29/07/2018
Baca Matius 13;31-35.
Matius 13;31-35 ini menarik. Perumpamaan yang diberikan Yesus ditulis secara sangat singkat, dan dua perumpamaan dicatat sekaligus! Coba anda bayangkan, jika di dalam kelas anda seorang profesor masuk, menyebutkan dua kalimat lalu keluar meninggalkan kelas - pelajaran seperti apakah ini?
Jelas bahwa penulis dalam hal ini tidak bermaksud untuk menjelaskan perumpamaan itu. Penulis bukan sedang mencatat tentang apa yang Yesus ajarkan. Yesus juga pada saat itu mungkin berbicara lebih banyak pada saat mengajar tentang perumpamaan ini, namun dalam catatan ini diringkas oleh sang penulis. Karena apa yang menjadi tujuan penulis adalah mencatat bahwa “Yesus berbicara kepada kump**an orang itu dengan perumpamaan. Sesungguhnya, tanpa perumpamaan ia tidak akan berbicara kepada mereka.” (ayat 34) - ini yang menurut penulis merupakan fakta kejadian penting yang harus dicatat dan diberitahukan lewat surat ini kepada pengikut Yesus.
Jadi jika anda terlalu fokus untuk berusaha mencari tau apa arti perumpamaan tersebut, jika anda terlalu bersemangat bermain detektif untuk mencari tahu apa yang Yesus samarkan lewat perumpamaan ini - maka sesungguhnya anda terlewatkan apa tujuan penulis menceritakan tentang hal ini kepada kita.
Justru adalah lebih penting untuk mengerti fakta ini, bahwa - “Yesus berbicara kepada kump**an orang itu dengan perumpamaan. Sesungguhnya, tanpa perumpamaan ia tidak akan berbicara kepada mereka.” Mengapa? Mengapa tanpa perumpamaan ia tidak akan berbicara kepada mereka? Mengapa Yesus tidak mengajar seperti biasa saja, langsung menyatakan apa maksudnya ketimbang harus memakai perumpamaan yang belum tentu dapat dimengerti pendengarnya? Terkadang perumpamaannya sangat membingungkan, muridnya sendiri tidak mengerti dan harus bertanya! Lalu mengapa Yesus tidak membuat pengajarannya mudah dimengerti, mengapa dia memakai perumpamaan - dan perhatikan: tanpa perumpamaan ia tidak akan berbicara kepada mereka - bukankah ini ekstrim sekali? Ini yang harus anda selidiki pada saat membaca Matius 13:31-35, jangan sibuk dengan mencari tau apa arti dua perumpamaan di sini.
Alkitab memberikan dua alasan yang menonjol tentang mengapa Yesus menggunakan perumpamaan. Pertama, dengan melakukan hal itu, ia menggenapi nubuat. Rasul Matius menulis lanjut di ayat 35 - agar tergenap apa yang diucapkan melalui nabi yang mengatakan, ”Aku akan membuka mulutku dengan perumpamaan.” ”Nabi” yang kata-katanya dikutip oleh Matius adalah penulis Mazmur 78:2. Pemazmur itu menulis mazmurnya di bawah ilham roh Allah berabad-abad sebelum Yesus lahir. Bukankah mengagumkan bahwa ratusan tahun di muka, Allah telah menentukan bahwa Putra-Nya akan mengajar dengan perumpamaan? Allah pasti sangat menghargai metode pengajaran ini!
Kedua, sebenarnya sudah dinyatakan alasannya jika anda membaca pasal ini dalam konteksnya, baca dari ayat 1 dan tidak langsung meloncat ke ayat 30an ini. Yesus sendiri menjelaskan bahwa ia menggunakan perumpamaan untuk menyaring orang-orang yang hatinya tidak tanggap. Setelah menceritakan kepada ”kump**an besar orang” parabel tentang penabur, murid-muridnya bertanya (ayat 10), ”Mengapa engkau berbicara kepada mereka dengan menggunakan perumpamaan?” Yesus menjawab, "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup”.
Bayangkan jika pada saat ini Yesus berada di kota Ambon, di tengah2 kita. Seandainya Yesus tadi pagi berkhotbah di gereja kita, bagaimanakah dia akan berkhotbah?
Jaman itu banyak orang yang datang mencari Yesus karena mereka inginkan mukjizat baik itu penyembuhan atau hal2 lain yang mengangkat masalah hidup mereka. Ada juga yang mencari Yesus karena mereka penasaran dengan ketenaran Yesus, tiba-tiba dia menjadi buah pembicaraan orang karena dia menyembuhkan orang ini dan itu, membuat orang buta melihat, orang lumpuh berjalan - berita ini menyebar sehingga banyak orang yang ingin melihat langsung siapakah Yesus ini. Tidak berbeda dengan jaman sekarang sebenarnya kan? Jika ada seorang hamba Tuhan yang bisa membuat mukjizat dan datang ke kota Ambon, mungkin berkhotbah di lapangan merdeka, akan banyak sekali orang yang datang untuk melihat orang ini yang bisa membangkitkan orang mati! Banyak orang juga yang akan datang untuk menerima penyembuhan atau supaya diberkati menjadi sukses dalam hidupnya.
Jika anda mencari Yesus, apakah karena agenda pribadi, keinginan pribadi anda, tujuan pribadi - ataukah karena anda benar2 ingin mendengar tentang Allah langsung dari AnakNya sendiri? Apakah anda mencari Yesus karena kerinduan untuk mengerti tentang karya Allah, ataukah karena anda ingin sukses?
Jika anda ke gereja karena “mengejar berkat”, maka jangan heran jika anda p**ang dengan hati yang kosong tanpa firman di dalam anda, karena “Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup.”
Rubah pola pikir anda, renungkan lagi mengapa anda perlu ke gereja. Jika anda mencari Yesus karena kepentingan pribadi, ingin diberkati dan penuh kesuksesan, maka anda akan sia-sia. Sebaliknya jika anda benar-benar rindu akan Tuhan, maka sesuai apa yang dikatakan - Yesus menjawab, "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak”.