GKPB Kudus Sading

GKPB Kudus Sading Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from GKPB Kudus Sading, Religious organisation, GKPB "Kudus" Sading, Jalan Gede Desa, Banjar Pekandelan, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, Badung.

GKPB KUDUS SADING
Kebaktian Minggu Biasa: Jam 08.00 - 10.00 WITA
Kebaktian Hari Khusus: disampaikan dalam Warta Jemaat Hari Minggu
https://kudussading.wordpress.com/
Google Map: https://maps.app.goo.gl/egMpcELb7DDfzEtS9

25/05/2026

JANJI HIDUP
Selasa 26 Mei 2026

Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan!
Mazmur 97: 10 Perikop (TB)

Tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.
1 Tesalonika 5: 14 Perikop (TB)

Bacaan Alkitab
Kisah Para Rasul 4: 23–31
Ibrani 10: 1–18

Keselamatan Karena Kasih Karunia

Di dalam kisah penciptaan, dunia beserta segala isinya termasuk manusia, Tuhan Allah menciptakan semua sungguh amat baik. Allah menciptakan manusia dalam keadaan benardan tanpa dosa, dengan hati yang selaras dengan kehendak-Nya. Tetapi karena ketidaktaatan manusia, maka manusia jatuh ke dalam dosadan di usir dari taman eden. Hubungan dengan Tuhan Allah menjadi rusak, tetapi Allah tidak membiarkan manusia berjalan sendirian. Allah tetap menyertai dan memberkati kehidupan manusia, meski manusia sering berdosa dan tidak taat kepada Tuhan Allah.

Pengkotbah mengatakan bahwa “Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih” inilah yang dinamakan dosa. Manusia tidak s**a aturan, manusia ingin kebebasan. Hikmat sejati bukanlah mengejar kepuasan duniawi, melainkan takut akan Allah, mengakui keberdosaan, dan bergantung pada kasih karunia Allah. Karena tidak mungkin manusia dapat menyelamatkan dirinya karena dosa.

Surat Titus 2:11-12 menekankan bahwa kasih karunia Allah yang menyelamatkan itu juga mendidik orang percaya untuk meninggalkan kefasikan dan hawa nafsu duniawi. Anugerah itu tidak hanya menyelamatkan, tetapi melatih setiap orang percaya untuk hidup bijaksana, benar dan kudus di dunia saat ini. Kesalamatan karena kasih karunia Tuhan di nyatakan melalui pengorbanan Yesus Kristus di atas Kayu Salib, inilah kasih yang berkorban. Marilah kita hidup dalam kebenaran dan kekudusan Tuhan, kiranya kasih karunia Tuhan memimpin kita yang percaya untuk senantiasa taat dan hidup sesuai kehendak Tuhan.
Penulis: (PSA)

Doa: Bersyukur atas kasih karunia Tuhan yang terjadi di dalam hidup kami, kiranya pimpinan Tuhan senantiasa menuntun setiap kami yang percaya untuk taat dan hidup benar sesuai kehendak Tuhan.

24/05/2026

*JANJI HIDUP*
Senin 25 Mei 2026

Kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!
Mazmur 117: 2 Perikop (TB)

Di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: Mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.
Kisah Para Rasul 2: 5,7,11 Perikop (TB)

Bacaan Alkitab
1 Korintus 12: 4–11
Bilangan 11: 11, 14–17, 24 (26–30)
Mazmur 81

_*Mewujudkan Kasih Tuhan*_

Pemazmur mengajak seluruh bangsa untuk memuji dan memegahkan Tuhan sebab kasih-Nya hebat dan kesetiaan Tuhan. Kasih dan kesetiaan Tuhan adalah dua hal yang saling berkelindan dan akan tetap ada untuk selama-lamanya. Itu artinya meskipun manusia sering berlaku tidak setia, Tuhan tetap setia dan mengasihi. Inilah alasan pemazmur mengajak segala suku bangsa memegahkan Dia.

