GBI Pasir Koja 39 Bandung

GBI Pasir Koja 39 Bandung Sarana Informasi dan komunikasi GBI Pasikoja 39

Filipi 1:21. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.Hidup dalam misi dengan tujuan Tuhan adalah k...
04/10/2026

Filipi 1:21. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Hidup dalam misi dengan tujuan Tuhan adalah kehidupan yang membuat kita tidak nyaman karena dalam pemberitaan firman, penderitaan pasti datang. Misi kita sangat jelas; kita tidak bisa terus bersembunyi. Kenyataannya, kita tidak memiliki banyak waktu. Banyak orang menunda-nunda untuk bertobat atas nama ‘proses’.

“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” Ketika kita menjadikan hidup sebagai sebuah misi, melakukan bagian kita akan menghasilkan buah, yaitu jiwa-jiwa. Pemberitaan firman tidak harus dimulai dari jemaat yang besar. Semua dapat dimulai dari perkumpulan beberapa orang yang membahas firman bersama. Dari sana, dampaknya dapat menjadi begitu besar ketika satu orang membagikan firman kepada satu orang lainnya, kemudian orang tersebut membagikannya lagi kepada orang lain, dan terus berlanjut.

Yohanes 4:34 mengajarkan, bahwa hidup yang sukses di dalam Kristus adalah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Sering kali manusia memandang kesuksesan dengan ukuran dunia. Namun, kesuksesan dalam Kristus adalah tentang ketaatan kita melakukan kehendak-Nya. Sebagai orang percaya, merupakan kewajiban kita untuk melakukan penginjilan dan menyerahkan kehidupan kita sepenuhnya untuk misi. Tuhan sendiri yang akan memampukan kita.

Misi bukan hanya tentang pengajaran, tetapi juga tentang memberikan teladan. Kita harus menghidupi perintah itu terlebih dahulu sebelum dapat mengajarkannya. Setiap kita pasti merindukan penyertaan Tuhan, tetapi hanya sedikit yang sungguh-sungguh menghargai hadirat-Nya.

Hidup dalam misi memang melelahkan, tetapi semua itu sepadan dengan apa yang akan kita terima dari Tuhan.

Doa: “Bapa, hidup dalam panggilan-Mu tidaklah mudah, tetapi sungguh indah. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”



Memasuki bulan Oktober 2026 dengan thema Misi. Mari kita hadir untuk memiliki hati yang mengasihi jiwa-jiwa dan terus me...
03/10/2026

Memasuki bulan Oktober 2026 dengan thema Misi. Mari kita hadir untuk memiliki hati yang mengasihi jiwa-jiwa dan terus memberitakan Injil kepada semua orang. Mengundang seluruh jemaat untuk beribadah bersama:

di ibadah raya Minggu, 4 Oktober 2026
thema: “Jiwa Terdekat”

- Kopo Mas Regency, Ruko no 19 J, aula lt. 4, Bandung
Cab. Kopo Mas - Pk. 08.30
Pembicara: Pdt. Daniel Cecep

- Ged. Twin Tulipware, Jl Jend. Amir Machmud no. 263
Cab. SCC - Pk. 16.00
Pembicara: Dedy Gunawan Dedy

See you and happy sunday!
God bless all 🙏

Memasuki bulan Oktober 2026 dengan thema Misi. Mari kita hadir untuk memiliki hati yang mengasihi jiwa-jiwa dan terus me...
03/10/2026

Memasuki bulan Oktober 2026 dengan thema Misi. Mari kita hadir untuk memiliki hati yang mengasihi jiwa-jiwa dan terus memberitakan Injil kepada semua orang. Mengundang seluruh jemaat untuk beribadah bersama:

di ibadah raya Minggu, 4 Oktober 2026
thema: “Jiwa Terdekat”

- Jl. Pasir Koja no 39, Bandung
KU 1 - Pk 07.00
Pembicara: Agustine Siahaan Agustina Siahaan

KU 2 - Pk 09.00
Pembicara: Pdt. Simon Irianto, Dipl. Text. simonirianto

KU 3 - Pk 16.00
Pembicara: Pdt. Dr. A. L. Jantje Haans jantje haans

See you and happy sunday!
God bless all 🙏

Memasuki bulan Oktober 2026 dengan thema Misi. Mari kita hadir untuk memiliki hati yang mengasihi jiwa-jiwa dan terus me...
03/10/2026

