Yayasan Mukti Khoiriyah

Yayasan Mukti Khoiriyah Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Yayasan Mukti Khoiriyah, Religious organisation, Ajibarang.

Di usianya yang masih belia, Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’ atau biasa dikenal dengan sebutan Imam Syafi’i mengikuti...
27/05/2021

Di usianya yang masih belia, Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’ atau biasa dikenal dengan sebutan Imam Syafi’i mengikuti pengajian Kitab Al-Muwaththa’ yang diasuh oleh penulisnya, yakni Imam Malik bin Anas RA, pendiri Mazhab Maliki, di Madinah.

Pada saat itu, Imam Malik menyampaikan materi sebanyak 18 hadis lengkap dengan penjelasannya yang panjang lebar. Di tengah-tengah penjelasannya, Imam Malik melihat sosok Imam Syafi kecil yang memain-mainkan jari-jari dan telapak tangannya di antara kerumunan orang-orang yang mendengarkan pengajiannya.

Ketika pengajian telah usai, Imam Malik memanggil Imam Syafi’i dan ditanya siapakah namanya dan dari mana ia berasal. Imam Syafi’i pun memperkenalkan dirinya kepada sang guru.

Lantas, Imam Malik pun mengungkapkan rasa penasarannya. “Tadi aku lihat kamu memainkan jari-jarimu di atas telapak tanganmu. Benarkah itu?”

“Tidak.” jawab Imam Syafi’i.

“Justru ketika engkau menjelaskan sebuah hadis maka aku menulisnya dengan jari di telapak tanganku. Apabila engkau menghendaki, aku akan menyampaikan kembali apa yang telah engkau ajarkan kepada kami.” lanjut Imam Syafi’i meyakinkan gurunya.

“Silahkan.” perintah Imam Malik kepada Imam Syafi’i.

Akhirnya, Imam Syafi’i pun menjelaskan ulang 18 hadis lengkap dengan penjelasannya sama persis seperti apa yang telah dijelaskan oleh Imam Malik.

Melihat hal itu, Imam Malik pun takjub melihat kecerdasan yang dimiliki murid barunya, yakni Imam Syafi’i kecil. Bahkan Imam Malik berpesan, “Wahai Muhammad (bin Idris asy-Syafi’), bertakwalah kepada Allah SWT. Sungguh di waktu yang akan datang, kau akan menjadi orang besar.” []WaAllahu a’lam

Disarikan dari kitab Al-Manhaj As-Sawi, karya Habib Zein bin Ibrahim bin Smith, halaman 146.

MENGAPA PESANTREN SEBAGAI PILIHAN?Terlepas dari anggapan bahwa pesantren adalah sarang teroris, santri adalah pelajar ke...
26/05/2021

