11/07/2026
Silaturahmi, ngobrol ringan bersama
DPW Sisterhood Al Hijrah
oleh Yoen Yahya
Assalamu'alaikum wr wb
Melangkahlah untuk hal yang bermanfaat,
karena setiap langkah yang diniatkan karena Allah tidak akan pernah sia-sia.
Tanggal 5 Juli, hari Minggu, DPW Sisterhood Al-Hijrah, periode 2019 - 2025 mengadakan acara silahturahmi. Acara ini disambut dengan s**a cita anggotanya yang sudah lama menantikan acara yang sdh lama tertunda. Suhu udara hari itu mencapai 15Β°C, dingin sekali menyusup ke tulang, namun hal ini tidak menyurutkan semangat ibu2 yang melangkahkan kaki untuk hadir di acara yang dulu rutin diadakan sebulan sekali.
Tegur sapa, salam dan peluk mesra membuat ruangan pertemuan di Masjid Al Hijrah, Tempe menjadi hangat.
Jam 1.30 acara dibuka oleh Meilina dengan pantun kocak yang membuat suasana lebih akrab. Tilawah surat Al-Isra ayat 79 - 82 dilantunkan dengan indahnya oleh Novi Bachtiar. Membahas anjuran salat Tahajud, untuk mendapatkan kedudukan mulia, kebenaran Islam yang mengalahkan kebatilan. dan Al-Qur'an sebagai penawar (syifa) serta rahmat bagi orang beriman.
Hilda Munir sebagai pelaksana acara, dalam sambutannya menyampaikan tujuan silaturahmi, ngobrol santai, berdiskusi dan mas**an untuk program kedepannya. Dari berbagai ide dan mas**an ibu2 yang hadir terwujudnya kesepakatan bahwa program tetap diadakan sebulan sekali dari jam 11:00.
Silaturahmi ini, tidak hanya melepas kangen, juga wadah ibadah, mempererat ukhuwah. Menambah ilmu untuk mempertebal keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Tausiah Ustadzah Tika membahas buku Ad-Daa' wa Ad-Dawaa' (Obat Penyakit Hati) karya ulama besar Islam, Ibnu Qayyim al-Jauziyah.
Dalam Islam, penyakit hati (qolbun marih) disebabkan oleh lemahnya iman, gangguan spiritual atau batin, didominasi hawa nafsu. contohnya: Riya' (Pamer), Hasad (Iri dan Dengki), Takabur (Sombong), Suβudzan (Buruk Sangka).
Tausiah Ustadzah Tika sangat bermanfaat dan momen yang tepat, melihat situasi saat ini. Pasang surut emosi dalam hidup. Di tengah gerlapnya dunia sering membuat kita terlena dan terbawa langkah yang salah. Menghalalkan segala cara sekedar memuaskan hawa nafsu. Kurang bersyukur atas nikmat Allah. Salah satu solusi dijauhkan dari penyakit hati , banyak berdoa dengan rendah hati mohon pertolongan Allah. Semua rangkaian acara menarik, berjalan lancar.
Doa penutup, sholat Ashar, photo bersama mengakhiri acara Alangkah bahagianya hari ini. Berkumpul di tempat mulia dalam keadaan sehat, menikmati hidangan lezat. Pulang berbekal ilmu. Silaturahmi ini mengingatkan kita untuk tidak hentinya bersyukur. Banyak saudara2 kita jauh di sana, hidup dalam kesulitan bahkan untuk makan sehari-hari. Hidup bukan tentang seberapa banyak yang kita kumpulkan, tapi tentang seberapa banyak manfaat yang kita tinggalkan untuk orang lain. Abu Dzar Al-Ghifari berkata: "Cukuplah do'a itu bisa diterima jika disertai dengan kebajikan, layaknya sejumput garam yang mampu mencukupi makanan.
Hujan turun dengan derasnya saat kami pulang, tapi setiap tetes air hujan merupakan nikmat Allah atas bekal ilmu yang kita dapat hari ini.
Wassalamu'alaikum wr wb
Diposting atas ijin penulis