GKPB Jemaat Kudus Sading

GKPB Jemaat Kudus Sading GKPB: Gereja Kristen Protestan di Bali Jemaat Kudus Sading
Kebaktian Pk. 08.00 WITA
Bahasa Indonesia https://kudussading.wordpress.com/ Br.

Pekandelan, Kelurahan Sading, Mengwi, Badung, Bali

JANJI HIDUPRenungan harian Minggu, 04 Oktober 2026Ayat NatsNehemia 9: 51 Korintus 10: 31Bacaan Alkitab2 Korintus 9: 6–15...
03/10/2026

JANJI HIDUP
Renungan harian
Minggu, 04 Oktober 2026

Ayat Nats
Nehemia 9: 5
1 Korintus 10: 31
Bacaan Alkitab
2 Korintus 9: 6–15
Ulangan 8: 7–18
Mazmur 65

HIDUP YANG MEMULIAKAN TUHAN

Kita dipanggil untuk hidup dengan tujuan utama, yaitu memuliakan Tuhan. Hidup memuliakan Tuhan adalah bentuk respons kita karena telah dikasihi oleh Tuhan. Kita sering diingatkan tentang pentingnya memuliakan Tuhan. Hidup memuliakan Tuhan adalah hal terpenting yang harus kita lakukan sebagai umat-Nya. Kehidupan yang kita jalani adalah tentang bagaimana melalui seluruh hidup kita, nama Tuhan ditinggikan.

Nabi Nehemia mengajak umat untuk memuji Tuhan dan meninggikan namaNya. Tuhan layak menerima segala pujian dan hormat karena Dia adalah Allah yang mulia. Pujian kepada Tuhan bukan sekadar kata-kata yang kita ucapkan ketika berada dalam ibadah. Pujian seharusnya menjadi ungkapan hati yang menyadari siapa Tuhan dalam kehidupan ini. Paulus dalam surat kepada jemaat Korintus menekankan sebuah prinsip yang sangat penting. Ia berkata bahwa apa pun yang kita lakukan, bahkan dalam hal sederhana seperti makan dan minum, semuanya harus dilakukan untuk kemuliaan Allah. Artinya, tidak ada bagian kehidupan kita yang terlalu kecil untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Segala sesuatu yang kita lakukan harus untuk memuliakan Tuhan, baik pikiran, perkataan dan perbuatan.

Kedua bacaan hari ini mengajak kita untuk memakai hidup ini mempermuliakan Tuhan. Hidup memuliakan Tuhan bukan hanya dilakukan melalui pujian dan ibadah, tetapi melalui seluruh kehidupan kita. Karena itu, marilah kita menjalani setiap hari dengan kesadaran bahwa hidup kita adalah milik Tuhan. Dalam pekerjaan, keluarga, pelayanan, maupun dalam perkara-perkara sederhana, biarlah sikap dan perbuatan kita menjadi kesaksian tentang kebaikan Tuhan. Jangan hanya memuliakan Tuhan dengan bibir, tetapi biarlah seluruh hidup kita menjadi pujian bagi-Nya. Kiranya di mana pun kita berada dan apa pun yang kita kerjakan, orang lain dapat melihat kasih, kebaikan, kejujuran, dan karakter Kristus melalui kehidupan kita.
Penulis: (IWM)

Doa
Tuhan, ajarlah kami untuk menjadikan kemuliaan-Mu sebagai tujuan hidup kami. Tolong kami agar setiap perkataan, keputusan, pekerjaan, dan tindakan kami dapat memuliakan nama-Mu. Amin.

JANJI HIDUPSabtu, 3 Okt 2026Bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatin...
02/10/2026

JANJI HIDUP
Sabtu, 3 Okt 2026

Bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku.
Yesaya 29: 13 Perikop (TB)

Yesus bersabda: Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.
Matius 15: 11 Perikop (TB)

Bacaan Alkitab
Kisah Para Rasul 12: 1–11
Galatia 3: 1–14

_*HATI YANG TULUS*_

Manusia dapat terlihat baik di hadapan orang lain melalui perkataan, sikap, dan penampilan. Manusia bisa menipu sesamanya dengan kebaikan yang nampak dari luar saja. Tuhan tidak pernah bisa ditipu. Tuhan tidak hanya melihat apa yang tampak dari luar saja karena Tuhan melihat jauh lebih dalam, yaitu hati manusia. Dalam hal memuji Tuhan, seseorang dapat memuji Tuhan dengan bibirnya, tetapi hatinya belum tentu sungguh-sungguh dekat kepada-Nya.