MENGAPA PESANTREN SEBAGAI PILIHAN?
Terlepas dari anggapan bahwa pesantren adalah sarang teroris, santri adalah pelajar kelas dua atau bahkan kelas tiga (kelas satu adalah mereka yang sekolah di Sekolah Umum Negeri, kelas duanya diisi oleh merka yang sekolah di Sekolah Umum Swasta), namun pada kenyataannya proses pendidikan dan pengajaran yang terdapat di dalamnya jauh lebih mulia dari yang dikira. Bahkan pondok pesantren dewasa ini telah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat pada umumnya sebagai lembaga pendidikan Islam yang dapat memberikan pondasi yang kokoh terhadap anak didiknya sebelum berkiprah di masyarakat.Terbukti dengan semakin antusiasnya masyarakat dalam memasukkan anaknya atau keluarganya ke pondok pesantren, baik di daerah Jawa maupun di luar jawa.
Hal di atas bukanlah karena tanpa sebab. Pada era globalisasi, kini kehidupan bermasyarakat sudah banyak tercemar dan terpengaruhi oleh kebudayaan asing yang berasal dari peradaban Barat. Kebudayaan tersebut bersifat memaksa seolah-olah merupakan kebudayaan dan pola hidup yang terbaik untuk ummat manusia, sehingga dapat diadopsi dan diterapkan di mana saja, oleh siapa saja. Tidak ada lagi perbedaan agama, ataupun budaya lokal karena dianggap sebagai penyekat dan penghambat kemajuan. Seolah-olah ingin mengatakan “jika ingin maju ikuti Barat”. Ungkapan tersebut tentu menyesatkan dan tidak dapat dipertanggung jawabkan.
Kini doktrin yang menjadikan dunia sebagai tujuan, sudah tersebar luas di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Murid-murid di lembaga pendidikan luar pesantren pada umumnya (kecuali yang tidak) sudah ikut terpengaruh. Pola pikir, sikap, dan tinggah laku mereka kini tidak lagi mencerminkan seorang Muslim haqīqi (sejati). Terjadi dikotomi dalam membelajaran Umum dan Agama, bahkan materi Agama hanya dianggap sebagai pelengkap saja. Bagi mereka ilmu adalah untuk ilmu, bahayanya lagi jika belajar adalah untuk nilai, atau sekedar untuk ijazah.
Bagi pondok pesantren pendidikan lebih penting daripada pengajaran. Pendidikan pesantren lebih mengutamakan pembentukan mental karakter yang didasarkan pada jiwa, falsafah hidup, dan nilai-nilai pesantren. Adapun pengetahuan yang diajarkan adalah sebagai tambahan dan kelengkapan. Pendidikan pesantren didasarkan pada prinsip-prinsip keikhlasan, kejuangan, pengorbanan, kesederhanaan, kemandirian, persaudaraan, dan kebebasan berpikir.
Marilah bergabung bersama kami di pondok pesantren darul muhajirin karena Dalam masyarakat pesantren, kyai atau pimpinan pesantren selain berfungsi sebagai central figure juga menjadi moral force bagi para santri dan seluruh penghuni pesantren. Hal ini adalah suatu kondisi yang mesti bagi dunia pendidikan, tetapi kenyataannya jarang didapati dalam sistem pendidikan selain pesantren.
AYO MONDOK PESANTRENKU KEREN.......
*Disadur dari kump**an" Artikel tentang pendidikan diindonesia
*Admin Pondok Pesantren Darul Muhajirin

AMAL TERBAIK ADALAH KETIKA NAFSU MEMBENCINYAAda seorang yang sering dianggap tolol dan gila, andai saja ia tidak berbica...
26/05/2021

AMAL TERBAIK ADALAH KETIKA NAFSU MEMBENCINYA

Ada seorang yang sering dianggap tolol dan gila, andai saja ia tidak berbicara selayaknya orang normal lainnya. Namanya Sabiq. Tetapi Abu Hammam (Israil bin Muhammad) menganggapnya berbeda. Dia sangat kagum padanya. Melihatnya saja sudah membuatnya bahagia. Apalagi berbincang dan mendengarkan pernyataan-pernyataannya.

Karenanya ia suatu hari pergi ke pekuburan. Pekuburan? Ya. Sabiq tinggal di sana. Sesampainya di sana, Abu Hammam menemuinya dalam keadaan tersungkur. Kepalanya terjerembab di dalam tanah. “Ia tak sadar kalau aku di sampingnya. Hingga aku menyapanya,” tutur Abu Hammam saat menceritakannya kembali.

Ia datang sesuai tujuannya: mendengarkan kalimat-kalimat arif sang Gila. “Wahai Israil bin Muhammad. Takutlah kepada Allah, setara dengan harapan-harapan yang kau panjatkan padaNya. Karena sungguh, jika kau hanya menanamkan harapan, rasa takutmu akan kalah. Berlarilah menujuNya, jangan berlari dariNya, karena kemanapun engkau pergi, dia pasti menemukanmu, dan kau tak bisa melemahkanNya.

Jikalau dalam kemaksiatan, jangan pernah takluk pada makhluk. Karena Allah memiliki hari di mana mata akan bersaksi. Penglihatanmu tak bakal dusta.”

Sabiq kembali ke peraduannya. Abu Hammam p**ang dengan riang.

Selang satu bulan, Abu Hammam kembali lagi. Ketika Sabiq melihatnya datang, ia ingin lari. Menjauhinya. “Wahai Sabiq. Tunggu. Aku berjanji tak akan kembali ke sini lagi.” Sabiq berhenti. Duduk. “Tolong ajari aku kalimat-kalimat yang kumohonkan kepada Tuhan.”

Sabiq menurutinya. “Sungguh. Kalimat paling baik yang mampu diterima hati, hanyalah kalimat yang datang dari hati p**a. Perbuatan terbaik adalah ketika nafsu membencinya.”

