Mualaf Center Indonesia - Bandung

Mualaf Center Indonesia - Bandung Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Mualaf Center Indonesia - Bandung, Religious organisation, Bandung Satu.

Dare To Know The Truth

Email : [email protected]

Twitter :

Instagram :

WA : 0812.1436.1768 (ikhwan) / 081.222.888.380 (akhwat)

• TURUT BERDUKA CITA •إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَSungguh kami milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya ...
14/01/2021

• TURUT BERDUKA CITA •

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Sungguh kami milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya lah kami akan kembali.

Segenap Keluarga besar Vertizone TV dan Mualaf Center Indonesia turut berduka cita atas wafatnya Syekh Ali Jaber sebagai seorang tokoh yang mendakwahkan Al-Quran.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُوْلَهُ. وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْه دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْه الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِوَعَذَابِ النَّارِ.

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْلَنَا وَلَهُ وَاجْعَلِ الْجَنَّةَ مَأْوَاهُ
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ قَبْرَهُ رَوْضَةً مِنْ رِيَاضِ الجِنَانِ وَلاَ تَجْعَلْ قَبْرَهُ حُفْرَةً مِنْ حُفَرِ النِيْرانِ.

Semoga Allah menerima Amal Ibadah Beliau, mengampuni dosa-dosanya, dan menempatkannya dalam kedudukan yang mulia disisi Allah Ta'ala, dan keluarganya diberi kesabaran dan ketabahan. Aamiin..

Semoga bermanfaat.

Mualaf.com
Tetap membantu mualaf
Tetap ada untuk ummat muslim

27/06/2019

HUKUMAN YANG ALLAH TETAPKAN ATAS DOSA.

Nasihat Syaikh Ziyad al-‘Abbad hafizhahullah

Syaikh hafizhahullah menjelaskan tentang Kitab yang ditulis oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah.

Syaikh hafizhahullah menganjurkan untuk membaca kitab Ad-Daa’ wa Dawaa’, beliau membacakan kitab tersebut yang ditahqiq oleh Syaikh Ali Hasan al-Halaby hafizhahullah.

Terkadang hukuman berasal dari dosa, tapi muskilah itu bukanlah tentang dosa namun musibah yang lebih besar adalah yang terjadi pada para pelaku dosa yaitu tidak menganggap dosa sebagai kesalahan namun dianggap sebagai suatu kebiasaan.
Bagaimana menyikapi dosa, dan ini adalah musibah yang menimpa kebanyakan manusia yaitu mengganggap biasa dosa adalah terkadang bahkan sering menjadi bagian dari hidupnya.

Syaikh Ziyad hafizhahullah menceritakan ada pemuda multazim (yang taat agama) diuji dengan dosa melihat perempuan dan lebih lanjut lagi melihat film yang jorok. Bahkan mengakibatnya diuji dengan dosa melihat internet (film-film p***o). Nabi ﷺ adalah seorang ma’sum (yang dijaga dari dosa) dan beliau pun masih beristighfar setiap hari lebih dari 70 kali

وعَنْ أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ :وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي اليَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhubeliau berkata: Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Demi Allah aku sungguh beristighfar dan bertaubat kepada Allah setiap harinya lebih dari tujuh puluh kali. [HR. Al-Bukhari no. 6307]

Anda bisa membayangkan bagi orang yang berbuat maksiat (bukan ma’sum maka harus berapa kali beristighfarnya). Bahkan sekarang telah marak HP, internet dan yang lainnya, ini merupakan musibah besar karena mudahnya orang sampai pada perbuatan haram seperti melakukan zina.

Allah Ta’ala berfirman:
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS. Ali Imron : 135)

Jangan pernah putus asa untuk memperbanyak beristighfar dan bertaubat walaupun kembali lagi melakukan kemaksiatan lagi maka hendaknya berusaha keras untuk berhenti dari dosa tersebut dan bertobat serta menyibukkan diri dengan yang manfaat.
Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:

فَاسْتَحْضِرْ بَعْضَ الْعُقُوبَاتِ الَّتِي رَتَّبَهَا اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى الذُّنُوبِ
Maka renungilah sebagian hukuman yang telah Allah berikan sebagai konsekuesi atas berbagai perbuatan dosa.
Hukuman itu berkaitan dengan dosa. Hukuman itu sesuai dengan kadar pengetahuan seseorang. Sebagaimana hukuman bagi para penuntut ilmu adalah dengan dilemahkan ilmunya karena hujjah itu telah tegak padanya. (Kita berlindung kepada Allah dari hal demikian)

Beberapa hukuman tersebut adalah:

1. أن يستمر على ذنوبه فختم الله على قلبه

1. Hukuman yang paling berat bagi pelaku dosa adalah dia terus menerus melakukan kemaksiatan dan hati itu sudah terbalik. Hatinya tidak memerintahkan kepada kema’rufan dan tidak mengingkari kemungkaran.