Dalam Yesus, kasih dan kesetiaan Tuhan bagi seluruh bangsa menjadi semakin nampak nyata. Salah satu bukti kita temukan pada peristiwa Pentakosta bahwa orang-orang Yahudi dari segala bangsa di bawah kolong langit berbicara beragam bahasa tentang perbuatan-perbuatan besar Allah. Ini meneguhkan bahwa kasih Tuhan merangkul semua orang. Orang percaya dipanggil untuk mewartakan kasih itu ke berbagai suku dan bahasa. Maka tanggungjawab untuk bersaksi tentang perbuatan Allah bukan menjadi suatu beban, melainkan bentuk pujian kita yang telah menikmati kasih dan kesetiaan Tuhan. Tugas ini tentu tidak mudah, karena itu kita diingatkan untuk berkarya bukan mengandalkan keperkasaan dan kekuatan sendiri, melainkan mengikuti penyertaan Roh Kudus.

Tuhan menyatakan kasih dan kesetiaan-Nya melalui seluruh kehidupan Yesus. Sebagai orang yang telah menikmati kasih-Nya, marilah kita mewujudkan kasih kepada Tuhan melalui kasih kepada sesama, dan kasih kita kepada sesama menjadi ungkapan kasih kita kepada Tuhan. Haleluya!
Penulis: (JVS)

_Doa: Roh Kudus tolonglah saya mewujudkan kasih kepada sesama sebagai ungkapan kasih saya kepada Tuhan. Amin_

Doa  Minggu Pagi
23/05/2026

Doa Minggu Pagi

Check out IGB RAI UTAMA’s video.

23/05/2026

JANJI HIDUP
Renungan harian
Minggu, 24 Mei 2026
PENTAKOSTA I

Ayat Nats
Mazmur 24: 7
Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabadabad, supaya masuk Raja Kemuliaan!

Perikop (TB)
Kisah Para Rasul 2: 2,4
Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk…..Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus.

Perikop (TB)
Bacaan Alkitab
Yohanes 14: 15–19 (20–23a) 23b– 27
Kejadian 11: 1–9
Mazmur 51
Angkatlah Pintu Hati
Daud adalah raja yang berkuasa atas Israel. Namun pada bacaan pertama ia mengajak seluruh umat menyambut kedatangan Sang Raja Kemuliaan yaitu TUHAN Semesta Alam. Ini adalah sikap iman merendah di hadapan Tuhan, meskipan Daud adalah seorang raja yang berkuasa tetapi ia menyadari bahwa Tuhan jauh lebih berkuasa dan mulia. Pengakuan akan kedaulatan Tuhan menjadi dasar pengharapan iman umat.

Pada hari Pentakosta, pengharapan akan penyertaan dari Tuhan menjadi tergenapi melalui kehadiran Roh Kudus pada diri para rasul. Ketika Yesus terangkat ke sorga, Para rasul diutus untuk mewartakan Injil ke seluruh penjuru dunia. Tugas ini tidaklah mudah, sebab mereka hanya manusia biasa. Tetapi pada hari Pentakosta, para rasul diteguhkan bahwa Allah yang mengutus juga adalah Allah yang menyertai mereka melalui Roh Kudu. Sang Raja Kemuliaan itu tidak sekadar masuk ke kotakota, tetapi ke dalam hati orang percaya. Bukan dengan pas**an bersenjata, tetapi melalui Roh Kudus yang dicurahkan.

Hari ini,orang beriman diajak membuka “pintu-pintu” hati agar Raja Kemuliaan masuk dan Roh-Nya memenuhi kita. Saat kita merasa tidak mampu menghadapi tugas, pergumulan keluarga, atau panggilan pelayanan, ingatlah: bukan oleh kekuatan kita, tetapi oleh Roh Tuhan. Dari hati yang terbuka, lahir keberanian dan kesetiaan untuk menjadi saksi Kristus di tengah dunia.Kiranya dengan Roh Tuhan, orang percaya dimampukan menjadi pewarta kabar baik di tengah keluarga, gereja, dan masyarakat. Di mana ada tugas, di sana ada rahmat yang menyertai.

