XCellent Sound Doctrine
- Home
- Australia
- Sydney, NSW
- XCellent Sound Doctrine
Page ini berisi pengajaran podcast/audio Sound Doctrine.Bagikan/share agar orang lain dapat belajar kebenaran Sound Doctrine.
Like, follow, comment” page ini bila anda diberkati dengan pengajaran Sound Doctrine.
08/09/2026
KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN
Terminologi yang perlu dipahami awam mengenai "Papal Supremacy".
Doktrin dari gereja Roma Katolik bahwa Pope melalui jabatannya sebagai Vicar of Christ dan kepala gereja dari seluruh gereja Kristen, mempunyai kuasa penuh, supreme dan universal atas seluruh gereja di manapun.
Papal Supremacy dikembangkan gereja Roma Katolik melalui penafsiran Matius 16:18.
"Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya."
Kata "Petra" (batu karang) ditafsirkan sebagai Petrus (artinya batu kecil, batu yang bisa dipindah manusia) padahal Petra adalah bedrock, cliff atau batu yang tidak pernah bisa bergeser atau dipindah manusia.
Tafsiran Matius 16:18 menghasilkan:
1. Petrus adalah The Vicar of Christ/memiliki full, supreme, universal authority atas gereja di seluruh dunia
2. Petrus adalah The Prince of the Apostles/Petrus adalah seorang Monarch
Pada tahun 189, gereja Roma menjadi gereja yang utama telah muncul dalam tulisan Irenaeus dalam buku "Against Heresies":
"Bersama (Gereja Roma) karena orisinalitasnya yang superior, semua gereja harus setuju...dan di dalam gereja itu bahwa semua gereja harus memelihara Apostolik tradisi"
Apostolik Tradisi mengacu pada tafsiran gereja Roma Katolik:
1. Petrus adalah The Vicar of Christ/memiliki full, supreme, universal authority atas gereja di seluruh dunia
2. Petrus adalah The Prince of the Apostles/Petrus adalah seorang Monarch
Gereja Roma Katolik mempercayai bahwa:
1. Petrus adalah Paus pertama maka Paus di gereja Roma Katolik memiliki garis Apostolik Tradisi
2. Papal/Paus adalah Supremacy tertinggi, hasilnya adalah Papal States/Negara Papal dengan Papal/Paus sebagai Kepala Negara atau penguasa politik
Gereja Roma Katolik sebenarnya berkembang dari Gereja Roma.
Rasul Paulus dalam surat kepada Jemaat Roma, Roma 1:8 mengatakan:
"Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia."
Gereja Roma tidak pernah didirikan oleh rasul manapun, 12 rasul Yesus tidak pernah mendirikan gereja Roma dan rasul Paulus juga bukan pendiri gereja Roma. Gereja Roma tidak muncul dari garis Apostolik Tradition. Maka Tesis Iranaeus dalam "Against Heresies" yang hari ini dipakai oleh gereja Roma Katolik adalah tesis yang salah. Baik Petrus maupun Paulus bukanlah pendiri gereja Roma.
Gereja Roma didirikan oleh orang-orang Yahudi yang telah menjadi Kristen pada saat hari Shavout/hari Pentakosta, saat mereka merayakan di Yerusalem.
Kisah Para Rasul 2:10
"Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,"
Gereja Roma pada awalnya adalah gereja Jewish Christian, dipimpin oleh orang Yahudi Kristen yaitu Priskila dan Akwila.
Roma 16:3
Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus.
1 Korintus 16:19
Salam kepadamu dari Jemaat-jemaat di Asia Kecil. Akwila, Priskila dan Jemaat di rumah mereka menyampaikan berlimpah-limpah salam kepadamu.
Tetapi oleh karena masalah politik, Kaisar Claudius mengusir orang-orang Yahudi dari Roma pada tahun 52 dan melarang semua orang Yahudi untuk masuk ke Roma. Oleh karena inilah terjadi "shifting", gereja Roma dipimpin oleh para petobat baru orang Roma.
Ada dua key points yang patut dicatat berhubungan dengan gereja Roma:
1. Tahun 313 dianggap sebagai "milestone" dari gereja Roma Katolik. Di tahun inilah secara resmi gereja Roma Katolik muncul, sebelumnya hanya bernama gereja Roma oleh karena sistem Kepausan atau mereka Apostolic Tradition mulai dikembangkan sebagai alat yang ampuh untuk berkuasa. Uskup berubah menjadi Paus. Sistem Papal Supremacy berdiri.
