30/05/2025
Cileunyi, 16 Mei 2025 — Universitas Nasional Pasim (Unas Pasim) terus memperluas jaringan kemitraan strategisnya, kali ini dengan menjajaki kerja sama bersama Pondok Pesantren At-Tamim dalam upaya membuka peluang karier internasional bagi para alumninya. Pertemuan berlangsung pada Jumat, 16 Mei 2025, bertempat di Pondok Pesantren At-Tamim, Jalan Villa Bandung Indah No. 79, Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung.
Dalam kegiatan silaturahmi dan penjajakan kerja sama tersebut, Unas Pasim diwakili langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Desfitriady, bersama Dekan Fakultas Teknik sekaligus Penanggung Jawab Program Pasim Go International, Sjamsuridjal. Sementara itu, pihak Pondok Pesantren At-Tamim dihadiri oleh pimpinan pondok, Umar Taslim atau yang akrab disapa Buya,didampingi pengurus lainnya yaitu Hendra Setiawan, Nasrun serta ditemani santri pondok.
Fokus kerja sama ini adalah memberikan peluang bagi para lulusan Pondok Pesantren At-Tamim yang berminat untuk berkarier di luar negeri, khususnya di Jepang. Buya menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan pentingnya membuka cakrawala baru bagi para alumni pesantren. “Saya sangat mengapresiasi langkah Unas Pasim. Saya mengharapkan bahwa alumni pondok juga bisa berkiprah di dunia internasional, tidak hanya terbatas pada peran keagamaan. Stigma bahwa lulusan pesantren hanya akan menjadi pendakwah perlu diubah,” ujar Buya.
Wakil Rektor Unas Pasim, Desfitriady, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dan visi terbuka dari pimpinan Pondok Pesantren At-Tamim. “Kami melihat potensi besar dari para alumni pesantren, terlebih jika dipadukan dengan pelatihan keterampilan dan penguasaan bahasa. Sinergi antara ilmu agama dan ilmu dunia akan mencetak pribadi yang unggul secara komprehensif, baik untuk dunia maupun akhirat,” jelasnya.
Sjamsuridjal sebagai PIC program Pasim Go International menegaskan bahwa Unas Pasim siap memfasilitasi pelatihan, pembekalan, dan pemberangkatan bagi alumni pesantren untuk bekerja di Jepang. “Kami mengirim tenaga kerja yang memiliki keahlian spesifik atau khusus. Kuncinya adalah keterampilan dan penguasaan bahasa Jepang minimal sertifikat N4. Dan yang penting, kami menerapkan prinsip no success no pay, artinya tidak ada biaya di awal. Peserta hanya akan membayar ketika sudah bekerja dan menerima gaji di Jepang,” tegas Sjamsuridjal.
Melalui kerja sama ini, Unas Pasim berharap dapat berkontribusi dalam pengentasan pengangguran serta memberdayakan alumni pesantren agar mampu bersaing dan sukses secara global. Ini merupakan wujud nyata dari komitmen Unas Pasim dalam mencetak SDM unggul yang tidak hanya siap bersaing di dalam negeri, tetapi juga di panggung internasional. (Dry 28052025
Go Internasional