01/06/2026
*Lagi,,, Nikmat Ukhuwwah di Lapangan Hijau*
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah.
Hari ini Allah kembali mempertemukan langkah-langkah yang sempat berjauhan, menyatukan hati-hati yang mungkin disibukkan oleh berbagai urusan dunia, lalu mengumpulkan kami kembali dalam suasana yang penuh kebahagiaan.
Bukan sekadar berkumpul.
Bukan sekadar bermain bola.
Bukan sekadar duduk bersama.
Tetapi sebuah nikmat besar yang sering terlupakan: nikmat persaudaraan karena Allah (ukhuwwah islamiyah).
Allah Ta'ala berfirman,
وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
"Dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika dahulu kamu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan nikmat-Nya kamu menjadi bersaudara."
(QS. Ali 'Imran: 103)
Hari ini, di hamparan hijau lapangan UIN Bandung, kita berlari bersama, berkeringat bersama, tertawa bersama.
Alhamdulillah bisa kembali bertemu sapa dengan teman-teman saleh di SCS Bandung, bahkan ada teman-teman yang hadir berasal dari Sumsel, Sumut & Aceh.
Syukron untuk Bang Ichsan Kurniawan, Bang Ricky Abu Rayid, Bang Nova dan semua teman-teman yang hadir.
Ada yang mencetak gol, ada yang gagal mencetak gol. Ada yang terpeleset, ada yang kelelahan.
Namun semuanya menjadi indah karena dilakukan bersama saudara-saudara yang saling mencintai karena Allah.
Betapa banyak manusia yang memiliki lapangan, memiliki waktu luang, memiliki harta, tetapi tidak memiliki sahabat-sahabat shalih yang mengingatkan kepada Allah.
Sedangkan kita?
Allah karuniakan teman-teman yang ketika bertemu tidak hanya bercanda, tetapi juga saling mendoakan.
Tidak hanya berolahraga, tetapi juga menjaga persaudaraan.
Tidak hanya bermain, tetapi juga belajar memaafkan.
Sungguh ini nikmat yang tidak ternilai.
Rasulullah ﷺ bersabda,
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
"Seorang mukmin bagi mukmin lainnya seperti bangunan yang saling menguatkan satu sama lain."
(HR. Al Bukhari no. 481 & Muslim no. 2585)
Indah sekali ketika setelah pertandingan usai, hati-hati yang mungkin sempat tersinggung segera saling memberi udzur.
Yang salah meminta maaf.
Yang disakiti memaafkan.
Yang lelah tetap tersenyum.
Karena kita sadar, menjaga persaudaraan jauh lebih penting daripada memenangkan pertandingan.
Bukankah Rasulullah ﷺ bersabda,
لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثٍ
"Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari."
(HR. Al Bukhari no. 6077 & Muslim no. 2560)
Kemudian foto bersama dengan "trofi galon" yang sederhana namun penuh cerita.
Mungkin bukan piala kejuaraan dunia, tetapi insya Allah menjadi saksi kebersamaan yang kelak akan dikenang.
Karena nilai sebuah foto bukan pada trofinya.
Tetapi pada hati-hati yang berada di dalamnya.
Pada senyum persaudaraan yang tulus.
Pada doa-doa yang diam-diam dipanjatkan untuk saudaranya.
Dan yang paling indah, setelah semua aktifitas itu, kita masih sempat duduk bersama dalam majelis ilmu.
Masya Allah...
Inilah yang membedakan seorang mukmin dengan kebanyakan manusia.
Setelah badan bergerak, hati pun diberi makanan.
Setelah kaki berlari, ruh pun diberi penguat.
Setelah tertawa, hati diingatkan agar tidak lalai.
Rasulullah ﷺ bersabda,
مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
"Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk mempelajari Kitab Allah, kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, mereka diliputi rahmat, dikelilingi para malaikat, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya."
(HR. Muslim no. 2699)
Mungkin nasihat yang disampaikan hanya beberapa menit.
Namun bisa jadi kalimat singkat itulah yang menyelamatkan hati kita dari kelalaian.
Bisa jadi nasihat itu menjadi sebab istiqamah.
Bisa jadi nasihat itu menjadi sebab kita bertaubat.
Bisa jadi nasihat itu menjadi bekal ketika suatu hari kita dipanggil menghadap Allah.
Yaa Allah, Jagalah Ukhuwwah Ini.
Yaa Allah,
Sebagaimana Engkau telah mempertemukan kami hari ini dalam keadaan sehat, bahagia, dan penuh persaudaraan, maka jangan Engkau pisahkan hati-hati kami setelah Engkau satukan.
Jadikanlah pertemuan ini sebagai pertemuan yang Engkau ridai.
Jadikanlah persaudaraan ini persaudaraan yang dibangun di atas iman dan takwa.
Jauhkanlah kami dari iri, dengki, prasangka buruk, dan segala sebab yang merusak ukhuwwah.
Karuniakanlah kepada kami sahabat-sahabat yang selalu mengingatkan kepada-Mu.
Sahabat yang membantu kami menuju surga-Mu.
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ
"Yaa Allah, satukanlah hati-hati kami, perbaikilah hubungan di antara kami, dan tunjukilah kami jalan-jalan keselamatan."
Semoga suatu hari nanti, setelah kebersamaan di lapangan hijau berakhir, setelah foto-foto itu tinggal kenangan, setelah usia dan waktu berlalu, Allah masih mempertemukan kita kembali dalam kebahagiaan yang lebih besar.
Bukan lagi di lapangan dunia yang sementara.
Tetapi di taman-taman Surga-Nya yang abadi.
اللَّهُمَّ اجْمَعْنَا فِي الدُّنْيَا عَلَى طَاعَتِكَ، وَاجْمَعْنَا فِي الْآخِرَةِ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ
"Yaa Allah, kumpulkanlah kami di dunia di atas ketaatan kepada-Mu, dan kumpulkanlah kami kembali di akhirat kelak di dalam Surga yang penuh kenikmatan."
آمين
_SCS, Sepakbola Cinta Sabar, Adab Duluan, Skill Kemudian, Cuanki semoga ada pekan depan_