Satu Islam

Satu Islam Media Perlawanan Informasi Umat Muslim
Kontributor: [email protected]
Donasi ke rekening B Bagus Setiawan

Merupakan media informasi muslim yang fokus melakukan kegiatan jurnalistik perlawanan terhadap berbagai opini dan propaganda yang menyudutkan dan mendiskreditkan umat Islam. An Moslem information media thoose focused on any journalism activity to against all black opinion and propaganda to moslem people. Kontribusi informasi dan berita: [email protected]
Donasi ke rekening BRI: 0286-010-48600-505 an.

Hakikat SholatSholat disebutkan sebagai tiang agama, penopang tegaknya kita dalam berislam. Sholat juga disebutkan mampu...
15/05/2026

Hakikat Sholat

Sholat disebutkan sebagai tiang agama, penopang tegaknya kita dalam berislam. Sholat juga disebutkan mampu mencegah kita dari melakukan pembuatan keji dan munkar, baik kepada diri sendiri, maupun kepada orang lain.

Lalu sudahkan sholat yang kita laksanakan mampu menopang kita dalam berislam, mampu mencegah kita dari pembuatan keji & munkar? Banyak dari umat Islam yang ujungnya menjadikan sebuah ritual ibadah biasa, sebagai kewajiban tanpa makna. Bahkan tidak sedikit mereka yang sholat tetapi masih tetap terjebak dalam perbuatan dholim.

Mengapa itu bisa terjadi? Simak artikel selengkapnya dalam kolom komentar.

Mengapa Anda khawatir atas Rizki yang sudah ditetapkan oleh Alloh? "Tidak ada satupun mahluk melata di muka bumi melaink...
14/05/2026

Mengapa Anda khawatir atas Rizki yang sudah ditetapkan oleh Alloh?

"Tidak ada satupun mahluk melata di muka bumi melainkan Alloh telah menetapkan Rizki baginya".
Bahkan terhadap mahluk melata pun Alloh sudah tetapkan Rizki baginya, apalagi kepada manusia sebagai mahluk yang sempurna. Lalu mengapa kita khawatir setelah ikhtiar kita?

Apa sebenarnya hakikat Rizki dan keberkahan di dalamnya? Simak artikel lengkapnya di kolom komentar.

Apakah Anda yakin telah mengenal & mengetahui realitas tasawuf? “Di masa Nabi SAW tasawuf adalah sebuah realitas tanpa n...
13/05/2026

Apakah Anda yakin telah mengenal & mengetahui realitas tasawuf?
“Di masa Nabi SAW tasawuf adalah sebuah realitas tanpa nama; kini tasawuf adalah sebuah nama, tetapi hanya sedikit yang mengetahui realitasnya.” (Syeikh Hisham Al Kabbani).

Simak tulisan mendalam dari Syeikh Hisham tentang tasawuf yang akan merubah cara pandang anda.

Baca artikel lengkap di kolom komentar.

Mengaku Cinta Rasululloh Tapi Tidak Pernah Membaca Riwayat Hidupnya?Buku Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam ini merupakan...
12/05/2026

Mengaku Cinta Rasululloh Tapi Tidak Pernah Membaca Riwayat Hidupnya?

Buku Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam ini merupakan hasil penulisan ulang dan penyempurnaan dari Sirah Nabawiyah yang ditulis oleh Ibnu Ishak. Buku ini menjadi merupakan karya awal yang paling otentik karena terbit dekat dengan masa para sahabat, tabii'in dan tabii't.

Buku ini juga menjadi rujukan utama bagi penulisan Sirah Nabawiyah versi modern di seluruh Dunia.

Anda bisa mendapatkan edisi full buku Sirah Nabawiyah secara gratis dalam bentuk pdf melalui link yang kami sematkan pada blog kami. Link download akan kami sematkan pada kolom komentar.

Tak kenal maka tak sayang, kenali Rasululloh dengan membaca riwayat hidupnya.

TahlilanKegiatan keagamaan dalam Islam yang seringkali diperdebatkan, ada yang menganggapnya sebagai budaya, ada yang me...
09/05/2026

Tahlilan

Kegiatan keagamaan dalam Islam yang seringkali diperdebatkan, ada yang menganggapnya sebagai budaya, ada yang menganggapnya sebagai bid'ah, ada p**a yang menganggapnya sebagai bagian dari bentuk ibadah.
Lantas bagi yang melaksanakan, apakah ada dalil yang bisa digunakan sebagai dasar pelaksanaan?

