Masjid Al-Ihsan

Masjid Al-Ihsan Masjid Al-Ikhsan berada di tengah-tengah pemukiman BTN II, Way Halim Permai, Bandar Lampung.

06/07/2024

KETIKA MESJID KAMPUS, SAKSI SEJARAH DAN MENJADI PUSAT PERADABAN BANGSA

oleh Jauhari Zailani
+++

UGM dan ITB, menjadi ikon perubahan Islam di Indonesia. Ketika itu sebelum 1980, jagad politik amat monolitik. Arus informasi searah dari pemerintah saja. Pemerintah menjadi satu-satunya sumber informasi. Pemerintah menjadi satu-satunya sumber dan pemilik kebenaran. Pemerintah menjadi pembuat aturan dan memonopoli tafsirnya. Bukan hanya tentang hukum positif, tetapi juga tentang agama. Itu keadaan politik Indonesia tahun 1970an - 1980an.

Era itu, era ketika politik serba tidak boleh. Tidak boleh diskusi. Tidak boleh demontrasi. Apalagi soal agama. Sebagai gambaran sekilas, betapa terkekangnya orang islam ketika itu: Tidak boleh memakai jilbab. Jilbab dilarang. Perempuan yang mengenakan jilbab di sekolah atau di kampus. Langsung dikeluarkan. Perempuan PNS langsung dipecat.

Alhamdulillah kampus UGM mendobrak kekangan itu. Melalui tema "Dakwah in Campus" mahasiswa mempelopori perubahan, perubahan Islam dan perubahan Indonesia. Di gedung "Gelanggang Mahasiswa" (yang berdampingan dengan gedung "Purna Budaya") mereka mengadakan kegiatan-kegiatan bernapas Islam.

Mengawali kegiatan "Ramadhan ing Kampus", UGM melaksanakan teraweh bersama. Teraweh di laksanakan di "Gelanggang Mahasiswa" yang diikuti oleh ratusan dan ribuan mahasiswa Yogyakarta dan masyarakat. Dengan kreatif, mahasiswa mengemas kegiatan "Dakwah" dalam kegiatan budaya. Sudah menjadi tradisi, dalam teraweh ada ceramah, Ceramah yang kini lazimnya dilakukan oleh ustad, ketika itu oleh budayawan atau cendekiawan. Setelah solat Isya dan teraweh bersama acara dilanjutkan dengan diadakan diskusi.

Budayawan yang mengisi "Ceramah Ramadhan" di "Gelanggang Mahasiswa" nama-nama (untuk menyebut beberapa nama) yang akrab dengan masyarakat, misalnya dari kalangan budayawan adalah WS Rendra, Emha Ainun Najib, dan Grup Bimbo dari Bandung, dan lain-lain, Kaum cendekiawan seperti Sahirul Alim, yang memaparkan era kejayaan ilmuwan Islam dan pengaruhnya pada peradaban dunia,

Dengan canggih Sahirul Alim menguraikan "tafsir Alquran kontekstual" tentang bumi, alam semesta dalam Islam". Kuntowijoyo memaparkan peran Islam dalam peradaban dunia dan Indonesia. Dan bagaimana Islam menjawab tantangannya peradaban dalam era modern.

Di bawah pemerintah yang repressif, Emha Ainun Najib membacakan Puisi berjudul "Lautan Jilbab", Kemudian puisi itu dipentaskan dalam drama dengan judul yang sama. Ketika itu, di Indonesia tidak ada orang yang memakai jilbab. Di sekolah, di kampus, di kantor jilbab di larang. Bahkan di pabrik, atau karyawan toko. Kalau ada yang berani memakai jilbab, langsung dipecat. Imajinasi Cak Nun tentang "lautan jilbab" adalah sebuah perlawanan terhadap kesewenang-wenangan penguasa.

Kisah singkat, peran "mesjid" sebagai pusat peradaban. Ketika itu UGM belum memiliki mesjid. Kegiatan "Dakwah ing Kampus" dan "Ramadan ing Kampus" menjadi cikal bakal berdirinya "Mesjid Salahuddin". Mesjid di kampus UGM kini. Itu kisah dari Yogyakarta.

