Masjid Salman ITB

Masjid Salman ITB This is an information page about Masjid Salman ITB activities
(232)

Ada kalanya yang membuat seseorang merasa lelah bukan banyaknya pekerjaan atau beratnya ujian, tetapi karena mulai kehil...
06/08/2026

Ada kalanya yang membuat seseorang merasa lelah bukan banyaknya pekerjaan atau beratnya ujian, tetapi karena mulai kehilangan alasan mengapa semua itu harus dijalani.

Psikologi menyebut bahwa manusia membutuhkan sense of purpose, yaitu keyakinan bahwa hidup memiliki arah dan tujuan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang memiliki tujuan dan makna hidup yang jelas, ia cenderung lebih termotivasi, lebih gigih menghadapi tantangan, serta lebih mampu bangkit setelah mengalami kegagalan. Makna hidup memberi alasan untuk tetap melangkah, bahkan ketika keadaan belum berubah.

Islam telah mengajarkan fondasi yang jauh lebih dalam. Hidup bukan hanya tentang apa yang berhasil kita kumpulkan atau capai, tetapi tentang kepada siapa seluruh perjalanan ini diarahkan.

Saat tujuan hidup berpusat kepada Allah, setiap proses memiliki nilai. Ikhtiar menjadi bagian dari ibadah, kesabaran menjadi amal, dan setiap ujian menjadi kesempatan untuk semakin mengenal kebesaran-Nya. Hasil memang penting, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana setiap langkah membawa kita semakin dekat kepada rida-Nya.

Mungkin, yang paling kita butuhkan bukan selalu jalan yang lebih mudah, tetapi tujuan yang lebih jelas. Ketika arah hidup sudah benar, kita memiliki alasan untuk terus melangkah, bahkan saat jalannya terasa berat.

Sahabat, apa yang paling membantumu tetap bertahan saat menghadapi masa-masa sulit? Sharing yuk di kolom komentar!

Konten ini didukung oleh:
BPRS Al-Salaam Bank Syariah AlSalaam
https://bprsalsalaam.co.id

Bayangkan. Lelahnya sujud di sepertiga malam. Keringat saat menjemput rezeki yang halal. Beratnya menahan diri dari sesu...
04/08/2026

Bayangkan. Lelahnya sujud di sepertiga malam. Keringat saat menjemput rezeki yang halal. Beratnya menahan diri dari sesuatu yang sangat diinginkan demi menaati Allah.

Semua rasa lelah itu akan berlalu. Mungkin besok, mungkin beberapa saat lagi. Tubuh akan kembali segar, rasa penat akan hilang. Namun, setiap perjuangan kita telah tercatat dengan sempurna di sisi Allah. Tidak ada yang sia-sia. Tidak ada yang hangus.

Percayalah, tidak ada satu pun lelah yang luput dari pandangan Allah. Dia tahu seberapa keras perjuangan kita melawan rasa malas. Dia tahu seberapa berat pertarungan kita melawan hawa nafsu. Mungkin tidak ada manusia yang melihatnya, tetapi Allah menyaksikan setiap detiknya.

Sebaliknya, kenikmatan saat melanggar larangan-Nya sering kali hanya berlangsung sesaat. Begitu selesai, nikmatnya lenyap. Yang tertinggal justru rasa hampa, penyesalan, dan dosa yang belum tentu sempat kita taubati.

Karena itu, jika hari ini ketaatan terasa berat, jangan buru-buru menyerah. Ingatlah, surga bukanlah sesuatu yang murah untuk diraih. Jalan menuju ke sana dipenuhi kesabaran, ketaatan, dan ketakwaan.

Maka bertahanlah sedikit lagi. Karena lelahmu hanya sementara, sedangkan balasan dari Allah kekal selamanya.

