XCellent Sound Doctrine

XCellent Sound Doctrine Page ini berisi pengajaran podcast/audio Sound Doctrine.Bagikan/share agar orang lain dapat belajar kebenaran Sound Doctrine.

Like, follow, comment” page ini bila anda diberkati dengan pengajaran Sound Doctrine.

YESUS BUKAN ORANG KRISTEN, YESUS ADALAH RABI FARISI YAHUDIOleh: Pdt.Dr.Wanda DumaisPertanyaan, diskusi, doa, konseling, ...
18/06/2026

YESUS BUKAN ORANG KRISTEN, YESUS ADALAH RABI FARISI YAHUDI

Oleh: Pdt.Dr.Wanda Dumais
Pertanyaan, diskusi, doa, konseling, pelayanan lanjutan atau ingin berbicara secara langsung dapat menghubungi: WA +61 433 535 015

Yesus adalah orang Yahudi dan beragama Yahudi. Sejak kecil kedua orang tua-Nya, Yusuf dan Maria, memperkenalkan Yesus kepada agama Yahudi dan membawanya untuk mempraktekkan iman Yudaisme.

Lukas 2:39-40

(39) Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. (40) Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Yesus taat melakukan semua yang diperintah Torah sejak Dia masih kecil. Yesus taat kepada Torah.

Torah mempunyai dua bagian yaitu:

1. Torah Shebichtav atau Torah Tertulis yang terdiri dari 24 kitab TANAKH
2. Torah Sheba'al Peh atau Oral Torah, Torah Lisan

Torah Lisan ditansmisikan dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi. Maka sebenarnya pada saat Rabi Yesus hidup, Torah Lisan itu sudah ada. Sebenarnya Torah Lisan, tidak boleh ditulis karena memang sesuai namanya itu adalah Torah yang disampaikan dari mulut ke mulut tetapi karena kekuatiran Torah Lisan akan hilang apabila tidak disatukan dalam catatan yang rapi maka diputuskan Torah Lisan tersebut dibukukan.

Kump**an Torah Lisan yang ditulis disebut Mishnah, muncul sebagai buku pada tahun 200 Masehi.

Mishnah terdiri dari Talmud dan Gemara.

Talmud ada dua yaitu Yerusalem Talmud yang muncul di abad ke-4 masehi dan Babilon Talmud yang muncul pada abad ke-5 masehi,

Kemudian ada juga Tosefta yang ditulis pada abad ke-3 dan ke-4 serta Halakhic Midrashim yang muncul pada abad ke-4 dan abad ke-5.

Adat istiadat nenek moyang termasuk pada Torah Lisan

Yesus melakukan Sabat dan datang ke Sinagog pada hari Sabat.

Di masa Yesus hidup, berkembang budaya ini:

1. Menjadi rabi ternama adalah tujuan hidup tertinggi dari laki-laki Yahudi
2. Menjadi murid rabi ternama adalah sebuah kehormatan bagi laki-laki Yahudi

Itu sebabnya pendidikan bagi orang Yahudi sangat penting sekali. Sinagog bukan hanya sebuah tempat ibadah melainkan tempat belajar atau sekolah. Di dalam Sinagog, ada tempat yang disebut sebagai Bet Midrash atau sekolah bagi laki-laki Yahudi. Pendidikan sekolah dasar (Bet Sefer) dan pendidikan sekolah Menengah (Bet Midrash) ada di sekolah ini. Orang Yahudi menempatkan pendidikan sebagai tingkatan yang tertinggi. Mereka menyebutnya ibadah yang paling tinggi adalah belajar. Belajar Torah adalah bentuk penyembahan/ibadah yang paling tinggi.

Saya tertarik untuk mengutip Rabi Judah Ben Tema, dalam M.Avot 5:21 mengenai siklus hidup pria Yahudi:

Ia berkata:

Pada usia 5 tahun, ia harus mempelajari kitab suci.
Pada usia 10 tahun, ia harus mempelajari Mishnah.
Pada usia 13 tahun, ia harus belajar keahlian/memenuhi panggilan hidup.
Pada usia 15 tahun, ia harus belajar Talmud.
Pada usia 18 tahun, ia harus menikah.
Pada usia 20 tahun, ia harus memenuhi panggilan pelayanan.
Pada usia 30 tahun, ia menjadi orang yang mempunyai otoritas.
Pada usia 40 tahun, ia menjadi orang yang bijaksana.
Pada usia 50 tahun, ia menjadi penasehat.
Pada usia 60 tahun, ia menjadi tua-tua/elder.
Pada usia 70 tahun, ia beruban.
Pada usia 80 tahun, ia termasuk mempunyai kekuatan extra
Pada usia 90 tahun, ia berjalan membungkuk.
Pada usia 100 tahun, ia meninggal

Pada usia 5 tahun, Yesus telah menghafal Torah dan ayat-ayat di dalam Tanakh, kitab suci orang Yahudi atau Perjanjian Lama yang dikenal oleh orang Kristen (39 Kitab PL).