Selain UGM di Yogyakarta, di Bandung ada mesjid yang menjadi pusat pergerakan dan peradaban, yaitu mesjid "Salman".
Semoga, anda bisa menikmati acara di mesjid UGM. Dan anda bisa menambahkan informasi dari kampus yang lain. Misalnya IPB, ITB, UNAIR, UNIBRAW dan lain-lain. Silahkan
+++
Bandar lampung,
September 2020

06/07/2024

MESJID SEBAGAI PUSAT PERADABAN.

oleh Jauhari Zailani
+++
Beberapa hari ini Ustad kita menyingung peran dan fungsi mesjid. Ustad Agus Supriyadi menceritakan hebatnya mesjid An-Nur. Makan pagi untuk jamaah di lakukan setiap hari.

Memberikan beras kepada jamaah yang sholat subuh di mesjid, antara 5-10 kg. Setiap pagi setiap hari.

Pagi ini ustad Kahfi Hamdan memberikan materi "memakmurkan mesjid. Nah, cocok bagi impian ustad Fakhrunawa. Menjadikan mesjid sebagai jantung kegiatan.

Karena tiap hari temen-temen posting pesan-pesan politik, dalam benak saya bertanya; apa yang dapat kita manfaatkan?

Jadi, jangan berhenti forward saja. Dan berlalu. Jangan sampai mesjid hanya tempat "menggonggong dari luar gelanggang. Menyedihkan kalau mimbar menjadi "tempat memaki. Tanpa berbuat.
---
Mesjid di bangun untuk mewadahi dan melayani kebutuhan Umat. Bukan hanya sekedar untuk sholat. Bukan sekedar untuk Taklim. Taklim penting. Tetapi itu hanya sebagian kecil dari fungsi mesjid.

Membangun mesjid indah, mempercantik, memewahkan mesjid penting. Karena bertujuan untuk membuat nyaman jamaah berada di mesjid.

Memakmurkan mesjid secara maknawi, bukan sekedar 'tegakkan sholat.

Ketika nabi hijrah dan mendirikan Negara Madinah, Rasulullah menjadikan Masjid sebagai jantung peradaban;

1. Mesjid sebagai pusat kegiatan pemerintahan. Masjid digunakan untuk kegiatan politik. Seperti menerima tamu negara atau merencanakan perang.

2. Mesjid sebagai pusat perencanaan kota. Saat itu sudah di rancang pemakaman dan pasar. Bahkan saat itu ada "rumah singgah sementara untuk orang-orang fakir miskin dan musafir.

3. Fungsi Masjid Nabawi sebagai pusat kegiatan para khalifah terus berlanjut. Bahkan pada saat itu, fungsi Masjid sebagai pusat pertemuan para sahabat dan pemimpin Muslim lainnya.

4. Mesjid juga menjadi pusat dakwah bagi para kaum mualaf. Fungsi masjid sebagai pusat pendidikan Islam menjadi semakin mengkristal.

Dan mesjid sebagai pusat pendidikan dan penyebaran keilmuan yang bernuansa Islam telah mulai tumbuh dan kemudian mewarnai dunia. Puncaknya era Abasyiah.

5. Dan jangan lupa, Rasul dan para sahabat membuat pasar. Sahabat utama, semua saudagar yang kaya raya.

Sebagai catatan penting. Sebelum kehadiran nabi Muhammad, Medinah secara ekonomi dan politik di kuasai oleh Yahudi. Penduduk Ansor termarjinalkan.

Tapi kehadiran nabi Muhammad, bukan saja menggeser dominasi Yahudi. Bahkan Yahudi terusir dari Medinah.

6. Mesjid sebagai pusat olahraga. Tolong di lihat faktanya; sahabat nabi adalah anak anak muda. Karena pembinaan untuk anak muda itu menjadi amat sangat penting. Melalui olahraga itu, di mesjid bisa dilakukan.

Dan masih banyak yang lain. Tapi kini, banyak mesjid alergi politik. Lebih asyik mengkaji teks-teks hadits dan Qur'an dengan tafsir kolot. Menghindari tafsir dari Muhammad Abduh, Fazlur Rahman sebagai bahan kajian.

Salam dari Bandar Lampung.

06/07/2024

UNDANGAN SHOLAT SUBUH DI MESJID

oleh Jauhari Zailani

Saya berbagi tulisan lama, semoga bermanfaat
+++

Wahai saudaraku, aku tahu, karena kesibukan kita, kita jarang solat di mesjid. Banyak mesjid dibangun, besar dan mewah, dengan karpet yang empuk dan pendingin yang sejuk. Tapi, lihatlah jumlah shaf dalam solat fardhu. Dua shaf, satu, atau beberapa orang saja. Karena amat sedikit yang mewajibkan diri solat di mesjid.