Memasuki bulan Oktober 2026 dengan thema Misi. Mari kita hadir untuk memiliki hati yang mengasihi jiwa-jiwa dan terus memberitakan Injil kepada semua orang. Mengundang seluruh jemaat untuk beribadah bersama:

di ibadah raya Minggu, 4 Oktober 2026
thema: “Jiwa Terdekat”

- Jl. Taman Mimosa no 11, Bandung
Cab. Taman Mimosa - Pk. 09.00
Pembicara: Bhernadethe Siregar Adeth Siregar

Cab. Bandung Selatan - Pk. 15.00
Pembicara: Tuti Lopies Tuti Lopies

IBADAH LINK SUNDAY SERVICE - Pk.11.00
Pembicara: Pdp. dr. Ronny Lesmana Ronny dr

See you and happy sunday!
God bless all 🙏

1 Timotius 5:8. Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu mur...
03/10/2026

1 Timotius 5:8. Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.

Melalui 1 Timotius 5:8, Paulus mengingatkan bahwa iman kepada Tuhan bukan hanya terlihat dari bagaimana kita beribadah, tetapi juga dari bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang Tuhan tempatkan paling dekat dengan kita.

Kadang kita berpikir bahwa tanggung jawab rohani hanya berkaitan dengan pelayanan di gereja. Padahal, salah satu pelayanan yang paling penting adalah melayani dan mengasihi keluarga kita sendiri. Rumah adalah tempat pertama di mana kasih Kristus seharusnya terlihat.

Pelayanan kepada Tuhan tidak seharusnya membuat kita mengabaikan orang-orang yang Tuhan percayakan kepada kita. Keluarga bukan penghalang pelayanan.

Keluarga juga merupakan ladang pelayanan.
Mungkin Tuhan tidak selalu meminta kita melakukan sesuatu yang besar. Kadang Tuhan hanya meminta kita hadir.

Hadir ketika pasangan sedang lelah. Hadir ketika anak membutuhkan perhatian. Hadir ketika orang tua membutuhkan pertolongan. Hadir ketika saudara sedang mengalami kesulitan. Hal-hal sederhana tersebut dapat menjadi bentuk kasih yang sangat besar.

Mengasihi keluarga bukan berarti keluarga kita sempurna. Mengasihi berarti kita memilih untuk tetap melakukan bagian kita dalam kasih Tuhan. Kadang kita menunggu orang lain berubah terlebih dahulu. Namun, Tuhan mungkin sedang mengajarkan kita untuk memulai perubahan dari diri sendiri.

Doa: “Tuhan Yesus, pakailah kami menjadi alat-Mu bagi orang-orang terdekat kami. Amin.”



“WORSHIP IN THE STORM”Di Ibadah Cab. Taman MimosaMinggu, 20 September 2026, pk 09.00by Elisabeth SaragihRingkasan khotba...
02/10/2026

“WORSHIP IN THE STORM”
Di Ibadah Cab. Taman Mimosa
Minggu, 20 September 2026, pk 09.00
by Elisabeth Saragih

Ringkasan khotbah bisa dislide langsung dan dapat dishare. Semoga dapat menjadi berkat bagi kita semua.





Mazmur 133:1. Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan ...
02/10/2026

Mazmur 133:1. Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

Sering kali kita begitu sibuk memerhatikan orang-orang di luar sana, melayani banyak orang, menolong sesama, bahkan berusaha menjadi berkat bagi banyak jiwa. Namun, tanpa disadari, ada jiwa-jiwa yang Tuhan tempatkan sangat dekat dengan kita yang justru sering terabaikan.

Mereka adalah keluarga kita: pasangan hidup, anak-anak, orang tua, saudara, dan orang-orang yang setiap hari Tuhan izinkan hadir dalam kehidupan kita. Tema Jiwa Terdekat mengingatkan kita, bahwa pelayanan dan kasih kepada Tuhan juga harus nyata melalui cara kita memperlakukan orang-orang terdekat, yaitu dengan penuh kasih.

Jangan sampai kita sibuk memenangkan jiwa di luar, tetapi kehilangan hati dan hubungan dengan jiwa-jiwa yang Tuhan percayakan di rumah kita.