Inilah yang ditegur melalui perkataan Tuhan dalam bacaan pertama. Tuhan menginginkan lebih daripada sekadar aktivitas keagamaan. Ia menginginkan hati yang tulus, hati yang sungguh-sungguh mengasihi-Nya dan rindu hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Ibadah yang sejati bukan hanya tentang apa yang kita lakukan ketika berada di gereja, tetapi tentang bagaimana kita menjalani seluruh kehidupan di hadapan Tuhan. Dalam bacaan kedua, Yesus mengingatkan bahwa yang menajiskan seseorang bukan terutama apa yang masuk ke dalam mulut, tetapi apa yang keluar dari dalam dirinya. Perkataan kita sering kali menjadi cermin dari keadaan hati kita. Ketika hati dipenuhi kemarahan, iri hati, kebencian, kesombongan, atau kepahitan, hal-hal tersebut dapat muncul melalui perkataan dan tindakan kita. Dan tanpa kita sadari itu melukai dan menyakiti sesama kita.

Marilah terus memeriksa hati kita. Jangan sampai mulut kita berkata, “Tuhan, aku mengasihi-Mu,” tetapi kehidupan kita justru menunjukkan bahwa kita lebih mengasihi keinginan sendiri. Jangan sampai kita terlihat baik di hadapan manusia, tetapi hati kita jauh dari Tuhan. Hati yang tulus adalah hati yang mau datang kepada Tuhan dengan jujur, mengakui kesalahan, bertobat, dan membiarkan Tuhan mengubah kehidupan kita. Hari ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: Apakah hati saya sungguh-sungguh dekat dengan Tuhan, atau saya hanya terlihat dekat dengan Tuhan di hadapan orang lain? Jangan hanya memuliakan Tuhan dengan bibir, tetapi muliakanlah Tuhan melalui hati yang tulus. (IWM)

_Doa: Tuhan, bersihkan hati kami dari segala kepahitan, kesombongan, dan dosa. Ajarlah kami untuk hidup dengan hati yang tulus. Amin._

JANJI HIDUPRenungan harian Jumat, 02 Oktober 2026Ayat Nats1 Samuel 3: 9Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar...
01/10/2026

JANJI HIDUP
Renungan harian
Jumat, 02 Oktober 2026

Ayat Nats
1 Samuel 3: 9
Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.

Perikop (TB)
Matius 7: 24
Yesus berkata: Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

Perikop (TB)
Bacaan Alkitab
Matius 18: 10–14
Galatia 2: 11–21

DENGARKAN DAN TAATI

Setiap hari kita mendengar banyak suara yang mempengaruhi pikiran, perasaan, dan keputusan kita. Namun, di tengah banyaknya suara tersebut, kita perlu belajar mengenali suara Tuhan. Mendengar suara Tuhan bukan hanya tentang mengetahui firman-Nya, tetapi juga memiliki hati yang siap menerima dan menaati kehendak-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Samuel berkata, “Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.” Perkataan ini menunjukkan hati yang rendah dan siap menerima kehendak Tuhan.

Samuel tidak datang kepada Tuhan dengan keinginan untuk menentukan apa yang ingin ia dengar. Ia menempatkan dirinya sebagai seorang hamba yang siap mendengarkan perkataan Tuannya. Sikap seperti inilah yang perlu kita miliki. Ketika Tuhan berbicara melalui firman-Nya, apakah hati kita sungguh-sungguh terbuka untuk mendengarkan? Namun, Yesus mengajarkan bahwa mendengar saja belum cukup, Yesus berkata bahwa orang yang mendengar perkataan-Nya dan melakukannya adalah orang yang bijaksana. Ia seperti orang yang mendirikan rumah di atas batu. Ketika hujan turun, banjir datang, dan angin bertiup, rumah itu tetap kokoh karena memiliki dasar yang kuat.