Kesibukan kita telah membuat kita enggan solat berjamaah di mesjid. Waktu solat Lohor, kita sedang sibuk bukan kepalang oleh pekerjaan, karena itu solatnya di mushola kantor, bahkan di ruang kantor. Ketika waktu solat Asar tiba, kita masih tugas di luar, karena itu solatnya acap di jalan, masih bagus kalau solat awal waktu dan ketemu mesjid atau musola.

Pada waktu Magrib kita belum sampai di rumah, masih dalam perjalanan p**ang. Karena itu, solatnya di jalan. Ketika solat Isya datang, acapkali kita sedang makan malam bersama teman, atau sudah sampai di rumah, tetapi menunda solat. Karena ngobrol dengan anak-anak dan keluarga, atau lelah dan penat.

Dari lima waktu solat, empat waktu kita masih bisa berdalih untuk tidak solat berjamaah di mesjid. Bagaimana dengan solat subuh? Masihkah ada dalih untuk tidak solat di mesjid? Semestinya tidak ada lagi alasan untuk tidak solat di mesjid. Rasanya, tidak ada lagi alasan karena tidak ada mesjid dekat rumah. Ada kendaraan seperti mobil, motor atau sepeda yang dapat dipergunakan untuk mengatasi jarak. Barangkali hanya soal niat. Tidak biasa? Kalo soalnya tidak biasa, mari segera kita mulai dan biasakan solat subuh di mesjid, mulai hari ini.

Mungkin di antara kita beralasan subuh masih enak-enaknya tidur. Masih ngantuk? Jika membiasakan diri segera bangun, bergegas ke kamar mandi, apalagi langsung mandi, ah segarnya. Mandi subuh, amat bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan jiwa. Ayo segera bergegas ke mesjid, bertemu teman dan tetangga. Ayo solat subuh di mesjid, jangan di tunda lagi.

Solat subuh berjamaah di mesjid, bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi masyarakat. Bagi diri sendiri, bermanfaat untuk kesehatan. Menghirup udara yang segar. Memulai aktivitas hari ini pada dini hari. Bagi masyarakat, solat subuh di mesjid telah menciptakan lingkungan yang relijius. Semoga anak-anak kemudian ikut solat di mesjid, memulai aktivitas di awal waktu. Bagi yang masih aktif dikantor, apalagi masih muda, waktu luang dan amat memungkinkan adalah pada waktu subuh. Dengan berbagai manfaat itu, tidak lagi ada alasan untuk tidak solat subuh di mesjid. Kecuali orang yang munafik. Kita pasti tidak ingin disebut sebagai orang munafik, yang solat di mesjid pada magrib dan Isya saja. Agar dilihat oleh orang, sedang solat subuh di mesjid tidak dilihat oleh orang.

*Mengapa harus di mesjid?*

Solat fardhu dilaksanakan secara berjamaah di mesjid, amat ditekankan oleh Nabi. Ada riwayat, suatu hari beliau usai beliau berceramah tentang solat berjamaah di mesjid, Badu bertanya 'ya Rosul, rumah saya jauh, gelap, saya ini buta p**a. Apakah saya juga harus solat di mesjid?'. Terdiam sejenak, Nabi menjawab 'ya, kau boleh solat di rumah'. Usai taklim, si Badu beranjak p**ang. Sesampai di pintu mesjid, Nabi panggil Badu. 'Badu, tunggu sebentar. Apakah anda mendengar suara adzan?. 'ya saya mendengar' jawab Badu. Rosul pun berfatwa 'kalau begitu kau wahai Badu, kau harus solat di mesjid'.

Memang, sejujurnya, banyak godaan dan hambatan ketika solat dikerjakan di rumah. Acapkali kita menunda-nunda solat. Tidak solat di awal waktu. Apalagi remote televisi sudah di tangan. Jika solat di awal waktu, seringkali, solat di rumah dilakukan dengan terburu-buru, tidak khusuk. Solat di rumah, acap tidak dilengkapi dengan solat sunat sebelum dan sesudah solat fardhu. Badan solat, tetapi pikiran mengikuti berita dari televisi. Gangguan suara televisi, orang memasak di dapur, orang menyanyi, orang di kamar mandi, gangguan-gangguan yang menjadikan kita jauh dari khusuk. Apalagi ada suara ketukan pintu, dan orang bersalam. Masihkah mengharapkan solat kita diterima?