Penulis: (JVS)
Doa
Ya Roh Kudus, bimbinglah kami menjadi pewarta Injil dalam segenap kata dan karya. Amin

22/05/2026

JANJI HIDUP
Sabtu, 23 Mei 2026

Ia (Allah) melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak tercapai oleh pengetahuan kita.
Ayub 37: 5 Perikop (TB)

Bapamu yang di sorga, menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.x
Matius 5: 45 Perikop (TB)

Bacaan Alkitab
Zakharia 4: 1–14
Ibrani 9: 15–28

Bagai Bunga Yang Diinjak

Dalam hari-hari yang tenang, mudah mengaku bahwa Allah itu penuh kasih dan banyak melakukan perbuatan besar. Namun, ketika hidup terhimpit oleh sakit berkepanjangan, krisis ekonomi, hubungan keluarga yang tidak harmonis, kedukaan, serta kesusahan lainnya, masih sanggupkah mengaku bahwa Allah tetap melakukan perkara besar?

Bacaan pertama merupakan pengakuan yang lahir bukan dari situasi kenyamanan, melainkan di tengah pergumulan berat seorang saleh yang kehilangan hampir segala sesuatu yang dimiliki termasuk hidupnya. Ayub tidak memahami segala penderitaan yang dialami, apalagi ia seorang yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Umumnya orang meyakini penderitaan sebagai hukuman Allah atas dosa. Namun, dosa apa yang diperbuat Ayub sehingga ia begitu menderita? Ayub tidak menemukan jawaban atas pertanyaan itu. Di tengah misteri kehidupan yang tidak terjelaskan, Ayub berani mengaku bahwa Allah melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak tercapai pengetahuan manusia. Yesus menegaskan kasih Allah yang agung dan universal, melampaui logika keadilan manusia. Allah menerbitkan matahari dan menurunkan hujan bagi orang benar dan tidak benar.Bagaikan bunga yang tetap memancarkan wangi kepada orang yang telah menginjaknya. Inilah perbuatan besar Allah, Ia tetap mengasihi dunia yang berdosa.

Hidup memang penuh misteri, banyak hal terjadidi luar kemampuan manusia untuk memahaminya.Namun iman memampukan orang percaya melihat lebih jauh dari yang nampak di depan mata. Allah tetap berkarya dan mengasihi meski kita tidak memahami jalan-jalan-Nya. Sejatinya, saat kita mengasihi sesama tanpa membedakan, kita pun turut serta memancarkan kasih Allah yang tak tercapai pengetahuan manusia itu. Setiap orang layak menerima kasih tanpa memandang masa lalu yang dilewatinya.
Penulis: (JVS)

Doa: Bapa, bantulah saya memahami karya kasih-Mu yang ajaib dan mampukan saya menjadi pewarta kasih-Mu dalam keseharian. Amin

21/05/2026

*JANJI HIDUP*
Jumat 22 Mei 2026
i
Dialah (TUHAN) pokok puji-pujianmu dan Dialah Allahmu.
Ulangan 10: 21 Perikop (TB)

Bapa sendiri mengasihi kamu.
Yohanes 16: 27 Perikop (TB)

Bacaan Alkitab
Yohanes 19: 25–27
Ibrani 9: 11–14

_*Pujian Kepada Allah Di Dalam “Pasar”*_

Pengakuan dalam bacaan pertama lahir dari pengalaman mengenal Tuhan dalam ziarah perjalanan umat dari tempat pembuangan menuju tanah yang dijanjikan. Tuhan adalah yang membela hak anak yatim dan janda serta mengasihi pendatang. Atas karya kasih Tuhan, Musa mengajak umat untuk menjadikan Dia sebagai pokok puji-pujian. Pujiankepada Tuhan harus berakar pada pengalaman melihat karya-Nya dan diwujudkan dalam tindakan kasih kepada sesama. Maka orang yang beriman pada Tuhan patut juga mengasihi dan mencerminkan karakter Tuhan dalam hidup sehari-hari.

Dalam Injil Yohanes, kasih Bapa dinyatakan melalui kehadiran Yesus. Orang yang beriman pada Yesus masuk dalam lingkaran kasih Bapa. Namun kasih itu tidak berhenti pada pengalaman pribadi. Karena kasih Bapa dalam Injil Yohanes selalu mewujud nyata dalam karya-karya Yesus, maka iman kepada Yesus sepatutnya mendorong orang untuk hidup dalam kasih.