Pada usia 10 tahun, Yesus menyelesaikan Mishnah, oral Torah, Torah lisan.

Pada usia 13 tahun, Yesus menyelesaikan pendidikan dasarnya, yaitu sekolah dasar (bet sefer) dan sekolah menengah (bet midrash).

Di dalam Yudaisme, usia 13 tahun ditandai dengan Bar Mitzah - untuk pria, sebuah upacara peralihan dari seorang anak remaja menjadi anak dewasa. Biasanya anak pria Yahudi jaman dahulu, setelah menyelesaikan sekolah, mereka bisa memilih untuk belajar keahlian, bertukang, menjadi nelayan, bertani, craftman - tukang ukir, tukang roti dan sebagainya, lalu mulai bekerja.

Pada jam luangnya ketika pria Yahudi berusia 15 tahun, dia akan berlajar Talmud, exegesis dari Mishnah (gabungan Mishnah dan Gemara).

Usia 18 tahun, pria Yahudi akan menikah. Tetapi pria yang berbakat akan menunda pernikahannya untuk mengikuti seorang Rabi terkenal dan mengikuti kemanapun Rabi tersebut pergi.

Ketika Yesus muncul setelah dibaptis oleh Yohanes pada usia 30 tahun, orang-orang memanggil-Nya dengan sebutan rabi. Panggilan Rabi hanya diberikan kepada orang-orang terpelajar dan terdidik saja. Artinya setelah Yesus menyelesaikan Bet Sefer dan Bet Midrash, maka Yesus meneruskan pendidikannya dengan mengikuti rabi terkenal dan belajar menjadi rabi sampai Dia lulus sebagai rabi dan mulai mencari murid-murid untuk diri-Nya sendiri.

Pada waktu Yesus memulai pelayanan-Nya di usia 30 tahun, Dia bukan telah menerima pendidikan yang biasa seperti yang dialami oleh anak laki-laki Yahudi yaitu menyelesaikan pendidikan Bet Sefer (pendidikan dasar) dan pendidikan Bet Midrash (pendidikan sekolah lanjutan/menengah) tetapi Yesus juga menghabiskan waktu-Nya dengan berguru kepada salah satu rabi hebat di Galilea.

Lukas 3:23

Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,

Yesus memulai pelayanan-Nya di usia 30 tahun, setelah Dia menyelesaikan sekolah rabi.

Itu sebabnya Yesus mempunyai otoritas untuk berbicara dan mengajar di Sinagog dan semua orang menaruh respek pada pengajaran Yesus karena Dia adalah seorang scholar yang dihormati karena kepakaran-Nya.

Lukas 4:14-15

(14) Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. (15) Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.

Bermacam-macam orang mengakui kepakaran Yesus sebagai rabi, diantara mereka adalah:

1. Para ahli Torah
2. Orang Kaya
3. Farisi
4. Saduki
5. dan masyarakat umum

Panggilan rabi bukan ditujukan sebagai panggilan kehormatan tetapi karena orang tersebut memang belajar dan mempunyai kepakaran dalam bidang Torah, tafsir Torah, commentary, hukum Yahudi dan hal-hal etik lainnya.

Setelah Yesus menyelesaikan pendidikan rabi, Yesus mempunyai otoritas dan kesempatan untuk berbicara atau mengajar di Sinagog.

Lukas 4:14-16

(14) Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.

(15) Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.

(16) Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

Yesus memakai jubah dengan selendang doa yang disebut Tallit.

Markus 6:56

Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Tallit yang dipakai Yesus, sesuai Torah mempunyai empat sudut jumbai sesuai perintah Torah.

Bilangan 15:38

(38) "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka, turun-temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan.

Tallit atau Blue Tassel adalah pakaian yang diperintahkan Tuhan untuk dipakai oleh orang Israel agar mereka selalu mengingat perintah Tuhan dan mengingat apa Tuhan telah lakukan dengan menebus hidup mereka dari perbudakan di Mesir.

Bilangan 15:39-41

(39) Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN. (40) Maksudnya supaya kamu mengingat dan melakukan segala perintah-Ku dan menjadi kudus bagi Allahmu. (41) Akulah TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya Aku menjadi Allah bagimu; Akulah TUHAN, Allahmu."

