Gereja Hok Im Tong Ambon

Gereja Hok Im Tong Ambon Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Gereja Hok Im Tong Ambon, Church, Jln. Anthoni Reebok, Ambon.

08/10/2023

PILIHAN ANDA HARI INI:

Ulangan 30:15-19 (TB)

Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan, karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya.

Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya, maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya.

Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,

Pada satu malam seorang kawan menunjukkan kepada saya salah satu dari tiga plakat hiasan yang akan dipasang pada dinding...
29/07/2023

Pada satu malam seorang kawan menunjukkan kepada saya salah satu dari tiga plakat hiasan yang akan dipasang pada dinding ruang keluarganya. “Nah, aku sudah mempunyai Kasih,” katanya sambil memegang plakat yang bertuliskan kata tersebut. “Yang berikutnya adalah Iman dan Pengharapan.”

Kasih yang pertama kali muncul, pikir saya. Barulah setelah itu Iman dan Pengharapan!

Kasih memang yang pertama. Kasih bahkan berasal dari Allah. 1 Yohanes 4:19 mengingatkan kita bahwa “Kita mengasihi [Allah], karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” Kasih Allah, seperti yang dijabarkan dalam 1 Korintus 13 (pasal yang dikenal sebagai “pasal kasih”), menjelaskan salah satu ciri dari kasih sejati dengan menyatakan bahwa “Kasih tidak berkesudahan” (ay.8).

Iman dan pengharapan itu penting bagi hidup orang percaya. Hanya dengan dibenarkan karena iman, “kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus” (Rm. 5:1). Dan pengharapan disebutkan dalam Ibrani 6 sebagai “sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita” (ay.19).

Suatu hari nanti, kita tidak lagi memerlukan iman dan pengharapan. Iman akan menjadi penglihatan dan pengharapan kita akan diwujudkan ketika kita bertatap muka dengan Juruselamat kita. Namun, kasih itu kekal, karena kasih berasal dari Allah dan Allah adalah kasih (1Yoh. 4:7-8). “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan, dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih”—kasihlah yang pertama dan terutama (1Kor. 13:13).

27/07/2023

Identitas Murid Kristus

Ayat bacaan: Yohanes 13:35
=======================
"Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."

Hampir setiap orang punya idolanya masing-masing. Dan biasanya, kita bisa mengetahui idola seseorang dari penampilan mereka. Misalnya dari cara berpakaian, model rambut, aksesoris sampai gaya hingga gerak. Dalam hal keimanan pun sama. Berbagai aksesoris, cara berpakaian, atribut dan lain-lain bisa membuat kita tahu kemana iman seseorang berlabuh. Tidak dilarang dan tidak salah, tetapi ada banyak orang percaya yang keliru mengartikan penanda identitasnya. Mereka mengira bahwa iman kekristenan mereka akan ter-claim dengan penggunaan atribut-atribut yang mengacu kesana. Misalnya baju kaos dengan tema Kristen, kalung salib dan sebagainya. Itu penanda bahwa mereka adalah pengikut atau murid Yesus. Sekali lagi, memakai kalung atau kaos bertema religius tidak salah. Tetapi ada hal yang jauh lebih penting yang sebenarnya bisa menunjukkan apakah kita memang murid Kristus atau tidak. Itu disebutkan di dalam Alkitab, dan itu bukan melalui pakaian, fashion dan aksesoris.

Menjelang penyalibanNya, Yesus menunjukkan identitas kita yang seharusnya lewat sebuah perintah baru yang Dia berikan. Jika selama ini yang kita tahu hukum kedua yang paling utama adalah "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini" (Markus 12:31), maka kali ini ada level baru mengenai mengasihi sesama manusia. "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian p**a kamu harus saling mengasihi." (Yohanes 13:34). Ini sebuah level yang lebih tinggi dari perintah mengasihi sesama. Bukan saja harus mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri, tapi kita harus p**a mengasihi sesama seperti halnya Yesus telah mengasihi kita. Dan kita tentu tahu bagaimana besarnya kasih Kristus kepada kita. Lewat pengorbananNya kita yang sebenarnya tidak layak ini diberi sebuah kepastian untuk beroleh keselamatan yang kekal. Bentuk kasih Yesus terhadap kita manusia bukan hanya bentuk kasih lewat ucapan atau sekedar memperhatikan atau menolong, tetapi disertai p**a dengan kerelaan untuk berkorban nyawa.

Ayat selanjutnya memberi penegasan tentang bagaimana atau lewat apa orang bisa mengetahui bahwa kita murid Yesus "Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." (Yohanes 13:35). Saling mengasihi. Kasih. Sebuah kasih, yang tidak berpusat pada diri sendiri tetapi mendahulukan kepentingan yang lain, dimana kerelaan berkorban menjadi dominan atas sebuah perasaan belas kasih merupakan sebuah identitas kuat sehingga akan mudah dibedakan dari orang-orang dunia.

