Simpatisanmu

Simpatisanmu sarana informasi bagi simpatisan Muhammadiyah

*KAJIAN JUM’AT PAGI* Jum’at Pahing. 2 Desember 2022/ 8 Jumadil Awal  1444 H======================   *WANITA DAN PERGAULA...
02/12/2022

*KAJIAN JUM’AT PAGI*
Jum’at Pahing. 2 Desember 2022/
8 Jumadil Awal 1444 H
======================

*WANITA DAN PERGAULAN*

لْحَمْدُ ِللّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهِ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ
وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ

Sahabat Kajianmuh yang dirahmati Allah, kami sampaikan bahwa kajian Jumat pagi pada hari ini tidak dapat kami share. Dikarenakan Ustadz Wardi sedang berhalangan. Maka sebagai gantinya kami share materi tentang "wanita dan Pergaulan" yang bersumber dari Kitab Adabul mar'ah fil Islam. Semoga bermanfaat..

Uraian bagaimana cara dan gayanya "Wanita dengan Pergaulan” dalam pandangan Islam tidaklah lepas dari akidah, budi dan akhlak

Bahwa satu di antara tujuan pokok dari agama Islam ialah memperbaiki budi pekerti umat manusia. Sabda Rasulullah saw

إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق (وفي رواية : صالح الأخلاق ).

"Aku ini diangkat menjadi Rasul semata-mata untuk memerbaiki budi akhlak yang mulia". Riwayat lain dengan perkataan "budi akhlak yang shalih" ( H.R. Hakim, Baihaqi dari Abu Hurairah.)

مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِ ۗوَالَّذِيْنَ مَعَهٗٓ اَشِدَّاۤءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاۤءُ بَيْنَهُمْ تَرٰىهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَّبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيْمَاهُمْ فِيْ وُجُوْهِهِمْ مِّنْ اَثَرِ السُّجُوْدِ ۗذٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى التَّوْرٰىةِ ۖوَمَثَلُهُمْ فِى الْاِنْجِيْلِۚ كَزَرْعٍ اَخْرَجَ شَطْـَٔهٗ فَاٰزَرَهٗ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوٰى عَلٰى سُوْقِهٖ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيْظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗوَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ مِنْهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا ٢٩

Firman Allah:

Muhammad Rasulullah dan pengikut-pengikutnya bersikap teguh dan tegas terhadap orang-orang yang tidak beriman, bersifat kasih sayang antara sesama mereka. Engkau lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia dan keridlaan Tuhan. Di muka mereka ada tanda-tanda bekas sujud. Itulah perumpamaan mereka di dalam Taurat dan perumpamaan mereka di dalam Injil; bagaikan tanaman yang mengeluarkan tunasnya yang lembut, kemudian besar dan bertambah kuat dapat tegak di atas batangnya, menyebabkan orang-orang yang menanam menjadi takjub, menjadikan orang-orang yang tidak beriman marah karenanya. Tuhan telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar". (Qur'an: surat Al-Fath: 29).

Perumpamaan "bagaikan tanaman yang mengeluarkan tunasnya yang lembut, kemudian bertambah besar dan bertambah kuat dapat tegak di atas batangnya, menyebabkan orang-orang yang menanam menjadi takjub, menjadikan orang-orang yang tidak beriman marah karenanya", adalah dimaksudkan kekuatan dan kekukuhan iman dan akhlak dari Nabi Muhammad saw beserta dengan pengikut-pengikutnya umat Islam.

Ahli-ahli sejarah di luar Islam yang menyelidiki secara seksama dan obyektif, kehidupan serta perjuangan Nabi Muhammad saw, semuanya berkesimp**an, mereka kagum terhadap nilai-nilai kepemimpinan (leadership) yang terdapat pada diri beliau. Serta yang terutama, dan sangat menonjol ialah tentang budi dan akhlak yang menjiwai segala bidang hidup dan perjuangannya.