Orang Yahudi tidak menyebut nama Tuhan secara langsung karena rasa hormat dan gentar.

Orang Yahudi hanya memanggil nama Tuhan dengan sebutan, "HaShem".

Saya ingin kita melihat contoh dalam kredo orang Yahudi yang selalu diucapkan pagi dan petang yaitu Shema (dibaca Shma):

Shema (Shma) adalah:

Ulangan 6:4-5

(4) Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (5) Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.

שְׁמַע יִשְׂרָאֵל יְהוָה אֱלֹהֵינוּ יְהוָה אֶחָד׃

Shema Yisrael Adonai Eloheinu Adonai Echad

Perhatikan kata ke-3 dari pembukaan Shema:

יְהוָה

dan kata ke-5 dari pembukaan Shema

יְהוָה

Seharusnya kata "יְהוָה" tidak dibaca Adonai tetapi dibaca "Yehwah" atau "Yahweh".

Tetapi YHWH atau Yahweh adalah nama diri dari TUHAN. Nama ini terlalu kudus dan terlalu hebat untuk diucapkan. Keluaran 20:7 melarang kita mengucapkan nama tersebut. Maka penyebutan nama Tuhan diganti dengan Adonai atau HaShem. Perintah Torah mengamanatkan seperti itu maka seharusnya kita melakukan seperti itu.

Dalam doa dan berkat setiap hari, kata "Adonai" selalu muncul:

Barukh atah Adonai Eloheinu melekh ha’olam
asher kid’shanu b’mitzvotav v’tzivanu l’hitateif ba’tzitzit.

Ini adalah doa saat orang Yahudi akan membungkus dirinya dengan Tallit atau Tzitzit.

Standard doa dan ucapan berkat setiap hari orang Yahudi selalu dimulai dengan kata-kata ini:

Barukh atah Adonai Eloheinu melech ha’olam
asher kid’shanu b’mitzvotav v’tzivanu (Diberkatilah Engkau yang Tuhan Allah Kami, Penguasa alam semesta yang telah menguduskan kami dengan perintah-perintah (bamitzvotav) dan memerintah kami untuk (vtzivanu)....(bagian berikutnya tinggal ditambahkan untuk keperluan apa).

Yesus juga mengucapkan doa Shma setiap pagi dan petang seperti yang dilakukan oleh orang Yahudi lainnya.

Markus 12:28-33

(28) Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" (29) Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (30) Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. (31) Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." (32) Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. (33) Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."

Yesus percaya pada ritual berendam yang disebut sebagai Mikveh. Yesus melakukan Mikveh atau proses yang dikenal sebagai Baptisan Air di dalam agama Kristen.

Matius 3:16

Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

Frasa "keluar dari air" menyatakan bahwa Yesus melakukan Mikveh.

Yesus merayakan Passover Seder.

Yohanes 2:13

Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.

Yesus merayakan Shavouth atau Pentakosta dan Sukkot.

Yohanes 7:10

Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam.

Torah memerintahkan setiap laki-laki Yahudi untuk datang ke Bait Allah di Yerusalem dan merayakan Paskah, Shavouth dan Sukkot.

Ulangan 16:16

Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa,

Yesus menyuruh murid-murid-Nya untuk melakukan hal yang sama.

Sebagai rabi Farisi, Yesus mengikuti kebiasaan orang Farisi yaitu Haburah. Dia memanggil 12 murid dengan Dia sebagai Rabi.

Matius 10:1-4

(1) Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. (2) Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, (3) Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, (4) Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.

Maranatha Blessings,

Pdt.Dr.Wanda Dumais
Kontak Pelayanan WA +61 433 535 015

YESUS BUKAN ORANG KATOLIK TETAPI YESUS ADALAH ORANG YAHUDI ASLIOleh: Pdt.Dr.Wanda DumaisPertanyaan, diskusi, doa, konsel...
18/06/2026

YESUS BUKAN ORANG KATOLIK TETAPI YESUS ADALAH ORANG YAHUDI ASLI

Oleh: Pdt.Dr.Wanda Dumais
Pertanyaan, diskusi, doa, konseling, pelayanan lanjutan atau ingin berbicara secara langsung dapat menghubungi: WA +61 433 535 015

Memahami Yesus harus dari sudut pandang yang benar.

Yesus adalah orang Yahudi.

Ibrani 7:14

"Sebab telah diketahui semua orang, bahwa Tuhan kita berasal dari suku Yehuda dan mengenai suku itu Musa tidak pernah mengatakan suatu apapun tentang imam-imam."

Yohanes 4:9

Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."

Alkitab memberikan informasi yang jelas bahwa Yesus adalah orang Yahudi, berasal dari suku Yehuda.