Firman Tuhan mengajarkan, bahwa memelihara keluarga merupakan bagian penting dari kehidupan iman. Terkadang kita berpikir bahwa melayani Tuhan hanya berkaitan dengan kegiatan gereja, pelayanan musik, doa, atau aktivitas rohani lainnya. Padahal, bagaimana kita mengasihi keluarga juga merupakan bagian dari kesaksian iman kita.

Orang-orang yang berada di dekat kita, yaitu: keluarga, teman dekat, maupun rekan bisnis, bukan sekadar orang-orang yang kebetulan hadir dalam kehidupan kita. Mereka adalah pribadi-pribadi yang Tuhan percayakan untuk kita kasihi, doakan, bimbing, dan pelihara.

Jangan menunggu kehilangan untuk menyadari betapa berharganya jiwa-jiwa yang ada di dekat kita. Pelayanan yang sejati dimulai dari hati yang mengasihi, dan kasih itu pertama-tama harus nyata dalam kehidupan kita sehari-hari.

Doa: “Biarlah keluarga kami menjadi tempat di mana kasih-Mu nyata, damai sejahtera-Mu hadir, dan nama-Mu dimuliakan. Amin.”



Mazmur 126:5. Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.Kita hidup dalam d...
01/10/2026

Mazmur 126:5. Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.

Kita hidup dalam dunia yang membuat kita mudah mengetahui banyak hal, tetapi tidak selalu membuat kita peduli. Kita melihat begitu banyak orang di media sosial, mendengar begitu banyak cerita, dan mengetahui berbagai pergumulan manusia. Namun, apakah hati kita masih tergerak ketika melihat jiwa yang jauh dari Kristus?

Alkitab menunjukkan, bahwa misi lahir dari hati yang peduli. Ketika Yesus mendekati Yerusalem dan melihat kota itu, Ia menangisinya. Air mata Yesus menunjukkan, bahwa keselamatan manusia bukan sekadar sebuah doktrin atau program gereja. Jiwa manusia memiliki nilai yang sangat besar di hadapan Allah.

Paulus bahkan berkata, bahwa ia memiliki dukacita dan kesedihan yang sangat dalam karena bangsanya belum menerima keselamatan dalam Kristus. Hatinya tidak menjadi dingin terhadap mereka. Ia membawa mereka dalam doa, kasih, dan kerinduannya kepada Tuhan.

Air mata berbicara tentang hati yang peduli. Ketika kita mulai melihat teman, keluarga, tetangga, rekan kerja, atau generasi muda bukan hanya sebagai orang yang harus kita ajak ke gereja, tetapi sebagai jiwa yang dikasihi Tuhan, maka misi menjadi sesuatu yang personal.

Mungkin hari ini Tuhan sedang mengingatkan kita kepada satu nama. Seseorang yang belum mengenal Yesus. Seseorang yang sedang jauh dari Tuhan. Seseorang yang selama ini hanya kita lihat dari balik layar. Sebut namanya dalam doa.

Biarlah air mata kita menjadi doa, doa menjadi tindakan, dan tindakan menjadi kesaksian. Kita tidak tahu kapan benih yang kita taburkan akan bertumbuh. Tetapi kita tahu satu hal: tidak ada air mata yang sia-sia ketika kita menangis bersama hati Tuhan bagi jiwa-jiwa. Mari kembali memiliki air mata bagi jiwa-jiwa.

Doa: “Tuhan Yesus, ampuni kami ketika kami terlalu sibuk dengan kehidupan kami sendiri sehingga tidak lagi peduli kepada mereka yang belum mengenal-Mu. Amin.”



Ayub 20:5. …bahwa sorak-sorai orang fasik hanya sebentar saja, dan sukacita orang durhaka hanya sekejap mata?Zofar, saha...
30/09/2026

Ayub 20:5. …bahwa sorak-sorai orang fasik hanya sebentar saja, dan sukacita orang durhaka hanya sekejap mata?

Zofar, sahabat Ayub yang ketiga, kembali menyerang dengan semangat penghakiman. Dalam pidatonya yang penuh amarah, ia melukiskan dengan gamblang nasib mengerikan orang fasik. Kemegahan mereka lenyap, harta mereka dimuntahkan, dan kegelapan menanti mereka. Meskipun niat Zofar adalah untuk menuduh Ayub, perkataannya mengandung kebenaran universal yang penting, bahwa kejayaan orang fasik tidak pernah kekal. Sorak-sorai mereka hanya sebentar, sukacita mereka hanya sekejap mata, seperti embun pagi yang menguap saat matahari terbit.

