04/10/2026
🔝🔼
🌾 _*"Lain Kisah Lain Cerita"*_ 🍃_*(DZUL-WAJHAIN — DUA WAJAH)*_
_بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ_
Apa kita pernah mendengar kalimat-kalimat berikut:
Lain yang tersimpan, lain yang tersampaikan.
Lain yang didengar, lain yang diucapkan.
Lain kisah, lain cerita.
Lain disini Lain disana
Lain di mulut, lain di hati.
Berbeda ketika bersama manusia, dan berbeda ketika sendiri.
Sering kah kita mendengar kiasan seperti itu?
Ya.. Dzul-Wajhain, atau dua wajah, adalah sifat yang sangat dibenci dan dicela dalam ajaran islam, khususnya Rasulullah ﷺ. Bahkan para sahabat juga memberikan peringatan keras tentang sifat ini.
_Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:_
إِنَّ مِنْ شَرِّ النَّاسِ ذَا الْوَجْهَيْنِ، الَّذِي يَأْتِي هَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ، وَهَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ.
“Sesungguhnya termasuk manusia yang paling buruk adalah orang yang bermuka dua. dia datang kepada suatu kelompok dengan satu wajah, dan kepada kelompok yang lain dengan wajah yang lain.”
*(Riwayat ini terdapat dalam Sahih Muslim no. 2526, Kitab al-Birr wa ash-Shilah wa al-Adab, Bab:*
*ذَمِّ ذِي الْوَجْهَيْنِ وَتَحْرِيمِ فِعْلِهِ*
*celaan terhadap orang bermuka dua dan larangan melakukannya.)*
_Rasulullah ﷺ bersabda:_
تَجِدُ مِنْ شَرِّ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِنْدَ اللَّهِ ذَا الْوَجْهَيْنِ، الَّذِي يَأْتِي هَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ، وَهَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ.
“Engkau akan mendapati di antara manusia yang paling buruk pada hari kiamat di sisi Allah adalah orang yang bermuka dua, yang datang kepada mereka dengan satu wajah dan kepada mereka yang lain dengan wajah yang lain.”
*(Riwayat ini terdapat dalam Sahih al-Bukhari dalam Kitab al-Adab)*
_Allah ta'ala berfirman:_
اَتَاۡمُرُوۡنَ النَّاسَ بِالۡبِرِّ وَتَنۡسَوۡنَ اَنۡفُسَكُمۡ وَاَنۡتُمۡ تَتۡلُوۡنَ الۡكِتٰبَؕ اَفَلَا تَعۡقِلُوۡنَ.
"Mengapa kalian menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kalian melupakan diri kalian sendiri, padahal kalian membaca Kitab? Tidakkah kalian mengerti?"
*(Qs. Al-Baqarah:44)*
Sifat ini dapat membawa seseorang kepada kemurkaan Allah dan berbagai keburukan yang mungkin tidak disadari oleh sebagian manusia.
Karena itu, marilah kita kembali melihat dan bermuhasabah terhadap diri kita sendiri.
Apakah kita masih terlalu membutuhkan pengakuan manusia?
Penilaian manusia?
Pujian dan validasi dunia?
Keinginan terhadap semua itu terkadang membuat seseorang banyak beretorika, menampilkan wajah yang berbeda di belakang dan di hadapan manusia, dan melakukan apa saja demi mendapatkan apa yang di harapkan.
Sungguh, sifat seperti ini adalah sesuatu yang sangat tercela.
Semoga Allah melindungi kita dan menjauhkan kita dari sifat Dzul-Wajhain.
Semoga Allah senantiasa memberikan kita kemampuan untuk bermuhasabah, memperbaiki hati, dan meluruskan tujuan hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, dengan mengikuti apa yang telah Rasulullah ﷺ ajarkan dan sampaikan.
_Semoga Bermanfaat untuk kami Khususnya dan kita semua secara umum sebagai pengingat diri._
*وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ*
---------------
_*"(Al Fakir - Abi Fatihah)"*_ 🌳🖋