Kesukuan Yesus tidak berasal dari Yusuf sebab Yesus bukan anak Yusuf melainkan kesukuan Yesus berasal dari Maria, karena Yesus adalah anak Maria, seorang yang berasal dari suku Yehuda.

Catatan silsilah Yesus yang lebih akurat diberikan oleh Lukas yang menuliskan dari sisi Maria.

Lukas 3:23-38

(23) Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli, (24) anak Matat, anak Lewi, anak Malkhi, anak Yanai, anak Yusuf, (25) anak Matica, anak Amos, anak Nahum, anak Hesli, anak Nagai, (26) anak Maat, anak Matica, anak Simei, anak Yosekh, anak Yoda, (27) anak Yohanan, anak Resa, anak Zerubabel, anak Sealtiel, anak Neri, (28) anak Malkhi, anak Adi, anak Kosam, anak Elmadam, anak Er, (29) anak Yesua, anak Eliezer, anak Yorim, anak Matat, anak Lewi, (30) anak Simeon, anak Yehuda, anak Yusuf, anak Yonam, anak Elyakim, (31) anak Melea, anak Mina, anak Matata, anak Natan, anak Daud, (32) anak Isai, anak Obed, anak Boas, anak Salmon, anak Nahason, (33) anak Aminadab, anak Admin, anak Arni, anak Hezron, anak Peres, anak Yehuda, (34) anak Yakub, anak Ishak, anak Abraham, anak Terah, anak Nahor, (35) anak Serug, anak Rehu, anak Peleg, anak Eber, anak Salmon, (36) anak Kenan, anak Arpakhsad, anak Sem, anak Nuh, anak Lamekh, (37) anak Metusalah, anak Henokh, anak Yared, anak Mahalaleel, anak Kenan, (38) anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.

KeYahudian Yesus berasal dari ibu-Nya, Maria. Ini sesuai dengan sistem matrilineal Yahudi bahwa KeYahudian selalu diturunkan dari seorang ibu Yahudi bukan dari ayah Yahudi. Maka tidak peduli seseorang mempunyai ayah seorang Yahudi dan dikenali dari salah satu suku Israel, apabila ibunya bukan seorang Yahudi maka orang itu tidak terhitung sebagai orang Yahudi.

Torah memberikan aturan bahwa seorang pria Yahudi tidak boleh menikahi wanita yang bukan orang Yahudi (gentile) atau orang asing.

Perintah ini terdapat dalam Ulangan 7:3-4

(3) Janganlah juga engkau kawin-mengawin dengan mereka: anakmu perempuan janganlah kauberikan kepada anak laki-laki mereka, ataupun anak perempuan mereka jangan kauambil bagi anakmu laki-laki; (4) sebab mereka akan membuat anakmu laki-laki menyimpang dari pada-Ku, sehingga mereka beribadah kepada allah lain. Maka murka TUHAN akan bangkit terhadap kamu dan Ia akan memunahkan engkau dengan segera.

Perintah ini sekaligus menegaskan bahwa apabila pria Yahudi menikah dengan bangsa asing (orang non Yahudi atau gentile) hal ini akan berakibat orang Yahudi tersebut berbalik dari Tuhan (tidak lagi beribadah kepada Tuhan). Padahal orang Yahudi dimerdekakan Tuhan dari tempat perbudakan di Mesir agar supaya mereka boleh beribadah kepada Tuhan. Tujuan orang Yahudi ada di bumi ini, mereka menjadi penyembah Allah yang benar dan mereka mengajarkan Torah (firman Tuhan yang benar) kepada keturunannya dan kepada seluruh penduduk bumi ini. Maka ketika terjadi pernikahan campuran (inter-marriage), pernikahan antara laki-laki Yahudi dan wanita non Yahudi terjadi konsekuensi ini:

1. Pria Yahudi tersebut kelak meninggalkan Tuhan (berbalik dari Tuhan dan tidak lagi beribadah kepada Tuhan)
2. Pria tersebut akan menghasilkan keturunan yang bukan orang Yahudi

Perintah Torah Ulangan 7:3-4 akhirnya melahirkan Jewish code of law yang menyatakan bahwa:

1. Orang yang disebut Yahudi itu harus dilahirkan dari ibu orang Yahudi
2. Anak yang lahir dari ibu bukan Yahudi bukanlah orang Yahudi meskipun ayahnya dari suku asli orang Yahudi
3. Anak yang lahir dari ibu Yahudi adalah orang Yahudi, meskipun ayahnya dari bangsa manapun bangsa bahkan bangsa yang menjadi musuh orang Yahudi sekalipun.
4. Di dalam konteks ini prinsip matrilineal yang diterapkan yaitu keturunan dihitung dari pihak wanita

Yesus dilahirkan dari seorang ibu Yahudi:

Matius 1:18

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

Ibu Yesus, seorang Yahudi bernama Maria. Jadi tidak peduli siapa ayah Yesus, ibu Yesus adalah seorang Yahudi maka Yesus adalah seorang Yahudi sejati.