Mungkinkah kita menjadi saksi-saksi Kristus yang baik, tanpa menyaksikan dan membuktikan kasih Kristus secara konkret bagi mereka yang tidak bernasib baik? Memuji Allah yang mahakasih tidak cukup melalui ritual-ritual di depan altar, tetapi perlu dilanjutkan dalam perbuatan kasih di dalam pasar. Kasih Allah patut diwartakan menembus tembok-tembok gereja itulah pujian sejati bagi Sang Bapa.
Penulis: (JVS)

_Doa: Bapa, tolonglah kami menjadi saksi kebaikan-Mu melalui perbuatan kasih dalam hidup sehari-hari. Amin_

20/05/2026

Janji Hidup
Kamis, 21 Mei 2026

Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!Mazmur 150: 2 Perikop (TB)

Hendaklah…..kamu dengan segala hikmat mengajar…..sambil menyanyikan mazmur, dan pujipujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.Kolose 3: 16 Perikop (TB)

Bacaan Alkitab
Kisah Para Rasul 1: 12–26
Ibrani 9: 1–10

Pujian Di Segala Waktu

Kehidupan bak roda, ada masa di atas (masa-masa penuh kegembiraan), ada p**a masa di bawah (masa-masa penuh kesesakan). Namun, satu hal yang tidak boleh hilang dari hati orang percaya adalah pujian kepada Tuhan. Pujian bukan sekadar ekspresi emosi, melainkan sikap iman yang mengakui kebesaran Allah dalam segala keadaan. Ketika kita belajar memuji Tuhan selalu, kita sedang menempatkan Dia sebagai pusat hidup kita.

“Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!” Kitab Mazmur ditutup dalam pasal 150 dengan ajakan untuk memuji Tuhan, alasannya jelas: karena keperkasaan dan kebesaran-Nya. Kita diingatkan bahwa pujian kita memang bukan bergantung pada situasi yang kita alami, melainkan pada Allah yang telah melakukan perbuatan-perbuatan ajaib dan keagungan yang luar biasa. Ia perkasa, Ia besar, dan Ia layak dipuji. Dengan demikian, pujian menjadi respon yang digerakkan oleh hati yang mengenal dan sadar akan kebesaran Allah. Dalam Kolose 3:16 Rasul Paulus menekankan bahwa pujian itu lahir dari hati yang penuh syukur. Nyanyian rohani menjadi sarana untuk mengajar, menguatkan, dan meneguhkan iman. Pujian yang sejati bukan dinilai dari indahnya lirik dan melodi yang apik, melainkan dari tulusnya ungkapan syukur dan pengagungan kepada Allah. Dengan demikian, pujian menjadi bagian dari gaya hidup orang percaya: mengajar dengan hikmat, bersyukur dengan hati, dan memuliakan Tuhan melalui nyanyian.

Frasa ‘segala waktu’ dalam tema renungan ini, mengingatkan kita bahwa pujian bukan hanya saat kita merasa senang, tetapi juga saat kita menghadapi kesulitan, bahkan dalam segala keadaan, tak pernah terputus. Pujian adalah pengakuan iman bahwa Allah yang kita sembah perkasa, besar, hebat dan setia. Ketika kita memuji Tuhan, ingatlah, sesungguhnya kita sedang meneguhkan iman dan sekaligus menjadi saksi bagi dunia bahwa Tuhan layak dimuliakan dalam seluruh kehidupan kita.
(CWP)

Doa: Tuhan yang perkasa dan besar, kami bersyukur atas kasih dan kesetiaan-Mu. Ajarlah kami untuk selalu memuji Engkau, bukan hanya dengan mulut kami, tetapi dengan hati yang penuh syukur. Amin

19/05/2026

*JANJI HIDUP*
Rabo, 20 Mei 2026

Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun.
Mazmur 89: 2 Perikop (TB)

Mereka (para murid) pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
Markus 16: 20 Perikop (TB)

Bacaan Alkitab
Yesaya 32: 11–18
Ibrani 8: 1–13

_*Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan*_

Orang Kristen identik dengan nyanyian pujian. Dalam segala musim kehidupan, selalu ada puji-pujian yang menggema. Ada yang berisi ungkapan syukur, pengakuan dosa, penyerahan diri, penghiburan, penguatan, dan sebagainya. Meski beragam tema puji-pujian kita dalam segala musim kehidupan, sesungguhnya puji-pujian kita memiliki satu tema besar yaitu menyanyikan kasih setia Tuhan. Dalam setiap musim hidup kita, sesungguhnya kita melihat kasih setia Tuhan yang senantiasa ada menyertai kita.

