18/04/2023
MENYUKAI KEGELAPAN
adalah sebuah hukuman.
sementara manusia mungkin hanya menduga
bahwa menyukai kegelapan dan
semua yang berhubungan dengan makna simbol kegelapan,
hanyalah sebuah preferensi,
hanya sebuah pilihan sikap.
memilih kegelapan adalah sebuah hukuman,
dan bukan alasan untuk dihukum.
Maka sejatinya,
banyak orang sudah dan sedang ada di bawah hukuman,
tanpa menyadari bahwa mereka sedang dihukum.
ketika Yesus masih berkeliling mengajar,
salah satu kelompok umat yakni kaum Farisi
banyak kali mendapat sorotan negatif dalam pengajaranNya.
Dan sesudah kebangkitanNya,
kelompok Saduki langsung berhadapan dengan warta itu.
Saduki adalah kelompok umat yang tidak menerima adanya kebangkitan, tidak menerima adanya malaikat dan alam roh.
Maka ketika para rasul mewartakan kebangkitan,
Kaum Saduki adalah kelompok pertama yang dirugikan.
Mereka menolak warta kebangkitan dan berupaya menghukum dan menghabisi saksi-saksi dan pewarta kebangkitan.
Cara-cara dan upaya membungkam kebenaran
dilakukan dengan mempengaruhi kekuasaan untuk membentuk kebenaran sesuai pesanan,
dan menciptakan kekuasaan dengan mobilisasi massa.
Saduki dan Farisi sama-sama dirugikan karena kehadiran Yesus dan juga karena kebangkitanNya. Pengajaran mereka serta merta gugur, maka dapatlah dimengerti, mengapa kaum Farisi dan Saduki sangat membenci kelompok baru yang muncul di Yerusalem itu.
Kelompok Zelot, juga adalah kaum yang kena prank saat perarakan ke Yerusalem. Mereka adalah pejuang kemerdekaan yang akan menunggangi berkumpulnya banyak orang dan menciptakan kekacauan. Di tengah situasi yang mulai memanas itulah, Pilatus segera mengambil keputusan menghukum mati tokoh yang bisa menghimpun banyak orang, yakni Yesus.
Kelompok-kelompok itu, mungkin merasa telah menang,
yang tidak menyadari bahwa
mereka justru sedang berada di bawah hukuman.
kesulitan memahaminya,
sama dengan persepsi Nikodemus yang tidak sampai.
mereka menduga menang, padahal, mereka justru sedang ada di bawah hukuman.
ketidakmampuan Nikedemus menangkap arti kelahiran kembali,
dapat disejajarkan dengan ketidakmampuan menangkap,
bahwa menang walau salah adalah hukuman,
sejahtera walau menipu adalah hukuman,
beruntung meski salah adalah hukuman.
Kemenangan membangun persepsi,
akan menuju pada hidup baru
yang rumusnya hanya ada dalam sofware kesadaran.