Sebagaimana hadits dari Hudzaifah bin al-Yaman radhiallahu’anhu – namun hukumnya tidak marfu’ kepada Nabi ﷺ

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " الْقُلُوبُ أَرْبَعَةٌ: قَلْبٌ أَجْرَدُ فِيهِ مِثْلُ السِّرَاجِ يَزْهَرُ، وَقَلْبٌ أَغْلَفُ مَرْبُوطٌ عَلَى غِلَافِهِ، وَقَلْبٌ مَنْكُوسٌ، وَقَلْبٌ مُصْفَحٌ، فَأَمَّا الْقَلْبُ الْأَجْرَدُ: فَقَلْبُ الْمُؤْمِنِ سِرَاجُهُ فِيهِ نُورُهُ، وَأَمَّا الْقَلْبُ الْأَغْلَفُ: فَقَلْبُ الْكَافِرِ، وَأَمَّا الْقَلْبُ الْمَنْكُوسُ: فَقَلْبُ الْمُنَافِقِ عَرَفَ، ثُمَّ أَنْكَرَ، وَأَمَّا الْقَلْبُ الْمُصْفَحُ: فَقَلْبٌ فِيهِ إِيمَانٌ وَنِفَاقٌ، فَمَثَلُ الْإِيمَانِ فِيهِ كَمَثَلِ الْبَقْلَةِ يَمُدُّهَا الْمَاءُ الطَّيِّبُ، وَمَثَلُ النِّفَاقِ فِيهِ كَمَثَلِ الْقُرْحَةِ يَمُدُّهَا الْقَيْحُ وَالدَّمُ، فَأَيُّ الْمَدَّتَيْنِ غَلَبَتْ عَلَى الْأُخْرَى غَلَبَتْ عَلَيْهِ

]Dari Abu Sa’id, dia berkata, Rasulullah ﷺ Hati itu ada empat macam: Hati yang bersih , ia seperti lentera yang bercahaya, hati yang tertutup ia terikat dengan tutupnya, hati yang sakit dan hati terbaik. Adapun hati yang bersih adalah hatinya orang beriman, ia seperti lentera yang bercahaya, sedangkan hati yang tertutup adalah hatinya orang kafir, hati yang sakit adalah hatinya orang munafik, ia mengetahui yang baik namun ia mengingkari dan hati yang terbalik (manqush) adalah hati yang di dalamnya ada iman dan nifak, contoh keimanan di situ adalah seperti tanah yang dapat memberikan air yang bersih sedangkan nifaq adalah seperti bisul, di dalamnya hanya nanah dan darah maka di antara keduanya yang paling kuat ia akan mengalahkan lainnya. (HR. Ahmad no. 11129, dhoif menurut Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ahaadits Dhoifah no. 5158).

2. التَّثْبِيطُ عَنِ الطَّاعَةِ، وَالْإِقْعَادُ عَنْهَا.
2. Penghambat dari amalan ketaatan dan tidak s**a terhadap ketaatan kepada Allah.

Orang sebelum tidur malam lihat film maka apakah dia bisa bangun malam?

Syaikh Ziyad hafizhahullah mengatakan aku meragukannya. Allah telah mengharamkannya dengan sebab kemaksiatan dilakukan.

يقول سفيان إني لأعصي المعصية فأحرم من قيام الليل ستة أشهر.

Sufyan bin Uyainah rahimahullah (wafat th. 196 H) mengatakan “Aku pernah melakukan kemaksiatan maka aku tercegah dari Qiyamul Lail selama 6 bulan.”

