lha wong saya saja yang bukan siapa-siapa sering kena fitnah dibilang liberal, Syi’ah, sesat, bahkan setiap saat akun saya di medsos diserang para haters. Apa otomatis itu menjadikan pendapat saya benar? Ya belum tentu. Ukuran kebenaran bukan semata-mata soal kebencian dan fitnah dari orang lain, tapi yang terutama adalah soal otoritas keilmuan dan kekuatan argumentasi berdasarkan Nash dan kitab-kitab rujukan.

Kembali ke masalah di atas. Saya tegaskan sekali lagi, bahwa klaim kutipan dari Imam Syafi’i di atas belum terverifikasi, dan harus kita anggap sebagai PALSU dan jangan lagi disebarkan selama belum ada sumber dan sanadnya. Kalau ada yang menyebarkannya, tanya saja: “di kitab apa Imam Syafi’i berkata demikian?” Jangan sampai kita dianggap berdusta atas nama Imam Syafi’i.

Mari kita kirimkan al-Fatihah untuk Imam Syafi’i 🙏

Tabik,

Nadirsyah Hosen
Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School

Ps.
Keterangan foto: bersama Syekh Ibrahim al-Shafie, keturunan Imam Syafi’i.
Salsabila Assyfa Zaskia
Azkiya Natasya Aisyah
Quew Avhie
Pamulung Ilmu
Ali Idris
Afriany Tri Rahayu
Satrio Piningit
Kang Santri Banten
M S Kosasih
Salamun Sal
Risma Mahandika
Alegro
Kawulo Alit Alit
Tado
Gareng Wong Kroya

Address

Jalan Khulafaurhasyidin
Bandung
78424

Telephone

0888551404

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ittiba' Rasulullah SAW posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share