Yesus bukan seorang Yunani tetapi orang Yahudi maka kita harus mengerti Yesus dari sudut pandang orang Yahudi.

Yesus lahir dari keluarga Yahudi sejati. Yusuf sebagai ayah sambung Yesus dan Maria ibu kandung Yesus sangat memegang kuat prinsip Torah. Mereka menghidupi Torah dan melakukan Torah di dalam hidup mereka.

Yusuf dan Maria mengenal Mitzvah pertama dalam Kejadian 1:28:

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Firman Tuhan di dalam Kejadian 1:28 bukanlah pilihan yang diberikan kepada manusia melainkan sebuah "Obligasi", sebuah kewajiban yang harus dipatuhi. Ini adalah sebuah perintah.

Yudaisme menafsirkan Kejadian 1:28 seperti ini:

1. Kewajiban untuk menikah
2. Kewajiban untuk memenuhi hubungan pernikahan/Seks

Kewajiban Untuk Menikah

m.Yebam 6:6:

"Tidak ada satu pria pun yang boleh melanggar hukum ini "Beranakcuculah dan bertambah banyak", kecuali dia sudah mempunyai anak. Seorang pria harus mempunyai anak. Menurut Sekolah Shammai, seorang pria harus mempunyai dua anak laki-laki, menurut Sekolah Hillel, seorang pria harus mempunyai seorang anak pria dan seorang anak wanita, seperti ada tertulis "laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka". Kewajiban untuk "Beranakcucu dan bertambah banyak jatuh kepada pria bukan kepada wanita.

Mishna mengatakan bahwa para Pria atau para Lelaki harus taat pada perintah di dalam Kejadian 1:28. Semua pria harus mempunyai keturunan dan memenuhi perintah untuk bertambah banyak dan itu terjadi di dalam pernikahan yang sudah ditetapkan dan dirancang oleh Tuhan sendiri.

Tanggungjawab untuk melakukan perintah Tuhan di dalam Kejadian 1:28 berada di pihak pria atau lelaki maka Pria atau Lelaki punya Obligasi dari Tuhan untuk menikah agar supaya memenuhi perintah Tuhan untuk memenuhi bumi ini dengan keturunan ilahi.

Maka Matius 1:25 seharusnya gampang ditafsirkan dalam konteks Yudaisme. Ayatnya tertulis:

"tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus."

Yusuf sebagai seorang pria Yahudi, melakukan Mitzvah pertama dalam Kejadian 1:28. Yusuf menikah dengan Maria dan kewajiban Yusuf untuk meneruskan keturunan manusia dengan mempunyai anak, minimal dua anak laki-laki. Yusuf dan Maria sepanjang pernikahan mereka mempunyai 6 anak yang terdiri dari 4 anak laki-laki dan 2 anak perempuan.

Matius 13:55-56

(55) Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? (56) Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?"

Markus 6:3

Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.

Kata "semuanya" di dalam Matius 13:56 dalam bahasa Yunani menunjukkan angka minimal dua orang.

Yusuf adalah seorang yang sangat hati-hati di dalam menerapkan Torah dalam kehidupannya. Ketika Yusuf mengetahui bahwa Maria tunangannya hamil, padahal saat itu Yusuf dan Maria belum disatukan dalam proses nikah yang kedua yang disebut Nisuin. Mereka baru dipersatukan dalam wedding canopy atau chupah yang menunjuk pada Kiddushin (sudah menikah tapi belum boleh bersatu sebagai suami istri) maka Yusuf bermaksud menceraikan istrinya Maria.

Matius 1:19

Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Menurut Torah, pernikahan Yahudi adalah proses dua tahap. Tahap pertama disebut "kiddushin," dan tahap kedua dikenal sebagai "nisu'in." Kiddushin umumnya diterjemahkan sebagai pertunangan, tetapi sebenarnya menjadikan mempelai wanita dan pria sebagai suami dan istri yang sah. Setelah tahap ini, jika mereka memutuskan untuk berpisah, maka diperlukan "get" (perceraian Yahudi). Namun, mempelai wanita dan pria tidak diperbolehkan untuk hidup bersama sebagai suami dan istri sampai tahap kedua, nisu'in, selesai.

