Masjid Salman ITB

Masjid Salman ITB This is an information page about Masjid Salman ITB activities
(232)

Langkah pertama menyelamatkan diri adalah dengan ilmu. Ilmu seharusnya membuat kita semakin mengenal Allah, semakin paha...
04/09/2026

Langkah pertama menyelamatkan diri adalah dengan ilmu. Ilmu seharusnya membuat kita semakin mengenal Allah, semakin paham bagaimana menjalani kehidupan sesuai petunjuk-Nya, dan semakin hati-hati dalam menentukan langkah.

Di tengah zaman yang semakin banyak menghadirkan fitnah, ilmu agama menjadi bekal agar kita tidak mudah terbawa arus dan kehilangan arah. Kita belajar untuk mengenali kebenaran, memahami petunjuk Allah, dan tetap teguh ketika berbagai hal di sekitar kita mulai terasa membingungkan.

Karena semakin banyak fitnah yang kita hadapi, semakin besar p**a kebutuhan kita untuk memiliki bekal ilmu yang benar.

Semoga Allah ﷻ memberi kita ilmu yang bermanfaat, menjaga ketakwaan kita, dan meneguhkan hati kita di atas kebenaran.

Konten ini didukung oleh:
BPRS Al-Salaam Bank Syariah AlSalaam
https://bprsalsalaam.co.id

04/09/2026

Kalau sama-sama cicilan, kenapa harus pilih yang syariah? 🤔

Bukan cuma soal cicilan, tapi juga tentang akad, prinsip, dan keberkahan dalam setiap transaksi.

Yuk, simak penjelasan Ustadz di Reels ini sampai selesai dan cari tahu kenapa memilih yang sesuai prinsip syariah itu penting. ✨

Karena setiap langkah finansial, .

Ada nasihat yang terasa pahit bukan karena disampaikan dengan buruk, tetapi karena menyentuh bagian dari diri kita yang ...
03/09/2026

Ada nasihat yang terasa pahit bukan karena disampaikan dengan buruk, tetapi karena menyentuh bagian dari diri kita yang belum siap untuk diakui.

Ada orang yang membuat kita nyaman dengan mengatakan hal-hal yang ingin kita dengar. Ada p**a orang yang memilih mengingatkan ketika kita keliru. Keduanya terasa berbeda, dan nasihat yang jujur sering kali membutuhkan keberanian untuk menerimanya.

Jadi, jangan sampai ego membuat kita menolak sebuah nasihat hanya karena kebenarannya terasa tidak nyaman. Semoga Allah menjaga hati kita agar tetap lapang menerima nasihat, serta menghadirkan orang-orang yang berani mengingatkan ketika langkah kita mulai keliru.

Menurut Sahabat, apa yang membuat kita terkadang sulit menerima nasihat, meski sebenarnya kita tahu nasihat itu benar? Yuk, tuliskan pandangan Sahabat di kolom komentar!

Konten ini didukung oleh:
BPRS Al-Salaam Bank Syariah AlSalaam
https://bprsalsalaam.co.id

Makna “merasa berada di hadapan Allah” artinya sebuah kesadaran batin yang membuat kita jauh lebih hati-hati, jujur, dan...
01/09/2026

Makna “merasa berada di hadapan Allah” artinya sebuah kesadaran batin yang membuat kita jauh lebih hati-hati, jujur, dan tenang dalam menjalani hidup.

Ada rasa “diawasi” yang tak pernah lepas. Rasa itu tumbuh dari cinta yang begitu dalam, cinta yang membuat kita enggan mengecewakan-Nya, sekalipun sedang sendirian, sekalipun di ruang paling gelap, sekalipun tak ada satu pun manusia yang tahu.

Mencapai derajat ini berarti belajar menghadirkan Allah dalam setiap pilihan. Kita sadar sepenuhnya bahwa tak ada satu pun langkah, niat, bahkan bisikan hati yang luput dari perhatian-Nya.

Ketika kesadaran ini perlahan mengakar, ada rasa aman yang tak tergoyahkan. Hidup kita tak lagi sibuk mengejar validasi dan apresiasi, cukuplah Allah yang menjadi saksi atas setiap niat dan lelah yang tak pernah dipahami dunia.

Sahabat, sudahkah kita memiliki kesadaran ini? Atau kita masih lebih sibuk terlihat baik di depan manusia, sampai lupa bahwa Allah selalu melihat?