3. جَعْلُ الْقَلْبِ أَصَمَّ لَا يَسْمَعُ الْحَقَّ، أَبْكَمَ لَا يَنْطِقُ بِهِ، أَعْمَى لَا يَرَاهُ، فَتَصِيرُ النِّسْبَةُ بَيْنَ الْقَلْبِ وَبَيْنَ الْحَقِّ الَّذِي لَا يَنْفَعُهُ غَيْرُهُ، كَالنِّسْبَةِ بَيْنَ أُذُنِ الْأَصَمِّ وَالْأَصْوَاتِ، وَعَيْنِ الْأَعْمَى وَالْأَلْوَانِ، وَلِسَانِ الْأَخْرَسِ وَالْكَلَامِ

3. Membuat hati tuli, tidak mendengar kebenaran, bisu tidak mengucapkannya, buta tidak melihat, menjadikan perbandingan antara hati dan kebenaran, yang tidak menguntungkan orang lain, seperti perbandingan antara telinga tuli dan suara, mata buta dan warna, dan lidah bisu dan bicara.
Hal ini terjadi viral bukan hanya sedikit.

صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ

Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar). (QS. Al-Baqarah: 18)

وَالْمَقْصُودُ أَنَّ مِنْ عُقُوبَاتِ الْمَعَاصِي جَعْلَ الْقَلْبِ أَعْمَى أَصَمَّ أَبْكَمَ.

Dan maksudnya adalah hukuman kemaksiatan menjadikan hati buta, tuli dan bisu.

4. الْخَسْفُ بِالْقَلْبِ كَمَا يُخْسَفُ بِالْمَكَانِ وَمَا فِيهِ، فَيُخْسَفُ بِهِ إِلَى أَسْفَلِ السَّافِلِينَ وَصَاحِبُهُ لَا يَشْعُرُ، وَعَلَامَةُ الْخَسْفِ بِهِ أَنَّهُ لَا يَزَالُ جَوَّالًا حَوْلَ السُّفْلِيَّاتِ وَالْقَاذُورَاتِ وَالرَّذَائِلِ، كَمَا أَنَّ الْقَلْبَ الَّذِي رَفَعَهُ اللَّهُ وَقَرَّبَهُ إِلَيْهِ لَا يَزَالُ جَوَّالًا حَوْلَ الْعَرْشِ.

4. Tenggelamnya hati, seperti halnya tenggelamnya sesuatu beserta segala isinya. Hati tersebut tenggelam sampai ke tingkat yang terendah, sementara pemiliknya tidak menyadari hal ini. Tanda-tanda tergelincirnya hati adalah ia senantiasa mengelilingi perkara-perkara yang rendah, kotor, dan hina, sementara hati yang ditinggikan oleh Allah dan di dekatkan kepada-Nya senantiasa berada di sekitar ‘Arsy.

5. الْبُعْدُ عَنِ الْبِرِّ وَالْخَيْرِ وَمَعَالِي الْأُمُورِ وَالْأَعْمَالِ وَالْأَقْوَالِ وَالْأَخْلَاقِ.
قَالَ بَعْضُ السَّلَفِ: إِنَّ هَذِهِ الْقُلُوبَ جَوَّالَةٌ، فَمِنْهَا مَا يَجُولُ حَوْلَ الْعَرْشِ، وَمِنْهَا مَا يَجُولُ حَوْلَ الْحُشِّ.

5. Jauh dari kebajikan, kebaikan, amal, perkataan dan akhlaq yang mulia. Sebagian salaf berkata, “Sesungguhnya hati itu berkeliling. Di antaranya ada yang berkisar di seputar ‘Arsy, sedangkan sebagian lainnya berkisar di seputar husysy (tempat buang hajat).”