Tetapi Malaikat mencegah maksud Yusuf untuk menceraikan Maria, meskipun Maria sudah hamil dan menyuruh Yusuf untuk meneruskan pernikahannya dengan Maria sampai pada tahap Nisuin.

Matius 1:20

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

Yusuf melakukan apa yang Malaikat katakan kepadanya dalam mimpi.

Matius 1:24-25

(24) Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, (25) tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

Yusuf dan Maria melanjutkan pernikahan sampai ke tahap Nisuin yaitu bersatu sebagai suami istri dan mereka diperbolehkan melakukan hubungan suami istri.

Matius 1:25 menulis dengan indah sekali, Yusuf menunda untuk berhubungan seks dengan Maria sekalipun dia sudah menjadi suami istri yang sah atau menikah secara Nisuin dengan Maria karena Yusuf mengetahui anak yang ada di dalam kandungan Maria adalah Anak Allah, Anak dari Roh Kudus. Setelah Yesus lahir, maka tidak ada halangan lagi bagi Yusuf dan Maria untuk bersatu sebagai suami istri. Yusuf dan Maria sepanjang pernikahannya mempunyai 6 orang anak ditambah 1 anak Maria yaitu Yesus Kristus.

Ketika bayi Yesus berusia 8 hari, menurut Torah bayi Yesus harus disunat atau prosesi Brit Milah.

Lukas 2:21

Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

Sebenarnya secara formal bayi Maria diberi nama Yesus saat berusia 8 hari sekaligus hari dimana bayi itu disunat.

Brit milah/bris adalah jewish ceremony dimana seorang anak laki-laki Yahudi disunat dan diberi nama yang jatuh pada hari ke-8 atau saat bayi laki-laki Yahudi berusia 8 hari. Brit Milah/bris menjadi peristiwa yang sangat khusus oleh karena hal ini menjadi tanda perjanjian antara Allah dan orang Yahudi. Brit Milah/bris dapat ditelusuri mulai dari kitab Kejadian. Brit Milah dapat ditemukan dalam Parashat L**h L**ha, cycle pembacaan Torah tahunan yang ketiga, Kejadian 17:10-14.

Kejadian 17:10-12

(10) Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; (11) haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. (12) Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.

Brit milah/bris bagi orang Yahudi sangat penting, sehingga walaupun hari ke-8 bayi Yahudi jatuh pada hari Sabat atau perayaan Yahudi lainnya, ceremony ini harus tetap dilakukan. Brit milah tidak termasuk 39 kategori melachah yang tidak boleh dilakukan pada hari Sabat.

Yesus bukan hanya orang Yahudi, Dia adalah Yahudi sejati dan sejak bayi orang tuanya membesarkan Dia dengan iman Yudaisme. Yesus beragama Yudaisme.

Kemudian Lukas 2:22-24 mencatat tentang upacara pentahiran yang harus dijalani oleh Maria dan berhubungan dengan bayi Yesus.

(22) Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, (23) seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", (24) dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

Oleh karena Yesus adalah anak sulung Maria/prototokos atau anak pertama Maria, anak yang lebih dahulu membuka rahim Maria, sesuai ketentuan Torah, maka Yesus harus dibawa ke Bait Allah untuk diserahkan kepada Tuhan.

Lukas 2:23

(As it is written in the law of the Lord, Every male that openeth the womb shall be called holy to the Lord;)

Orang Yahudi mempunyai ceremony yang disebut Pidyon HaBen yaitu menebus anak sulung. Hukum ini mensyaratkan bahwa anak laki-laki sulunh harus ditebus dari imam oleh orang tuanya dengan membayar sejumlah uang kepada imam. Seorang ayah harus membayar uang 5 sekel sebagai pengganti anak sulung laki-lakinya. Ini harus dilakukan setelah bayi tersebut berusia satu bulan dan harus dilakukan di Bait Allah.

Keluaran 34:20 menyatakan

Tetapi anak yang lahir terdahulu dari keledai haruslah kautebus dengan seekor domba; jika tidak kautebus, haruslah kaupatahkan batang lehernya. Setiap yang sulung dari antara anak-anakmu haruslah kautebus, dan janganlah orang menghadap ke hadirat-Ku dengan tangan hampa.

Inilah asal muasal mengapa orang mengutip ayat "jangan datang ke dalam ibadah dengan tangan hampa, setiap orang harus mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan".

Saya menterjemahkan ayat ini, apabila kita datang kepada Tuhan di dalam ibadah jemaat, jangan datang dengan tangan hampa atau kosong. Persembahkanlah sesuatu, entah itu syukur, persembahan uang, menyanyi lagu pujian, membaca ayat, membaca pengakuan iman, membaca filosofi pelayanan, berdoa syafaat, menjadi liturgos, membaca pengumuman, dan sebagainya.