Dalam bagian ayat yang pertama, pemazmur menyatakan komitmen untuk terus memuji kasih setia Tuhan. Kasih setia-Nya tidak berkesudahan, sehingga pujian kita pun seharusnya tidak pernah tamat. Lebih dari itu, pemazmur melanjutkan dengan kalimat: hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun. Ini bicara warisan iman, yaitu memperkenalkan kesetiaan Tuhan dari generasi ke generasi. Hidup yang dijalani dalam kesadaran akan kasih setia Tuhan tidak boleh berhenti, ini adalah tanggungjawab orang beriman, yaitu memastikan generasi berikutnya mendengar dan mengenal Allah yang limpah kasih setia itu. Selanjutnya dalam Markus 16:20, para murid merespon peristiwa setelah kenaikan Tuhan Yesus ke sorga dengan pergi memberitakan Injil. Bagian ini menunjukkan bahwa nyanyian kasih setia Tuhan tidak berhenti ketika Tuhan tidak bersama para murid lagi. Justru para murid digerakkan untuk mewujudkan dalam tindakan nyata yaitu memberitakan Injil. Para murid tidak hanya berbicara tentang kasih Tuhan, tetapi mereka melangkah keluar, menyampaikan kabar baik ke segala penjuru. Dan yang luar biasa, Tuhan sendiri turut bekerja, meneguhkan firman yang mereka sampaikan dan bahkan menyertai mereka dengan tanda-tanda/ mujizat/keajaiban.

Kedua ayat ini meneguhkan kita bahwa menyanyikan kasih setia Tuhan bukan hanya soal pujian di bibir, tetapi juga kesaksian hidup yang nyata. Hidup kita adalah puji-pujian yang memperkenalkan kasih dan kesetiaan Allah kepada dunia. Dengan demikian, generasi demi generasi akan mengenal Tuhan, dan Injil terus diberitakan dalam penyertaan dan kuasa Tuhan Yesus Kristus yang tidak berubah, dulu, kini dan selamanya.
Penulis: (CWP)

_Doa: Tuhan, kami bersyukur atas kasih-Mu yang tidak pernah berkesudahan. Ajarlah kami untuk selalu menyanyikan kasih setia-Mu, dalam seluruh keberadaan kami. Amin._

18/05/2026

*JANJI HIDUP*
Selasa 19 Mei 2026

TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.
Yesaya 64: 8 Perikop (TB)

Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: “Mengapakah engkau membentuk aku demikian?”
Roma 9: 20 Perikop (TB)

Bacaan Alkitab
Yesaya 41: 8-14 (17-20)
Ibrani 7: 23-28

_*Satu Hati Dan Suara Memuliakan Allah*_

Hidup orang percaya digambarkan seperti tanah liat di tangan sang penjunan. Tuhan adalah sang penjunan, kita adalah tanah liatnya. Untuk menjadi bejana yang bernilai dan berguna, tanah liat harus mengalami proses pembentukan yang panjang, bukan instan. Bahkan saat bejana yang dibentuk ternyata rusak/ kurang sempurna (dalam terjemahan Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini-BMIK), sang penjunan akan mengerjakannya kembali menurut apa yang baik pada pemandangannya.

