Suara hati

Suara hati Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Suara hati, Religious Center, Jakarta, Bandung.

“Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran, dan saling menasehati untuk kesabaran.”

Al-‘Ashr: 2-3

Kalau Ariana Grande dan Avril Lavigne nyemplung ke sawah, berarti kerja keras itu bisa tetap stylish. Dari mikrofon ke c...
20/01/2025

Kalau Ariana Grande dan Avril Lavigne nyemplung ke sawah, berarti kerja keras itu bisa tetap stylish. Dari mikrofon ke cangkul, hasil tetap maksimal! 🎤🌾

Judul: "Di Ujung Senja, Cinta yang Tersisa"Bab 1: Kenangan di Kafe LautLangit senja memerah, membawa warna oranye yang m...
15/01/2025

Judul: "Di Ujung Senja, Cinta yang Tersisa"

Bab 1: Kenangan di Kafe Laut

Langit senja memerah, membawa warna oranye yang memantul lembut di permukaan laut. Dita duduk sendirian di sebuah kafe kecil yang terletak tak jauh dari pantai, tempat yang selalu mereka kunjungi bersama. Sekarang, kursi yang biasa diduduki Fadil kosong. Hanya ada secangkir kopi yang hampir habis di depannya, dan suara riuh ombak yang datang dan pergi, seperti kenangan yang tak pernah bisa ditinggalkan.

Dua tahun yang lalu, di tempat yang sama, mereka pertama kali bertemu. Fadil, dengan senyum yang hangat dan mata yang penuh kebahagiaan, telah mengubah hidup Dita yang semula suram. Kehadirannya seperti angin segar yang mengusir kepedihan dari hati Dita. Di sini, di kafe yang terletak di pinggir pantai ini, mereka berbagi cerita tentang kehidupan, tentang impian, dan tentang masa depan yang mereka bayangkan bersama.

Namun kini, semuanya telah berubah. Fadil pergi begitu cepat, meninggalkan Dita dalam kesedihan yang tak terlukiskan. Kecelakaan itu datang tanpa peringatan, merenggut orang yang paling Dita cintai dalam sekejap mata. Sejak hari itu, dunia Dita terasa kosong, hampa, dan penuh dengan bayangan tentang kepergian yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Bab 2: Percakapan Terakhir

Dita menatap matahari yang perlahan tenggelam di ufuk barat, seakan ikut merasakan kesedihan yang ada dalam hatinya. Ia ingat dengan jelas, percakapan terakhir mereka sebelum Fadil pergi.

"Semuanya akan baik-baik saja, Dita. Kamu harus percaya," kata Fadil saat itu, menggenggam tangannya erat.

"Tapi aku takut, Fadil. Aku takut kehilanganmu," balas Dita, suaranya bergetar.

Fadil tersenyum lembut, matanya berbinar penuh keyakinan. "Jangan khawatir, Dita. Aku akan selalu ada di sini," katanya sambil menaruh tangan di dada Dita. "Di hati kamu, aku akan selalu ada."

Dan itulah kalimat terakhir yang diucapkan Fadil sebelum kecelakaan itu merenggutnya. Dita masih merasa seperti berada dalam mimpi buruk yang tak kunjung berakhir. Ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa Fadil benar—bahwa cintanya akan selalu ada, meskipun tubuh Fadil telah pergi.

Bab 3: Di Ujung Senja

Waktu terus berjalan, dan Dita merasa dirinya semakin tenggelam dalam kesendirian. Setiap sudut kota, setiap tempat yang mereka kunjungi, semuanya penuh dengan kenangan tentang Fadil. Ia ingin menangis, namun air mata itu sudah habis entah ke mana. Yang tersisa hanyalah kesunyian dan luka yang tak pernah sembuh.

Pada senja ini, Dita kembali datang ke kafe itu, tempat mereka sering berbagi cerita. Meski kursi di sebelahnya kosong, ia merasa seperti Fadil masih duduk di sana, tersenyum, dan menggenggam tangannya.

"Fadil," bisiknya, "apa kamu benar-benar akan selalu ada di sini, di hatiku?"

Angin laut yang menyapu wajahnya seolah menjawab, membawa kembali kenangan indah mereka. Dita menghembuskan napas dalam-dalam, meyakinkan dirinya bahwa cinta yang pernah mereka miliki akan tetap hidup, meski dalam bentuk yang berbeda.

Ia bangkit dari kursinya dan berjalan menuju pantai. Langit yang semakin gelap seakan mengingatkan bahwa waktu terus berjalan, dan meskipun Fadil telah pergi, cinta itu akan terus ada—seperti laut yang tak pernah berhenti bergelora.

Bab 4: Cinta yang Abadi

Dita berdiri di tepi pantai, memandangi ombak yang datang dan pergi. Setiap gelombang membawa ingatan tentang Fadil, dan di setiap detiknya, Dita merasa ada bagian dari dirinya yang akan selalu bersama Fadil, bahkan tanpa tubuh yang nyata.

“Terima kasih, Fadil,” bisiknya lagi. “Aku akan terus hidup dengan cintamu di hatiku.”

Malam mulai turun, namun Dita merasa sedikit lebih tenang. Mungkin Fadil tak lagi ada di dunia ini, tetapi cintanya akan tetap ada—abadi, seperti lautan yang tak pernah surut, meski di baliknya ada ribuan kerikil yang menghalangi.

Kepergian Fadil memang meninggalkan luka yang dalam, tetapi di sana, di dalam hati Dita, ada kenangan yang akan terus hidup selamanya. Cinta mereka, yang sempat berpadu dalam waktu singkat, akan terus mengalir, seperti ombak yang selalu kembali ke pantai, meskipun waktu terus berlalu.

09/11/2024

Kenali tanda-tanda kalau kamu disukai orang lain ❤️

07/05/2024

Kenangan Biru di Pantai Jogja

Address

Jakarta
Bandung

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Suara hati posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share