Ia kemudian melafazkan sebuah doa. “Tuhan, jadikan penglihatanku sebagai penglihatan yang mengagumi diriMu, jadikan diamku berpikirku, kalimat-kalimatku adalah dzikir padaMu.”

Kemudian ia pergi. Berlalu dan tak kembali.

Di Kutip dari Kitab Uqalaul Majanin hal 222

*Admin Pondok Pesantren Darul Muhajirin

TUJUH PULUH TAHUN BERIBADAH, SEORANG SALEH TAK JUA PANTAS MASUK SURGAAda seorang yang tekun beribadah. Dia salah satu um...
25/05/2021

TUJUH PULUH TAHUN BERIBADAH, SEORANG SALEH TAK JUA PANTAS MASUK SURGA

Ada seorang yang tekun beribadah. Dia salah satu umat Bani Israil. Ibadahnya tanpa cela. Tujuh puluh tahun lamanya.

Allah ingin menunjukkannya kepada malaikat. Ia mengutus beberapa dari mereka untuk datang menemuinya. Bukan untuk menunjukkan keistimewaan ibadahnya. Atau menunjukkan betapa mulianya si hamba di sisiNya.

Allah ingin para malaikat itu membawa kabar penting bagi si hamba. Memberi tahu apa yang dikehendaki Allah akan ibadah-ibadahnya.

“Wahai hamba Allah. Ketahuilah. Sungguh, ibadahmu yang banyak itu tak membuatmu pantas masuk surga.”

Tentu mengherankan. Tujuh puluh tahun beribadah ternyata tak menjamin dia mendapat balasan yang mulia. Bukankah sudah selayaknya, berbuat kebaikan mendapat kebaikan p**a? Tetapi sang hamba nyatanya tenang-tenang saja. “Saya ini diciptakan Allah untuk beribadah. MenyembahNya. Ya saya beribadah sebisa-bisa saya.”

Malaikat lalu kembali. Mereka menghadap Allah. Melaporkan peristiwa musykil itu.

“Wahai Allah, tuhan kami. Engkau tentu lebih tahu apa yang akan kami katakan.”

Tentu saja Allah tahu. Tahu apa yang telah, sedang, dan akan terjadi.

“Meskipun begitu, ia tetap tidak berhenti beribadah. Aku, dengan kemuliaanKu, dengan kebaikan dan pengampunanKu, tak akan Aku acuh padaNya. Maka saksikanlah wahai malaikatKu, Aku telah mengampuniNya.”



Di tempat dan waktu yang berlainan, ada kisah yang mengemuka. Mirip, namun lebih ekstrim. Di kota Makkah, terdapat seseorang yang tekun beribadah (‘abid). Seorang lelaki mendatanginya, “Wahai tuan. Sungguh aku telah melihat lauhil mahfudz. Di sana namamu tertulis sebagai orang yang celaka.”

Lauh al-mahfudz adalah tempat di mana takdir setiap makhluk digoreskan‑dan dipastikan: celaka, atau beruntungkah ia.

Sang ‘abid tanpa diduga menyela, “Apa yang kau lihat itu telah aku ketahui empat puluh tahun lalu. Tapi ketahuilah. Allah menciptakan kita sebagai hambaNya. Maka apa yang semestinya kita lakukan selain menghamba padaNya?”

Ayyuhal Walad.

*Admin Pondok Pesantren Darul Muhajirin

GERHANA BULAN TOTAL MALAM 15 SYAWWAL 1442 H / 26 MEI 2021 DI INDONESIAPada malam Kamis Pon 15 Syawwal 1442 H yang bertep...
25/05/2021

GERHANA BULAN TOTAL MALAM 15 SYAWWAL 1442 H / 26 MEI 2021 DI INDONESIA

Pada malam Kamis Pon 15 Syawwal 1442 H yang bertepatan dengan 26 Mei 2021 M dalam Almanak Hijriyyah Nahdlatul Ulama, akan terjadi peristiwa langit berupa Gerhana Bulan Total. Gerhana Bulan jenis ini mudah dibedakan dengan ketampakan Bulan purnama biasa secara kasatmata. Sehingga diikuti dengan penyelenggaraan shalat Gerhana Bulan. Ketampakan Gerhana Bulan Total 15 Syawwal 1442 H akan terjadi pada seluruh lokasi di
Indonesia. Meskipun durasi ketampakan gerhana dan fase–fase gerhana yang bisa disaksikan berbeda–beda untuk masing–masing lokasi bergantung kepada koordinat lintang dan bujur.