Konten ini didukung oleh:
BPRS Al-Salaam Bank Syariah AlSalaam
https://bprsalsalaam.co.id

Kita sering menyebut Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber pangan. Namun, kekayaan itu tidak selalu tercermin d...
03/08/2026

Kita sering menyebut Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber pangan. Namun, kekayaan itu tidak selalu tercermin dalam kebiasaan makan kita sehari-hari.

Di tengah melimpahnya singkong, ubi, talas, sagu, jagung, kentang, dan pisang, pola konsumsi masyarakat justru semakin dipenuhi oleh berbagai makanan olahan berbahan terigu. Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan pangan bukan hanya tentang apa yang tersedia, tetapi juga tentang apa yang paling mudah dijangkau, paling terjangkau harganya, paling praktis, dan akhirnya paling sering dipilih.

Karena itu, fenomena ini layak menjadi bahan refleksi bersama. Tepung bukanlah masalah, begitu p**a para pelaku UMKM yang menggantungkan penghidupannya pada usaha kuliner. Yang perlu kita cermati adalah ketika pilihan makanan sehari-hari menjadi semakin seragam. Padahal Indonesia memiliki beragam sumber pangan lokal yang berpotensi mendukung pola makan yang lebih seimbang sekaligus menjadi salah satu kekuatan bangsa.

Mendukung pelaku usaha tetap penting. Menjaga kesehatan masyarakat juga tidak kalah penting. Di saat yang sama, sudah saatnya kita bertanya, sudahkah kekayaan pangan lokal Indonesia benar-benar hadir di piring kita, atau hanya lebih sering menjadi kebanggaan dalam slogan?

Sahabat, apakah ada sudut pandang lain yang menurutmu perlu ditambahkan dalam pembahasan ini? Yuk, tuliskan pendapatmu di kolom komentar!

Konten ini didukung oleh:
BPRS Al-Salaam Bank Syariah AlSalaam
https://bprsalsalaam.co.id

Taghaful sering disalahpahami sebagai sikap “bodo amat”. Padahal keduanya sangat berbeda.Orang yang bersikap “bodo amat”...
02/08/2026

Taghaful sering disalahpahami sebagai sikap “bodo amat”. Padahal keduanya sangat berbeda.

Orang yang bersikap “bodo amat” tidak peduli apakah ucapannya menyakiti orang lain. Ia cenderung melepaskan tanggung jawab terhadap adab dan perasaan sesama.

Sedangkan orang yang memiliki akhlak taghaful tetap menjaga adab, tetap berusaha berbuat baik, dan tetap peduli terhadap hubungan dengan orang lain. Hanya saja, ia tidak mudah larut dalam kekecewaan ketika melihat kekurangan manusia.

Ia tahu bahwa tidak setiap kesalahan harus dibesar-besarkan. Tidak setiap ucapan harus dibalas. Dan tidak setiap hal perlu memenuhi pikirannya sepanjang hari. Taghaful bukan akhlak untuk menjadi cuek, tetapi akhlak untuk mengendalikan diri.

Bukan membebaskan diri dari tanggung jawab menjaga perasaan sesama, melainkan menjaga hati agar tidak dipenuhi prasangka, kemarahan, dan hal-hal kecil yang menguras ketenangan.

Kadang, bentuk kedewasaan yang paling sulit adalah tetap memahami kesalahan orang lain, namun tidak membiarkannya merusak kedamaian hati kita sendiri.

Sahabat, menurutmu mengapa akhlak taghaful terasa semakin sulit diterapkan di kehidupan saat ini? Tulis pendapatmu di kolom komentar!

Konten ini didukung oleh:
BPRS Al-Salaam Bank Syariah AlSalaam
https://bprsalsalaam.co.id

Amarah, ego, dan syahwat. Sudahkah kita merdeka dari hawa nafsu? 😢Mari maknai kembali arti “merdeka” yang sesungguhnya. ...
01/08/2026

Amarah, ego, dan syahwat. Sudahkah kita merdeka dari hawa nafsu? 😢

Mari maknai kembali arti “merdeka” yang sesungguhnya. Sebab kemenangan terbesar bukanlah mengalahkan orang lain, melainkan mampu menaklukkan diri sendiri.