2. Tahun 590 adalah "milestone" berikutnya muncul Papal States/Negara Papal dengan Paus Gregory I menjadi kepala negara.
Gereja Roma Katolik akhirnya berhasil mewujudkan tafsiran Matius 16:18 seperti cita-cita awal mereka:
1. Papal Supremacy
2. Papal States
Gereja Roma yang didirikan sejak awal oleh orang Kristen lahir baru tidak pernah mempunyai cita-cita Papal Supremacy dan Papal States.
Gereja Roma Katolik berbeda dengan gereja Roma dan gereja Roma bukanlah gereja Roma Katolik, dua entitas ini berbeda.
Papal States muncul setelah kejatuhan imperium Romawi. Sejak saat itulah gereja Roma Katolik melalui Papal States menggunakan kekuatan politik dan militer untuk menaklukkan daerah-daerah baru dan mengkristenkan kelompok pagan.
Ini tentu berbeda sekali dengan apa yang diajarkan dan dipraktekkan pendiri Kristen yaitu Yesus Kristus:
Yohanes 6:15
Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir p**a ke gunung, seorang diri.
Yohanes 18:36
Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini."
Yesus Kristus tidak pernah menaklukkan dunia ini dengan pedang, dengan kekuatan militer dan dengan kekuatan politik.
Yesus memilih untuk menyingkir ketika orang banyak ingin menjadikan Dia raja.
Yesus Kristus tidak membangun kerajaan untuk mengkristenkan dunia ini.
Papal Supremacy dan Papal States dari gereja Roma Katolik muncul dari kesalahan exegesis Matius 16:18. Maka pada saat Roman Imperial authority jatuh di daerah barat/west, gereja Roma Katolik melihat ini sebagai kesempatan untuk mengisi kekosongan kekuasaan (kesempatan dalam kesempitan). Di bawah pemerintahan Paus Gregory I yang haus kekuasaan dan haus kemuliaan, tanah-tanah di Italy langsung diambil alih dan dia terus menambah teritories kekuasaannya, itulah sebabnya dinamakan Papal States atau negara Papal, negara kepausan, yang modelnya sampai hari ini ada di Vatican City.
Papal States dimulai tahun 590 sampai tahun 1870. Pada bulan September 1870 Royal Italian Army memasuki Roma dan menundukkan Gereja Roma Katolik dan Papal States. Kejatuhan Papal States dipicu oleh keinginan Italia untuk bersatu yaitu menyatukan Roma dan Italia. Paus Pius IX berusaha memprotes hilangnya kekuasaan dan wilayah Papal States atas Kerajaan Italy.
Sejak protes Paus Pius IX yang tentu saja tidak didengar oleh Kerajaan Italy, Gereja Roma Katolik yang masih haus kekuasaan terus berjuang mendapatkan kembali wilayah dan kekuasaannya. Tapi karena Papal States (Paus dan Gereja Roma Katolik) tidak punya kekuatan lagi, tentara Perancis tidak mau membantu mereka lagi. Porta Pia 1870 dikenal sebagai peperangan yang dipimpin Paus Pius IX untuk mempertahankan kekuasaannya tapi gagal.
Setelah 60 tahun merengek kepada Fasisme Italy, Benito Mussolini akhirnya gereja Roma Katolik diberikan kota Vatican City, sebagai wilayah kekuasaannya.
Sampai hari ini Paus dan gereja Roma Katolik tetap berdiri dengan kepala tegak menyatakan bahwa Paus tetaplah kepala negara dan kepala gereja.
Matius 16:18 tetap menjadi lagu Hymne di gereja Roma Katolik:
1. Papal Supremacy
2. Papal States
Gereja-gereja lain tahu bahwa itu adalah mimpi indah gereja Roma Katolik. Siapakah yang mau menghalangi orang bermimpi?
Maranatha Blessings,
Pdt.Dr.Wanda Dumais
WA +61 433 535 015
07/09/2026
THE GREAT 'DONGENG' OF ELLEN G. WHITE
Adventist church's theology (Teologi gereja SDA/GMAHK) berpusat pada "The Great Controversy" - Pertentangan Terbesar - yang nama populernya "The Great Controversy Theme" (Tema Pertentangan Terbesar).