Gerhana Bulan (al–khusuf al–qamar) terjadi saat Bumi, Bulan dan Matahari benar–benar sejajar dalam satu garis lurus ditinjau dari perspektif tiga–dimensi dengan Bumi berada di antara Bulan dan Matahari. Dalam khasanah ilmu falak, Gerhana Bulan terjadi bersamaan dengan oposisi Bulan–Matahari (istikbal) dengan Bulan menempati salah satu di antara dua titik nodalnya. Titik nodal merupakan titik potong khayali di langit dimana orbit Bulan tepat memotong ekliptika (masir asy–syams), yakni bidang edar orbit Bumi dalam mengelilingi Matahari.

Sebagai akibat kesejajaran tersebut maka pancaran sinar Matahari yang menuju ke bundaran Bulan akan terhalangi oleh Bumi. Maka peristiwa Gerhana Bulan selalu terjadi di malam hari. Karena ukuran Bumi lebih besar dibanding Bulan dan bergantung kepada
geometri pemblokiran sinar Matahari saat gerhana, maka bagian Bumi manapun yang sedang mengalami malam hari dapat menyaksikan peristiwa Gerhana Bulan. Meski geometri gerhana menyebabkan adanya fase awal gerhana dan fase akhir gerhana, sehingga ada kawasan yang tak mengalami seluruh fase gerhana secara utuh karena gerhana terjadi dalam proses terbit maupun terbenamnya Bulan.

*Admin Pondok Pesantren Darul Muhajirin

*KOREKSI SIKAP PRILAKU KITA**_Beberapa contoh penyakit hati, untuk dihindari._**1. Riya'*       (Aktivitasnya ingin dili...
18/05/2021

*KOREKSI SIKAP PRILAKU KITA*

*_Beberapa contoh penyakit hati, untuk dihindari._*

*1. Riya'*
(Aktivitasnya ingin dilihat & dipuji orang lain).

*2. Sum'ah*
(Maunya
ingin selalu didengar orang lain).

*3. 'Ujub*
(Merasa bangga dengan kelebihan diri dalam hal rupa / ilmu).

*4. Fakhr*
(Merasa bangga dengan kelebihan harta & tahta yang dimiliki).

*5. Ikhtiyal*
(Merasa ingin tidak tersaingi oleh orang lain, dan selalu ingin
tampil berbeda).

*6. Tasahhul*
(Menganggap enteng orang lain /
meremehkannya.

*7. Ananiyah*
(Egois /
mementingkan diri sendiri.
*8. Syuhh*

( _Kikir jiwa_) dengan 5 ciri;

▪ Selalu mengingat-ingat kelebihan /kebaikan dirinya.

▪ Mudah sekali
melupakan kebaikan orang lain terhadapnya.

▪ Jika ia salah, tidak pernah mau minta maaf.

▪ Jika orang lain salah, tidak mau memaafkan.
▪ Orang lain harus menuruti keinginannya, sebaliknya dia tidak peduli dengan keinginan orang lain.

*_Mari kita saling mengingatkan, dan introspeksi diri._*

*_Benar & baik untuk kita, belum tentu benar & baik bagi orang lain._*

*_Semoga kita selalu mendapat Rahmat Allah dan dijauhkan dari kesombongan._*

*Aamiin Ya Rabbal Aalamiin*

*Admin Pondok Pesantren Darul Muhajirin

Kitab Nashoihul 'Ibad Bab 5 Maqalah 21. Perkara Yang Mencelakakan Iblis dan Membahagiakan Adam as.شَقَىَ اِبْلِيْسُ بِخَ...
17/05/2021

Kitab Nashoihul 'Ibad Bab 5 Maqalah 21. Perkara Yang Mencelakakan Iblis dan Membahagiakan Adam as.