Demikian p**a kehidupan kita. Kita tidak pernah tahu kapan badai kehidupan datang. Masalah, kegagalan, kehilangan, kekecewaan, dan berbagai pencobaan dapat mengguncang iman kita. Namun, orang yang membangun hidupnya di atas firman Tuhan akan memiliki dasar yang kuat untuk tetap bertahan. Sering kali kita mudah berkata bahwa kita percaya kepada Tuhan, tetapi ketaatan menjadi bagian yang sulit. Kita tahu bahwa Tuhan mengajarkan pengampunan, tetapi kita masih menyimpan kepahitan. Kita tahu bahwa Tuhan meminta kita percaya, tetapi kekhawatiran masih menguasai hati. Kita mendengar firman, tetapi belum tentu melakukannya. Hari ini, marilah kita belajar berkata seperti Samuel, “Tuhan, berbicaralah, aku mau mendengar.” Setelah itu, marilah kita melangkah lebih jauh dengan berkata, “Tuhan, aku mau taat.” Sebab iman yang kokoh bukan hanya dibangun oleh apa yang kita dengar, tetapi oleh firman yang kita hidupi dan lakukan.
Penulis: (IWM)

Doa
Tuhan, berikan kami hati yang peka untuk mendengar suara-Mu dan kerendahan hati untuk menaati firman-Mu. Amin.

JANJI HIDUPKamis, 1 Okt 2026Engkau yang telah membuat aku mengalami banyak kesusahan dan malapetaka, Engkau akan menghid...
30/09/2026

JANJI HIDUP
Kamis, 1 Okt 2026

Engkau yang telah membuat aku mengalami banyak kesusahan dan malapetaka, Engkau akan menghidupkan aku kembali.
Mazmur 71: 20 Perikop (TB)

Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan.
2 Petrus 2: 9 Perikop (TB).

Bacaan Alkitab
Yosua 5: 13–15
Galatia 2: 1–10

_*TUHAN TETAP MENOLONG*_

Ada saat dalam hidup ini ketika kita merasa begitu banyak kesusahan datang bertubi-tubi. Dan semuanya itu mungkin membuat kita bertanya, “Tuhan, sampai kapan?” Doa yang kita naikkan tak kunjung mendapat jawaban dan keadaan tak kunjung berubah. Pada situasi yang seperti ini mudah bagi kita untuk merasa bahwa Tuhan sedang meninggalkan kita. Namun, kedua ayat hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tetap menolong.

Pemazmur mengakui bahwa ia telah mengalami banyak kesusahan dan malapetaka. Ia tidak menutupi kenyataan bahwa hidupnya penuh pergumulan. Tetapi di tengah semuanya itu, ia tetap percaya bahwa Tuhan akan menolong dan memulihkannya kembali. Kesusahan bukanlah akhir dari cerita hidupnya. Sama halnya dengan Petrus, ia menegaskan bahwa Tuhan tahu bagaimana menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan. Ini berarti Tuhan tidak pernah kehilangan kendali atas keadaan umatnya. Dia mengetahui setiap air mata, pergumulan, ketakutan, dan perjuangan yang kita alami. Bahkan ketika kita tidak memahami jalan Tuhan, Dia tetap bekerja.

Pertolongan Tuhan mungkin tidak selalu datang dalam bentuk yang kita harapkan. Kadang Tuhan tidak mengubah keadaan, tetapi kadang Tuhan terlebih dahulu menguatkan hati kita agar mampu melewati keadaan tersebut. Ada hal yang pasti, Tuhan tidak meninggalkan orang yang berharap kepada-Nya. Karena itu, ketika kita sedang berada dalam pencobaan, jangan menyerah. Tetaplah berdoa, tetap percaya, dan tetap berjalan berharap kepada Tuhan. Kesusahan yang kita alami hari ini bukanlah akhir hidup kita. Ada Tuhan yang sanggup menyelamatkan, menguatkan, dan memulihkan. Dalam segala pergumulan yang kita hadapi saat ini, percayalah: Tuhan tetap menolong. Yang berbahagia adalah mereka yang tetap percaya walaupun hidupnya dalam tekanan dan pencobaan.
Penulis: (IWM)

_Doa: Tuhan, ketika kami berada dalam kesusahan dan pencobaan, mampukan kami untuk tetap percaya kepada-Mu. Kuatkan hati kami dan tuntun kami melewati setiap pergumulan. Amin._