"Saya sangat menaruh penilaian yang tinggi terhadap agama (yang jdikembangkan) oleh Muhammad, karena agama tersebut mengandung tenaga hidup yang mengagumkan," demikian ujar George Bernard Shaw, seorang sarjana dan ahli fikir Inggris yang kenamaan. Selanjutnya, dinyatakannya: "Islam adalah satu-satunya agama yang memiliki daya kemampuan untuk merubah tingkat-tingkat suatu keadaan yang amat penting pada setiap abad. Saya telah mempelajari riwayat hidup manusia yang mengagumkan itu (maksudnya Nabi Muhammad saw) dan menurut pendapat saya, ia selayaknya digelarkan sebagai "penyelamat kemanusiaan". Selanjutnya, dikatakan: "Saya percaya jika seorang seperti Muhammad diserahi pertanggunganjawab pemimpin tunggal dari dunia modern ini, dia pasti akan berhasil memecahkan persoalan-persoalan ke suatu jalan yang akan membawa dunia ke arah perdamaian dan kebahagiaan yang diinginkan. Saya meramalkan, bahwa ajaran Muhammad akan diterima oleh dunia Eropa di hari esok (zaman yang akan datang). Seperti halnya, suatu kelihatan tanda-tanda permulaan penerimaan itu oleh dunia Eropa pada hari ini."

Bagian yang khusus dari sifat kepemimpinan (leadership) Rasulullah yang hendak kita bicarakan dalam uraian ini ialah tentang akhlak dan budi pekerti, yang beliau tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak beliaulah yang menjadi daya tarik, dan merupakan salah satu rahasia suksesnya perjuangan Nabi Muhammad saw. Tak ubahnya setamsil, “Laksana besi baja yang menarik jarum”.

Kesimp**annya, Rasulullah sendiri dalam berbagai perbuatan dan uraian-uraiannya, memandang soal akhlak itu sebagai ajaran yang pokok. Pernah seorang lelaki bertanya di hadapan Nabi: “Apakah hakekat agama, ya Rasulullah?" Beliau menjawab: "Akhlak yang baik." Lelaki penanya itu mungkin belum puas, lalu berpindah tempat ke sebelah kanan Rasulullah dan bertanya lagi: "Apakah hakekat agama, ya Rasulullah?." Beliau menjawab juga: "Akhlak yang baik." Lelaki itu berpindah ke sebelah kiri Nabi, dan akhirnya ke belakang, masih juga mengajukan pertanyaan yang sama dan untuk itu, Rasulullah memberikan jawaban yang sama p**a, yaitu akhlak yang baik.

Akhlak Rasulullah itulah yang berhasil melembutkan hati manusia yang kesat menundukkan sikap manusia yang kasar menimbulkan respek orang-orang yang terhormat menambah kecintaan orang-orang yang lemah dan miskin terhadap beliau; meyakinkan kaum wanita atas perlindungan yang beliau berikan. Akhlak dan budi pekerti serta suri tauladan Rasulullah jualah yang telah merubah keadaan suatu masyarakat “jahiliyah" yang pada waktu itu disebutkan oleh ahli-ahli sejarah dengan julukan "dark ages". Yaitu, "abad yang gelap gulita”, ke suatu masyarakat yang berbudi dan berakhlak tinggi.

Dari budi pekerti dan akhlak ini p**alah terciptanya rukun dan damai. Dengan itu, lahirnya sopan santun, menjelmanya cinta dengan kasih sayang, tumbuhlah ikatan persaudaraan yang berpadu dengan tulus serta ikhlas yang berdasar perikemanusiaan. Dan dari ini p**alah, berwujudnya pergaulan yang mesra dengan landasan harga menghargai, hormat menghormati yang melimpah menyeruak ke setiap rumah tangga, masyarakat dan bangsa yang akan membawa bahagia dan sejahtera serta keselamatan dunia dan akhirat.

Bahwa ungkapan singkat tentang kesimp**an budi pekerti dan akhlak dari Nabi Muhammad saw, sebagai dikemukakan di atas merupakan dasar, dan landasan pokok yang merupakan asas dan sendi dari "Pergaulan wanita menurut pandangan (hukum) Islam".

┈┈┈◎❅❀❦🌹❦❀❅◎┈┈┈

Jika dirasa bermanfaat, jangan lupa dibagikan kepada yang lainnya.