Sayangnya belum banyak murid Yesus yang menyadari hal ini. Mereka mengira bahwa identitas itu cukup ditunjukkan dari penampilan luar saja, dari pakaian dan aksesoris yang dipakai. Di satu sisi mereka menjalankan rutinitas ibadah dan memakai atribut-atribut, tapi disisi lain mereka belum menunjukkan prinsip saling mengasihi seperti yang seharusnya dimiliki/dihidupi oleh orang percaya. Bahkan dalam banyak kesempatan saya mendengar bahkan membuktikan sendiri bahwa orang dunia yang belum mengenal Kristus malah bisa menunjukkan kasih lebih besar dari mereka yang mengaku sudah menjadi murid Kristus. Bukankah ini sangat ironis? Masih banyak orang percaya, kump**an atau gereja yang bersikap sangat eksklusif dan tidak menjangkau ke luar. Mereka tertutup dan hanya bergaul di kalangannya sendiri dan menutup mata dari hal lain di luar tembok sana. Cara bicaranya rohani sekali, tapi perilakunya buruk. Mudah menghakimi, keberatan menolong, gampang curiga, mencari keuntungan pribadi dan lain-lain, yang bahkan dengan berani dilakukan dengan mengatas namakan Tuhan. Kalau itu yang terjadi, mau atribut dipasang di sekeliling badan sekalipun orang tidak akan melihat figur murid Kristus yang benar. Orang di luar sana akan mendapat gambaran yang keliru dari Yesus dan muridNya, dan itu sangatlah kontra-produktif terhadap Amanat Agung yang disematkan kepada setiap orang percaya.

- Saling mengasihi merupakan tanda pengenal kita yang sebenarnya sebagai murid Kristus. -

19/07/2023
19/07/2023

Matius 23: 23-28

Jangan Munafik!

Betapa terkejutnya saya saat mengetahui bagian dalam dari sebuah sofa. Ternyata tidak secantik dan semenarik bagian luarnya. Bayangkan, bagian luarnya didesain begitu indah, sehingga tampak menarik dan elegant, sementara bagian dalamnya jelek banget. Mungkin kalo saya tahu dari awal seperti itu cara pengerjannya, barangkali saya nggak bakal beli sofa. Memang sih selama ini saya kurang memperhatikan sampai bagian dalam, karena pikir saya nggak ada bedanya. Ternyata pendapat saya keliru.

Kisah ini menarik perhatian saya dan memberikan gambaran kehidupan manusia yang ada di dalam dunia ini. Biasanya kita selalu kurang memperhatikan atau membiarkan sesuatu yang jarang terlihat oleh orang, yaitu hati kita. Tetapi untuk sesuatu yang selalu terlihat oleh orang, entah itu sikap, penampilan atau pekerjaan, pasti kita akan berusaha tampil menarik. Kita jarang sekali memperhatikan bagian dalam dari hidup kita. Kita hanya sibuk mendesain penampilan luar kita sehingga dosa kita agar orang lain tidak tahu dengan pura-pura bersikap manis baik dalam pelayanan maupun kehidupan sehari-hari.

Nggak jarang orang yang berpacaran pun bertindak seperti itu. Mereka menutupi kekurangan dan meleburnya dengan keindahan semu. Padahal tindakan yang seperti ini adalah kemunafikan. Makanya nggak heran bila orang yang s**a berpura-pura itu cenderung sombong. Namun firman Tuhan dengan tegas berkata bahwa kecongkakan mendahului kehancuran dan orang yang sombong suatu ketika akan direndahkan oleh Tuhan.

Saudara muda, banyak orang yang ingn kelihatan baik berusaha menutupi kekurangannya dengan segala cara. Namun sebagai anak Tuhan, kita tidak boleh berpura-pura sebab berpura-pura adalah bagian dalam dari kehidupan kita, hati-hatilah! Makanya, jangan berpura-pura tapi pancarkan kebaikan dari dalam hidupmu dalam segala hal!

SELAMAT NATAL!“Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kep...
24/12/2018

SELAMAT NATAL!

“Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."

PESAN NATALBacaan Alkitab: Lukas 2:1-20Tepat pada hari Yesus lahir, ada proklamasi luar biasa tentang pesan Natal, bukan...
23/12/2018

PESAN NATAL

Bacaan Alkitab: Lukas 2:1-20

Tepat pada hari Yesus lahir, ada proklamasi luar biasa tentang pesan Natal, bukan di katedral yang megah atau auditorium yang indah, melainkan di padang, kepada para gembala yang sederhana, yang sedang menjaga kawanan domba mereka pada waktu malam. Barangkali inilah proklamasi dari pesan Injil yang paling pertama.

