16/07/2021
Suku Singkil adalah sebuah suku yang terdapat di kabupaten Aceh Singkil, Sebagian Kabupaten Aceh Selatan, Sebagian Aceh Tenggara dan kota Subulussalam, Aceh Utara di provinsi Aceh. Suku Singkil mempunyai khas tersendiri yakni yaitu termasuk peribahasa, budaya, adat dll.
Bahasa Singkil Adalah suatu bahasa mayoritas yang di gunakan di Kabupaten Aceh Singkil, Kota Subulussalam dan sebagian di Kabupaten Aceh Tenggara, dan Aceh Selatan. Bahasa ini bisa dikatakan mirip atau serumpun dengan bahasa Karo di provinsi Sumatra Utara. Namun bahasa Singkil mempunyai keunikan sendiri disisi lain mempunyai kosakata lainnya yang jauh berbeda dengan suku Karo serta mempunyai ciri khas seperti hurif R di ucapkan 'Kh'
Contoh:
Indonesia: Rupa
Singkil: Khupa
Suku Singkil memliliki budaya sendiri yang banyak dipengaruhi oleh tradisi keislaman. Meski serumpun, etnis ini memiliki adat dan budaya yang jauh berbeda dengan Suku Pakpak. Hal ini dikarenakan suku Singkil mayoritas menganut agama Islam sedangkan suku Pakpak mayoritas memeluk agama Kristen. Selain itu suku Singkil lebih banyak bercampur dengan etnis-etnis pendatang, seperti suku Pakpak, Karo, Aceh, Minang, Melayu dan Kluet. Jadi bisa dikatakan suku Singkil merupakan suku sendiri yang mempunyai kebudayaan, adat, budaya, bahasa, silsilah, nenek moyang/leluhur, marga sendiri dan ia suku yang mandiri. Namun suku Singkil juga telah bercampur/berasimilasi dan terjadilah kulturisasi antara suku-suku itu tadi sehingga terciptalah budaya baru tetapi marga Singkil juga telah banyak yang berkaitan dengan marga suku Batak Pakpak, suku Karo dan suku Minangkabau.
Sebagaimana halnya suku-suku di sekitarnya salah satunya Batak, etnis inipun mengenal marga yang diturunkan dari garis patrilineal (ayah). Secara umum, marga-marga yang digunakan Suku Singkil relatif sama atau mirip dengan marga-marga yang ada di Suku Batak Pakpak Namun ada juga yang mirip dengan suku Alas, suku Karo, suku Kluet, suku Gayo, suku Batak Toba dan sedikit sisanya marga-marga yang berasal dari gelar/klan Suku Aceh dan Minangkabau. Namun juga ada yang berbeda. Marga-marga yang terdapat dalam Suku Singkil di antaranya adalah
• Kombih
• Ramin
• Buluara
• Palis
• Kembang
• Bako
• Manik
• Lingga
• Pokan
• Lembong
• Barat
• Siketang
• Melayu
• Goci
• Maha
• Sambo
• Saran
• Payung
• Pardosi
• Brutu
• Cibero
• Angkat
• Bancin
• Munthe
• Atjeh
• Maha
• Padang
• Sulin
• Segala
• Tinambunen
• Pinem
• Berampu
• Kesugihen
• Ujung
• Sinaga
• Barus
• Capah
Suku Singkil beragama Islam. Agama Islam diyakini telah menyebar sejak beberapa abad. Kemudian juga dari kekuasaan kerajaan Aceh yang pernah menguasainya selama beberapa abad. Suku Singkil pernah memiliki ratusan tokoh ulama yang terkenal pada masa lalu yakni Abdurrauf Singkil atau Syekh Abdur Rauf syekh Hamzah alfanshury assingkily, kyai Singkil (pernah pernah mengabdi didemak/Banten) menjadi seorang ulama besar dan m***i di Kerajaan Aceh.
Seni dan budaya suku Singkil:
• Tari Alas
• Tari Dampeng
• Tari Barat
• Tari Sri Ndayong
• Tari Piring
• Tari Biahat (Tari Harimau)
• Tari Payung
• Tari Lelambe(Ambe-ambe)
Hukum Denda Adat, dalam masyarakat suku Singkil terdiri dari 3 tingkatan, yang disesuaikan dengan kesepakatan dan perkembangan zaman, yaitu: Denda 105, apabila seorang raja melakukan suatu kesalahan, maka hal tersebut hanya ditujukan kepada seorang raja saja.
Denda 100, apabila seorang pengulu/ kepala desa melakukan suatu kesalahan, maka hanya ditujukan kepada seorang pengulu saja.
Denda 80, apabila seseorang warga melakukan kesalahan, maka hanya ditujukan kepada seseorang warga tersebut saja.
Perkawinan, dalam adat istiadat perkawinan suku Singkil, harus dipenuhi oleh pihak laki-laki.
Beras 100 (sepuluh kaleng)
Kambing 1 ekor
Uang hangus (jumlah tidak tertentu), ada disebut dengan Khukun damae artinya kebutuhan yang dibutuhkan dengan musyawarah.
Obon (nasi kendang), yang dibawa oleh pengantin laki-laki (yang mengiringi) atau disebut dengan mengakhak dan jumlah obon 16 talam.
• Makanan tradisional
• Nditak
• Pelita Talam
• Ndalabakh
• Buah Belaka
• Nakan Nggekhsing (nasi kuning)
• Seme Malum, Cemanis (puluh bekuah)
• Ndalabakh Manuk, Cenecah
Keterampilan Tradisional, yang juga digunakan oleh mempelai laki-laki, masing-masing sebanyak 16 buah.
• Sumpit Belopepinang
• Ndulang
• Pahar
Dalam bertahan hidup pada umumnya orang Singkil pada bidang pertanian, buruh perkebunan kelapa sawit, memuat balok-balok kayu ke kapal yang akan diekspor ke luar negeri atau Jakarta.