Fanspage FB Kajianmuh :
https://www.facebook.com/kajianmuhammadiyah1/

Instagram Kajianmuh :
https://www.instagram.com/kajian_muh

Telegram Kajianmuh:
https://t.me/Kajian_mu

Kajianmuh Channel :
https://m.youtube.com/channel/UC_P3rupgzC2ZHdNtEo5zh8g

Tiktok
tiktok.com/

Twitter
https://twitter.com/kajian_muh?t=l4OHMFVaI_Y-1Wx6ScTrhQ&s=09

Nashrun Minallahi Wafathun Qarieb

Menebarkan Islam sesuai dengan kepahaman Muhammadiyah

MEMAHAMI KARAKTER MUHAMMADIYAH4. Karakter WasithiyahMuhammadiyah sebagai gerakan keIslaman dan kemasyarakatan memiliki s...
01/12/2022

MEMAHAMI KARAKTER MUHAMMADIYAH

4. Karakter Wasithiyah

Muhammadiyah sebagai gerakan keIslaman dan kemasyarakatan memiliki sifat tengahan (wasithiyah), sehingga tidak tampak ekstrem dan radikal dalam makna cenderung serba keras dan serba apriori. Sifat tengahan itu kuat dalam prinsip tetapi luwes dalam cara. Hal prinsip pun benar-benar yang bersifat prinsip, sehingga tidak semua hal dijadikan prinsip manakala hal itu menyangkut furu' atau cabang dan ranting dari persoalan.

Sikap tawasuth (tengahan) atau tawazun (kesetimbangan) benar-benar menjadi watak Muhammadiyah. Islam dipandang dari sudut akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah secara komprehensif sehingga semua aspek itu Islami. Berbicara tentang Islami bukan hanya dalam urusan akidah, ibadah, atau akhlak saja, tetapi juga muamalah secara saling terkait satu sama lain dalam relasi habluminallah dan habluminannas. Tengahan dan setimbang dalam mengaitkan iman, ilmu, dan amal sehingga Islam itu luas dan tidak parsial, sekaligus membumi.

Kadang ada anggapan sempit yang disebut Islami itu jika berpakaian tertentu atau beratribut tertentu. Jangan anggap berislam itu atau apa yang disebut Islami itu terbatas pada urusan pakaian, tatacara makan, dan fisik saja. Tetapi Islam harus meluas menjadi urusan dunia yang multiaspek, termasuk membangun peradaban ilmu dan kemajuan di segala bidang kehidupan. Di sinilah sifat tengahan Muhammadiyah yang memposisikan dan memfungsikan Islam secara seimbang dalam berbagai aspek kehidupan.

Sikap tengahan juga tercermin dalam cara berdakwah, antara amar makruf dan nahi mungkar haruslah seimbang sesuai dengan sasaran, aspek, cakupan, kepentingan, dan misinya. Dalam bersikap pun warga Muhammadiyah harus memiliki sifat tengahan sebagaimana tercermin dalam Sepuluh Sifat Muhammadiyah dalam Kepribadian Muhammadiyah. Sifat tengahan jangan diartikan lembek, membebek, dan lemah. Sebab yang tampak garang, keras, dan kencang pun tidak selalu identik dengan kokoh dalam prinsip dan lurus.

Sumber : Kuliah Kemuhammadiyahan jilid 1

┈┈┈◎❅❀❦🌹❦❀❅◎┈┈┈

Jika dirasa bermanfaat, jangan lupa dibagikan kepada yang lainnya.

Telegram
https://t.me/kalendermuhammadiyah

Instagram
https://www.instagram.com/kalendermuhammadiyah/

Nashrun Minallahi Wafathun Qarieb

07/11/2022

Kalau tidak bisa menyesuaikan diri ya tidak perlu menumpang. Pada dasarnya antara fiqih Muhammadiyah dan Salafi banyak persamaannya walaupun begitu tidak semunya sama. Ada juga perbedaan- perbedaan yang perlu di ketahui oleh kader Muhammadiyah. Dalam buku perbedaan fiqih salafi - Muhammadiyah Dr. H. Ali Trigiyatno ( Ketua PDM Batang, Jawa tengah ) membahas tuntas apa saja perbedaan-perbedaan tersebut.

Mari miliki segera
Buku perbedaan Fiqih Salafi dan Muhammadiyah.
Dengan harga Rp 170.000/paket ( dua buku ) silahkan menghubungi : 0853-1444-6006 ( chat only ) atau kunjungi Toko kami di Shopee ( bisa COD ). shopee.co.id/kajianmuh.store

┈┈┈◎❅❀❦🌹❦❀❅◎┈┈┈

Jika dirasa bermanfaat, jangan lupa dibagikan kepada yang lainnya.

