31/05/2024
"SALAH MAKNA?"
Akhir akhir ini Masyarkat awam lebih gandrung dan s**a terhadap hal hal klenik dan mistis dibanding lainnya.Disamping terlihat lebih keren,aura kesaktiaan seseorang akan terlihat langsung secara umum.
Hal ini terus berlangsung,bahkan seakan terpatri dan menjadi tolak ukur bagi mereka dalam mencari figur dan tokoh.Tokoh agama yang biasa saja,dianggap tak bertuah.Hal ini bisa kita saksikan dikanal kanal youtube dan sejenis.
Lalu,bagaimana hal ini dalam pandangan agama? Islam tidak menafikan hal hal klenik dan gaib.Bahkan,dalam ajaran mempercayai hal hal gaib adalah termasuk keimanan.
Para Nabi dan rasul juga dibekali mukjizat dalam memerangi kebatilan.Para Auliya juga diberikan karamah.Begitu juga ulama ulama,mereka diberikan maunah oleh Allah Swt.
Bahkan didalam beberapa literatur kitab klasik,semisal ihya dll,sosok seorang Wali terlihat begitu dugdeng dan sakti dibanding para Nabi.Sorot matanya bisa membakar dedaunan,tubuhnya bisa terbang,bahkan shalat diatas daun dll.
Rasulullah Saw adalah tokoh dan figur yang sempurna.Beliau membawa risalah dari Allah melalui jibril As,oleh karenanya ajaran yang dibawa beliau adalah yang logic dan umum supaya mudah ditiru.
Oleh karenanya sosok beliau digambarkan sama pada umumnya manusia.Bekerja,masuk ke pasar dan berinteraksi sosial.dengan cara cara seperti ini beliau menyampaikan risalah dengan ringan.
Rasulullah Saw oleh Allah disifati dengan kata 'abduhu sebelum kata Rasuluhu. Seperti dalam syahadat واشهد ان محمدا عبده ورسوله
Kenapa? Apakah kedudukan Rasul belum cukup untuk memberikan indikasi kemuliaan beliau? Tidak demikian,Kedudukan Rasul tetap mulia dan agung.Namun dibalik kepasrahan seorang hamba('abdun) kepada tuhannya dalam ta'abbud,menjalankan segalah perintahnya,menjauhi larangannya,inilah kedudukan paripurna dari seorang manusia yang menjadi Hamba.Karena hakikat dan tujuan tertinggi manusia adalah ikhlas dan pasrah dan ngawula kepada Allah sebagai pemiliknya.
Sering kita jumpai sebuah maqalah Arab: الاستقامة خير من الف كرامة
"Melakukan hal dengan istiqamah lebih baik dibandingkan dengan seribu keramat dan kesaktian."
Terkesan berlebihan,namun memang begitu adanya.Shalat berjamaah dengan istiqamah akan terasa berat hanya dalam beberap hari saja.Lebih mudah melafalkan wirid wirid dan hizib yang terlihag ada manfaat kesaktian dan kramat.Ada tujuan dan 'manfaat' yang dia cari.
Syeikh Abu Yazid al Busthamy pernah didatangi muridnya, yang melaporkan karomah dan kehebatan seseorang.
“Dia bisa menyelam di lautan dalam waktu cukup lama,”
“Saya lebih kagum pada paus di lautan.”
“Dia bisa terbang!,” kata muridnya.
“Saya lebih heran, burung kecil terbang seharian, karena kondisinya memang demikian,” jawabnya.
“Lhah, dia ini bisa sekejap ke Mekkah,”
"Saya lebih heran dengan iblis,dengan sekejap mengelilingi dunia namun dilaknat oleh Allah."
Suatu ketika orang yang diceritakan itu datang ke masjid,lalu ia meludah ke arah kiblat.
"Bagaimana ia menjaga adab dengan Allah dalam hakikat,Sedangkan adab syariatnya saja tidak dijaga."