Yesaya 64:8 menegaskan identitas kita sebagai ciptaan. Kita bukanlah makhluk yang ada begitu saja, melainkan hasil karya tangan Allah sendiri. Seperti tanah liat yang dibentuk sesuai kehendak sang penjunan, hidup kita dibentuk oleh Allah dengan tujuan yang indah. Kesadaran ini menuntun kita untuk rendah hati, memberi diri dan menerima bahwa segala sesuatu dalam hidup kita adalah bagian dari rancangan-Nya. Dalam bagian selanjutnya, Roma 9:20 Rasul Paulus mengingatkan suatu kesadaran penting terkait identitas kita sebagai ciptaan yang tidak punya kuasa untuk membantah Allah sang Pencipta. Sebagai ciptaan, kita tidak pantas menuntut Sang Pencipta untuk menjelaskan setiap keputusan-Nya. Sikap yang benar adalah tunduk dan percaya bahwa rancangan-Nya yang selalu baik. Bagian ini merupakan teguran keras atas kesombongan manusia yang ingin menjadi pusat, dan mengarahkan kita kembali kepada sikap hormat dan penyerahan diri kepada Tuhan, Sang Pencipta.

Kita ini bak tanah liat di tangan sang penjunan, kita ini ciptaan di tangan Sang Pencipta. Ia membentuk kita sesuai dengan kehendak-Nya, bukan untuk tujuan kita yang terbatas dan seringkali dibungkus ego, melainkan untuk menggenapi rancanganNya dan demi kemuliaan-Nya. Mari memberi diri untuk taat dan tunduk saat kita menjalani proses hidup yang dibentuk Tuhan sesuai kehendak-Nya, kiranya hidup kita akan menjadi karya indah yang memuliakan nama-Nya.
Penulis: (CWP)

_Doa: Ya Bapa, Engkaulah Penjunan dan kami tanah liat di tangan-Mu. Bentuk dan jadikan kami sesuai dengan kehendak-Mu. Segala kemuliaan hanya bagi-Mu, ya Tuhan. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin._

17/05/2026

*JANJI HIDUP*
Senin 18 Mei 2026

Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu!
Mazmur 115: 1 Perikop (TB)

Yesus berkata: Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.
Yohanes 7: 18 Perikop (TB)

Bacaan Alkitab
Yehezkiel 11: 14–20
Ibrani 7: 11–22

_*Soli Deo Gloria*_

“Soli Deo Gloria” adalah salah satu istilah populer yang dicetuskan oleh teolog Kristen pada abad Reformasi yaitu sekitar abad 16-17. Dalam teologi Kristen, Soli Deo gloria yang berarti: segala kemuliaan hanya bagi Tuhan”, merupakan pengakuan manusia terhadap kebesaran kuasa Tuhan yang tak tertandingi. Kita diingatkan bahwa tujuan hidup orang percaya bukanlah untuk meninggikan diri sendiri, melainkan untuk memuliakan Tuhan.

Dalam Mazmur 115:1, pemazmur sadar bahwa segala keberhasilan, kemenangan dan berkat bukanlah hasil usaha manusia semata, melainkan karena kasih dan kesetiaan Allah. Dengan tegas ia menolak kemuliaan bagi dirinya sendiri, dan mengarahkan seluruh pujian hanya kepada Tuhan. Ketika kita berhasil, ketika doa kita dijawab, atau ketika hidup kita diberkati, jangan sampai hati kita mencuri kemuliaan itu. Semua kembali kepada Allah, karena Dialah sumber kasih dan setia yang menopang kita.

Selaras dengan Mazmur, dalam Injil Yohanes 7:18, Tuhan Yesus juga menegaskan bahwa motivasi seseorang terlihat dari siapa yang ia muliakan. Jika perkataan dan perbuatan kita berpusat pada diri sendiri, kita sedang mengejar hormat manusia. Tetapi jika kita mengarahkan hidup kita untuk memuliakan Allah, maka kita berjalan dalam kebenaran. Bagian ini meneguhkan kita bahwa integritas rohani bukan diukur dari seberapa banyak orang memuji kita, melainkan dari seberapa tulus kita mengarahkan segala sesuatu untuk kemuliaan Allah. Dalam hal ini, Tuhan Yesus sendiri menjadi teladan bagi kita: Ia tidak mencari hormat bagi diri-Nya, melainkan bagi Bapa yang mengutus-Nya.