Fanspage FB Kajianmuh :
https://www.facebook.com/kajianmuhammadiyah1

Instagram Kajianmuh :
https://www.instagram.com/kajian_muh

Telegram Kajianmuh:
https://t.me/Kajian_mu

Kajianmuh Channel :
https://m.youtube.com/channel/UC_P3rupgzC2ZHdNtEo5zh8g

Tiktok
tiktok.com/

Twitter
https://twitter.com/kajian_muh?t=l4OHMFVaI_Y-1Wx6ScTrhQ&s=09

Nashrun Minallahi Wafathun Qarieb

┏━━━ KAJIAN SELASA PAGI━━━┓🗓    6 Jumadil Awal 1444 H🗓    1 November 2022 M ┗━━━━━━━━━━┛ TAFSIR LANGKAH  MUHAMMADIYAH TA...
01/11/2022

┏━━━ KAJIAN SELASA PAGI━━━┓
🗓 6 Jumadil Awal 1444 H
🗓 1 November 2022 M
┗━━━━━━━━━━┛

TAFSIR LANGKAH MUHAMMADIYAH TAHUN 1938-1940. bagian 4

Sahabat Kajianmuh yang dirahmati Allah hari ini kita masih melanjuti kajian kita tentang tafsir langkah Muhammadiyah yang Kedua: Memperluas Faham Agama dengan contohnya, agar kita warga Muhammadiyah tidak sempit dalam memahami perintah agama sehingga tidak s**a menerima anugrah Allah Ta'ala

2. Hal Pakaian

Hadits:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ. رواه ابوراورعن ابن عمر .

"Barangsiapa yang menyerupai sebuah kaum, maka dia termasuk golongan kaum itu". (H.R. Abu Daud dari Ibnu 'Umar)

Meskipun hadits di atas dhoif atau lemah, tetapi bagi orang yang berpaham sempit, lalu tidak mau memakai dasi, karena menyerupai orang bukan Islam. Kalau masalah pakaian itu kita masuk-masukkan, tentu saja kita tidak dapat berpakaian, karena 'jas' pun dipakai juga oleh orang yang bukan Islam, demikian p**a celana, ikat pinggang, sepatu dan lain-lainnya. Padahal masalah pakaian itu agama tidak memberi petunjuk yang pasti, terserah kesenangan orang yang akan memakai, asal dapat menutup aurat.

Di dalam agama, masalah pakaian itu hanya diberi batasan, bagi orang laki-laki tidak boleh memakai sutera dan tidak boleh memakai pakaian perempuan (yang tertentu bagi perempuan), begitu p**a sebaliknya, orang perempuan tidak boleh berpakaian laki-laki. Inilah batasan di dalam agama. Sedang perkara yang lain-lain seperti model potongan kain, blacu atau lena, terserah kes**aan yang akan memakainya.

Di atas kami jelaskan, bahwa agama tidak mengikat paham, supaya jangan sampai mendatangkan kekeliruan paham, maka perlulah kami jelaskan bagian-bagian agama yang boleh diperluas. Agama itu boleh dibedakan menjadi dua bagian:

1. Bagian 'Pokok' dan

2. Bagian 'Furu'.

_*Bagian pertama*_
(pokok) ialah yang berhubungan dengan kepercayaan i'tiqad. Bagian ini kita harus taslim (menerima saja) kepada adanya nas-nas yang sudah pasti.

Bagian kedua (furu')
Ialah yang berhubungan dengan ibadah, mu'amalah, hudud (perbatasan), dan lain-lain. Dalam bagian ini, kita dibolehkan memperluas paham dengan menggunakan "Qiyas" dan lain-lainnya.

Kami beri contoh-contoh perluasan paham dalam bagian yang kedua. Contoh pertama masalah ath'imah (makanan).

قُلْ لَّآ اَجِدُ فِيْ مَآ اُوْحِيَ اِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلٰى طَاعِمٍ يَّطْعَمُهٗٓ اِلَّآ اَنْ يَّكُوْنَ مَيْتَةً اَوْ دَمًا مَّسْفُوْحًا اَوْ لَحْمَ خِنْزِيْرٍ فَاِنَّهٗ رِجْسٌ اَوْ فِسْقًا اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَّلَا عَادٍ فَاِنَّ رَبَّكَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ١٤٥

“Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaKu, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi - karena Sesungguhnya semua itu kotor - atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam Keadaan terpaksa, sedang Dia tidak menginginkannya dan tidak (p**a) melampaui batas, Maka Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (Q.s. Al-An'am : 145)

نهى رسول الله عن أكل كل ذي ناب من السباع وعن كل ذي مخلب من الطير . رواه مسلم عن عباس .