شَقَىَ اِبْلِيْسُ بِخَمْسَةِ أَشْيَاءَ : لَمْ يُقِرَّ بِالذَّنْبِ وَلَمْ يَنْدَمْ وَلَمْ يَلُمْ نَفْسَهُ وَلَمْ يَعْزَمْ عَلَى التَّوْبَةِ وَقَنَطَ مِنْ رَحْمَةِ اللهِ وَسَعِدَ آدَمُ بِخَمْسَةِ اَشْيَاءَ : اَقَرَّ بِالذَّنْبِ وَنَدِمَ عَلَيْهِ وَلَامَ نَفْسَهُ وَاَسْرَعَ فِى التَّوْبَةِ وَلَمْ يَقْنُطْ مِنْ رَحْمَةِ الله ِ.

Dikatakan oleh Muhammad bin Dauri ra. berikut ini,

"Iblis celaka karena lima perkara, yaitu tidak mengakui dosa, tidak bersedih, tidak mencela dirinya sendiri, tidak mengancam berniat bertaubat, dan putus asa dari rahmat Allah. Sedang yang membuat Adam merasa bahagia juga lima perkara, yaitu : mengakui dosa, menyesali dosanya, menyalahkan dirinya sendiri, segera bertaubat, dan tidak pernah putus asa dari rahmat Allah."

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ .

Sebagaimana pengakuan beliau yang diabadikan oleh Allah di dalam firmanNya sebagai berikut,

`"Wahai Tuhan kami, kami telah berbuat dzalim terhadap diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami, dan tidak memberi rahmat kepada kami, niscaya kami temasuk orang orang yang merugi."

إِنَّ اْلعَبْدَ اِذَا اعْتَرَفَ بِذَنْبِهِ ثُمَّ تَابَ تَابَ اللهُ عَلَيْهِ .

Imam Bukhari dan Muslim juga telah meriwayatkannya dari `Aisyah ra. sebagai berikut,

"Sesungguhnya seorang hamba jika mau megakui dosanya kemudian dia bertaubat, maka Allah berkenan menerima taubatnya."

مَنْ اَخْطَأَ خَطِيْئَةً وَاَذْنَبَ ذَنْبًا ثُمَّ نَدِمَ فَهُوَكَفَّارَتُهُ .

Sebagaimana sabda Nabi. SAW,

"Barangsiapa bertobat atas kesalahan dan perbuatan dosa kemudian ia menyesal atas perbuatannya, maka penyesalan itu adalah sebagai kafaratnya. (penghapusnya)." (HR. Baihaqi)

*Admin Pondok Pesantren Darul Muhajirin

AKIBAT MEREMEHKAN ABU HURAIRAHKisah peremehan dan perendahan kepada Abu Hurairah tercatat dalam Hilyatu-l Auliya’ wa Thq...
17/05/2021

AKIBAT MEREMEHKAN ABU HURAIRAH

Kisah peremehan dan perendahan kepada Abu Hurairah tercatat dalam Hilyatu-l Auliya’ wa Thqbaqatu-l Ashfiya’ susunan Imam Abu Nu’aim Al-isfahani (Daru-l Kutubi-l ‘Ilmiyyah, juz 1, hal. 105). Pada bab tentang kekeramatan Abu Hurairah, beliau mengutip sebuah kisah sebagaimana yang diceritakan oleh Qadhi Abu Thayyib: Kami pernah berada dalam suatu majelis diskusi dan tiba-tiba datang seorang pemuda dari Khurasan (Iran) bertanya tentang suatu permasalahan dan meminta dalil tentang masalah tersebut. Maka seorang dari kami mendatangkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari jalur Abu Hurairah. Akan tetapi pemuda itu menolak menerimanya dan berkata, “Hadits dari Abu Hurairah tidak boleh diterima…”
Entah karena memang membenci Abu Hurairah atau orang tersebut tidak tahu bahwa permintaan beliau ‘Wahai, Rasulullah! Kami memohon ilmu yang tidak akan dilupakan’ telah diaminkan oleh Nabi Muhammad ﷺ, maka keajaiban pun terjadi. Belum sempat si pemuda menyelesaikan kalimatnya, seekor ular jatuh dari arah atas sehingga orang-orang yang ada di sana lari tunggang-langgang menghindari gigitan dan lilitan hewan ini. Anehnya, ular yang jatuh itu hanya mengejar pemuda tersebut dan tidak mengejar yang lain. Menyadari dirinya telah melakukan kesalahan, akhirnya dia berkata, “Aku bertobat, aku bertobat!” sehingga ular itu menghilang tanpa bekas. Semoga dengan kisah ini, kita selalu tergolong sebagai golongan yang selalu memuliakan para sahabat Nabi Muhammad ﷺ tanpa ada sedikitpun rasa benci yang tertanam di hati. Aamiin.

