GBI Pasir Koja 39 Bandung

GBI Pasir Koja 39 Bandung Sarana Informasi dan komunikasi GBI Pasikoja 39

Berikut list kegiatan gereja sepanjang minggu ini bisa langsung dislide ke kiri : - IBADAH WBISelasa, 5 Mei 2026, pk 09....
03/05/2026

Berikut list kegiatan gereja sepanjang minggu ini bisa langsung dislide ke kiri :

- IBADAH WBI
Selasa, 5 Mei 2026, pk 09.00
Jl. Pasir Koja no 39
“Dipimpin Roh atau Dikuasai Ego”
Pembicara: Ps. Hanna Leonawati

- DOA PUASA
Jumat, 8 Mei 2026, pk 10.00
Jl. Pasir Koja no 39
Pembicara: Noora Kartika, Konselor

- DOA PENGERJA GABUNGAN
Sabtu, 9 Mei 2026, pk 18.00
Jl. Pasir Koja no 39
Dipimpin: Pdp. Reinhard A. P. Siagian

Lukas 14:11. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggik...
03/05/2026

Lukas 14:11. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Kerendahan hati Kepala Sekolah Cairns begitu luar biasa, begitu terkenal di dunia pendidikan. Ia tidak mau masuk ruangan lebih dahulu. Ia akan mundur dan berkata, “Tidak, Anda masuk lebih dahulu dan saya akan menyusul,” walaupun ia begitu terkenal dan dihormati orang banyak.

Pada suatu peristiwa, ketika ia akan naik ke panggung, para hadirin yang mengenali dirinya mulai bertepuk tangan. karena terkejut, ia berbalik, menoleh dan turun lagi, lalu meminta orang di belakangnya untuk naik lebih dahulu. Ia malah ikut bertepuk tangan untuk orang yang tadi berjalan di belakangnya sebab ia mengira tepuk tangan tadi ditujukan kepada orang itu. Itu bukan kerendahan hati pura-pura. Itu adalah kerendahan hati yang sejati. Ia tidak pernah mengira, bahwa orang akan bertepuk tangan baginya. (William Barclay - The Gospel of Luke)

Tentu saja kerendahan hati seperti ini mengesankan banyak orang dan menimbulkan rasa hormat yang lebih tinggi terhadapnya. Ketika kita senang berpikir bahwa kita besar dan penting, maka hal ini akan sangat memalukan jika mengetahui, bahwa kita tidaklah sebesar dan sepenting itu. Tetapi jika kita cukup rendah hati untuk membiarkan orang lain memperoleh tepuk tangan dan perhatian, maka kita mungkin akan terkejut melihat betapa banyak orang yang menghargai dan menghormati kita.

Semua hanya untuk kemuliaan Nama-Nya, Tuhan Yesus.

Doa: “Tuhan Yesus, kami sadar bahwa hanya Engkau yang layak menerima kemuliaan. Amin.”



Memasuki bulan Mei 2026, Roh Kudus menjadi thema kita di bulan ini. Mari kita hadir untuk beribadah, untuk memiliki keha...
02/05/2026

Memasuki bulan Mei 2026, Roh Kudus menjadi thema kita di bulan ini. Mari kita hadir untuk beribadah, untuk memiliki kehausan dan kekuatan dari Roh Kudus yang menghasilkan buah. Mengundang seluruh jemaat untuk menerima berkat Firman Tuhan:

di ibadah raya Minggu, 3 Mei 2026
thema: “Be and Stay Humble”

- Jl. Pasir Koja no 39, Bandung
KU 1 - Pk 07.00
KU 2 - Pk 09.00
Pembicara: Pdt. Dr. Rebekka LZ, MA

KU 3 - Pk. 16.00
Pembicara: Pdm. N. Tonny Saputra

See you and happy sunday!
God bless all 🙏

Matius 5:3. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.Kata “miskin”...
02/05/2026

Matius 5:3. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Kata “miskin” di sini berasal dari bahasa Yunani ptōchos, yang menggambarkan seseorang yang sepenuhnya bergantung pada belas kasihan orang lain. Dalam konteks rohani, ini menunjuk pada sikap hati yang sadar, bahwa kita tidak memiliki apa-apa tanpa Tuhan dan sangat membutuhkan anugerah-Nya.

Ayat ini mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati ditemukan dalam kerendahan. Ini bukan tentang kekurangan materi, melainkan tentang hati yang hancur dan terbuka menerima kasih karunia Allah.

