GKPB Kudus Sading

GKPB Kudus Sading RENUNGAN PAGI HARI

JANJI HIDUPKamis 27 Agustus 2026Umat-Ku akan menjadi kenyang dengan kebajikanKu, demikianlah firman TUHAN.Yeremia 31: 14...
26/08/2026

JANJI HIDUP
Kamis 27 Agustus 2026

Umat-Ku akan menjadi kenyang dengan kebajikanKu, demikianlah firman TUHAN.
Yeremia 31: 14 Perikop (TB)

Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
Filipi 4: 19 Perikop (TB)

Bacaan Alkitab
Lukas 8: 1–3
1 Yohanes 3: 1–10

_*Jejak Pemenuhan Di Sepanjang Waktu*_

Seorang teolog Jerman bernama Jurgen Moltmann pernah menuliskan, “Allah bukan sekedar Tuhan masa lalu yang pernah berbuat sesuatu. Ia adalah Allah yang datang dan yang janji-janji-Nya terus bergerak maju, bahkan hingga masa kini yang belum genap.” Moltmann melihat bahwa sejarah lampau bukan sekedar panggung di mana Allah sudah selesai beraksi, melainkan sebagai perjalanan menuju penggenapan janji Allah untuk memberi kepenuhan kepada umat-Nya hingga masa kini. Oleh karena itu, setiap karya Allah yang telah terjadi tidak boleh dipahami hanya sebagai kenangan iman, tetapi juga sebagai dasar pengharapan bahwa Allah yang sama masih terus bekerja.

Salah satu jejak perjalanan janji Allah terlihat bahkan di tengah kehancuran Israel. Saat harapan mereka mulai retak dan masa depan terlihat suram akibat masa pembuangan, di sanalah Allah menyatakan janji tentang kebajikan yang akan membuat umat-Nya kenyang. Ini bukan sekedar janji soal “kecukupan” materi, tetapi sesuatu yang lebih, yaitu kelimpahan dalam bentuk pemulihan hidup secara utuh melalui kasih dan kemurahan Allah. Janji ini pun mengalami puncak pemenuhannya dalam kehadiran Yesus Kristus di tengah dunia. Paulus menuliskan kesaksiannya bagi jemaat di Filipi bahwa melalui Kristus, Allah akan memenuhi segala keperluan umat-Nya menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya. Kekayaan dan kemuliaan Allah menunjukkan kuasa dan anugerah yang tidak terbatas oleh apapun, sebab berdasarkan pada kelimpahan diri-Nya sendiri.

Janji Allah dari zaman Yeremia hingga Paulus tidak berhenti pada catatan sejarah semata, melainkan mengalir hingga saat ini. Mungkin terkadang kita berpikir bahwa kecukupan adalah hasil jerih lelah kita sendiri. Namun, firman Tuhan kali ini seolah membalikkan logika tersebut, yaitu bahwa pemenuhan sejati bukanlah berdasarkan kekuatan manusia, melainkan pemberian Allah menurut kelimpahan-Nya. Allah yang dahulu menjanjikan rasa “kenyang” kepada umat-Nya adalah Allah yang juga menjanjikan hal yang sama kepada kita sebagai umat masa kini melalui pemenuhan dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Oleh karena itu, marilah kita tetap melangkah dalam iman dan pengharapan, sebab Allah akan terus berkarya dan mencukupkan kita.
Penulis: (AEPTB)

_Doa: Ya Allah, ajarlah kami untuk hidup dalam kepercayaan dan bergantung penuh dalam iman kepada Yesus Kristus, sehingga kelimpahan dari-Mu mengenyangkan kami secara utuh. Amin_

JANJI HIDUPRabu, 26 Agustus 2026TUHAN berfirman: Sungguh, hatinya melekat kepadaKu, maka Aku akan meluputkannya.Mazmur 9...
25/08/2026

