PMII Cabang Ambon

PMII Cabang Ambon PMII berdiri pada 17 April 1960 di Surabaya, Jawa Timur.

Sosialisasi, penanam dan pembagian anakan cengkeh dan palah di desa negeri ureng kec. Leihitu, Kab. Maluku tengah. Oleh ...
09/01/2026

Sosialisasi, penanam dan pembagian anakan cengkeh dan palah di desa negeri ureng kec. Leihitu, Kab. Maluku tengah. Oleh PC PMII Kota Ambon πŸ’›πŸ’™

Bismillah.. H-1 Persiapan Sosialisasi, penanaman dan pembagian anakan pala dan cengkeh di negeri Ureng jesirah leihitu. ...
05/01/2026

Bismillah..
H-1 Persiapan Sosialisasi, penanaman dan pembagian anakan pala dan cengkeh di negeri Ureng jesirah leihitu.
Selasa, 06 Januari 2026 bersama Anggota α΄…α΄˜α΄… Κ€Ιͺ π˜½π™žπ™¨π™§π™ž π˜Όπ™¨ π™Žπ™žπ™™π™™π™π™žπ™¦ 𝙇𝙖𝙩π™ͺπ™˜π™€π™£π™–π™žπ™£π™–

https://www.facebook.com/share/14UW7ojrxho/
18/12/2025

https://www.facebook.com/share/14UW7ojrxho/

AMBON, arikamedia.id – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ambon Gelar Santun pemberdayaan fakir miskin di Pesantren Ittaqullah bentuk komitmenΒ  dalam mendukung...

PMII Cabang Ambon Gelar Santunan Anak Yatim dan Kaum Dhuafa di Pesantren Ittaqullah​AMBON – Pengurus Cabang Pergerakan M...
17/12/2025

PMII Cabang Ambon Gelar Santunan Anak Yatim dan Kaum Dhuafa di Pesantren Ittaqullah
​AMBON – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Ambon menggelar aksi sosial berupa pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Kegiatan ini dipusatkan di Pesantren Ittaqullah, Kawasan Kebun Cengkeh, Kota Ambon, pada Rabu (17/12/2025).
​Acara yang berlangsung khidmat ini dibuka langsung oleh Ketua Cabang PMII Kota Ambon, M. Taufik Souwakil. Kehadiran pengurus PMII disambut hangat oleh pengasuh pesantren serta puluhan santri dan warga sekitar yang menerima bantuan.
​Menanam Nilai Kemanusiaan
​Dalam sambutannya, M. Taufik Souwakil menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial kader PMII terhadap masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan uluran tangan.
​"PMII tidak hanya berfokus pada gerakan intelektual dan pendampingan isu kebijakan, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat dengan aksi nyata. Melalui santunan ini, kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan semangat berbagi tetap menjadi fondasi utama dalam berorganisasi," ujar Taufik.
​Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antara aktivis mahasiswa dengan lembaga pendidikan keagamaan seperti Pesantren Ittaqullah.
​Pesan Spiritual dari Ustadz
​Senada dengan hal tersebut, perwakilan dari pihak Pesantren Ittaqullah, Ustadz pengasuh pesantren, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif para mahasiswa. Dalam tausiyah singkatnya, beliau mengingatkan pentingnya memuliakan anak yatim sebagai jalan keberkahan.
​"Apa yang dilakukan adik-adik mahasiswa hari ini adalah wujud implementasi dari ajaran agama yang paling dasar, yaitu kasih sayang. Harta tidak akan berkurang karena sedekah, justru melalui doa-doa dari anak yatim inilah keberkahan bagi gerakan PMII akan terus mengalir," ungkap sang Ustadz.
​

Santunan Anak Yatim dan Kaum Duafa di Yayasan Ittaqullah Kebun Cengkeh.
15/12/2025

Santunan Anak Yatim dan Kaum Duafa di Yayasan Ittaqullah Kebun Cengkeh.

πŸ’›πŸ’™
18/10/2025

πŸ’›πŸ’™

Maluku Central Post Ambon , 18 Oktober 2025 - Kegiatan pelantikan dan rapat kerja Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat ...

Wali Kota Ambon Dr. Bodewin M. Wattimena, M. Si. hadiri Pelantikan Komisariat dan Rayon Sejajaran PMII Darussalam Ambon,...
18/10/2025

Wali Kota Ambon Dr. Bodewin M. Wattimena, M. Si. hadiri Pelantikan Komisariat dan Rayon Sejajaran PMII Darussalam Ambon, yang juga didampingi Oleh Ketua Cabang PMII Kota Ambon M. Taufik Suwakil, S. IP dan sahabat senior Ketua KPU Kota Ambon Kaharudin Mahmud, Sabtu, 18 Oktober 2025 di Aulah Balai Kota Ambon.

