16/03/2026
Dokumentasi📸
Kajian Subuh Rekanita bersama Dai Go Global LD PBNU
Kiai Fahmi Irhamsyah Zainuddin, M.Pd., CPD.
🗓️ Ahad, 15 Maret 2026
⏰ 06.00-07.00 HKT
💻 Zoom Meeting
Malam Lailatul Qadar bukan sekadar peristiwa historis turunnya Al-Qur'an, melainkan hadiah kasih sayang Allah bagi umat Nabi Muhammad SAW. Di malam ini, nilai ibadah dilipat gandakan melebihi 1.000 bulan (sekitar 83 tahun 4 bulan). Ini adalah jalan pintas (shortcut) menuju takwa dan kemuliaan bagi hamba yang usianya terbatas namun rindu akan pahala yang tak terbatas.
Untuk meraih kemuliaan ini, kajian menekankan tiga pilar utama amalan:
1. Memperbaiki Shalat: Menjaga shalat fardu berjamaah (khususnya Isya dan Subuh) serta menghidupkan malam dengan Qiyamul Lail.
2. Doa Utama: Memperbanyak doa yang diajarkan Rasulullah kepada Aisyah RA:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni"
(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku).
3. I'tikaf dan Muhasabah: Memisahkan diri sejenak dari hiruk-pikuk dunia untuk mengevaluasi diri dan meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an.
Kemuliaan Lailatul Qadar tidak diraih dengan kebetulan, melainkan dengan kesungguhan (Mujahadah). Barangsiapa yang menghidupkan malam-malam terakhirnya dengan iman dan pengharapan hanya kepada Allah, maka dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni dan ia akan keluar dari bulan Ramadhan sebagai pribadi yang baru dan mulia.