JANJI HIDUP
Rabu, 26 Agustus 2026

TUHAN berfirman: Sungguh, hatinya melekat kepadaKu, maka Aku akan meluputkannya.
Mazmur 91: 14 Perikop (TB)

Yesus berdoa: Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.
Yohanes 17: 15 Perikop (TB)

Bacaan Alkitab
Yohanes 4: 46–54
1 Yohanes 2: 18–29

_*Berserah Pada Allah*_

Pemazmur mengungkapkan bahwa Allah adalah tempat perlindungan dan kubu pertahanan. Di tengah ancaman jerat musuh, sampar yang mematikan, kengerian malam, dan panah yang beterbangan di waktu siang, pemazmur mengajak untuk tidak perlu takut. Dasar ketenangan itu bukan karena hidup tanpa persoalan, melainkan karena adanya relasi yang melekat kepada Allah. Dari relasi yang melekat itu lahir pengenalan yang dalam akan Allah. Pengenalan akan Allah membuat lilin pengharapan tetap menyala dalam gelapnya persoalan kehidupan.

Hal yang serupa nampak dalam doa Yesus kepada Bapa di surga sesaat sebelum peristiwa penyaliban-Nya. Yesus memahami bahwa dunia membenci Dia dan para murid sebab mereka bukan dari dunia ini. Permohonan Yesus adalah supaya Bapa melindungi para murid dari yang jahat. Ia tidak meminta agar para murid diambil keluar dari dunia. Murid-murid tetap harus menghadapi tantangan, penderitaan, penolakan, bahkan ancaman. Namun mereka tidak berjalan sendirian. Bahkan sebelum murid-murid menghadapi dunia, Yesus sudah lebih dahulu mendoakan mereka. Inilah jaminan penyertaan sejati.

Iman Kristen tidak mengajar orang berlari dari realitas kehidupan, tetapi dalam penyerahan diri menghadapi berbagai situasi. Iman itu nampak dalam diri seorang pegawai istana yang anaknya hampir mati. Injil Yohanes 4: 46-54 mencatat ia datang memohon belas kasihan Yesus. Namun Yesus tidak langsung datang ke rumahnya, Ia hanya berfirman, “pergilah, anakmu hidup!” Ia percaya firman itu dan p**ang meski belum melihat anaknya sembuh. Dalam perjalanan p**ang mungkin hatinya penuh pertanyaan, tetapi ia tetap berjalan mengandalkan firman Tuhan. Betul saja, anaknya sembuh dan percayalah ia beserta keluarganya.

Ketiga bacaan hari ini mengajar orang beriman untuk berserah kepada Allah. Berserah berarti seseorang tidak lari dari berbagai kesulitan hidup, melainkan melakukan yang terbaik menurut kemampuannya sambil memberi kebebasan bagi Allah untuk berkarya seluasnya dan sesuai kehendak-Nya.
Penulis: (JVS)

_Doa: Ya Tuhan, bantulah kami melekat dan berserah kepada-Mu dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan. Amin_

JANJI HIDUPSelasa, 25 Agustus 2026Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang menyelesaikannya bagiku.M...
24/08/2026

JANJI HIDUP
Selasa, 25 Agustus 2026

Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang menyelesaikannya bagiku.
Mazmur 57: 3 Perikop (TB)

Yesus berkata: Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.
Yohanes 16: 24 Perikop (TB)

Bacaan Alkitab
Markus 3: 1–10 (11,12)
1 Yohanes 2: 12–17

_*Allah Menyelesaikannya Bagiku*_

Pemazmur sedang menghadapi ketidakpastian hidup karena ancaman musuh yang hendak memusnahkannya. Dari tempat persembunyian di dalam gua yang sunyi dan gelap, Daud berseru kepada Allah. Ia percaya bahwa Allah satu-satunya tempat perlindungan dan sumber keselamatan sejati. Bacaan pertama menunjukkan dalam situasi krisis, pengharapan Daud tidak bertumpu pada kekuatannya sendiri, melainkan pada kasih setia Allah. Karena itu dalam doanya Daud berkata, “Allah yang menyelesaikannya bagiku.” Pengakuan itu lahir bukan ketika persoalan sudah selesai, tetapi ketika ancaman masih nampak jelas di depan mata. Daud percaya meski jalan keluar belum nampak, Allah sedang mengerjakan karya keselamatan.

