23/05/2026
☘🌄PENTEKOSTA
Kis 2:1-11,
1Kor 12: 3b-7.12-13
Yoh 20: 19-23
🌿"VENI SANCTE SPIRITUS!"
"DATANGLAH ROH KUDUS! 🌿🌸
🌿1. Misteri Agung Paskah Tuhan kita Yesus Kristus terdiri dari 3 momen besar:
•Kebangkitan Kristus, •Kenaikan Yesus Ke Surga dan pengutusan para Rasul,
•Pencurahan Roh Kudus di Hari Pentekosta.
Injil Yohanes 20: 19-23 merangkum tiga momen besar itu dan sekaligus memampatkannya dalam nas yang singkat padat ini.
🌿2. Sedang murid-murid berkumpul dalam ruang tertutup karena takut, Yesus yang bangkit itu datang, berdiri di tengah mereka, dan berkata:
"Syalom. Damai sejahtera bagi kamu".
Lalu Ia pun menunjukkan bekas luka-Nya sebagai meterai penebusan untuk menyatakan bahwa
• Tak ada keselamatan tanpa jalan Salib, tak ada kemenangan tanpa derita•
🌿3. Yesus Almasih telah menyelesaikan tugas perutusan-Nya di bumi. Kini Dia memberikan tugas kepada para murid untuk melanjutkan karya-Nya:
"Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu".
Ini amanat yang sangat mengejutkan. Bagaimana mungkin Yesus berani mempercayakan karya-Nya yang agung kepada murid-murid yang begitu lemah dan rapuh, yang telah menyangkal Dia dan lari meninggalkan-Nya?
🌿4. Hal itu hanya mungkin dalam kekuatan Roh Kudus, yaitu Nafas Hidup Ilahi yang dihembus Yesus atas mereka:
"Terimalah ROH KUDUS ". • Nafas Tuhan itu lembut halus, tapi Dialah sumber kekuatan hidup yang mahadahsyat.
🌿5. Nafas Tuhan yang penuh daya cipta itu dipermaklumkan secara luar biasa pada Hari Pentekosta dalam 3 tanda besar, yang kita rayakan di hari agung ini:
a. Deru badai yg tidak menghancurkan tapi menghembuskan musim baru ke tengah semesta dan melahirkan Gereja, Umat Allah. Karena itulah St. Arnold Janssen menyebut Roh Kudus "Musim Semi Abadi", yang senantiasa melahirkan tunas-tunas dan kuntum hidup baru serta memekarkan kesucian di tengah umat beriman.
b. Nyala api yang tidak menghanguskan tapi menerangi, menghangatkan, dan memurnikan hati, karena inilah nyala Kehadiran Ilahi yang pernah dilihat Musa dalam belukar duri yang menyala tapi tidak terbakar.
c. Kabar Gembira didengar dalam aneka bahasa yang tidak mengacaukan tapi menyatukan karena Dialah Roh Cintakasih yang mempertemukan umat manusia dalam satu bahasa kasih.
Ini antitesis dari peristiwa Candi Babel (lambang keangkuhan manusia) yang mengacau-balaukan bahasa dan mencerai-beraikan umat manusia. Sebaliknya Roh Kudus Kudus menyatukan kita kembali dalam kasih.
"Bahasa satu-satunya yang dimengerti manusia dari segala bangsa ialah bahasa cintakasih", kata St. Yosef Freinademetz.
🌿6. Dalam Roh itu juga kita mendapat anugerah pengampunan dosa yang diberikan kepada Umat Allah sebagai buah dari penebusan Kristus, yang diteruskan dalam Gereja melalui Sakramen Tobat: "Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni".
🌿7. Dalam Bacaan Kedua Rasul Paulus menegaskan:
"Ada rupa-rupa karunia tetapi hanya ada satu Roh. Ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semua dalam semua orang".
1Kor. 12: 4 - 6
"Sebab dalam satu Roh
kita semua...telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh" 1Kor 12: 13.
🌿8. DOA:
+ Datanglah Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu dan nyalakanlah di dalamnya api cintakasih-Mu.
+ Datanglah Roh Pencipta segarkanlah hati yang lelah,
sembuhkan yang terluka parah, murnikan jiwa yang berdosa
+ Datanglah Roh Penghibur
lipurkan umat yg berduka
limpahkan kasih karunia,
sukacita & damai sejahtera + Amin 🌿🌷🍀🍇
Salam kasih, doa dan persembahan Ekaristi untukmu semua dalam Cintakasih Roh Kudus di Hari Pentekosta ini.🌿
P. Leo Kleden SVD 🏕