Dalam momentum pelaksanan pelantikan yang baru saja kita lewati bersama,semoga kemewahan kemeriahan tidak hanya sampai disni.
tetapi semnagat ini terus mengalir pada denyut nadi proses sahabat sahabat untuk di aplikasikan dalam program dan agenda agenda rutinitas organisasi terus berjalan secara liniar.
karna revitalisasi secara tranformatif,sahabat sahabat pastikan k***a kepengurusan harus naik memuaskan dari kepengurusan sebelumnya sahabat sahabat.
Sahabat" PMII Kota ambon ini sebagai episentrum Gerakan pendidikan di maluku, PMII Darussalam Ambon telah menjadi elemen terpenting yang di harapakan oleh masyarakat untuk membangaun /mencetak produk produk unggul,yakni kader kader yang berilmu,beramal,profesional,berani,jujur, dan berkeadilan.




Muhammad T Souwakil

Pada 1 September 2025, kota Ambon menjadi saksi bisu bagi aksi damai yang diadakan oleh ratusan mahasiswa dan masyarakat...
01/09/2025

Pada 1 September 2025, kota Ambon menjadi saksi bisu bagi aksi damai yang diadakan oleh ratusan mahasiswa dan masyarakat sipil. Mereka berkumpul di depan gedung DPRD setempat, menuntut perhatian serius terhadap isu-isu nasional dan lokal yang tengah mengemuka. Di antara tuntutan utama adalah kenaikan gaji DPR sebesar 3 juta per bulan, reformasi Polri, dan berbagai masalah lokal yang perlu segera diatasi. Aksi ini bukan hanya sekadar unjuk rasa; ini adalah panggilan untuk keadilan dan transparansi.

Kenaikan gaji DPR yang diusulkan menimbulkan berbagai reaksi di masyarakat. Di satu sisi, banyak yang mempertanyakan legitimasi usulan tersebut di tengah situasi ekonomi yang sulit. "Bagaimana mungkin mereka meminta kenaikan gaji ketika banyak rakyat yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari?" tanya ketua Cabang PMII Kota Ambon. Dalam konteks ini, tuntutan ini menjadi simbol ketidakadilan dan ketidakpekaan para wakil rakyat terhadap kondisi rakyat yang mereka wakili.

Sementara itu, isu reformasi Polri tak kalah pentingnya. Banyak peserta aksi mengungkapkan keprihatinan terhadap praktik penyalahgunaan wewenang dan kekerasan yang dilakukan oleh aparat. "Kami tidak menolak keberadaan Polri, tetapi kami mendesak agar mereka menjadi pelindung, bukan penindas," ujar Ketua Cabang PMII. Seruan ini menggambarkan harapan masyarakat akan lembaga kepolisian yang lebih humanis dan berorientasi pada pelayanan publik.

Aksi damai ini berjalan kondusif, dengan ketertiban yang dijaga oleh para peserta. Masyarakat Maluku menunjukkan bahwa mereka bisa menyampaikan pendapat tanpa harus terjebak dalam kekerasan. "Kami ingin menunjukkan bahwa kami bisa berjuang dengan cara yang damai," ungkap salah satu koordinator aksi (M.taufik Souwakil). Ini adalah langkah maju dalam membangun budaya demokrasi yang sehat dan konstruktif.

Namun, meskipun aksi ini berlangsung damai, ada nuansa ketidakpuasan yang terlihat di wajah para peserta. Mereka merasa bahwa suara mereka sering kali diabaikan. "Kami sudah berulang kali menyampaikan aspirasi, tetapi perubahan yang diharapkan tidak kunjung datang," keluh seorang mahasiswa. Ketidakpuasan ini mencerminkan frustrasi yang lebih dalam terhadap sistem politik yang dianggap tidak responsif.

Isu-isu lokal di Maluku juga tak luput dari sorotan. Pendidikan yang buruk, layanan kesehatan yang tidak memadai, dan masalah lingkungan menjadi topik hangat di tengah diskusi. "Kami ingin agar pemerintah tidak hanya fokus pada isu nasional, tetapi juga memberikan perhatian serius kepada masalah yang ada di daerah kami," seru seorang peserta lainnya. Ini menunjukkan bahwa aksi ini bukan hanya tentang tuntutan nasional, tetapi juga tentang kepentingan lokal yang mendesak.