Injil Yohanes memberi kesaksian tentang masa-masa terakhir Yesus bersama para murid. Untuk menggenapi karya penyelamatan bagi dunia, maka Yesus tidak akan hadir secara fisik selamanya di dunia ini. Ia akan disalib, wafat, bangkit, dan naik ke surga. Namun, itu bukanlah tanda bahwa para murid dan orang percaya ditinggalkan sendiri di dunia ini. Yesus mengajak murid-murid untuk meminta dalam nama-Nya dan percaya bahwa Allah mendengar seruan mereka. Jawaban Allah atas seruan umat selalu tepat waktu. Itulah yang dialami seorang yang tangannya mati sebelah dalam Injil Markus. Saat itu hari Sabat dan tidak diperkenankan mengobati orang sakit. Tetapi karya kasih Allah tidak pernah dihalangi waktu, meskipun menurut orang-orang Farisi, Sabat bukanlah waktu yang tepat untuk menyembuhkan.

Dalam kehidupan sehari-hari mungkin kita pernah bersembunyi dalam “guagua” untuk menghindari tekanan hidup. Entah karena situasi ekonomi yang sulit, sakit keras berkepanjangan, relasi yang retak, kegagalan, atau hati yang lelah karena memikul beban terlalu lama. Dalam keadaan seperti itu Firman mengingatkan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya, pertolongan-Nya selalu tepat waktu. Persoalan mungkin tetap ada, tetapi Ia memberi ketenangan dan kekuatan untuk bertahan. Karena itu orang percaya dipanggil untuk terus berseru dan berharap kepada Allah, sebab Ia yang dahulu menyertai Daud dan para murid tetap berkarya dalam kehidupan umat-Nya hari ini dan selamanya.
Penulis: (JVS)

_Doa: Dalam situasi krisis karena berbagai sebab, tolonglah kami tetap berharap pada Allah yang menjadi satu-satunya tempat perlindungan dan sumber keselamatan sejati. Amin_

JANJI HIDUPRenungan harian Minggu, 23 Agustus 2026HARI MINGGU XII SESUDAH TRINITATISAyat NatsYesaya 48: 21Mereka tidak m...
22/08/2026

JANJI HIDUP
Renungan harian
Minggu, 23 Agustus 2026
HARI MINGGU XII SESUDAH TRINITATIS

Ayat Nats
Yesaya 48: 21
Mereka tidak menderita haus, ketika Ia memimpin mereka melalui tempat-tempat yang tandus; Ia mengeluarkan air dari gunung batu bagi mereka.

Perikop (TB)
Markus 9: 41
Barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.

Perikop (TB)
Bacaan Alkitab
Markus 7: 31-37
Kisah Para Rasul 9: 1-20; 29: 17-24
Mazmur 119: 73–80

Secangkir Pengharapan Bagi Yang Haus

Buluh adalah tanaman yang mudah tumbuh di tepian sungai di Israel. Buluh dapat patah karena terpaan angin yang kencang atau usia tanaman yang telah tua. Ketika ia patah tidak ada lagi gunanya selain dibuang sebab mudah bagi orang mencari pengganti lain yang baik keadaannya. Sama juga dengan pelita yang pudar nyalanya tidak lagi berguna selain diganti dengan yang baru. Namun kedua hal yang sudah tidak berguna itu justru dipakai oleh Allah untuk menggambarkan karya keselamatan Mesias. Ketika Mesias hadir menyelamatkan maka benda-benda yang rapuh tidak berguna itu dipandang berharga dan dipulihkan.