BERKATA IMAM MALIK BIN DINARAl-Imam Malik bin Dinar rahimahullah berkata:إذا رأيت قساوة في قلبك، ووهنا في بدنك، وحرمانا ...
11/05/2021

BERKATA IMAM MALIK BIN DINAR

Al-Imam Malik bin Dinar rahimahullah berkata:
إذا رأيت قساوة في قلبك، ووهنا في بدنك، وحرمانا في رزقك، فاعلم أنك تكلمت فيما لا يعنيك
Artinya: “Jika engkau merasakan kekerasan dalam hatimu, kelemahan pada badanmu, dan sulitnya rezekimu, maka ketahuilah bahwa hal itu disebabkan karena engkau telah membicarakan perkara yang tidak ada manfaatnya bagimu.” (Al-Munawi, Faidhul Qadir jilid 1 hal. 369)

Semoga Allah SWT berkenan menjadikan hati kita senantiasa berdzikir kepada-Nya.

*Admin Pondok Pesantren Darul Muhajirin

ZAKAT DALAM MANIFESTASINYADalam Islam, segala aspek tatanan sosial telah didesain dengan apik. Hal ini membuktikan bahwa...
07/05/2021

ZAKAT DALAM MANIFESTASINYA

Dalam Islam, segala aspek tatanan sosial telah didesain dengan apik. Hal ini membuktikan bahwa perhatian Islam terhadap kemakmuran umatnya adalah prioritas terdepan. Penanggulangan kemiskinan bisa kita atasi dengan penyaluran zakat yang merata.

Syaikh Muhammad asy-Syathiri dalam Syarah Yaqut an-Nafis mengungkapkan bahwa zakat adalah roda perputaran ekonomi yang luar biasa besarnya dan bisa mengentaskan kemiskinan secara nyata jika diaplikasikan sesuai dengan prosedur yang benar. (Asy-Syathiri, tt)

Menjabarkan perihal hikmah zakat, Imam ar-Razi berasumsi;

أن الأغنياء لو لم يقوموا بصلاح مهمات الفقراء فربما حملهم شدة الحاجة ومضرة المسكنة على الالتحاق بأعداء المسلمين ،او على الاقدام على الأفعال المنكرة كالسرقة وغيرها فكان ايجاب الزكاة يفيد هذه الفائدة

“Jika orang kaya tidak menunjang kebutuhan primer orang faqir, boleh jadi kebutuhan yang sangat mendesak, dan kemlaratan yang teramat sangat, dapat mendorong mereka bergabung bersama musuh-musuh Islam atau mereka nekat melakukan tindakan-tindakan kriminal seperti mencuri dan lain sebagainya. Dengan alasan ini maka diwajibkan zakat bagi orang-orang kaya.” (Ar-Razi, tt)

Mengambil i’tibar dari ibarat di atas, tidak hanya aksi kriminal saja yang akan terjadi ketika krisis moneter berkepanjangan, respon murtad, bahkan aksi terorisme akan sangat mudah kita temui. Maka pembayaran zakat dari orang kaya menjadi tumpuan yang sangat berarti atas kelangsungan hidup bagi orang-orang fakir, di samping kewajiban yang telah dibebankan kepada setiap personal yang memenuhi syarat pembayaran zakat.

*Admin Pondok Pesantren Darul Muhajirin

لا شيء يؤلم اكثر من خيبة امل تأتيك من شخص ظننت انه لن يؤذىيك أبد. Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada kekecewaan y...
03/05/2021

لا شيء يؤلم اكثر من خيبة امل تأتيك من شخص ظننت انه لن يؤذىيك أبد.

Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada kekecewaan yang datang dari seseorang yang kamu fikir tidak akan pernah menyakitimu selamanya

Maka dari itu cintailah sesuatu sewajarnya saja

Kurban yuuk...!!!Daging Kurban Insya Allah akan dibagikan ke warga sekitar Pondok Pesantren Darul Muhajirin.
25/07/2020

Kurban yuuk...!!!
Daging Kurban Insya Allah akan dibagikan ke warga sekitar Pondok Pesantren Darul Muhajirin.

Address

Ajibarang
53163

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Mukti Khoiriyah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share