InsyaAllah, Masjid Salman ITB melalui Wakaf Salman menghadirkan Tabligh Akbar bersama Buya Yahya dengan tema:

✨ MERDEKA DARI HAWA NAFSU ✨

Yang akan dilaksanakan pada:

🗓 Ahad, 9 Agustus 2026
🕑 14.00–17.30 WIB
📍 Masjid Salman ITB, Bandung

🎟 GRATIS! Terbuka untuk umum & siapkan infak terbaik

📲 Bergabung ke Channel kami untuk informasi selanjutnya 👇🏽

bit.ly/WakafLifestyle
bit.ly/WakafLifestyle
bit.ly/WakafLifestyle

Banyak orang mengira menunda pekerjaan hanya merugikan diri sendiri. Padahal, di balik satu pekerjaan yang kita tunda, s...
31/07/2026

Banyak orang mengira menunda pekerjaan hanya merugikan diri sendiri. Padahal, di balik satu pekerjaan yang kita tunda, sering kali ada pekerjaan orang lain yang ikut tertahan.

Laporan yang belum selesai membuat proses berikutnya tertunda. Balasan yang tak kunjung diberikan membuat orang lain terus menunggu. Keputusan yang diulur membuat banyak pihak tidak bisa bergerak.

Tanpa sadar, kebiasaan menunda bisa berubah menjadi kebiasaan mempersulit urusan orang lain. Karena itulah dua nasihat ini terasa saling berkaitan. Jika kita tarik ke dalam nilai spiritual, dua pesan ini sejatinya menjadi fondasi akhlak dalam bekerja.

Dalam Islam, bekerja tidak hanya dipandang sebagai cara memenuhi kewajiban profesional. Di dalamnya ada amanah yang harus ditunaikan dan ada hak orang lain yang perlu dijaga.

Setiap pekerjaan yang kita selesaikan tepat waktu berarti kita sedang menjaga kepercayaan. Sebaliknya, setiap penundaan yang sebenarnya bisa dihindari berpotensi menghambat pekerjaan orang lain dan menambah beban mereka.

Saat kita terbiasa mempermudah urusan orang lain, Allah pun akan membukakan jalan kemudahan untuk urusan-urusan kita yang sedang rumit. Bekerja dengan empati artinya sadar bahwa ada porsi rezeki, waktu, dan ketenangan orang lain yang terhubung dengan apa yang kita kerjakan hari ini.

Pada akhirnya, cara kita bekerja tidak hanya dinilai dari hasil yang dicapai, tetapi juga dari apakah kehadiran kita memudahkan atau justru menyulitkan orang-orang di sekitar kita.

Sahabat, pernahkah berada di posisi harus menunggu karena pekerjaan orang lain tertunda? Bagaimana pengalaman itu mengajarkan Sahabat tentang arti amanah? Sharing yuk di kolom komentar!

Konten ini didukung oleh:
BPRS Al-Salaam Bank Syariah AlSalaam
https://bprsalsalaam.co.id

‎إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ___‎اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُArtinya: “Ya A...
29/07/2026

‎إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
___

‎اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

Artinya: “Ya Allah ampunilah dia, berilah rahmat dan sejahtera dan maafkanlah dia.”

Keluarga Besar YPM Salman ITB turut berduka cita atas wafatnya Prof. Ir. Amrinsyah, MSCE, Ph.D., Purnabakti Guru Besar FTSL ITB. Almarhum wafat pada Rabu, 29 Juli 2026, di RS Muhammadiyah Bandung.

Semoga almarhum diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, diterangi dan dilapangkan alam kuburnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan.

Aamiin yaa Rabbal ’Aalamiin.

Address

Jalan Ganeca No. 7
Bandung
40132

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Masjid Salman ITB posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Masjid Salman ITB:

Shortcuts

Share

Category