Simak artikelnya dalam kolom komentar.

Menjaga Anak Sebagai Amanah Dari Alloh.Tanggungjawab orang tua  yang utama kepada anak adalah membekali anaknya dengan ‘...
08/05/2026

Menjaga Anak Sebagai Amanah Dari Alloh.

Tanggungjawab orang tua yang utama kepada anak adalah membekali anaknya dengan ‘ilmu yang bermanfaat’. Al Qur’an telah berkali-kali menjelaskan akan pentingnya pengetahuan, dan telah memperingatkan manusia agar mencari ilmu pengetahuan.

Lalu bagaimana Islam mengajarkan kita menjaga Anak sebagai amanah dari Alloh? Selengkapnya di komentar.

MALAIKAT MAUT DARI IRAKBeberapa pekan yang lalu jagat maya dihebohkan dengan munculnya sosok veteran perang yang dikenal...
19/04/2026

MALAIKAT MAUT DARI IRAK

Beberapa pekan yang lalu jagat maya dihebohkan dengan munculnya sosok veteran perang yang dikenal dengan julukan Abu AZRAEL. Dia muncul di tengah eskalasi perang Iran vs AS-Israel yang memuncak. Siapa sebenarnya Abu AZRAEL? Selengkapnya di komentar.

Sejarah Iran Menjadi Pusat Syi'ah Dunia.
12/04/2026

Sejarah Iran Menjadi Pusat Syi'ah Dunia.

Setelah lebih dari 900 tahun sejak Islam menguasai Persia dengan Kaum Sunni sebagai kelompok dominan, Iran secara cepat berubah menjadi Negara Islam yang didominasi oleh Syi'ah dan menjadi penyeimbang Sunni di kawasan. Apa yang terjadi? Bagaimana awalnya?
Selengkapnya di komentar.

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarakatuh.Inilah sejarah kelam pencurian Hajar Aswad
06/11/2025

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarakatuh.
Inilah sejarah kelam pencurian Hajar Aswad

Sejarah Kelam Pencurian Hajar Aswad: Politik, Kekuasaan & Agama

Hajar Aswad menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Ka'bah dan ritual umat Islam, khususnya ibadah haji. Tanpa keberadaan Hajar Aswad, syariat pelaksanaan ibadah haji tidak lengkap, karena Hajar Aswad menjadi panduan dalam pelaksanaan thawaf.

Selain aspek ibadah, Hajar Aswad secara politik menjadi simbol kekuasaan dan legitimasi terhadap kekuasaan berlandaskan agama dalam politik. Oleh karena itu, keberadaan Hajar Aswad sangat penting bagi umat Muslim pada umumnya, dan penguasa kekhalifahan.

Pentingnya keberadaan Hajar Aswad, membuat 'batu dari surga' ini mendapatkan pengamanan yang ketat hingga hari ini dari otoritas Arab Saudi. Tapi tahukah Anda, bahwa pada suatu masa, Hajar Aswad pernah dicuri dari Ka'bah dan menjadi catatan sejarah kelam peradaban Islam.

Sejarah mencatat, batu yang amat dimuliakan itu pernah dicuri oleh sekawanan perampok yang menyebabkan Ka’bah tanpa Hajar Aswad dalam waktu 22 tahun. Tidak saja hilangnya batu suci itu, bersamaan dengan peristiwa tersebut terjadi p**a pembantaian massal jamaah haji dan penduduk Makkah secara kejam.

Para sejarawan mencatat peristiwa ini dengan detail dalam kitab-kitab tarikh mereka, seperti Ibnu Katsir dalam Al-Bidâyah wan Nihâyah, Ibnul Atsir dalam Al-Kâmil fit Târîkh, Ibnu Jari ath-Thabari dalam Tarîkhul Umam wal Muluk, dan sejumlah sejarawan lain yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.

Pada musim haji tahun 317 H atau 930 M, segerombolan perampok datang ke Makkah untuk berbuat onar. Mereka merupakan kelompok Qaramithah (termasuk Syiah Ismailiyah) di bawah pimpinan Abu Thahir Sulaiman bin Abu Said al-Husain al-Janabi. Keberadaan mereka sangat ditakuti. Mendengar namanya saja, orang-orang Makkah segera mengamankan diri masing-masing.