6. مَسْخُ الْقَلْبِ، فَيُمْسَخُ كَمَا تُمْسَخُ الصُّورَةُ، فَيَصِيرُ الْقَلْبُ عَلَى قَلْبِ الْحَيَوَانِ الَّذِي شَابَهَهُ فِي أَخْلَاقِهِ وَأَعْمَالِهِ وَطَبِيعَتِهِ، فَمِنَ الْقُلُوبِ مَا يُمْسَخُ عَلَى قَلْبِ خِنْزِيرٍ لِشِدَّةِ شَبَهِ صَاحِبِهِ بِهِ، وَمِنْهَا مَا يُمْسَخُ عَلَى قَلْبِ كَلْبٍ أَوْ حِمَارٍ أَوْ حَيَّةٍ أَوْ عَقْرَبٍ وَغَيْرِ ذَلِكَ، وَهَذَا تَأْوِيلُ سُفْيَانَ بْنِ عُيَيْنَةَ فِي قَوْلِهِ تَعَالَى: {وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ} [سُورَةُ الْأَنْعَامِ: 38] .
قَالَ: مِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ عَلَى أَخْلَاقِ السِّبَاعِ الْعَادِيَةِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ عَلَى أَخْلَاقِ
الْكِلَابِ وَأَخْلَاقِ الْخَنَازِيرِ وَأَخْلَاقِ الْحَمِيرِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَتَطَوَّسُ فِي ثِيَابِهِ كَمَا يَتَطَوَّسُ الطَّاوُوسُ فِي رِيشِهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ بَلِيدًا كَالْحِمَارِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُؤْثِرُ عَلَى نَفْسِهِ كَالدِّيكِ، وَمِنْهُمْ مِنْ يَأْلَفُ وَيُؤْلَفُ كَالْحَمَامِ، وَمِنْهُمُ الْحَقُودُ كَالْجَمَلِ، وَمِنْهُمُ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ كُلُّهُ كَالْغَنَمِ، وَمِنْهُمْ أَشْبَاهُ الثَّعَالِبِ الَّتِي تَرُوغُ كَرَوَغَانِهَا، وَقَدْ شَبَّهَ اللَّهُ تَعَالَى أَهْلَ الْجَحِيمِ وَالْغَيِّ بِالْحُمُرِ تَارَةً، وَبِالْكَلْبِ تَارَةً، وَبِالْأَنْعَامِ تَارَةً، وَتَقْوَى هَذِهِ الْمُشَابَهَةُ بَاطِنًا حَتَّى تَظْهَرَ فِي الصُّورَةِ الظَّاهِرَةِ ظُهُورًا خَفِيًّا، يَرَاهُ الْمُتَفَرِّسُونَ، وَتَظْهَرُ فِي الْأَعْمَالِ ظُهُورًا يَرَاهُ كُلُّ أَحَدٍ، وَلَا يَزَالُ يَقْوَى حَتَّى تُسْتَشْنَعَ الصُّورَةُ، فَتَنْقَلِبُ لَهُ الصُّورَةُ بِإِذْنِ اللَّهِ، وَهُوَ الْمَسْخُ التَّامُّ، فَيَقْلِبُ اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى الصُّورَةَ الظَّاهِرَةَ عَلَى صُورَةِ ذَلِكَ الْحَيَوَانِ، كَمَا فَعَلَ بِالْيَهُودِ وَأَشْبَاهِهِمْ، وَيَفْعَلُ بِقَوْمٍ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَمْسَخُهُمْ قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ.

6. Perubahan hati, seperti halnya perubahan bentuk tubuh. Hati tersebut berubah menjadi hati hewan sehingga mirip dengannya dari segi perilaku dan tabiat. Sebagian hati diubah menjadi hati babi karena pemiliknya memang sangat mirip hewan ini Sebagian lagi diubah menjadi hati anjing, keledai, ular, kalajengking dan seterusnya. Inilah penafsiran Sufyan bin ‘Uyainah terhadap firman Allah:

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُم ۚ

Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kalian. (QS. Al-An’aam: 38)

Sufyan bin Uyainah rahimahullah berkata, “Ada di antara mereka yang memiliki tabiat seperti binatang buas yang s**a memangsa.

Sebagian lain seperti tabiat anjing, babi, dan keledai. Sebagian lagi bertingkah seperti burung merak dari segi pakaian, sebagaimana perilaku burung merak terhadap bulu-bulunya, ada yang bodoh seperti keledai, sebagian lagi bersifat egois seperti ayam jago, ada yang jinak seperti merpati, sebagian lagi pendengki seperti unta, ada yang seluruh tubuhnya baik seperti kambing, sebagian lagi mirip dengan serigala dan sebagian lagi mirip musang sebab dia menipu seperti tipuan musang.”
Ini semua adalah karena sebab dari maksiat.