Dunia sering mengukur kebahagiaan dari apa yang dimiliki: uang, jabatan, pop**aritas, atau kemewahan. Semakin banyak yang dimiliki, semakin dianggap bahagia. Namun, Yesus justru membuka khotbah-Nya di bukit dengan pernyataan yang membalikkan cara pandang tersebut: berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah.

“Miskin di hadapan Allah” adalah sikap hati yang menyadari bahwa:

• Kita terbatas, berdosa, dan tidak mampu menyelamatkan diri sendiri.

• Tanpa Tuhan, kita bukan siapa-siapa dan tidak dapat berbuat apa-apa.

• Kita berhenti mengandalkan kekuatan, kepintaran, atau harta, dan memilih bersandar sepenuhnya pada anugerah Tuhan.

Kerendahan hati bukan berarti merendahkan diri secara palsu, tetapi menempatkan Tuhan pada posisi yang seharusnya, yaitu: sebagai Raja atas hidup kita. Dari situlah lahir hidup yang benar, bergantung, dan berkenan kepada-Nya.

Doa: “Tuhan, terima kasih untuk firman-Mu. Ajarku untuk hidup dalam kerendahan hati, menyadari bahwa tanpa Engkau aku tidak dapat berbuat apa-apa. Amin.”



1 Korintus 12:11. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-t...
01/05/2026

1 Korintus 12:11. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

Sering kali kita lebih tertarik pada “hasil” atau kuasa yang terlihat, daripada mengenal Pribadi yang memberi kuasa itu sendiri, yaitu Roh Kudus. Kita perlu berhati-hati, karena tidak semua hal yang tampak “besar” berasal dari Roh Kudus. Iblis pun dapat menampilkan hal-hal yang luar biasa. Karena itu, penting bagi kita untuk memahami ciri-ciri pekerjaan Roh Kudus: tidak menimbulkan perselisihan, tidak melahirkan kesombongan, dan tidak berpusat pada diri sendiri.

Kuasa Roh Kudus bekerja untuk membangun, menguatkan satu dengan yang lain, menumbuhkan kasih, dan menciptakan ketertiban. Ia mengubah kehidupan dari orang yang dibenarkan Allah menjadi saksi Kristus.

Firman Tuhan mengajarkan, bahwa ada berbagai macam karunia Roh, tetapi semuanya berasal dari satu Roh yang sama. Ada bermacam-macam pelayanan, tetapi kita melayani Tuhan yang sama. Ada p**a berbagai perbuatan ajaib, namun semuanya dikerjakan oleh satu Allah yang memberikan kemampuan kepada setiap orang.

Karena itu, tidak perlu iri terhadap karunia orang lain. Setiap karunia diberikan sesuai dengan kehendak Bapa kepada masing-masing pribadi. Roh-Nya satu, tetapi ketika bekerja melalui orang yang berbeda, hasilnya bisa beragam. Meski demikian, semuanya tetap bertujuan untuk memuliakan Tuhan.

Kita dipanggil untuk aktif mengelola setiap karunia yang telah dipercayakan kepada kita, agar menghasilkan buah Roh yang dapat dirasakan dan dinikmati oleh orang lain.
Lebih dari itu, mari kita merindukan Pribadi Roh Kudus, bukan hanya kuasa-Nya, karena dari hubungan yang benar dengan-Nya, segala sesuatu akan mengalir dengan benar.

Doa: “Roh Kudus, kami rindu selalu dipenuhi dan dipimpin oleh Roh-Mu, agar semakin hari kami semakin mengenal-Mu. Amin.”



Ester 10:3. Karena Mordekhai, orang Yahudi itu, menjadi orang kedua di bawah raja Ahasyweros, dan ia dihormati oleh oran...
30/04/2026

Ester 10:3. Karena Mordekhai, orang Yahudi itu, menjadi orang kedua di bawah raja Ahasyweros, dan ia dihormati oleh orang Yahudi serta disukai oleh banyak sanak saudaranya, sebab ia mengikhtiarkan yang baik bagi bangsanya dan berbicara untuk keselamatan bagi semua orang sebangsanya.

Kepemimpinan sejati tidak dimulai dari posisi, tetapi dari karakter. Mordekhai telah menunjukkan integritas dan kesetiaan dalam hal-hal kecil sebelum ia diangkat. Karakter yang dibangun secara konsisten tidak pernah sia-sia. Saat kesempatan memimpin datang, kita sudah siap menggunakannya untuk tujuan yang benar.