Keadaan umat di Babel adalah seperti buluh yang patah terkulai dan sumbu yang pudar nyalanya. Penderitaan memudarkan pengharapan dan mematahkan semangat mereka. Di tempat yang jauh dari tanah kelahiran, jauh dari Bait Allah, di daerah yang orang kira Allah tidak ada dan telah meninggalkan, justru Ia hadir dan menyapa umat dengan hangat melalui firman. Dalam firman itu Allah menyatakan diri-Nya sebagai yang terdahulu dan terkemudian. Ia menciptakan dasar bumi dan membentangkan langit, Ia yang mengajar dan menuntun umat. Ketika umat melihat kehidupan segera akan berakhir, Allah justru menciptakan masa depan yang baru. Bahwa derita di Babel tidak menghalangi-Nya menepati janji menjadikan keturunan umat seperti pasir dan tidak akan dilenyapkan. Seperti dulu Allah menyertai umat keluar dari Mesir dan memberi mereka air di padang gurun, demikian p**a Allah akan menyertai umat p**ang dari Babel tanpa kekurangan. Inilah berita sukacita bagi orang-orang yang lelah jiwanya, dan ketika Allah menuntun maka mereka tidak akan kekurangan segala yang baik.

Tidak sedikit orang hidup dengan jiwa yang haus akan ketenangan, akan pengharapan di tengah sakit dan pergumulan keluarga, haus akan perhatian di tengah dunia yang sibuk. Dalam keadaan seperti itu, Injil Markus mengingatkan bahwa memberi “secangkir air” bagi sesama adalah tindakan yang sangat berharga di hadapan Allah. Secangkir air mungkin tampak sederhana, tetapi bagi orang yang haus itu dapat menjadi tanda kehidupan.
Penulis: (JVS)

Doa
Allah yang mengasihi orang-orang rapuh, tolonglah kami merasakan kehadirandan kasih-Mu serta berkenan kiranya Allah menjadikan kami saluran rahmat-Mu bagi mereka yang haus akan pengharapan. Amin

22/08/2026

I got over 50 reactions on my posts last week! Thanks everyone for your support! 🎉

22/08/2026

Latihan membuat Kue GKPB Kudus Sading GKPB Jemaat Kudus Sading Sinode Gkpb TopFans

JANJI HIDUPSabtu, 22 Agustus 2026Biarlah lidahku menyanyikan janji-Mu (firman-Mu), sebab segala perintah-Mu benar.Mazmur...
21/08/2026

JANJI HIDUP
Sabtu, 22 Agustus 2026

Biarlah lidahku menyanyikan janji-Mu (firman-Mu), sebab segala perintah-Mu benar.
Mazmur 119: 172 Perikop (TB)

Dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.
Yakobus 3: 10 Perikop (TB)

Bacaan Alkitab
Markus 7: 24–30
1 Yohanes 2: 1–6

_*Firman Yang Benar*_

Mazmur 119 berbicara berkenaan dengan meninggikan Firman Allah. Ini adalah nyanyian meninggikan the Word of God. Keunikan Mazmur ini adalah mengajak kita untuk bisa bersuka cita karena Firman. Dan Firman yang diungkapkan dalam Mazmur ini dipuji-puji dari berbagai macam sudut. Kalau kita membaca Alkitab, kita akan menyadari bahwa salah satu hal yang terpenting di dalam Alkitab adalah Firman.

Firman itu membuat alam semesta. Allah dengan Firman-Nya membuat bumi beserta isinya. Allah dengan Firman menciptakan manusia. Allah dengan Firman membentuk, menumbuhkan, menguduskan, mendekati, mengarahkan manusia. Dengan Firman, Allah menghakimi seluruh isi dunia beserta dengan isinya. Kalau saudara melihat dari Alkitab, saudara akan mengerti bahwa satu hal yang penting di dalam Alkitab adalah Firman.