Kedua ayat ini mengingatkan kita bahwa hidup orang percaya adalah panggilan untuk menolak kemuliaan diri dan mengarahkan segala pujian hanya kepada Allah, ini mengingatkan kita pada penggalan sebuah lagu sekolah Minggu, ‘Dia harus semakin bertambah, ku harus semakin berkurang, nama Yesus saja di sembah, ku di tempat paling belakang’. Soli Deo Gloria bukan sekadar slogan, melainkan sikap hati yang nyata: dalam pekerjaan, pelayanan, keluarga, bahkan dalam hal-hal kecil sehari-hari, kita melakukannya untuk kemuliaan Tuhan.
Penulis: (CWP)

_Doa: Tuhan yang penuh kasih dan setia, ajarlah kami untuk hidup dalam kerendahan hati, agar setiap perkataan dan perbuatan kami memuliakan nama-Mu. Amin._

16/05/2026

JANJI HIDUP
Renungan harian
Minggu, 17 Mei 2026
MINGGU VI SESUDAH PASKAH EXAUDI (Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, Mazmur 27: 7)

Ayat Nats
Mazmur 30: 4
TUHAN, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur.

Perikop (TB)
Yohanes 11: 43-44
Berserulah Ia (Yesus) dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!” Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh.

Perikop (TB)
Bacaan Alkitab
Yohanes 16: 5-15
Efesus 3: 14-21
Mazmur 92

*Kuasa Tuhan Yang Menghidupkan*

Dalam kehidupan yang kita jalani, terkadang kita merasa seperti berada dalam “kematian”, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara batin. Seperti keputusasaan, kegagalan, dan penderitaan yang bisa membuat hidup terasa gelap dan tanpa harapan. Namun firman Tuhan hari ini menunjukkan bahwa Tuhan memiliki kuasa yang sanggup mengangkat manusia dari keadaan yang paling dalam sekalipun atau terpuruk. Sebab kuasa Tuhan bukan hanya menyelamatkan, tetapi juga menghidupkan kembali.

Dalam Mazmur 30:4, pemazmur bersaksi bahwa Tuhan telah mengangkatnya dari dunia orang mati dan menghidupkannya kembali. Ini adalah ungkapan syukur karena Tuhan menyelamatkannya dari keadaan yang hampir membawa kepada kehancuran. Pemazmur menyadari bahwa hidup yang ia miliki adalah anugerah dari Tuhan yang berkuasa atas hidup dan mati seseorang. Kuasa yang sama terlihat nyata dalam Yohanes 11:43-44 ketika Yesus memanggil Lazarus yang sudah mati empat hari di dalam kubur. Dengan satu seruan, “Lazarus, marilah ke luar!”, orang yang telah mati itu keluar dari kubur. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Yesus memiliki kuasa atas kematian. Tidak ada keadaan yang terlalu gelap atau terlalu mustahil bagi Tuhan.

Kuasa Tuhan yang menghidupkan itu juga bekerja dalam kehidupan kita saat ini. Ketika hidup terasa hancur, ketika iman terasa lemah, atau ketika kita merasa tidak ada harapan, Tuhan mampu memulihkan dan memberi kehidupan yang baru. Ia memanggil kita keluar dari “kubur-kubur” kehidupan: kubur keputusasaan, kegagalan, dan ketakutan. Karena itu, kita diajak untuk percaya bahwa bersama Tuhan selalu ada harapan dan kehidupan yang baru. Kuasa Tuhan tidak berhenti pada masa Alkitab saja. Tuhan yang sama masih bekerja hingga sekarang, mengangkat manusia dari keterpurukan dan memberikan kehidupan yang baru. Karena itu, marilah kita tetap percaya dan bersandar kepadaNya, sebab Tuhan adalah sumber kehidupan yang sanggup menghidupkan kembali apa yang tampak sudah mati.
Penulis: (KAJ)

Doa
Tuhan yang penuh kuasa. Tolong kami untuk selalu percaya pada kuasaMu yang sanggup memulihkan dan menghidupkan. Amin

Address

GKPB "Kudus" Sading, Jalan Gede Desa, Banjar Pekandelan, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi
Badung
80351

Opening Hours

Monday 07:30 - 11:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GKPB Kudus Sading posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share