Kita tidak menjadi penonton dalam sebuah pertunjukkan, kita semua sedang beribadah dan kita semua sedang membawa sesuatu kepada Tuhan. Itulah sebabnya saya tidak borong semua, berdoa, berkhotbah lalu berdoa lagi. Semua orang harus membawa sesuatu, semua orang harus mempersembahkan sesuatu.

Maranatha Blessings,

Pdt.Dr.Wanda Dumais
Kontak Pelayanan WA +61 433 535 015

MARIA MEMPUNYAI TUJUH ORANG ANAK TERMASUK YESUSOleh: Pdt.Dr.Wanda DumaisPertanyaan, diskusi, doa, konseling, pelayanan l...
17/06/2026

MARIA MEMPUNYAI TUJUH ORANG ANAK TERMASUK YESUS

Oleh: Pdt.Dr.Wanda Dumais
Pertanyaan, diskusi, doa, konseling, pelayanan lanjutan atau ingin berbicara secara langsung dapat menghubungi: WA +61 433 535 015

Terminologi "Saudara-Saudara Tuhan Yesus" adalah sapaan yang terkenal di kalangan lingkaran gereja mula-mula.

1 Korintus 9:5

Tidakkah kami mempunyai hak untuk membawa seorang isteri Kristen, dalam perjalanan kami, seperti yang dilakukan rasul-rasul lain dan saudara-saudara Tuhan dan Kefas?

Galatia 1:19

Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.

Rasul Paulus pernah bertemu secara langsung dengan saudara Tuhan Yesus yaitu Yakobus.

Galatia 1:19

Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.

Orang yang Paulus maksudkan dengan saudara kandung Tuhan Yesus (bukan sepupu) adalah adik dari Tuhan Yesus yaitu Yakobus.

Yakobus, adik Tuhan Yesus, bukanlah Yakobus salah satu dari kedua belas murid Yesus.

Yakobus, adik Tuhan Yesus adalah penulis surat Yakobus dan salah satu pemimpin gereja Jewish-Christian di Yerusalem.

Galatia 2:9

Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat;

Kata Adelphos/Saudara Kandung digunakan dalam Matius 4:18 menunjuk bahwa Simon dan Andreas adalah bersaudara kandung.

"Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan."

Kata Adelphos/Saudara Kandung juga digunakan dalam Matius 4:21, menunjuk pada Yakobus dan Yohanes adalah Adelphos/Saudara kandung.

"Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya p**a dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka"

Penggunaan Adelphos sebagai Saudara Kandung ada di ayat-ayat ini:

Matius 1:21, Markus 1:16; Markus 3:17; Lukas 6:14, Yohanes 1:40-41; Yohanes 6:8, Yohanes 2:12; Yohanes 20:17; Kisah Para Rasul 1:14; Kisah Para Rasul 12:2; Markus 6:17

Sapaan atau panggilan saudara-saudara Yesus atau saudara Yesus menimbulkan konsekuensi bahwa Yesus punya saudara kandung.

Pada abad ke 4 muncul debat tentang penggunaan istilah ini:

1. Pandangan Helvidius bahwa saudara Yesus dilahirkan dari Yusuf dan Maria setelah Yesus
2. Pandangan Epiphanian bahwa saudara Yesus adalah anak dari pernikahan Yusuf sebelumnya
3. Pandangan Jerome/Hieronymian bahwa saudara Yesus adalah sepupu Yesus

Tahun 383 muncul tractat Jerome yang ditulis untuk melawan Helvidius: "The Perpetual Virginity of Blessed Mary, Against Helvidius. Tractat ini adalah rebuttal atau counter terhadap tulisan Helvidius.

Ada tiga argumen utama Jerome untuk membantah Helvidius:

1. Bahwa Yusuf hanyalah anggapan, bukan benar-benar suami Maria (bab 3-8)
2. Bahwa istilah "Saudara" Tuhan adalah sepupu-Nya bukan saudara kandung-Nya (Bab 9-17)
3. Bahwa Perawan lebih baik dari Menikah (Bab 19-22)

Untuk membangun ajaran bahwa Maria tetap perawan atau The Perpetual of Mary, Jerome mengatakan bahwa pernikahan Yusuf dan Maria hanyalah tipu-tipu. Argumen utama Jerome menjadi ajaran gereja Katolik sampai hari ini. Jerome tidak mengerti ajaran Pertunangan, Pernikahan dan Perceraian dalam Torah seperti yang dipraktekkan Jewish. Jerome juga membangun ajarannya selibat berdasarkan ajaran gnostic.