Ketika seseorang memandang kepemimpinan sebagai kesempatan untuk melayani, pengaruhnya akan membawa berkat bagi banyak orang. Kita bisa memperjuangkan keadilan di tempat kerja, membantu mereka yang membutuhkan, atau menggunakan sumber daya yang kita miliki untuk membangun kehidupan orang lain.

Kita juga dipanggil untuk menjadi pembawa damai. Hal ini bisa kita wujudkan melalui cara kita berbicara, mengambil keputusan, dan memperlakukan orang lain. Ketika seseorang menggunakan pengaruhnya untuk membangun perdamaian, ia mencerminkan karakter Allah yang menghendaki pemulihan bagi umat manusia.

Kita bisa menerapkan nilai-nilai kepemimpinan sejati dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari hal-hal kecil, seperti datang tepat waktu dan menyelesaikan tugas dengan baik, kita menunjukkan integritas dan kesetiaan.

Gunakan pengaruh kita untuk melayani orang lain, seperti membantu rekan kerja yang kesulitan atau mendengarkan masalah teman. Perjuangkan keadilan di tempat kerja atau komunitas, dan jadilah pembawa damai dalam relasi dengan memaafkan orang lain dan berbicara dengan sopan.

Fokus pada kasih dan pelayanan, seperti membantu orang lain tanpa mengharapkan balasan. Dengan begitu, kita mencerminkan karakter Allah dan menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar.

Doa: “Bapa, ajar kami untuk menggunakan setiap kesempatan dan pengaruh yang Engkau berikan dengan benar. Kiranya hidup kami memuliakan nama-Mu dan membawa berkat bagi banyak orang. Amin.”



“PERCAYA PADA YESUS”Di Ibadah KU-1 & KU-2Minggu, 19 April 2026 pk 07.00 & 09.00by Elizabeth SaragihRingkasan khotbah bis...
29/04/2026

“PERCAYA PADA YESUS”
Di Ibadah KU-1 & KU-2
Minggu, 19 April 2026 pk 07.00 & 09.00
by Elizabeth Saragih

Ringkasan khotbah bisa dislide langsung dan dapat dishare. Semoga dapat menjadi berkat bagi kita semua.





Kejadian 13:9. Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kir...
29/04/2026

Kejadian 13:9. Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri.

Konflik sering muncul karena perebutan kepentingan. Banyak orang merasa perlu mempertahankan hak mereka agar tidak dirugikan. Abram memilih mengutamakan perdamaian daripada keuntungan pribadi. Sikap ini tidak berarti kita menyerah pada ketidakadilan, tetapi menunjukkan kepercayaan bahwa Tuhan sanggup memelihara hidup kita.

Banyak keputusan diambil semata-mata berdasarkan keuntungan jangka pendek atau berdasarkan apa yang kita lihat. Namun, iman mengajarkan, bahwa realitas yang terlihat bukanlah satu-satunya ukuran kebenaran. Ketika seseorang belajar melihat dengan mata iman, ia tidak mudah goyah oleh keadaan yang tampaknya kurang menguntungkan.

Janji Tuhan kepada Abram tidak langsung digenapi dalam waktu singkat. Penggenapan janji Tuhan sering berlangsung melalui proses. Kesetiaan Tuhan tidak bergantung pada keadaan yang terlihat. Ia bekerja melalui waktu dan sejarah untuk menggenapi rencana-Nya. Begitu juga dengan kita, tugas kita adalah tetap berjalan dalam ketaatan dan percaya bahwa Tuhan memegang masa depan.

Dalam situasi konflik, kita sering kali lebih mempertahankan keuntungan pribadi, seperti yang dialami Abram dan Lot. Tapi, Tuhan ingin kita mengutamakan perdamaian dan memilih jalan yang benar. Mengalah dan mempercayai Tuhan.

Keputusan kita sering dipengaruhi oleh apa yang terlihat, tapi Tuhan ingin kita percaya pada janji-Nya, seperti yang dilakukan Abraham. Saat penggenapan janji belum terlihat, kita bisa belajar memercayai Tuhan dengan mengingat kesetiaan-Nya di masa lalu, dan terus berpegang pada firman-Nya. Dengan begitu, iman kita akan bertumbuh.

Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, tolong kami agar tidak hanya bergantung pada apa yang terlihat, tetapi percaya pada janji-Mu yang kekal. Kiranya hidup kami menjadi kesaksian tentang kesetiaan-Mu yang tidak pernah berubah. Amin.”



Ulangan 28:3. Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang.Berkat sering dihubungkan dengan keberhasila...
28/04/2026

Ulangan 28:3. Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang.

Berkat sering dihubungkan dengan keberhasilan atau kehidupan keluarga yang sejahtera. Dalam Ulangan 28:3 tertulis: “Diberkatilah kamu di kota dan diberkatilah kamu di ladang.” Pernyataan ini menunjukkan, berkat Tuhan tidak terbatas pada satu tempat atau satu situasi tertentu. Tuhan menghendaki agar umat-Nya mengalami penyertaan-Nya dalam seluruh aspek kehidupan.

Berkat dalam pasal ini tidak dapat dipisahkan dari ketaatan kepada firman Tuhan. Ketaatan bukan sekadar menjalankan aturan, tetapi merupakan respons kasih kepada Allah yang telah lebih dahulu mengasihi umat-Nya. Ketika orang percaya hidup dalam ketaatan, mereka sedang membuka ruang bagi berkat Tuhan untuk dinyatakan dalam berbagai aspek kehidupan.

Berkat Tuhan tidak pernah dimaksudkan hanya untuk dinikmati secara pribadi. Berkat selalu memiliki dimensi misi. Umat Tuhan diberkati agar menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Ketika Tuhan memberkati, kita dipanggil untuk membagikan berkat tersebut kepada orang lain. Dengan demikian, kehidupan kita menjadi sarana untuk menyatakan kebaikan Tuhan di tengah dunia.

Kita sering memandang berkat dari aspek materi, tapi Tuhan ingin kita melihat penyertaan-Nya dalam kehidupan sehari-hari sebagai berkat terbesar. Seperti yang dialami Israel, Tuhan menyertai dan memberi kebutuhan mereka.

Kita bisa menunjukkan ketaatan kepada Tuhan dengan melakukan pekerjaan dengan integritas dan melayani orang lain dengan kasih. Dalam relasi, kita bisa menunjukkan kasih dan kesabaran, mencerminkan karakter Tuhan. Kita bisa menjadi saluran berkat dengan berbagi waktu, talenta, dan sumber daya untuk membantu orang lain. Dengan begitu, kita menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar.

Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, ajar kami agar tidak hanya menerima berkat-Mu, tetapi juga menjadi saluran berkat bagi orang lain. Amin.”



Yesaya 66:12. Sebab beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan keka...
27/04/2026

Yesaya 66:12. Sebab beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir; kamu akan menyusu, akan digendong, akan dibelai-belai di pangkuan.

Firman Tuhan melalui Yesaya mengingatkan, bahwa damai sejahtera sejati tidak berasal dari dunia, tetapi dari Tuhan sendiri. Seperti sungai yang mengalir terus menerus, damai sejahtera Tuhan mampu memenuhi kehidupan orang percaya secara berkelanjutan. Ketika seseorang hidup dalam hubungan yang dekat dengan Tuhan, ia dapat mengalami ketenangan yang tidak tergantung pada keadaan eksternal.

Gambaran seorang anak yang digendong dan dibelai menunjukkan, bahwa Tuhan memerhatikan umat-Nya dengan penuh kasih. Saat ini banyak orang merasa harus memikul beban hidup sendirian. Namun, kita tidak berjalan sendiri. Tuhan mengundang kita untuk datang kepada-Nya dengan segala pergumulan. Kita bisa belajar menyerahkan semua kekhawatiran kepada-Nya dan menerima damai sejahtera yang Ia berikan.

Selain itu, janji ini mengajak kita untuk hidup sebagai pembawa damai. Ketika seseorang mengalami damai sejahtera dari Tuhan, hidupnya akan memancarkan ketenangan dan pengharapan yang dapat dirasakan sekitarnya. Kita dipanggil untuk menjadi saluran kasih dan penghiburan. Dengan demikian, damai sejahtera yang kita terima dari Tuhan tidak berhenti, tetapi mengalir kepada orang lain seperti sungai yang memberi kehidupan bagi banyak tempat yang dilaluinya.

Kita paling membutuhkan damai sejahtera Tuhan saat menghadapi kecemasan dan ketidakpastian. Kita sering terbebani kekhawatiran. Tapi, Tuhan mengajak kita menyerahkan semua kekhawatiran kepada-Nya, karena Dia peduli.

