03/04/2018
Seringkali karir dan harta benda menjadi tolak ukur manusia dalam mendefinisikan Sukses.
Padahal islam mengajarkan bahwa di dunia ini tidak ada yang menjadi kepemilikan manusia, jangan kan karir dan harta, anak yang dilahirkan langsung oleh seorang wanita pun hanya titipan semata yang kapanpun bisa diambil oleh Pemiliknya.
Maka alangkah meruginya jika harta dan karir dunia kita jadikan sebagai tolak ukur kesuksesan.
Sejatinya, makna sukses bagi seorang mumin lebih dalam dari keindahan dunia, yaitu Cinta dan Ridha-Nya. Karena Cinta dan Ridha-Nya lah yang mampu memudahkan segala urusan dunia dan akhirat kita, Cinta dan Ridha-Nya lah yang mengantarkan kita pada kehidupan yang lebih baik.
Apa yang tidak mungkin Allah berikan pada hamba yang dikasihi-Nya? Bahkan untuk hamba yang paling dikasihi-Nya tidak hanya syurga yang dijanjikan, namun pertemuan agung pun Allah janjikan. Ya, tiada pertemuan paling agung, paling nikmat, melebihi pertemuan dengan Raja Semesta Alam, Allah.
Bersama ustadz Imam Taufiq, mari kita kupas benarkah shalat menjadi langkah awal kesuksesan dan perbaikan hidup kita?
Hadiri majelis ilmu
โSUKSES DIMULAI DARI SHALATโ
Bersama : Ust.
๐ : Kamis, 5 April 2018
๐ก : Pukul 18.30 s.d. selesai
๐ : Masjid Trans Studio Bandung
Gratis dan terbuka untuk umum. Jangan lupa siapkan infaq terbaik.
Sungguh, tiada kesan tanpa kehadiranmu.
Presented by:
Supported by:
"kopi Ummat"