.7 مَكْرُ اللَّهِ بِالْمَاكِرِ، وَمُخَادَعَتُهُ لِلْمُخَادِعِ، وَاسْتِهْزَاؤُهُ بِالْمُسْتَهْزِئِ، وَإِزَاغَتُهُ لِلْقَلْبِ الزَّائِغِ عَنِ الْحَقِّ

7. Makar Allah terhadap orang berbuat makar, tipu daya-Nya terhadap orang yang s**a menipu, penghinaan-Nya kepada orang yang s**a menghina serta penyesatan-Nya terhadap orang yang condong melenceng tidak mau menerima kebenaran.
Allah memberikan hukuman kepadamu berdasarkan jenis kemaksiatanmu

فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. (QS. As-Shof: 5)

Syaikh Ziyad al-‘Abbad hafizhahullah mengatakan, “Tidaklah aku menuntut dirimu menjadi seperti nabi, atau orang yang benar namun aku meminta kepadamu untuk menjadi orang yang mukmin sebagaimana perkataan Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu:

إِنَّ المُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحْتَ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ

“Sesungguhnya seorang mukmin memandang dosa-dosanya seakan-akan ia sedang duduk di bawah gunung dan ia takut gunung tersebut jatuh menimpanya.” (al-Bukhari no. 6308)"

Begitulah selayaknya engkau menjadi seorang mukmin yang takut kepada kemaksiyatan.”

Semoga Allah menjauhkan kita dari berbagai fitnah dan melindungi kita dari kemaksiatan.

Batu-Malang, 24 Syawwal 1440 H/27-06-2019

Semoga bermanfaat,

📝Zaki Rakhmawan

Daurah Syar'iyyah fi Masail Al Aqdiyyah wal Manhajiyyah ke 20.

BismiLlah.Assalamu'alaikum warahmatuLlahi wabarakaatuh.TaqabbalaLlaahu minna wa minkum, taqabbal yaa Kariim wa ja’alanaL...
04/06/2019

BismiLlah.
Assalamu'alaikum warahmatuLlahi wabarakaatuh.

TaqabbalaLlaahu minna wa minkum, taqabbal yaa Kariim wa ja’alanaLlaahu wa iyyakum minal ‘aidin wal faizin wal maqbulin kullu ‘aamiin wa antum bi khaiir.

Selamat merayakan hari kemenangan nan fitri bersama keluarga dan kerabat. Semoga berkah tercurah senantiasa.

1 Syawal 1440 Hijriah.

Wassalamu'alaikum warahmatuLlahi wabarakaatuh.


📷©SQ.

BismiLlah.Assalamu'alaikum warahmatuLlahi wabarakaatuh.Marhaban yaa Ramadan.Kepada seluruh ummat Islam dan mualaf di dae...
03/05/2019

BismiLlah.
Assalamu'alaikum warahmatuLlahi wabarakaatuh.

Marhaban yaa Ramadan.

Kepada seluruh ummat Islam dan mualaf di daerah Bandung Raya khususnya dan di manapun berada, selamat menikmati jamuan Ramadan 1440H nan mulia.

Semoga Allah merahmati, memberkahi, dan mencurahkan kasih sayang kepada kita semua.

Wassalamu'alaikum warahmatuLlahi wabarakaatuh.

Alhamdullillah Roger Danuarta Berhijrah.صِبْغَةَ اللهِ وَ مَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللهِ صِبْغَةً وَ نَحْنُ لَهُ عَابِدُوْنَ “...
30/10/2018

Alhamdullillah Roger Danuarta Berhijrah.
صِبْغَةَ اللهِ وَ مَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللهِ صِبْغَةً وَ نَحْنُ لَهُ عَابِدُوْنَ “
Shibghah (celupan dari) Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya (selain) daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah”. (QS Al-Baqarah (2) ayat 138)
Ikrar dua kalimah syahadat dilaksanakan Tgl 29 Okt 2018 dibimbing oleh Ustaz Insan Mokoginta
BaarakaLlahu fiik Roger Danuarta, saudara baru kami. Semoga istiqamah dalam Iman dan Islam dan Kaafah dalam menjalankan Syariah Islam. Aamiinn yaa Mujibassaailiin.
Video: Mas Herman Bin Mansur .





https://www.instagram.com/p/BpigcLJguzB

Konsekuensi Syahadat Adalah Syarat Diterimanya Amal.Syahadat yang kita yakini, ucapkan dan amalkan memiliki konsekuensi ...
30/08/2018

Konsekuensi Syahadat Adalah Syarat Diterimanya Amal.

Syahadat yang kita yakini, ucapkan dan amalkan memiliki konsekuensi yaitu syarat dari diterimanya amal. Oleh karena itu harus benar-benar kita perhatikan dan pelajari dan bukan hanya sekedar diucapkan saja.