Saat kita belajar menyerahkan kekhawatiran, damai sejahtera Tuhan akan menjaga hati dan pikiran kita. Lalu, kita bisa menjadi saluran damai sejahtera bagi orang lain dengan menunjukkan kasih, mendengarkan, dan membawa mereka kepada Tuhan. Kita bisa menjadi sumber pengharapan dan damai bagi orang-orang di sekitar.

Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, ketika hati kami dipenuhi kekhawatiran dan tekanan, ajar kami untuk memercayakan hidup kepada-Mu. Amin.”



Lukas 8:47. Ketika perempuan itu melihat, bahwa perbuatannya itu ketahuan, ia datang dengan gemetar, tersungkur di depan...
26/04/2026

Lukas 8:47. Ketika perempuan itu melihat, bahwa perbuatannya itu ketahuan, ia datang dengan gemetar, tersungkur di depan-Nya dan menceriterakan kepada orang banyak apa sebabnya ia menjamah Dia dan bahwa ia seketika itu juga menjadi sembuh.

Banyak orang merasa perlu menyembunyikan kelemahannya. Mereka berusaha untuk menghindar. Kisah perempuan ini menunjukkan, Tuhan Yesus tidak menolak orang yang datang dengan kerendahan hati. Kejujuran di hadapan Tuhan Yesus menjadi langkah penting menuju pertumbuhan rohani. Tuhan Yesus tidak menuntut kesempurnaan sebelum kita datang kepada-Nya. Ia mengundang kita datang dengan hati yang terbuka.

Perempuan itu datang dengan rasa takut dan gemetar, tetapi ia tetap melangkah mendekat kepada Tuhan Yesus. Ini menunjukkan, bahwa iman bukan berarti tidak memiliki rasa takut, melainkan keberanian untuk melangkah, meskipun rasa takut itu ada. Kita diingatkan, bahwa iman sejati adalah keberanian untuk tetap mencari Tuhan Yesus, bahkan di tengah situasi yang tidak mudah.

Ketika perempuan itu mengakui perbuatannya di hadapan banyak orang, pengalamannya menjadi kesaksian publik tentang kuasa Tuhan Yesus. Kesaksian tentang karya Tuhan Yesus dapat menjadi sumber penguatan bagi orang lain yang sedang bergumul. Ketika seseorang dengan rendah hati menceritakan bagaimana Tuhan Yesus bekerja dalam hidupnya, ia menjadi saluran berkat bagi komunitas iman.

Kita sering menyembunyikan pergumulan karena takut atau malu. Tapi, Tuhan Yesus ingin kita mendekat dengan jujur. Untuk memiliki iman yang berani, kita bisa mulai dengan mengakui kelemahan dan kebutuhan kita kepada Tuhan Yesus. Saat kita berani membuka diri, Tuhan Yesus akan menunjukkan kasih dan kekuatan-Nya. Lalu, saat kita mengalami karya Tuhan Yesus, kita bisa membagikan kesaksian untuk menguatkan iman orang lain. Dengan begitu, kita menjadi bagian dari komunitas yang saling menopang.

Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, beri kami keberanian untuk datang kepada-Mu dengan kejujuran dan kerendahan hati. Amin.”



Memasuki minggu terakhir di bulan April 2026 dengan thema Paskah. Mari kita hadir untuk menghayati begitu besar kasih Ba...
25/04/2026

Memasuki minggu terakhir di bulan April 2026 dengan thema Paskah. Mari kita hadir untuk menghayati begitu besar kasih Bapa dan mengalami kuasa kebangkitan Kristus. Mengundang seluruh jemaat untuk beribadah bersama:

di ibadah raya Minggu, 26 April 2026
thema: “Jangan Tawar Hati”
Ibadah disertai Perjamuan Kudus

- Kopo Mas Regency, Ruko no 19 J, aula lt. 4, Bandung
Cab. Kopo Mas - Pk. 08.30
Pembicara: Pdp. Eddy Kurniawan

- Ged. Twin Tulipware, Jl Jend. Amir Machmud no. 263
Cab. SCC - Pk. 16.00
Pembicara: Pdm. Josep Tatang

See you and happy sunday!
God bless all 🙏

Address

Jalan Pasir Koja No. 39
Bandung
40242

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GBI Pasir Koja 39 Bandung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to GBI Pasir Koja 39 Bandung:

Share

Category