Konten ini didukung oleh:
BPRS Al-Salaam Bank Syariah AlSalaam
https://bprsalsalaam.co.id

Salah satu hal yang perlahan tumbuh bersama kedewasaan adalah kemampuan untuk melihat manusia dengan lebih utuh.Lucunya,...
31/08/2026

Salah satu hal yang perlahan tumbuh bersama kedewasaan adalah kemampuan untuk melihat manusia dengan lebih utuh.

Lucunya, dulu kita ingin cepat-cepat dewasa karena mengira kedewasaan berarti bebas melakukan apa saja.

Setelah menjalaninya, kita justru tahu bahwa menjadi dewasa berarti belajar memahami lebih banyak hal yang dulu belum mampu kita mengerti.

Kalau bisa bicara pada dirimu yang masih kecil, apa yang ingin kamu ceritakan tentang menjadi dewasa?

Konten ini didukung oleh:
BPRS Al-Salaam Bank Syariah AlSalaam
https://bprsalsalaam.co.id

Keluarga Besar Yayasan Pembina Masjid Salman ITB mengucapkan selamat atas terpilihnya KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais ...
31/08/2026

Keluarga Besar Yayasan Pembina Masjid Salman ITB mengucapkan selamat atas terpilihnya KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais ‘Aam PBNU dan KH. Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031.

Bārakallāh wa innā lillāh. Semoga Allah ﷻ senantiasa memberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan petunjuk dalam mengemban amanah ini, serta membawa kebermanfaatan dan kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan kehidupan yang lebih luas.

Aamiin Allahumma Aamiin🤲

Bicara soal etos kerja dalam Islam, kita sering kali langsung membahas bagaimana seorang pekerja seharusnya menjalankan ...
30/08/2026

Bicara soal etos kerja dalam Islam, kita sering kali langsung membahas bagaimana seorang pekerja seharusnya menjalankan tanggung jawabnya.

Padahal, hubungan kerja tidak berdiri di satu sisi.

Ada amanah yang perlu dijaga pekerja dalam menjalankan tugasnya, dan ada hak yang perlu ditunaikan perusahaan kepada pekerjanya sesuai kesepakatan.

Karena itu, ketika Islam mengajarkan tentang akad, amanah, dan tanggung jawab dalam pekerjaan, prinsipnya berlaku bagi kedua pihak.

Pekerja tidak boleh mengabaikan tanggung jawabnya hanya karena merasa sudah menerima upah. Begitu juga perusahaan tidak seharusnya menuntut profesionalitas tanpa memenuhi hak yang telah menjadi kesepakatan.

It takes two to tango. Hubungan kerja yang sehat membutuhkan kedua pihak untuk saling menjaga amanah.

Sahabat, bagaimana pendapatmu? Diskusi yuk di kolom komentar!

Konten ini didukung oleh:
BPRS Al-Salaam Bank Syariah AlSalaam
https://bprsalsalaam.co.id

Sering kali, yang membuat kita sulit kembali kepada Allah bukan jauhnya perjalanan, melainkan rasa malu yang tumbuh sete...
28/08/2026

Sering kali, yang membuat kita sulit kembali kepada Allah bukan jauhnya perjalanan, melainkan rasa malu yang tumbuh setelah berbuat dosa. Ada suara dalam diri yang berbisik, “Aku sudah terlalu jauh. Bagaimana mungkin Allah masih menerima?”

Padahal, merasa tidak layak untuk kembali justru bisa membuat kita semakin jauh dari-Nya. Setan ingin dosa membuat kita berhenti mengetuk pintu ampunan, seolah kesalahan yang kita lakukan sudah menutup jalan p**ang.

Kita perlu mengingat bahwa rahmat Allah begitu luas. Kesalahan yang besar sekalipun tidak seharusnya membuat seorang hamba kehilangan harapan untuk kembali kepada-Nya.

“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Az-Zumar: 53)

Maka, ketika kesalahan membuat kita malu menghadap Allah, jangan biarkan rasa malu itu berubah menjadi keputusasaan.

Datanglah kepada-Nya dengan penyesalan yang jujur. Minta ampun, tinggalkan dosa itu, lalu berjuanglah untuk tidak mengulangi dosa yang sama.

Jangan biarkan dosa yang menumpuk mengambil hak kita untuk menjadi hamba yang lebih baik hari ini.

Konten ini didukung oleh:
BPRS Al-Salaam Bank Syariah AlSalaam
https://bprsalsalaam.co.id

Address

Jalan Ganeca No. 7
Bandung
40132

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Masjid Salman ITB posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Masjid Salman ITB:

Shortcuts

Share

Category