1. Asyhadu alla ilaha illallahu (أشهد أن لا إله إلا الله)
Konsekuensinya adalah ibadah kita harus ikhlas kepada Allah saja.
Tidak boleh riya', sum'ah beribadah karena ingin dipuji dan dilihat manusia. Tidak boleh beribadah untuk yang lain semisal menyembelih kepada jin.

2. Asyhadu anna Muhammad Rasulullah (أشهد أن محمدا رسول الله)
Konsekuensinya adalah dalam beribadah kita harus mengikuti cara Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, mengikuti sesuai dalil dan tidak boleh beribadah dengan sesuatu yang tidak ada ajaran/tuntunan sebelumnya dari beliau.

Sebagai konsekuensi Syahadat "Asyhadu anna Muhammad Rasulullah" harus beribadah sesuai cara dan petunjuk yang disampaikan oleh beliau. Jika tidak, maka amalannya tertolak dan tidak diterima,

Dalam riwayat Muslim disebutkan, “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” Dalam ibadah tidak diperkenankan hanya "berniat baik" saja, akan tetapi caranya juga harus sesuai ajaran dan tuntunan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Oleh karena itu, kaidah dalam beribadah:
الأصل في العبادات التحريم
"Hukum asal ibadah adalah haram"

Sampai ada dalil yang membolehkannya.

Misalnya: shalah subuh itu 3 rakaat haram, 4 rakaat haram, sampai ada dalil yang mengatakan 2 rakaat

Hendaknya kita dalam beragama:
"Mencari dalil dulu baru yakin, bukan yakin dahulu baru cari dalilnya"
Sehingga kita "Mencari kebenaran, bukan mencari pembenaran"
Semoga kita semua bisa selalu menerapkan konsekuensi syahadat kita dan istiqamah sampai maut menjemput. aamiin.

Baca Selengkapnya:
https://muslimafiyah.com/konsekuensi-syahadat-adalah-syarat-diterimanya-amal.html

Penyusun: Raehanul Bahraen -

TaqabbalaLlahu minna wa minkum.Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berqurban untuk seluruh dirinya dan seluruh uma...
21/08/2018

TaqabbalaLlahu minna wa minkum.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berqurban untuk seluruh dirinya dan seluruh umatnya. Suatu ketika beliau hendak menyembelih kambing qurban. Sebelum menyembelih beliau mengatakan, ”Yaa Allah, ini – qurban – dariku dan dari umatku yang tidak berqurban.” (HR. Abu Daud 2810 & Al Hakim 4/229 dan dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ 4/349).
Berdasarkan hadis ini, Syaikh Ali bin Hasan Al Halaby mengatakan: “Kaum muslimin yang tidak mampu berqurban, mendapatkan pahala sebagaimana orang berqurban dari umat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
📝muslim.or.id
Maka berqurbanlah bagi yang mampu. Keberkahannya inshaa Allah dirasakan oleh masyarakat sekitar. Apa kurban terbaik Sahabat Mualaf tahun ini? Semoga Allah menerima ibadah kurban kita semua. Aamiinn yaa Mujibassaailiin.
Selamat Hari Raya Iduladha 10 Dzulhijjah 1439 H.

BismiLlah.لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ“Sesungguhnya jika kamu bersyuk...
16/08/2018

BismiLlah.

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim ayat 7).
Pandailah bersyukur, maka Allah pun akan menambah nikmat-Nya.
Mensyukuri kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2018 dengan bekerja dan bekarya sepenuh hati, hingga menjadi prestasi bagi bangsa.
Kebebasan adalah hak semua individu. Maka, pertahankan dengan jiwa raga dengan tetap selalu memohon yang terbaik dari Allah.

22/07/2018

Harap Hanya Kepada Allah.

Karena sesuatu yang ditetapkan untuk kita, sesulit apapun jalannya, akhirnya akan menjadi milik kita. yakin sama Allah.

Tag sahabat kalian!!
_______________________________________________

Follow :
Bârokallâhu fîk : Ustadz .bonny
_______________________________________________
Yuk ikut sebarkan ilmu kebaikan, semoga menjadi amal jariyah untuk diri kamu & orang lain -

22/07/2018

Simak cuplikan pesan untuk para mualaf dari dan
Courtesy of , Media Resmi Rekanan Mualaf Center Indonesia

Address

Bandung Satu

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mualaf Center Indonesia - Bandung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Mualaf Center Indonesia - Bandung:

Share