Jamaah haji dari Irak di bawah pimpinan Manshur ad-Dailami yang pada tahun ini ke Makkah menjadi sasaran empuk mereka. Tepat pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah), orang-orang Qaramithah merampas seluruh harta jamaah, bahkan tak segan membantai siapa saja jamaah yang mereka temui. Tercatat sekitar 30.000 orang tewas dalam pembantaian tersebut.

Abu Thahir membenarkan aksi jahatnya itu dengan legitimasi teologis: membawa nama Allah untuk melakukan pembunuhan. Bahkan dengan jumawa ia menantang tentara burung Ababil yang dulu pernah membinasakan Abrahah saat berniat menghancurkan Ka’bah.

Ia juga menyuruh seseorang untuk menaiki bangunan suci itu dan mencopot talangnya. Karena orang itu jatuh tanpa sebab hingga meninggal, Abu Thahir membiarkan talang Ka'bah di posisinya. Hingga akhirnya ia menyuruh seseorang untuk mencongkel Hajar Aswad dari Ka'bah dan membawanya p**ang.

Merespons hal ini, Amir Kota Makkah bersama keluarga dan beberapa pengikutnya menyusul Qaramithah dan sebisa mungkin membujuk mereka agar mau mengembalikan Hajar Aswad. Sampai-sampai Amir rela memberikan seluruh hartanya asalkan batu hitam itu mau dikembalikan.

Abu Thahir tidak menggubris permohonan Sang Amir. Bahkan Amir, keluarga, dan sejumlah pengikutnya tersebut dibantai habis. Tampaknya pasukan Amir bukan apa-apa di hadapan rombongan Qaramithah yang kuat dan bengis itu.

Menurut Ibnu Katsir, kelompok Syiah Qaramithah sampai tega membabi buta seperti itu karena mereka sebenarnya adalah kaum kafir Zindiq. Mereka berafiliasi dengan rezim syiah Fatimiyyah yang telah menancapkan hegemoninya pada masa itu di wilayah Afrika. Pemimpin mereka bergelar Al-Mahdi, yaitu Abu Muhammad Ubaidillah bin Maimun al-Qadah.

Abu Thahir kemudian memerintahkan pasukannya untuk menyimpan Hajar Aswad yang dia curi untuk diletakkan di Masjid al-Dirar yang berada di ibukota baru negara mereka, Al-Ahsa Bahrain. Hajar Aswad pun disimpan di sana selama kurang lebih 22 tahun. Abu Thahir ingin menjadikan masjid tersebut sebagai tempat yang suci. Dia ingin mengarahkan orang-orang yang berhaji ke Makkah agar menuju Masjid Ad-Dirar.

Namun keinginan Abu Thahir itu tidak pernah tercapai sampai dia meninggal dengan kematian yang mengenaskan, karena digerogoti penyakit aneh dan terkutuk. Ibnu Katsir juga mengomentari perihal Abu Thahir tersebut dengan mengatakan, “Dia telah melakukan ilhad (kekufuran) di Masjidil Haram, yang tidak pernah dilakukan oleh orang sebelumnya dan orang sesudahnya”. (Al-Bidayah wan An Nihayah, 11/191. Hal. 190-192).

Menurut catatan Imam al-Juwayni dalam Historya Islamica, Hajar Aswad baru kembali ke tempatnya semula di pojok Ka’bah setelah 22 tahun lamanya, yaitu pada 339 H atau tahun 952 M ketika kondisi sudah mereda. Kelompok Qaramithah yang menyimpan Hajar Aswad meminta bani Abbasiyah sebagai penguasa saat itu untuk membayar tebusan dengan jumlah uang yang besar jika ingin Hajar Aswad dikembalikan ke tempat semula.

Lalu pada tahun 339 H, sebelum dikembalikannya Hajar Aswad ke Ka’bah, orang-orang Qaramithah mengusung Hajar Aswad ke Kufa dan menggantungnya pada tujuh tiang masjid agar orang-orang dapat melihatnya.

Lalu saudara dari Abu Thahir menulis ketetapan, “Kami dahulu mengambilnya dengan sebuah perintah dan sekarang kami akan mengembalikannya dengan perintah juga, agar pelaksanaan manasik haji menjadi lancar”. Kemudian Hajar Aswad dikirim kembali ke Makkah di atas satu tunggangan tanpa ada halangan dan sampai di Makkah pada bulan Dzulqa’dah tahun 339 H.

