01/10/2026
JANJI HIDUP
Renungan harian
Jumat, 02 Oktober 2026
Ayat Nats
1 Samuel 3: 9
Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.
Perikop (TB)
Matius 7: 24
Yesus berkata: Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
Perikop (TB)
Bacaan Alkitab
Matius 18: 10–14
Galatia 2: 11–21
DENGARKAN DAN TAATI
Setiap hari kita mendengar banyak suara yang mempengaruhi pikiran, perasaan, dan keputusan kita. Namun, di tengah banyaknya suara tersebut, kita perlu belajar mengenali suara Tuhan. Mendengar suara Tuhan bukan hanya tentang mengetahui firman-Nya, tetapi juga memiliki hati yang siap menerima dan menaati kehendak-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Samuel berkata, “Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.” Perkataan ini menunjukkan hati yang rendah dan siap menerima kehendak Tuhan.
Samuel tidak datang kepada Tuhan dengan keinginan untuk menentukan apa yang ingin ia dengar. Ia menempatkan dirinya sebagai seorang hamba yang siap mendengarkan perkataan Tuannya. Sikap seperti inilah yang perlu kita miliki. Ketika Tuhan berbicara melalui firman-Nya, apakah hati kita sungguh-sungguh terbuka untuk mendengarkan? Namun, Yesus mengajarkan bahwa mendengar saja belum cukup, Yesus berkata bahwa orang yang mendengar perkataan-Nya dan melakukannya adalah orang yang bijaksana. Ia seperti orang yang mendirikan rumah di atas batu. Ketika hujan turun, banjir datang, dan angin bertiup, rumah itu tetap kokoh karena memiliki dasar yang kuat.
Demikian p**a kehidupan kita. Kita tidak pernah tahu kapan badai kehidupan datang. Masalah, kegagalan, kehilangan, kekecewaan, dan berbagai pencobaan dapat mengguncang iman kita. Namun, orang yang membangun hidupnya di atas firman Tuhan akan memiliki dasar yang kuat untuk tetap bertahan. Sering kali kita mudah berkata bahwa kita percaya kepada Tuhan, tetapi ketaatan menjadi bagian yang sulit. Kita tahu bahwa Tuhan mengajarkan pengampunan, tetapi kita masih menyimpan kepahitan. Kita tahu bahwa Tuhan meminta kita percaya, tetapi kekhawatiran masih menguasai hati. Kita mendengar firman, tetapi belum tentu melakukannya. Hari ini, marilah kita belajar berkata seperti Samuel, “Tuhan, berbicaralah, aku mau mendengar.” Setelah itu, marilah kita melangkah lebih jauh dengan berkata, “Tuhan, aku mau taat.” Sebab iman yang kokoh bukan hanya dibangun oleh apa yang kita dengar, tetapi oleh firman yang kita hidupi dan lakukan.
Penulis: (IWM)
Doa
Tuhan, berikan kami hati yang peka untuk mendengar suara-Mu dan kerendahan hati untuk menaati firman-Mu. Amin.