Kita hidup di dunia yang terus-menerus memamerkan kesuksesan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Media sosial penuh dengan kemewahan, popularitas, dan pencapaian mereka yang terlihat bahagia dan diberkati. Sering kali hati kita bergumam iri, bertanya, “Mengapa mereka yang tidak takut Tuhan hidup makmur, sementara saya yang berusaha setia justru bergumul?” Firman hari ini mengingatkan kita untuk tidak tertipu oleh penampilan. Kedewasaan rohani adalah kemampuan untuk melihat melampaui realitas kasat mata dan percaya, bahwa keadilan Allah pasti ditegakkan, mungkin bukan sekarang, tetapi pada waktu-Nya yang sempurna.

Lebih dalam lagi, kita dipanggil untuk tidak hidup seperti orang fasik yang mengejar kenikmatan sesaat dengan mengorbankan kekekalan. Kebahagiaan sejati tidak ditemukan dalam harta, jabatan, atau pujian manusia, tetapi dalam persekutuan dengan Kristus.

Apakah Anda iri pada mereka yang tidak takut Tuhan tetapi sukses? Serahkan rasa iri itu kepada Tuhan dan fokuslah pada kesetiaan Anda sendiri. Gunakan waktu dan sumber daya Anda untuk investasi kekal, seperti mengasihi keluarga, melayani jemaat, memberi kepada yang miskin dan bukan untuk menumpuk harta yang akan dimakan ngengat. Percayalah bahwa Tuhan melihat semua perjuangan Anda dan akan memberi upah pada waktunya, sekalipun Anda tidak melihatnya hari ini.

Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, ajari aku untuk menghargai apa yang kekal. Amin.”



Ayub 19:25. Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.Ayub 19 adalah salah satu puncak...
29/09/2026

Ayub 19:25. Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.

Ayub 19 adalah salah satu puncak iman dalam seluruh Alkitab. Di tengah penderitaan yang tak terperikan, dikucilkan oleh sahabat, dianggap asing oleh keluarganya, bahkan anak-anak membencinya. Ayub melontarkan deklarasi iman yang mengguncang sorg. Ia berkata dengan pasti, “Aku tahu: Penebusku hidup.” Pengetahuan ini bukan hasil logika atau pengalaman indrawi, melainkan buah dari pergumulan iman yang dalam. Di titik tergelap, ketika semua manusia meninggalkannya, Ayub justru melihat terang dari tempat yang tak terduga. Ia yakin ada Penebus yang hidup, yang akan membela kebenarannya dan bangkit di atas debu.

Kata “Penebus” (Ibrani: Go’el) merujuk pada kerabat terdekat yang berhak menebus hak milik dan membela kehormatan keluarga. Ayub menyatakan, bahwa Allah sendiri adalah Go’el-nya, Pembela dan Penebusnya. Ini adalah nubuatan tentang Kristus berabad-abad sebelum kelahiran-Nya. Yesus adalah penggenapan sempurna. Ia adalah Penebus kita yang hidup, yang bangkit dari antara orang mati, dan kini duduk di sebelah kanan Bapa untuk menjadi Pengantara kita. Karena Kristus hidup, penderitaan kita tidak pernah sia-sia dan kematian bukanlah akhir. Iman dewasa tidak bergantung pada situasi yang baik, tetapi pada fakta bahwa Penebus kita hidup dan suatu hari kita akan melihat-Nya dengan mata kepala sendiri.

Saat semua orang meninggalkan Anda, ketika reputasi hancur, dan ketika doa terasa hampa, berpeganglah pada keyakinan bahwa Kristus adalah Penebus Anda yang hidup. Dia melihat, Dia peduli, dan Dia akan membela Anda. Karena Penebus hidup, Anda dapat menghadapi setiap musibah dengan ketenangan. Hadirlah bagi mereka yang dikucilkan, belalah mereka yang tidak punya suara, dan tunjukkan kasih Kristus yang nyata.

Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, biarlah pengharapan kebangkitan memberanikan aku untuk tetap setia sampai akhir. Amin.”



Address

Jalan Pasir Koja No. 39
Bandung
40242

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GBI Pasir Koja 39 Bandung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to GBI Pasir Koja 39 Bandung:

Shortcuts

Share

Category