Saudaraku, tidak ada jaminan solat di mesjid pasti khusuk. Tetapi dengan solat di mesjid, kita sudah solat di awal waktu. Waktu-waktu utama, untuk solat dan berdoa. Solat di awal waktu, amalan yang amat disukai oleh Allah dan nabiNya. Jika solat di rumah, keutamaan itu tidak kita peroleh. Dengan solat berjamaah di mesjid, kelalaian personal misalnya tidak khusuk, akan terdongkrak oleh keutamaan solat berjamaah (misalnya dari pahala yg berlipat). Dan hampir dipastikan solatnya dilengkapi dengan solat sunat, sebelum dan sesudah solat wajib.

Solat berjamaah di mesjid memiliki keutamaan. Bukan saja akan diganjar dengan pahala 27 derajat (kalau di rumah 1). Tetapi bernilai pahala dan kebaikan, sejak berwudhu, berpakaian, memakai sendal, Setiap langkah kaki memiliki nilai yang tiada tara. Berjalan kaki menuju mesjid, setiap kaki kiri melangkah telah meninggikan satu derajat, pada setiap langkah kaki kanan, akan menghapus dosa. Ini yang amat penting, solat berjamaah di mesjid akan memperoleh ganjaran pahala seperti ibadah haji.

Suatu hari, ketika hendak solat, nabi sebagai imam, melihat kebelakang seperti mengabsen jamaah. Beliau bertanya 'mana Nurcholis'? . Ada pak di rumah, jawab jamaah. Apa kata rosul? Jika, ada yang dapat menggantikan imam, saya ingin membakar rumahnya, agar rumah tidak menjadi penghalang baginya untuk solat di mesjid. Sesungguhnya, Allah dan Nabinya amat cinta dan sayang kepada umatnya. Mari kita sambut kasih sayangnya.

Semoga bermanfaat.
Salam

06/07/2024

KEMBALI KE MESJID

(maaf sharing tulisan lama. Kenangan masa kecil di Bendosari Prambanan Yogya)

Oleh Jauhari Zailani
+++
Setelah rumah, mesjid. Sejak kecil, begitulah. Kalau nggak rumah ya mesjid. Rumah tempat tidur, mesjid tempat tidur. Rumah tempat bersama orang tua dan saudara kandung. Mesjid tempat bersama guru ngaji, dan temen ngaji. Rumah tempat makan, mesjid tempat seskali dapat makan dan makanan.

Dari mesjid itulah aku tumbuh. Sebagai orang mesjid. Pergi kemanapun, mesjid yang dicari setelah alamat yang dituju. Dari mesjid itulah kami berteman dan berkembang. Temen tidur, temen makan. Temen mencari buah yang jatuh, sisa kalong. Teman mencuri buah dari pohon dan kebon tetangga.

Itulah masa keci di kampung. Mesjid adalah rumah kedua. Tempat pergi dan tempat kembali. Bersama temen dan saudara sekampung kami tumbuh di dan dari mesjid. Kami sering bercengkerama, kami sering bertengkar. Kami acap kali saling berselisih pendapat. Kami sering berbeda pandangan. Banyak sekali perbedaan, diantara kami. Kami saling mencari. Kami saling merindukan. Ah indahnya masa kecil mesjid. Di kampung kami, Bendosari Prambanan Yogya. Seblum aku pindah ke Lampung tahun 1967.

Kini, di komplek ini, aku juga memiliki kebiasaan yang sama. Sejak kecil di kampung, rumah dan mesjid. Di usia tua ini pun kami masih acap bertengkar. Cerita dan Cinta itu datang pagi ini. Kami sering ketemu. Saling tersenyum. Saling sapa. Saling memperhatikan. Kami saling berbagi.Tapi tak jarang memaki.

Kami saling merindukan. Kami dalam satu frekuensi. Mesjid menjadi tempat ketemuan. Mesjid menyatukan kami.
Pagi ini, kami saling berbagi cinta. Kami saling bercerita. Kami saling mendengarkan. Kini kami merindukan bisa bersatu dan bersinergi. Saling memberi dan berbagi.

Mesjid, menjadi tempat yang startegis untuk belajar dan mengajar.
Kita mengacu dan berpedoman kepada kitab suci ALl-Qur'an. KIta ini diciptakan Alah Sebagai Khalifah (Q: 2: 30) yang bertugas menyebarkan Kasih sayang Allah. Dalam kitab suci itu terdapat 114 surat, dari 604 halaman. Terdapat 114 kata "Bismillahirohmanirohim", atas nama Allah yang maha pemurah dan maha penyayang.