“Rasulullah telah mencegah memakan semua yang mempunyai gigi taring dari binatang buas dan dari semua yang mempunyai cengkeram dari beruang". (H.R. Muslim dari Abbas)

Dari ayat dan hadits itu, Imam Malik berpendirian, “Semua makanan itu halal, kecuali empat ialah bangkai, darah yang mengalir, daging babi, dan hewan yang disembelih tidak dengan nama Allah. Adapun hadits yang melarang memakan binatang buas yang mempunyai gigi taring dan beruang yang mempunyai cengkeram, larangan itu tidak jatuh haram".

Imam Syafi'i berpendapat lain lagi: "Binatang buas yang mempunyai gigi taring dan beruang yang mempunyai cengkeram, itu haram juga karena ada hadits shahih yang menegaskan (melarangnya)".

Contoh kedua. Dikutip dari kitab,

رحمة الأمة في اختلاف الأمة .

Para Imam-imam berselisih pendapat dalam masalah debu yang sah untuk tayamum. Pendapat Imam Syafi'i dan Hambali, "Tanah yang suci atau pasir yang ada debunya". Pendapat Imam Hanafi, "Bumi dan semua bagiannya". Jadi sah juga tayamum dengan batu, meskipun tidak ada debunya. Pendapat Imam Maliki seperti Imam Hanafi, bahkan menambah: "Semua barang yang melekat dengan bumi, seperti pohon dan lain-lain, itupun sah juga untuk tayamum".

Demikian p**a para imam-imam itu berlainan pendapat dalam takbir shalat Ied (yang selain takbiratul ikhram). Pendapat Imam Hanafi, "Di raka'at pertama tiga kali dan raka'at keduapun tiga kali juga". Pendapat Imam Maliki dan Imam Hambali, "Pada raka'at pertama enam kali dan di raka'at kedua lima kali". Pendapat Imam Syafi'i, "Di raka'at pertama tujuh kali dan pada raka'at kedua lima kali". Cukuplah kiranya dengan contoh yang singkat ini, betapa luas persoalannya, untuk ini kami persilahkan melihat kitab "Rahmatul Ummah", "Bidayatul Mutahid", dan kitab fiqih menurut empat mazhab yang

ditulis oleh kump**an ulama-ulama Al-Azhar dan lain-lain.

Untuk menutup langkah yang kedua ini, kami berseru kepada Pemimpin-pemimpin, penganjur, dan muballigh Muhammadiyah pada umumnya, hendaklah selalu diingat dan memegang teguh langkah ini, dengan mempelajari dan memahami agama dengan seluas-luasnya (luas paham), akan tetapi harus dengan dan menurut syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh agama. Berikanlah buah paham itu kepada warga Muhammadiyah lainnya, agar merekapun dapat menjalankan agama tidak dengan kesempitan dan dapat p**a merasakan nikmat Allah Ta'ala.

Untuk ketertiban, agar jangan sampai mendatangkan perselisihan di dalam kalangan kita, maka sebelum buah paham itu disampaikan kepada umum, lebih dahulu supaya dimusyawarahkan di dalam lajnah atau Majelis Tarjih dan di dalam musyawarah itu, hendaklah langkah ini menjadi dasar. ( Bersambung )

Sumber : Manhaj gerakan Muhammadiyah, ideologi, khittah dan Langkah. Hal 415

┈┈┈◎❅❀❦🌹❦❀❅◎┈┈┈

Jika dirasa bermanfaat, jangan lupa dibagikan kepada yang lainnya.

Fanspage FB Kajianmuh :
https://www.facebook.com/kajianmuhammadiyah1

Instagram Kajianmuh :
https://www.instagram.com/kajian_muh

Telegram Kajianmuh:
https://t.me/Kajian_mu

Kajianmuh Channel :
https://m.youtube.com/channel/UC_P3rupgzC2ZHdNtEo5zh8g

Tiktok
tiktok.com/

Twitter
https://twitter.com/kajian_muh?t=l4OHMFVaI_Y-1Wx6ScTrhQ&s=09

Nashrun Minallahi Wafathun Qarieb

Menebarkan Islam sesuai dengan kepahaman Muhammadiyah

FUNGSI DAN TUGAS ORGANISASI OTONOM MUHAMMADIYAH1. Membentuk dan membina kader Persyarikatan. 2. Membina warga Muhammadiy...
31/10/2022

FUNGSI DAN TUGAS ORGANISASI OTONOM MUHAMMADIYAH

1. Membentuk dan membina kader Persyarikatan.

2. Membina warga Muhammadiyah dan membimbing kelompok masyarakat tertentu dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.