Pesan pada malam itu begitu jelas. Pengkhotbahnya adalah seorang malaikat yang membawa "kabar baik" (Lukas 2:10). Frasa, "Aku memberitakan kepadamu kabar baik" adalah kata Yunani dari "evangelizo", yang berarti "Saya menginjil". Itulah yang dilakukan oleh malaikat! Dari akar kata Yunani yang sama, kita memiliki kata yang terkadang diterjemahkan menjadi "Injil". Itu adalah pesan tentang Sang Juru Selamat, Kristus, yaitu Yang diurapi dan Mesias yang sudah lama dinantikan. Ini adalah ibadah penginjilan pertama yang terjadi tepat pada hari ketika Yesus lahir.

Sungguh luar biasa bahwa pada ibadah Natal yang paling pertama, kabar tentang peristiwa terbesar dalam sejarah, diberitakan bukan kepada orang-orang yang memiliki kualifikasi luar biasa, melainkan kepada jemaat yang terdiri dari gembala-gembala yang sederhana. Pesan ini adalah untuk seluruh umat manusia.

Ibadah penginjilan pertama itu tidak akan lengkap tanpa paduan suara, dan paduan suara ini datang secara khusus dari surga! Apa artinya paduan suara tanpa sebuah lagu kebangsaan? Lagu yang mereka
nyanyikan adalah untuk kemuliaan bagi Allah dan berbicara tentang kedamaian bagi orang-orang yang kepadanya Allah berkenan. Pastilah sebuah pengalaman yang luar biasa untuk duduk di padang dan mendengar suatu paduan suara yang menyanyikan lagu dari surga.

Pesan Injil menuntut respons, dan para gembala memutuskan untuk pergi ke Betlehem dan melihat sang Juru Selamat yang telah diberitakan kepada mereka oleh para malaikat. Kehidupan mereka tidak
akan pernah sama lagi. Respons mereka adalah menyebarkan pesan itu ke mana saja, dan mereka kembali kepada kawanan domba mereka sambil memuliakan dan memuji-muji Allah!

Sungguh suatu ibadah penginjilan pertama yang luar biasa pada hari kelahiran Kristus. Di sana terdapat:

Lokasi -- Padang;
Pengkhotbah -- Malaikat;
Jemaat -- Para gembala;
Pesan -- Juru Selamat, Kristus Tuhan;
Paduan suara -- Tuan rumah surgawi;
Lagu gereja -- Gloria in Excelsis Deo;
Respons -- Marilah kita pergi untuk melihat Kristus.

Hanya ada satu pertanyaan pada hari yang sangat istimewa ini, saat kita merayakan kelahiran Kristus. Apakah yang akan Anda berikan sebagai respons terhadap Injil? Dia bukan lagi Bayi di Betlehem, melainkan Raja atas segala raja dan Tuhan segala tuhan yang penuh kemenangan yang telah
mengalahkan dosa dan maut!

"Mari kita menyembah dan memuji Dia, Kristus Tuhan!"

Baca Matius 13;31-35.Matius 13;31-35 ini menarik. Perumpamaan yang diberikan Yesus ditulis secara sangat singkat, dan du...
29/07/2018

Baca Matius 13;31-35.

Matius 13;31-35 ini menarik. Perumpamaan yang diberikan Yesus ditulis secara sangat singkat, dan dua perumpamaan dicatat sekaligus! Coba anda bayangkan, jika di dalam kelas anda seorang profesor masuk, menyebutkan dua kalimat lalu keluar meninggalkan kelas - pelajaran seperti apakah ini?

Jelas bahwa penulis dalam hal ini tidak bermaksud untuk menjelaskan perumpamaan itu. Penulis bukan sedang mencatat tentang apa yang Yesus ajarkan. Yesus juga pada saat itu mungkin berbicara lebih banyak pada saat mengajar tentang perumpamaan ini, namun dalam catatan ini diringkas oleh sang penulis. Karena apa yang menjadi tujuan penulis adalah mencatat bahwa “Yesus berbicara kepada kump**an orang itu dengan perumpamaan. Sesungguhnya, tanpa perumpamaan ia tidak akan berbicara kepada mereka.”​ (ayat 34) - ini yang menurut penulis merupakan fakta kejadian penting yang harus dicatat dan diberitahukan lewat surat ini kepada pengikut Yesus.

Jadi jika anda terlalu fokus untuk berusaha mencari tau apa arti perumpamaan tersebut, jika anda terlalu bersemangat bermain detektif untuk mencari tahu apa yang Yesus samarkan lewat perumpamaan ini - maka sesungguhnya anda terlewatkan apa tujuan penulis menceritakan tentang hal ini kepada kita.