Setiap orang percaya, memiliki tanggung jawab untuk memberitakan firman Tuhan, menggunakan bibir dan lidah kita. Tuhan memberikan lidah kepada manusia dengan tujuan untuk dipakai memuji Tuhan namun dengan bahayanya, dengan lidah yang sama kita dapat juga mengutuk sesama manusia. Seperti yang dingatkan oleh penulis kitab Yakobus : “Dengan lidah kita memuji Tuhan…dan dengan lidah kita mengutuk manusia…dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk…” (Yak 3:9-10). Jadi lidah itu, bisa mengeluarkan kata-kata yang positif dan negatif.

Kiranya Firman yang benar selalu kita ingat dan beritakan sebagai orang yang percaya, dimana pun kita berada. Perkataan yang memberkati bukan yang menjadi kutuk bagi sesama, sehingga nama Tuhan dimuliakan.
Penulis: (PSA).

_Doa: Tuhan Yesus, ajarlah kami setia akan firman-Mu yang menyegarkan hati kami dan senantiasa menjadi saksi dan pelaku firman Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kami._

JANJI HIDUPJumat, 21 Agustus 2026Orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan p**ang…..kegirangan dan sukacita akan memenuhi m...
20/08/2026

JANJI HIDUP
Jumat, 21 Agustus 2026

Orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan p**ang…..kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, duka dan keluh akan menjauh.
Yesaya 51: 11 Perikop (TB)

Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.
1 Petrus 1: 8-9 Perikop (TB)

Bacaan Alkitab
Lukas 22: 54–62
1 Yohanes 1: 5–10

_*Sukacita Iman Yang Memulihkan*_

Di dalam kehidupan manusia berdosa, menginginkan kemerdekaan atau kebebasan dari dosa. Karena dosa kehidupan manusia di penuhi kesulitan, penderitaan, sakit penyakit, dan pada akhirnya dosa mengakibatkan kematian. Semua akibat dosa ini membawa dukacita dan kesedihan dalam kehidupan manusia.

Bacaan kita dalam Yesaya 51:11 menekankan pada janji pemulihan Allah yang absolut dan sukacita kekal bagi umat-Nya yang telah ditebus. Penebusan Allah (Redemption) adalah syarat utama umat-Nya dapat kembali dari pembuangan (secara historis dari Babel) dan dari perbudakan dosa. Penebusan ini bukan hasil usaha manusia, melainkan inisiatif dan kuasa Allah sendiri. Manusia tidak dapat mengambil bagian dalam keselamatan jika Allah tidak bekerja dalam diri manusia.

Allah memberikan iman bagi setiap orang percaya untuk memulihkan manusia dari dosa sehingga manusia dapat percaya dan mengandalkan Tuhan Yesus Kristus. 1 Petrus 1:8-9 menekankan pada hakikat iman sejati yang berpusat pada Kristus, anugerah keselamatan, serta sukacita sorgawi di tengah penderitaan dunia. Fokus sukacita bukanlah kenyamanan atau kesuksesan jasmani di dunia, melainkan Pribadi Kristus itu sendiri. Sukacita ini dicirikan sebagai sukacita yang “tak terkatakan dan penuh kemuliaan” karena berasal dari Roh Kudus dan bernilai kekal. Keselamatan jiwa ini adalah tujuan akhir dari perjuangan iman di dunia. Penderitaan dunia sifatnya sementara, sedangkan keselamatan jiwa adalah anugerah kekal yang tak ternilai harganya.
Penulis: (PSA)

_Doa: Tuhan, kami besyukur karena Engkau memulihkan setiap kami yang percaya dengan janji keselamatan dalam diri Kristus Yesus yang mati bagi kami yang berdosa._

Address

Sading, Kecamatan Mengwi
Badung
80351

Opening Hours

Monday 07:30 - 11:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GKPB Kudus Sading posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share