3. Mengembangkan Persyarikatan.

Sumber : Himpunan pedoman dan peraturan organisasi Muhammadiyah. Hal 328

┈┈┈◎❅❀❦🌹❦❀❅◎┈┈┈

Jika dirasa bermanfaat, jangan lupa dibagikan kepada yang lainnya.

Telegram
https://t.me/kalendermuhammadiyah

Instagram
https://www.instagram.com/kalendermuhammadiyah/

Nashrun Minallahi Wafathun Qarieb

┏━━━ KAJIAN SENIN PAGI ━━━┓🗓    5 Jumadil Akhir 1444 H🗓    31 Oktober 2022 M ┗━━━━━━━━━━┛ TAFSIR LANGKAH  MUHAMMADIYAH T...
31/10/2022

┏━━━ KAJIAN SENIN PAGI ━━━┓
🗓 5 Jumadil Akhir 1444 H
🗓 31 Oktober 2022 M
┗━━━━━━━━━━┛

TAFSIR LANGKAH MUHAMMADIYAH TAHUN 1938-1940. bagian 3

Langkah yang Kedua: Memperluas Faham Agama

سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا وَسَكِّنُوا وَلَا تُنَفِّرُوا

"Mudahkanlah dan jangan kamu mempersusahkan serta gembirakanlah dan jangan kamu membikin orang lari". (H.R. Bukhari dan Muslim dari Anas)

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيْءٍ مِنْ الدُّلْجَةِ
رواه البخاري عن ابي هريرة

"Sesungguhnya agama itu ringan dan tiada seseorang yang memberat-beratkan agama, melainkan ia dikalahkan oleh agama. Maka hendaklah kamu sekalian menjalankan agama itu dengan lurus, berdekat-dekat dan bergembiralah. Bermohonlah pertolongan pada waktu pagi dan sore dan sebagian dari waktu malam". (H.R. Bukhari dari Abi Hurairah)

Menilik dua buah hadits tersebut, jelaslah bahwa agama itu ringan. Dan keringanan agama Islam itu, disebabkan:

1. Hukum-hukum Islam itu dapat berubah-ubah dengan mengingat keadaan orang; dan

2. Agama Islam tidak mengikat faham.

Hukum-hukum Islam dapat berubah-ubah dengan mengingat keadaan orang. Untuk menjelaskan keterangan pasal itu, di sini perlu kami beri sekedar contoh-contohnya:

1. Agama Islam mewajibkan shalat dengan berdiri, tetapi bagi orang yang tidak kuasa berdiri, diperkenankan ia dengan duduk, bahkan kalau duduk saja ia tidak dapat, diperbolehkan ia shalat dengan berbaring.

2. Agama mewajibkan berwudlu' bagi orang yang akan shalat, tetapi di waktu tidak ada air atau sedang berhalangan memakai air karena sakit, diperbolehkan ia bertayamum.

3. Agama mewajibkan shalat Jum'at, tetapi di waktu ada halangan seperti sakit atau sedang turun hujan yang sangat lebat, boleh tidak pergi shalat Jum'at.

4. Agama mewajibkan puasa, tetapi bagi orang yang sedang sakit atau bepergian, diperbolehkan ia tidak puasa, hanya harus mengganti (qadla) pada hari yang lain.

5. Agama mewajibkan pergi haji, tetapi bagi orang yang tidak kuasa atau sedang tidak aman perjalanannya, diperbolehkan ia tidak menjalankan haji.

6. Dan lain-lain.

Agama Tidak Mengikat Paham

Kalau kita kembali kepada pokok-pokok agama Islam, ialah Al-Qur'an dan Hadits Nabi, kita akan menjumpai beberapa kalimat, diantaranya ada yang “mujmal" dan diantaranya ada p**a yang "musytarak", artinya kalimat yang boleh dipahami dengan macam-macam paham dan kalimat-kalimat yang mengandung dua arti, seperti kalimat "Laamastumunnisaa". Kalimat "Laamisa" dapat diartikan persentuhan biasa dan boleh juga diartikan bersetubuh menurut arti kinayah.