Justru adalah lebih penting untuk mengerti fakta ini, bahwa - “Yesus berbicara kepada kump**an orang itu dengan perumpamaan. Sesungguhnya, tanpa perumpamaan ia tidak akan berbicara kepada mereka.” Mengapa? Mengapa tanpa perumpamaan ia tidak akan berbicara kepada mereka? Mengapa Yesus tidak mengajar seperti biasa saja, langsung menyatakan apa maksudnya ketimbang harus memakai perumpamaan yang belum tentu dapat dimengerti pendengarnya? Terkadang perumpamaannya sangat membingungkan, muridnya sendiri tidak mengerti dan harus bertanya! Lalu mengapa Yesus tidak membuat pengajarannya mudah dimengerti, mengapa dia memakai perumpamaan - dan perhatikan: tanpa perumpamaan ia tidak akan berbicara kepada mereka - bukankah ini ekstrim sekali? Ini yang harus anda selidiki pada saat membaca Matius 13:31-35, jangan sibuk dengan mencari tau apa arti dua perumpamaan di sini.

Alkitab memberikan dua alasan yang menonjol tentang mengapa Yesus menggunakan perumpamaan. Pertama, dengan melakukan hal itu, ia menggenapi nubuat. Rasul Matius menulis lanjut di ayat 35 - agar tergenap apa yang diucapkan melalui nabi yang mengatakan, ”Aku akan membuka mulutku dengan perumpamaan.” ”Nabi” yang kata-katanya dikutip oleh Matius adalah penulis Mazmur 78:2. Pemazmur itu menulis mazmurnya di bawah ilham roh Allah berabad-abad sebelum Yesus lahir. Bukankah mengagumkan bahwa ratusan tahun di muka, Allah telah menentukan bahwa Putra-Nya akan mengajar dengan perumpamaan? Allah pasti sangat menghargai metode pengajaran ini!

Kedua, sebenarnya sudah dinyatakan alasannya jika anda membaca pasal ini dalam konteksnya, baca dari ayat 1 dan tidak langsung meloncat ke ayat 30an ini. Yesus sendiri menjelaskan bahwa ia menggunakan perumpamaan untuk menyaring orang-orang yang hatinya tidak tanggap. Setelah menceritakan kepada ”kump**an besar orang” parabel tentang penabur, murid-muridnya bertanya (ayat 10), ”Mengapa engkau berbicara kepada mereka dengan menggunakan perumpamaan?” Yesus menjawab, "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup”.

Bayangkan jika pada saat ini Yesus berada di kota Ambon, di tengah2 kita. Seandainya Yesus tadi pagi berkhotbah di gereja kita, bagaimanakah dia akan berkhotbah?

Jaman itu banyak orang yang datang mencari Yesus karena mereka inginkan mukjizat baik itu penyembuhan atau hal2 lain yang mengangkat masalah hidup mereka. Ada juga yang mencari Yesus karena mereka penasaran dengan ketenaran Yesus, tiba-tiba dia menjadi buah pembicaraan orang karena dia menyembuhkan orang ini dan itu, membuat orang buta melihat, orang lumpuh berjalan - berita ini menyebar sehingga banyak orang yang ingin melihat langsung siapakah Yesus ini. Tidak berbeda dengan jaman sekarang sebenarnya kan? Jika ada seorang hamba Tuhan yang bisa membuat mukjizat dan datang ke kota Ambon, mungkin berkhotbah di lapangan merdeka, akan banyak sekali orang yang datang untuk melihat orang ini yang bisa membangkitkan orang mati! Banyak orang juga yang akan datang untuk menerima penyembuhan atau supaya diberkati menjadi sukses dalam hidupnya.

Jika anda mencari Yesus, apakah karena agenda pribadi, keinginan pribadi anda, tujuan pribadi - ataukah karena anda benar2 ingin mendengar tentang Allah langsung dari AnakNya sendiri? Apakah anda mencari Yesus karena kerinduan untuk mengerti tentang karya Allah, ataukah karena anda ingin sukses?

Jika anda ke gereja karena “mengejar berkat”, maka jangan heran jika anda p**ang dengan hati yang kosong tanpa firman di dalam anda, karena “Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup.”

Rubah pola pikir anda, renungkan lagi mengapa anda perlu ke gereja. Jika anda mencari Yesus karena kepentingan pribadi, ingin diberkati dan penuh kesuksesan, maka anda akan sia-sia. Sebaliknya jika anda benar-benar rindu akan Tuhan, maka sesuai apa yang dikatakan - Yesus menjawab, "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak”.

Address

Jln. Anthoni Reebok
Ambon

Telephone

+62 911 351880

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gereja Hok Im Tong Ambon posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category