Mesjid menjadi tempat yang strategis untuk berbagi kasih sayang. Mesjid menjadi tempat yang real untuk mengharapkan keberuntungan dalam hidup. Karena (QS; 9:18) Allah berfirman:

"Sungguh, yang memakmurkan masjid-masjid Alloh, hanyalah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan Hari kemudian, Yang mendirikan shalat, dan membayar zakat. Dan tiada takut (kepada siapapun) kecuali kepada Alloh. Merekalah yang diharapkan masuk golongan orang yang beroleh bimbigan".

Mesjid adalah tempat kita kembali. Mesjid adalah tempat kita mengabdi. dan menjadikan mesjid SEBAGAI MARKAS PERJUANGAN. Rasulullah membuat mesjid. Menjadi markas perjuangan, di samping sebagai pusat; Ibadah dan pemerintahan;
Taklim (pendidikan). Ekonomi, hukum, sosial- politik, dan hankam.

Setiap selesai shalat, Mesjid diadakan Taklim, belajar dan berdikusi tentang hidup dan kehidupan. Usai taklim, ke pasar untuk berdagang. Mesjid juga menjadi tempat konsultasi berbagai masalah keluarga dan masyarakat. Dalam masalah sosial.... politik, Nabi menyatukan warga Medinah, mempersaudarakan kaum anshor dan muhajirin.

Melalui Mesjid, nabi Muhammad membuat "Piagam Madinah", Sebagai kontrak sosial dan Konstitusi yang pertama di dunia. 600 sebelum Magna Charta, konstitusi pertama di Eropa. Kontrak sosial yang dibuat dan mengikat sekuaruh warga dan suku yang menjadi penduduk Madinah, di dalamnya ada orang-orang Yahudi sebagai golongan yang dominan secara sosial politik dan ekonomi.

Bidang Hankam. selama kepemimpinan Nabi Muhammad, dalam 10 tahun terjadi 27 kali perang. Itulah pentingnya anak muda. Bayangkan saja anak-anak muda itu menggali parit sepanjang 5 kilometer dengan kedalaman dan lebar 5 meter: Dalam perang Handak (gali parit) itu, Madinah diserbu oleh musuh-musuh yang jumlahnya berlipat-lipat, dengan fasilitas perang yang lebih "canggih" . Dan dalam perang yang terakhir melawan pasukan Romawi, pasukan dari Madinah harus berjalan sejauh 850 km. Itulah pentingnya anak muda.

Semoga bermanfaat

04/06/2024

Khotbah Jumat terpendek di dunia; setelah naik mimbar Sang Khatib berkata: Jika ada tiga puluh ribu orang meninggal, Tujuh puluh ribu orang terluka tak mampu menggugah hati manusia, apatah yang dapat saya katakan ?

Dia mengakhiri khotbahnya dan turun mimbar.

29/11/2023

BERDAKWAH DENGAN KESABARAN

(khutbah Jum'at oleh ustad Muslih Solihin, di mesjid Al Ihsan, Wayhalim permai Bandar Lampung)
+++
Suatu hari Musa hendak
memisahkan orang berantem, hingga ada yang terbunuh. Orang yang Musa bela itu, orang Yahudi kian ganas karena yakin akan di bantu oleh Musa.

Lawan Yahudi itu berucap ke Musa "wahai Musa, akankah engkau menjadi penguasa yang kejam..."? Ucapan yang membuat Musa tercenung. Ia tahu, Musa berasal dari lingkungan kerajaan.

Di saat dia tercenung, ada yang membisikkan kepada Musa "wahai Musa, petinggi sedang rapat. Mereka hendak menangkap dan membunuhmu."

Musa melarikan diri ke Madyan. Dalam pelarian itu ketika sedang istirahat di bawah pohon, ia menyaksikan dua "gadis perempuan" ikut antri ambil air di sumur untuk hewan-hewannya.

Musa tergerak membantu, karena kawanan laki laki yang antri tak hendak kasih kesempatan kepada dua gadis itu.

Sep**ang ke rumah, gadis itu menceritakan pertolongan Musa kepada orang tuanya.

Hingga orangtuanya tertarik hendak menikahkan Musa dengan anak gadisnya.

Karena tak membawa harta untuk mahar, Musa dinikahkan dengan mahar kerja pada keluarga itu selama delapan tahun.

Setelah bertahan sepuluh tahun, Musa dapat perintah dari Allah untuk dakwah ke Firaun.

Musa berkata " ya Allah, lidahku kelu, aku cadel. Tolong aku didampingi oleh Harun, saudaraku."