Perluasan paham di dalam agama itu, harus dengan syarat-syarat dan bahan-bahan yang telah ditetapkan di dalam agama. Sekali-kali tidak boleh orang memahami agama menurut hawa nafsu, kehendak hati sendiri.

Menurut keterangan ulama-ulama, maka perluasan paham yang dengan menurut syarat-syaratnya itu, suatu pemberian anugerah dari Allah. Oleh sebab itu, kita kaum "Muhammadiyah" harus mencari anugerah tersebut dan harus kita jalankan dengan seksama.

Hendaklah sama ingat, bahwa yang harus kita perluaskan itu "paham agama", bukan agama, karena agama itu sudah sempurna, tidak boleh diperluas dan tidak boleh p**a dipersempit.

Kalau kita amati orang yang menjalankan perintah agama dengan kes**aran dan kesempitan, sebenarnya kes**aran dan kesempitan itu tidak dari perintah agama, tetapi timbul dari dirinya sendiri, yang disebabkan dari sempitnya paham, sehingga ia tidak s**a menerima anugerah Allah Ta'ala tersebut di atas. Supaya jelas, di sini kami contohkan:

1. Agama melarang orang memakan bangkai dan semua binatang yang mati tidak disembelih dengan nama Allah (inipun bangkai hukumnya)

Bagi orang yang tidak sempit paham agamanya, perintah ini diterima dengan ringan. Umpama akan membeli daging. Kalau orang yang menjual itu bukan orang kafir dan biasa hewan itu disembelih, cukuplah daging itu dimakan dengan tidak ragu-ragu. Tetapi bagi orang yang dasarnya memang terbatas (membatasi dirinya sendiri), ia belum berani makan sebelum menyelidiki dengan beberapa pertanyaan. Disembelihkah hewan itu? Dengan menyebut nama Allah? Datang darimana? Dengan membeli atau mencuri? Dan lainlain dari segala macam hal sehingga akhirnya ia tidak jadi makan, takut karena syak yang ditimbulkan oleh keterbatasan dirinya itu.

Jika perintah agama itu kita terima dengan keterbatasan seperti di atas, tentulah kita tidak bisa hidup. Umpama: kita merasa lapar, kebetulan ada orang berjualan nasi dan sate kambing. Kita belum dapat makan sebelum menyelidiki dengan beberapa pertanyaan terlebih dahulu. Daging apakah sate itu? Hewannya datang darimana? Adakah dengan disembelih? Siapa yang menyembelih? Orang Islamkah yang menyembelih? Bagaimana cara menyembelihnya? Dan dengan apa? Adakah kambing ini 100% turunan kambing, tidak kecampuran turunan babi? Bagaimana cara waktu jual belinya kambing itu? Dan lain sebagainya.

Dengan jawaban dari penjual sate itu, tentu belum memuaskan hatinya. Banyak yang belum dapat menghilangkan keragu-raguannya. Seperti pertanyaan, "Adakah kambing itu seratus persen turunan kambing?" Ini baru penyelidikan kepada sate, belum nasinya, belum lauk pauknya, belum bumbu-bumbunya, belum cara memasaknya, belum airnya itu suci atau najis, belum..... lain-lainnya. ( Bersambung )

Sumber : Manhaj gerakan Muhammadiyah, ideologi, khittah dan Langkah. Hal 412

┈┈┈◎❅❀❦🌹❦❀❅◎┈┈┈

Jika dirasa bermanfaat, jangan lupa dibagikan kepada yang lainnya.

Fanspage FB Kajianmuh :
https://www.facebook.com/kajianmuhammadiyah1

Instagram Kajianmuh :
https://www.instagram.com/kajian_muh

Telegram Kajianmuh:
https://t.me/Kajian_mu

Kajianmuh Channel :
https://m.youtube.com/channel/UC_P3rupgzC2ZHdNtEo5zh8g

Tiktok
tiktok.com/

Twitter
https://twitter.com/kajian_muh?t=l4OHMFVaI_Y-1Wx6ScTrhQ&s=09

Nashrun Minallahi Wafathun Qarieb

Menebarkan Islam sesuai dengan kepahaman Muhammadiyah

BOLEH BERPRINSIP ASAL JANGAN FANATIK"Kita itu boleh punya prinsip, asal jangan fanatik, karna fanatik itu suatu ciri dar...
30/10/2022

BOLEH BERPRINSIP ASAL JANGAN FANATIK

"Kita itu boleh punya prinsip, asal jangan fanatik, karna fanatik itu suatu ciri dari orang bodoh, Dan sebagai orang Islam , kita harus tunjukan kalau kita dapat bekerja sama dengan siapapun, asalkan 'lakum dinukum wallyadin, untukmu agamamu, untukku agamaku. " ( KH Ahmad Dahlan )

┈┈┈◎❅❀❦🌹❦❀❅◎┈┈┈

Jika dirasa bermanfaat, jangan lupa dibagikan kepada yang lainnya.