Saya menggunakan pandangan pertama yaitu:

Saudara-saudara Yesus adalah anak dari Maria dan Yusuf.

Alkitab Perjanjian Baru berbicara mengenai saudara-saudara Yesus baik laki-laki maupun perempuan dalam beberapa kesempatan (Markus 6:31-35; Markus 6:3; Yohanes 2:12; Yohanes 7:3, Kisah Para Rasul 1:14; 1 Korintus 9:5).

Markus menulis nama-mana saudara laki-laki Yesus adalah Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon.

Lukas 2:7 menyebut Yesus sebagai anak sulung Maria, sebuah kemungkinan bahwa Maria mempunyai anak-anak lain setelah Yesus.

"dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan."

Matius 1:25 menyatakan bahwa Yusuf tidak berhubungan seks dengan Maria, sampai Yesus lahir tetapi setelah itu Yusuf dan Maria mempunyai anak-anak lain.

"tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus."

Catatan dari Hegesippus yang hidup di Israel di pertengahan abad ke-2 dan dicatat oleh tradisi Jewish Kristen setempat mengenai keluarga Yesus. Karya Hegesippus hanya berupa fragments dan dikutip oleh Eusbius, sejarawan gereja:

Yusuf, ayah Yesus mempunyai saudara laki-laki yang bernama Clopas. Nama ini sangat jarang. Salah satunya disebutkan dalam Yohanes 19:25:

"Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena."

Nama ini adalah Clopas, saudara Yusuf, istrinya bernama Maria. Dan Yohanes menyebut dengan tepat Maria saudara dari Maria, ibu Yesus atau tante Yesus.

Clopas kemungkinan saat itu ada di Yerusalem. Lukas menyebut salah satu murid Yesus di Emaus adalah Cleopas. Cleopas adalah nama Greek dari Clopas, nama Ibrani.

Lukas 24:18

Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?"

Jadi saat itu, Cleopas bersama dengan istrinya Maria yang disebut dalam Yohanes 19:25.

Maka kita melihat bagaimana Lukas 24:18 dikonfirmasi oleh Yohanes 19:25. Paman dan tante Yesus adalah pengikut setia Yesus.

Hegesippus menyebut James dan Jude saudara Yesus, Simeon anak dari Clopas, sepupu Yesus. Dari sini tergambar dua sistem hubungan, yang satu saudara kandung, yang satu saudara sepupu.

Catatan Injil dan Kisah Para Rasul serta surat-surat selalu menyebut saudara-saudara Yesus dan ibu Yesus.

Josephus sejarawan Yahudi di abad pertama menyebut bahwa Yakonus adalah saudara kandung Yesus Kristus.

Kutipan Josephus’ Antiquities 20.9.1

"Festus was now dead, and Albinus was but upon the road; so he assembled the sanhedrim of judges, and brought before them the brother of Jesus, who was called Christ, whose name was James, and some others; and when he had formed an accusation against them as breakers of the law, he delivered them to be stoned"

"Festus telah meninggal, dan Albinus baru saja dalam perjalanan; maka ia mengumpulkan sanhedrin hakim, dan membawa ke hadapan mereka saudara Yesus, yang disebut Kristus, yang bernama Yakobus, dan beberapa orang lainnya; dan setelah ia mengajukan tuduhan terhadap mereka sebagai pelanggar hukum, ia menyerahkan mereka untuk dirajam"

Catatan Josephus memperkuat fakta bahwa Yesus memang punya saudara kandung.

Yakobus adalah anak Maria dan Yusuf, dan karena itu merupakan saudara tiri Yesus dan saudara laki-laki Yusuf, Simon, Yudas, dan saudara-saudara perempuan mereka (Matius 13:55). Dalam Injil, Yakobus disebutkan beberapa kali, tetapi pada saat itu ia salah memahami pelayanan Yesus dan belum menjadi orang percaya (Yohanes 7:2-5). Yakobus menjadi salah satu saksi pertama kebangkitan Yesus (1 Korintus 15:7). Kemudian ia tinggal di Yerusalem dan menjadi bagian dari kelompok orang percaya yang berdoa di ruang atas (Kisah Para Rasul 1:14). Sejak saat itu, status Yakobus di dalam gereja Yerusalem mulai berkembang.

Maranatha Blessings,

Pdt.Dr.Wanda Dumais
Kontak Pelayanan WA +61 433 535 015

Address

Sydney, NSW

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when XCellent Sound Doctrine posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to XCellent Sound Doctrine:

Share