Dengan doanya ..
“Ya Rabbku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha ayat 25-28).

Berkat restu dari Allah, Musa pergi ke Mesir, negaranya Fir'aun. Musa hanya bersandar kepada Allah, menghadapi Fir'aun. Raja dengan kekuasaan yang mutlak. Bahkan mendaku sebagai Tuhan.

Fir'aun memiliki dua pembantu yang setia dan piawai. Karun yang kaya raya. Hamam yang cerdik pandai, yang mampu mengerahkan kekuatan massa.

Allah selalu mendampingi dan melindungi Musa. Hingga Musa berhasil membawa kaumnya keluar dari negeri Firaun.

Dan Firaun Allah tenggelamkan di laut.
+++
Suatu hari, Musa ditanya "siapa yang paling pandai di dunia ini.."?
" Aku." Jawab Musa.

Allah ingatkan, ada orang yang kepadanya Musa harus belajar.

Musa bertemu dengan orang saleh dan melamar menjadi murid. Dialog:

Musa: "wahai bapak, bolehkah saya belajar ilmu darimu"?

Guru: "wahai Musa, engkau takkan mampu bersabar bersamaku".

Musa: " wahai guru, yakinlah engkau akan melihat aku bersabar.."

Mereka berdua melakukan perjalanan. Naik kapal, gratis. Karena mereka kenal pak guru.

Sesampainya di seberang, kapal di lubangi dan di rusak oleh pak guru. Spontan dapat protes dari Musa.

"Wahai pak guru, mengapa engkau merusak kapal itu, bukankah engkau.... sudah di bantu...?"

Jawab Pak guru " wahai Musa, bukankah aku sudah katakan ', engkau tidak akan sabar bersamaku. '

" Ya pak guru. Aku tak lagi.... maafkan aku.."

Di dalam p**au itu mereka bertemu dengan sekelompok anak yang bermain. Ada satu anak menyendiri dan bersandar di pohon. Kemudian pak guru mendatangi dan membunuhnya.

Dengan refleks Musa protes "wahai guru, mengapa engkau begitu kejam membunuh anak kecil. Anak tak bersalah kepadamu..."

"Wahai Musa, sudah kubilang engkau takkan sabar. Jika engkau masih cerewet, kita berpisah.".

Mereka melakukan perjalanan di p**au itu dan menemukan sebuah rumah reyot. Serta-merta pak guru membongkar rumah itu dan membangun kembali. Lebih bagus.

" Pak guru, mengapa engkau begitu baik. Padahal warga p**au ini begitu cuek pada kita.'?

"Wahai Musa, kebersamaan kita berakhir sampai disini. ...".
+++
Saudaraku, pelajaran dari uraian di atas, bahwa:

Pertama, kekuatan dan kepandaian harus di pergunakan secara tepat. Dalam hal ini untuk berdakwah kepada penguasa dzalim.

Kedua, tidak perlu ragu apalagi takut berhadapan dengan penguasa. Selagi niat kita benar, dan selalu bersandar kepada Allah semata.

Ketiga, tetaplah tawadhu, rendah hati. Jauhi rasa sombong. Meski kita sepandai apapun. Pasti ada yang lebih pandai. Di atas langit ada langit.

Keempat, di dalam masyarakat harus ada sekelompok orang yang selalu berdakwah. Menyeru "amar makruf nahi mungkar".
+++
Saudaraku, mari berlomba-lomba dalam kebaikan. Berdakwah dengan kesabaran. Berdakwah secara pribadi maupun berjamaah.

Berdakwah kepada teman, kepada masyarakat, dan kepada penguasa.

Bandar Lampung, 3 Desember 2021.

Di tulis ulang oleh
Jauhari zailani

02/11/2023

Saya copas dari grup teman.

*Assalamualaikum wr wb*
*Renungan Jum,at Subuh*

*Penyakit Hati*

Salah satu penyakit hati yang sangat dicela dalam Islam adalah penyakit hasad atau dengki.

Akibat yang ditimbulkan oleh penyakit hasad sangat berbahaya bahkan dapat menjerumuskan pelakunya ke dalam neraka.

Kita sulit mengetahui penyakit hasad yang mengjangkiti diri kita sendiri, lebih-lebih mengetahui penyakit hasad yang menjangkiti orang lain.

Hal ini karena penyakit hasad adalah penyakit hati yang tak seorang pun mengetahui bentuk dan wujudnya.