Telegram
https://t.me/kalendermuhammadiyah

Instagram
https://www.instagram.com/kalendermuhammadiyah/

Nashrun Minallahi Wafathun Qarieb

DIDUNIA HANYA ADA TIGA HARI SAJAApakah kamu tak mendengar nasehat Nabi Isa bin Maryam Alaihis Salam?Bahwa di dunia hanya...
28/10/2022

DIDUNIA HANYA ADA TIGA HARI SAJA

Apakah kamu tak mendengar nasehat Nabi Isa bin Maryam Alaihis Salam?

Bahwa di dunia hanya ada tiga hari.

1. Kemarin, yaitu sesuatu yang hilang dari tanganmu.

2. Esok, yaitu sesuatu yang bisa kamu dapatkan atau tidak.

3. Hari ini. Itulah kamu yang ada didalamnya. Maka manfaatkanlah..

┈┈┈◎❅❀❦🌹❦❀❅◎┈┈┈

Semoga bermanfaat.

Al-QUR'AN SEBAGAI PETUNJUK DAN RAHMATوَمَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ اِلَّا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِى اخْتَلَفُوْ...
23/10/2022

Al-QUR'AN SEBAGAI PETUNJUK DAN RAHMAT

وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ اِلَّا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِى اخْتَلَفُوْا فِيْهِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ ٦٤

Kami tidak menurunkan Kitab (Al-Qur’an) ini kepadamu (Nabi Muhammad), kecuali agar engkau menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan serta menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

Tafsir Wajiz

Kami mengutus para rasul untuk menjelaskan hukum-hukum Allah kepada kaum masing-masing, memberi mereka ketenangan batin, dan menyelesaikan perselisihan di antara mereka. Dan Kami tidak menurunkan Kitab Al-Qur’an ini kepadamu, wahai Nabi Muhammad, melainkan agar engkau dapat menjelaskan kepada mereka (umatmu) apa yang mereka perselisihkan dalam hal agama, sehingga mereka dapat membedakan perkara yang benar dan yang salah. Kami menurunkan Al-Qur’an dengan tujuan tersebut serta menjadi petunjuk dan penuntun bagi manusia menuju jalan yang benar, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang sudah dan hendak

┈┈┈◎❅❀❦🌹❦❀❅◎┈┈┈

Jika dirasa bermanfaat, jangan lupa dibagikan kepada yang lainnya.

Telegram
https://t.me/kalendermuhammadiyah

Instagram
https://www.instagram.com/kalendermuhammadiyah/

Nashrun Minallahi Wafathun Qarieb

PEREMPUAN TERBAIKأَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ...
22/10/2022

PEREMPUAN TERBAIK

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Ibnu 'Ajlan dari Sa'id Al Maqburi dari
Abu Hurairah, ia berkata, dikatakan kepada Rasulullah ﷺ; siapakah wanita yang paling baik? Beliau menjawab, " Yang paling menyenangkannya jika dilihat suaminya, dan mentaatinya jika ia memerintahkannya dan tidak menyelisihinya dalam diri dan hartanya dengan apa yang dibenci suaminya." ( HR. Nasa'i )

┈┈┈◎❅❀❦🌹❦❀❅◎┈┈┈

Jika dirasa bermanfaat, jangan lupa dibagikan kepada yang lainnya.

Telegram
https://t.me/kalendermuhammadiyah

Instagram
https://www.instagram.com/kalendermuhammadiyah/

Nashrun Minallahi Wafathun Qarieb

Address

Bandung

Opening Hours

Monday 09:00 - 14:00
Tuesday 09:00 - 14:00
Wednesday 09:00 - 14:00
Thursday 09:00 - 14:00
Friday 09:00 - 12:00
Saturday 09:00 - 12:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Simpatisanmu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Simpatisanmu:

Shortcuts

Share