Assalamu'alaikum. Sejarah Perang Yamamah syahidnya para penghafal Qur'an.
23/10/2025

Assalamu'alaikum. Sejarah Perang Yamamah syahidnya para penghafal Qur'an.

Perang Yamamah, Nabi Palsu, Dan Syahidnya Para Penghafal Qur'an

Pada masa khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq Ra., salah satu tantangan terbesarnya adalah semakin banyaknya kaum muslim yang murtad akibat terbawa oleh bujukan nabi palsu, Musailamah al Kadzab. Kemunculan nabi palsu ini seperti yang telah disampaikan oleh Rasululloh SAW:

"Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan saya penutup para nabi dan tidak ada nabi setelahku." (HR Abu Dawud).

Musailamah al Kadzab lahir sebelum Rasulullah SAW. Begitu pun setelah sang nabi wafat, dirinya masih hidup dan meninggal di usia 150 tahun. Musailamah berasal dari Bani Hanifah yang mendiami Yamamah, daerah yang terletak di sebelah timur Hijaz. Kawasan tersebut terkenal indah dan subur sehingga sering disebut dalam syair Arab.

Kesesatan Musailamah semakin hari semakin menjadi, setelah mengaku sebagai nabi, Musailamah membebaskan para pengikutnya dari sholat, memperbolehkan meminum khamr, dan berhubungan badan dengan yang bukan muhrimnya.

Meski demikian, para pengikutnya tidak berkurang, justru semakin bertambah banyak. Kondisi inilah yang membuat Abu Bakar ash Shiddiq Ra memutuskan untuk menumpas Musailamah dan para pengikutnya. Setelah mengirimkan pasukan kecil ke Yamamah yang dipimpin oleh Ikrimah, Abu Bakar pun mengirim pasukan yang dipimpin oleh Khalid bin Walid. Total pasukan muslim berjumlah 12.000 orang. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dari pasukan Musailamah yang berjumlah sekitar 40.000 orang.

Pada Desember 632 M, terjadilah pertempuran antara pasukan Muslim yang dipimpin oleh Khalid bin Walid dengan pasukan Musailamah. Pertempuran ini yang dikenal dengan pertempuran Yamamah.

Dengan pasukan besar, tidak kurang dari 40.000 orang, pasukan Musailimah al-Kadzab berada di atas angin dan berhasil menekan 12.000 pasukan kaum muslimin di awal peperangan. Mereka berhasil memorak-morandakan pertahanan kaum muslimin. Mereka menerobos barisan tentara-tentara Allah hingga berhasil masuk ke dalam kemah panglima Khalid bin Walid. Istri Khalid hampir tewas dalam peristiwa itu.

Kondisi berbalik ketika Tsabit bin Qais yang memotivasi semangat pasukan Muslim syahid di dalam lubang yang dia buat sendiri. Setelah itu, Zain bin Khattab, saudara dari Umar bin Khattab, bertemu dengan Nahril Rijal, pengkhianat amanat Rasululloh SAW. Nahril Rijal, salah satu kepercayaan Musailamah ini tewas di tangan Zaid bin Khattab.

Kondisi ini akhirnya membalikan keadaan, Musailamah dan pasukannya terdesak hingga akhirnya bersembunyi di areal kebun. Di kebun inilah akhirnya Musailamah tewas.

Dalam perang Yamamah, banyak para penghafal Qur'an yang ikut berperang. Kebanyakan dari mereka syahid di medan perang. Kurang lebih 700 penghafal Qur'an yang syahid dalam perang Yamamah. Diantara para penghafal Qur'an yang syahid selain Tsabit bin Qais dan Zaid bin Khattab adalah Salim maula Abu Hudzaifah, seorang qari Rasululloh SAW.

Di satu sisi, perang Yamamah memperlihatkan keberhasilan kaum muslimin menumpas gerakan Nabi palsu, akan tetapi di sisi lain perang ini menjadi kehilangan terbesar kaum muslim karena sebagian besar penghafal Qur'an syahid di medan perang. Kondisi ini kemudian menciptakan masalah baru pada masa kekhalifahan setelah Abu Bakar Ash Shiddiq Ra.

Address

Bandung Satu

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Satu Islam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Satu Islam:

Share