Imam Alghazali dalam kitab Minhajul Abidin mengatakan bahwa hasad merupakan penyakit yang tidak hanya merusak kebaikan, melainkan juga menarik untuk berbuat maksiat dan kejahatan.

Tidak sedikit perbuatan maksiat dan kejahatan terjadi disebabkan penyakit hasad yang menghinggapi hati seseorang.

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : اَرْبَعَةٌ جَوَاهِرَ فِى جِسْمِ بَنِى آدَمَ يْزِيْلُهَا اَرْبَعَةُ اَشْيَاءَ : اَمَّا الْجَوَاهِرُ فَالْعَقْلُ وَالدِّيْنُ وَالْحَيَاءُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ فَالْغَضَبُ يُزِيْلُ الْعَقْلَ وْالْحَسَدُ يُزِيْلُ الدِّيْنَ وَالطَّمَعَ يُزِيْلُ الْحَيَاءَ وَالْغِيْبَةُ تُزِيْلُ الْعَمَلَ الصَّالِحَ .

Rasulullah saw bersabda: "Ada empat permata dalam tubuh manusia yang dapat hilang sebab empat hal. Empat permata itu ialah: *1 akal, 2 agama, 3 sifat malu, 4 amalan shalih*
*1.Marah-marah (ghadlab) dapat menhilangkan *(Akal)*
*2.Iri dan dengki /hasud akan menghilangkan (Agama)*
*3. Serakah /thama' akan menghilangkan (sifat malu)*,
*4.Dan menggunjing /ghibah akan menghilangkan *(Amal shalih)*
(Kitab Nashaihul Ibad)

*Jangan hasud...Mari kita berdoa......Semoga tetap Istiqomah dan Tetap semangat menggapai RidhoNya*

*Wassalaamualaikum wr wb*

25/10/2023

Saya copas dari grup sebelah.
+++
*Assalamualaikum wr wb*
*Renungan Selasa Subuh*

*Mohon Doa*

Setiap amal baik yang dikerjakan dengan keikhlasan dan benar-benar mengharap ridho dari Sang Pencipta Alam Semesta, akan mendapat pahala yang mampu menuntun hidup menjadi lebih bahagia dunia akhirat.

Namun hidup di dunia tidak hanya diselimuti dengan adanya kebaikan semata. Tidak sedikit p**a perkara yang menjadi benalu di setiap amal perbuatan baik itu sendiri.

Sehingga memang perlu kita sadari, bahwa untuk mencapai puncak kehidupan untuk mendapatkan kenikmatan dan keberkahan di dunia dan akhirat, haruslah dibarengi dengan tekad yang kuat dan penuh perjuangan.

Oleh sebab itu jika kita menginginkan semua amal baik yang dikerjakan ini senantiasa diterima dan mendapat ridho dari-Nya, maka perhatikanlah akan perkara yang justru malah merusak akan setiap amal baik yang akan kita kerjakan.

رسول اللّه صلى الله عليه و آله و سلم :سِتَّةُ أشياءَ تُحبِطُ الأَعمالَ : الاِشتِغالُ بِعُيوبِ الخَلقِ ، وقَسوَةُ القَلبِ ، وحُبُّ الدُّنيا ، وقِلَّةُ الحَياءِ ، وطولُ الأَمَلِ ، وظُلمٌ لا يَنتَهي.
كنز العمّال : ج ۱۶ ص ۸۵ ح ۴۴۰۲۳ نقلاً عن الفردوس عن عديّ بن حاتم .

Rasulullah saw : *Enam hal yang dapat menghapus amal yaitu Sibuk dengan aib orang, Keras hati, Cinta dunia, Sedikit malu, Panjang angan angan dan Kezaliman tiada henti*

*Mari kita berdoa.....Semoga tetap Istiqomah dan tetap Semangat Menggapai RidhoNya*

*Wassalaamualaikum wr wb*

24/10/2023

Saya copas dari grup sebelah.
+++
*Assalamualaikum wr wb*
*Renungan Rabu Subuh*

*Hari Akhirat**

Hari akhirat, hari setelah kematian yang wajib diyakini kebenarannya oleh setiap orang yang beriman kepada Allah ta’ala dan kebenaran agama-Nya.

Dunia tempat persinggahan sementara dan sebagai ladang akhirat tempat kita mengumpulkan bekal untuk menempuh perjalanan menuju negeri yang kekal abadi itu.

Barangsiapa yang mengumpulkan bekal yang cukup maka dengan izin Allah dia akan sampai ke tujuan dengan selamat, dan barang siapa yang bekalnya kurang maka dikhawatirkan dia tidak akan sampai ke tujuan.