JANJI HIDUPRabu, 30 September 2026Bilamana kamu mencari-Nya, Ia berkenan ditemui olehmu.2 Tawarikh 15: 2 Jawab perempuan...
29/09/2026

JANJI HIDUP
Rabu, 30 September 2026

Bilamana kamu mencari-Nya, Ia berkenan ditemui olehmu.
2 Tawarikh 15: 2

Jawab perempuan itu kepada-Nya: “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.” Kata Yesus kepadanya: “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau”.
Yohanes 4: 25-26

Bacaan Alkitab
Kejadian 16: 6b–14
Galatia 1: 10–24

_*Mencari Dan Menemukan*_

Setiap manusia adalah pencari. Ada yang mencari kebahagiaan, keberhasilan, pengakuan, ketenangan, atau jawaban atas pergumulan yang sedang dihadapi. Namun tidak sedikit orang yang setelah menemukan apa yang dicari, tetap merasa ada kekosongan dalam hatinya. Hal ini terjadi karena kebutuhan terdalam manusia sesungguhnya bukan hanya tentang apa yang dimiliki, melainkan tentang hubungan dengan Tuhan. Tentang siapa yang sesungguhnya pantas untuk dicari dan ditemukan.

Firman Tuhan dalam 2 Tawarikh 15:2 memberikan sebuah janji yang sederhana tetapi sangat kuat: “Bilamana kamu mencari-Nya, Ia berkenan ditemui olehmu.” Tuhan bukan Pribadi yang menjauh atau menyembunyikan diri dari orang yang sungguh-sungguh mencariNya. Sebaliknya, Tuhan berkenan menyatakan diri-Nya kepada orang yang rindu mengenalNya. Demikian p**a dengan kisah perempuan Samaria juga menunjukkan kebenaran itu. Di tengah kehidupannya yang penuh luka, pertanyaan, dan masa lalu yang rumit, ia bertemu dengan Yesus. Awalnya ia hanya mencari air, tetapi hari itu ia menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga. Ketika ia berbicara tentang Mesias yang dinantikannya, Yesus menyatakan diri-Nya secara langsung: “Akulah Dia.” Pencarian yang selama ini ada dalam hatinya akhirnya menemukan jawabannya.

Sering kali kita berharap Tuhan berbicara melalui hal-hal yang luar biasa. Padahal, Tuhan dapat menjumpai kita melalui firman yang kita baca, doa yang kita panjatkan, nasihat yang kita dengar, atau peristiwa-peristiwa sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Kita datang kepada Tuhan dengan berbagai kebutuhan dan persoalan, tetapi Tuhan ingin memberikan sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar jawaban atas masalah kita. Ia ingin memperkenalkan diri-Nya dan membangun hubungan yang dekat dengan kita. Persoalannya bukan apakah Tuhan mau menyatakan diri-Nya, melainkan apakah kita sungguh mencariNya.

Hari ini, mungkin kita masih membawa banyak pertanyaan yang belum terjawab. Namun firman Tuhan mengingatkan bahwa mereka yang mencari Tuhan tidak akan mencari dengan sia-sia. Ketika kita datang kepada-Nya dengan hati yang terbuka, kita akan menemukan bahwa Dia telah lebih dahulu menunggu untuk menjumpai kita. Dan sering kali, dalam perjumpaan itulah kita menemukan bukan hanya jawaban yang kita butuhkan, tetapi juga Pribadi yang selama ini dicari oleh hati kita. Pribadi yang menyembuhkan setiap luka, pribadi yang menghibur kala duka, pribadi yang Maha Baik dan Maha Kuasa.
Penulis: (PAP)

_Doa: Tuhan, tanamkan dalam hati kami kerinduan untuk terus mencari-Mu. Bukalah mata dan hati kami agar dapat mengenal kehadiran-Mu dan menemukan jawaban yang kami perlukan di dalam-Mu. Amin._

Address

Br. Pekandelan, Sading, Mengwi
Badung
80351

Opening Hours

07:00 - 00:00

Telephone

+6281353309333

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GKPB Jemaat Kudus Sading posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to GKPB Jemaat Kudus Sading:

Share