11/10/2022
Tasawwuf yang Aku Kenal.
Tasawwuf yang aku kenal adalah saat Habib Ali Zainal Abidin bin Husein Al-Sajjad yang mendirikan shalat sunnah 1000 raka'at setiap harinya. Suatu hari beliau datang ke ka'bah, untuk melakukan ibadah sebagaimana biasanya. Beberapa saat, datang seseorang yang benci kepada ahlu bait dan mulai mencaci beliau dengan kalimat yang tidak layak diucapkan, lebih-lebih diarahkan kepada ahlu bait. Semua orang di sekitar beliau marah. Namun Habib Ali tetap menahan dan sabar. Saat orang tersebut selesai mencaci, Habib 'Ali berkata: “wahai saudaraku, apa yang kamu sebut mulai dari fasiq hingga munafik, memang betul ada di diriku, dan masih banyak yang tidak kamu ketahui.”
Habib melanjutkan: “Saudaraku, apakah ada sesuatu yang kamu inginkan sebagai tanda terimakasihku atas nasihatmu?” melihat akhlak ahli bait ini, orang tersebut menetes air matanya dan berkata: “Aku bersaksi bahwa anda adalah keturunan Rasulullah. Maafkan aku. Ada salah seorang yang membayarku 1000 dinar untuk mencacimu, agar anda membalas cacianku.”
Habib 'Ali tersenyum. “Cuman ini yang kamu inginkan? Seandainya kamu memberitahu kami, maka akan kami berikan 1000 dinar tersebut tanpa harus kamu mencaci dan melakukan hal ini.” kemudian Habib 'Ali memberikan uang 1000 dinar, dan beranjak pergi seperti tidak ada yang terjadi.
Tasawwuf yang aku kenal adalah kuatnya syariat yang kita jalani, dengan hati yang bersih dan suci, mempercepat perjalanan ruh ke hadrah ilahi, tanpa membawa rasa benci maupun dengki, dijalan inilah, akan berakhir dengan bertemu dan berkumpul bersama kekasih yang selama ini dinanti, Rasulullah, penutup para rasul dan nabi.
Saat tasawwuf berubah menjadi hanya sebuah teori, atau kalimat-kalimat cinta Jalaluddin Rumi, coba kembali lihat dan baca perjalanan ulama rabbani, belajar dan meresapi apa yang mereka jalani, tiru dan lakukan apa yang selama ini mereka tirakati, tidak lama, anda tidak akan lagi mengingkari, bahwa tasawuf adalah bagian dari agama ini yang telah lama pergi (?).
_____
📷Kenangan bersama Almarhum Ust. Zulkarnaen saat beliau berkunjung ke aceh beberapa tahun yang lalu. Lahul Fatihah…