عَنْ أَنَسٍ رَضِي اللّه عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قال: " يَتْبَعُ الميِّتَ ثَلاثَةٌ : أهْلُهُ ومَالُهُ وعَمَلُهُ. فَيَرْجِعُ اثْنَانِ، ويَبْقَى وَاحِدٌ : يَرْجِعُ أَهْلُهُ ومَالُهُ، ويَبْقَى عَمَلُهُ ". (متفق عليه).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, : “Yang mengikuti mayit sampai ke kubur ada tiga, dua akan kembali dan satu tetap bersamanya di kubur. Yang mengikutinya adalah keluarga, harta dan amalnya. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya. Sedangkan yang tetap bersamanya di kubur adalah amalnya.” (HR. Bukhari, no. 6514; Muslim, no. 2960)

*Cari bekal Akhirat.....mari kita berdoa...Semoga tetap Istiqomah dan Tetap Semangat Menggapai RidhoNya*

*Wassalaamualaikum wr wb*

16/10/2023

Copas dari grup sebelah:

*Assalamualaikum wr wb*
*Renungan Selasa Subuh*

*Waktu*

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering merasakan waktu berlalu begitu cepatnya.

Demikian p**a pergantian tahun, bulan sangat tidak terasa, Apalagi pergantian hari ke hari, satu hari terasa seperti satu jam.

Penyesalan terhadap waktu yang telah berlalu adalah penyesalan yang tinggal penyesalan.
Ingatlah, waktu yang sudah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi.

*“Waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali.”*

قَالَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِي الأرْضِ عَدَدَ سِنِينَ (112) قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَاسْأَلِ الْعَادِّينَ (113) قَالَ إِنْ لَبِثْتُمْ إِلا قَلِيلا لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (114)"

Allah bertanya, *Berapa tahunkah lamanya kalian tinggal di bumi?" Mereka menjawab, "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.” Allah berfirman, "Kalian tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kalian sesungguhnya mengetahui*

*Manfaatkan waktu mu....Mari kita berdoa.....semoga tetap Istiqomah dan Tetap Semangat Menggapai RidhoNya*

*Wassalaamualaikum wr wb*

12/10/2023

Saya copas dari grup sebelah
+++
*Assalamualaikum wr wb*
*Renungan Jum'at Subuh*

*Ujian*

Ujian dari kehidupan yang sesungguhnya, bukanlah keberanian untuk mati, tapi keikhlasan untuk hidup sepenuhnya menghadapi kesulitan dengan doa, upaya, dan kesabaran.

Jika bukan kesabaran dalam iman,
apakah yang bisa menjaga kita tetap berdiri gagah menghadapi sulitnya kehidupan?

Jauhkanlah hati dari mengeluhkan
yang memang belum bisa kita lakukan.

Marilah kita ikhlas melakukan
yang bisa kita lakukan sekarang,
agar Allah mencukupkan sekecil-kecilnya kemampuan kita untuk mencapai sebesar-besarnya impian kita.

Setiap jiwa dari kita adalah kekasih
kecintaan Tuhan yang berhak bagi kebahagiaan.

Marilah kita bersabar.
Karena, bersabar itu sendiri adalah sudah kebahagiaan.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ( صلى الله عليه و آله و سلم ) :
مَنِ الْتَمَسَ رِضَى اللّهِ بِسَخَطِ النّاسِ رَضىَ اللّهُ عَنْهُ وَ اَرْضى عَنْهُ النّاسَ وَ مَنِ الْتَمَسَ رِضَى النّاسِ بِسَخَطِ اللّهِ سَخِطَ اللّهُ عَلَيْهِ وَ اَسْخَطَ عَلَيْهِ النّاسَ؛(۲۸) نهج الفصاحه، ح ۲۷۸۳ .

Rasulullah saw : *Barang Siapa yang mencari keridhaan Allah walaupun manusia membencinya maka Allah akan meridhoinya dan manusia akan meridhoinya; Dan barang siapa yang mencari keridhoan manusia dengan kemurkaan Allah maka Allah akan memurkainya dan manusia memurkainya jua*

*Selamat menuai Cinta Allah..! Mari kita berdoa ....Semoga tetap Istiqomah dan Tetap Semangat Menggapai RidhoNya*

*Wassalaamualaikum wr wb*

Address

Jalan Alam Indah 15, Wayhalim Permai
Bandar Lampung
35131

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Masjid Al-Ihsan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category