Salah satu aspek menarik dari aksi ini adalah partisipasi berbagai elemen masyarakat. Mahasiswa, OKP hingga orang tua hadir untuk menyuarakan pendapat mereka. Ini menunjukkan bahwa masalah yang dihadapi bukan hanya tanggung jawab satu kelompok, melainkan tanggung jawab bersama. "Kita semua harus peduli, karena apa yang terjadi di tingkat nasional akan berdampak pada kehidupan sehari-hari kita di sini," ungkap seorang pemuda yang turut hadir.

Dalam aksi tersebut, para peserta juga membagikan selebaran yang berisi tuntutan dan harapan mereka. Ini adalah upaya untuk mendidik masyarakat tentang isu-isu yang dihadapi dan pentingnya keterlibatan publik dalam proses politik. "Kami ingin agar semua orang tahu apa yang terjadi dan mau ikut berkontribusi," jelas salah satu mahasiswa yang terlibat dalam penyebaran informasi.

Namun, tantangan tetap ada. Meskipun aksi damai ini berhasil menarik perhatian, masih ada keraguan tentang apakah pemerintah akan mendengarkan suara mereka. "Kami berharap suara kami tidak hanya menjadi bisikan di tengah keramaian," tegas seorang orator. Harapan akan perubahan nyata menjadi dorongan bagi mereka untuk terus berjuang meskipun banyak rintangan yang harus dihadapi.

Akhirnya, aksi damai 1 September 2025 di Ambon bukan hanya sekadar unjuk rasa. Ini adalah panggilan untuk semua elemen masyarakat agar bersatu dalam menghadapi tantangan yang ada. Dalam suasana yang damai dan kondusif, mereka menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil, dan suara rakyat adalah kekuatan yang tak bisa diabaikan. Masyarakat maluku berharap bahwa perjuangan mereka akan berbuah manis, membawa perubahan yang lebih baik bagi kehidupan mereka dan generasi mendatang.

23/08/2025

PMII Ambon Dukung Sikap DPRD: Desak Pemkab Malteng Bertanggung Jawab atas Kebakaran Rumah Warga Hunut

Ambon, NusaInaNews.com - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Ambon menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Ketua DPRD Kota Ambon terkait persoalan kebakaran 13 rumah warga Hunut, yang dinilai sebagai akibat dari kelalaian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tengah. Ket...

H-1 Menuju hari kemerdekaan RI yang ke-80 Polresta Pulau Ambon dan P.P Lease Bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesi...
16/08/2025

H-1 Menuju hari kemerdekaan RI yang ke-80 Polresta Pulau Ambon dan P.P Lease Bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia PMII Cabang Kota Ambon, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Cabang Kota Ambon Melakukan Agenda Sebar Bendera Merah Putih. Sabtu 16 Agustus 2025 pukul 08:00 sampai selesai didepan pelataran Mesjid Raya Al-Fattah Ambon.
Tujuan dari penyebaran bendera merah putih di H-1 hari kemerdekaan RI yang ke-80 tahun antara lain:

Meningkatkan Rasa Nasionalisme: Mengajak masyarakat untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap Indonesia.

Memperingati Sejarah: Mengingatkan generasi muda akan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dan pentingnya menjaga nilai-nilai perjuangan tersebut.

Mendorong Partisipasi Masyarakat: Mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam merayakan hari kemerdekaan dengan memasang bendera sebagai simbol persatuan dan kesatuan.

Memperkuat Identitas Bangsa: Menegaskan jati diri bangsa Indonesia melalui simbol nasional, yaitu bendera merah putih.

Membangun Kebersamaan: Menciptakan suasana kebersamaan dan solidaritas di antara masyarakat dalam merayakan momen bersejarah ini.

Dengan tujuan-tujuan ini, penyebaran bendera merah putih diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam merayakan kemerdekaan RI dengan penuh makna.

Hadiri Agenda Sebar Bendera Merah Putih Bersama Polresta Pulau Ambon dan P.P LeaseSabtu, 16 Agustus 2025, Pukul 08:00 sa...
15/08/2025

Hadiri Agenda Sebar Bendera Merah Putih Bersama Polresta Pulau Ambon dan P.P Lease

Sabtu, 16 Agustus 2025, Pukul 08:00 sampai selesai. Depan Mesjid Raya Al-Fattah Ambon

Address

Waihakila Puncak Wara Kolom Sembilan
Ambon

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PMII Cabang Ambon posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share