Sumbernya dari mana?
Penglihatan dua jam Ellen G. White yang terkenal, dialami di Lovett's Grove, Ohio, pada pertengahan Maret 1858. Penglihatan Ellen G. White dibukukan dengan judul "The Great Controversy Between Christ and Satan" (Pertentangan Terbesar Di Antara Kristus dan Setan).
Apa itu penglihatan The Great Controversy?
Ini sebenarnya cerita hayalan yang sumbernya di plagiat (dijiplak) Ellen G. White dari buku John Milton, yang berjudul "Paradise Lost".
Cerita hayalan ini tidak ada di dalam Alkitab yaitu cerita sebelum bumi ada (kisah dongeng). Cerita hayalan ini dijadikan butir nomor 8 dari 28 Fundamental Beliefs (kepercayaan dasar gereja SDA/GMAHK).
Begini ceritanya (pengakuan Ellen G. White, dia mendapat penglihatan dari Roh Kudus dan bergantung pada Roh Kudus untuk menuliskan penglihatannya, dia mengklaim pikirannya tidak pernah dipengaruhi oleh orang lain - padahal itu cerita jiplakan dari orang lain yaitu dari buku John Milton - Paradise Lost):
1. Sebelum waktu dimulai, Allah Bapa meninggikan Yesus menjadi setara dengan Dia (Ellen White menyangkal Allah Tritunggal)
2. Ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, Bapa menempatkan Yesus dalam dewan ilahi dan mengijinkan Yesus menjadi korban penebus dosa (Ellen White membuat Allah Bapa, tidak maha tahu, bereaksi setelah dosa terjadi, menyangkal Allah Tritunggal)
3. Allah Bapa meninggikan Yesus atas Lucifer sehingga membuat Lucifer menjadi cemburu (penglihatan model apa ini? Yesus disetarakan dengan Lucifer atau Setan)
4. Lucifer memberontak dan menyeret 1/3 malaikat surga untuk menentang Allah Bapa (Ellen G.White tetap bersikukuh menentang Allah Tritunggal)
5. Lucifer menuduh Allah Bapa tidak adil, memberikan hukum yang terlalu sulit untuk ditaati tapi tetap menuntut ketaatan (penglihatan White memang cerita murahan, tidak ada di Alkitab cerita versi seperti ini).
6. Allah Bapa melemparkan Lucifer dan Malaikatnya ke bumi
7. Setan menipu Hawa, menyebabkan manusia berdosa
8. Sejak saat itu, Yesus dan Lucifer saling berperang satu sama lain memperebutkan jiwa manusia
9. Allah memberikan hukum tertulis (Hukum Taurat) di gunung Sinai sehingga kita tahu bagaimana seharusnya kita hidup
10. Yesus datang dalam rupa manusia untuk menunjukkan kepada kita bahwa kita bisa mentaati Hukum Taurat sama seperti yang Dia lakukan
11. Kematian Yesus adalah bukti dan meninggikan Hukum Taurat Allah
12. Pada akhirnya umat Allah akan menjadi bebas atas dosa dan membuktikan bahwa Hukum Taurat Allah itu adil dan bisa dilakukan
13. Ketika umat Allah secara sempurna menyatakan karakter Kristus, mereka akan membuktikan karakter Allah, membuktikan bahwa Setan itu penipu, sebab itu akan membantu Yesus memenangkan peperangan melawan Setan (kita membantu Yesus memenangkan perang atas Setan, klaim Ellen G.White, katanya dari Roh Kudis - tentu bukan Roh Kudus)
14. Yesus akan menempatkan semua dosa yang telah diakui ke atas Setan, yang kemudian akan membawanya bersama ke lautan api, dimana dia, Setan akan menerima hukuman terakhirnya atas dosa-dosa itu
15. Akhirnya, umat Allah akan mempunyai kuasa yang membuat Tuhan datang kembali dengan cara membawa pesan Adventist ke seluruh dunia dan memelihara Hukum Taurat dengan sempurna (Klaim Ellen G. White, kitalah yang membuat Tuhan datang, klaim yang sama didengungkan Ted Wilson, President General Conference SDA pada ulang tahun gereja ke-150 tahun 2013).
16. Tanda yang membedakan orang yang selamat dan orang yang terhilang adalah melakukan Sabat Hari Ketujuh, sedangkan mereka yang beribadah di hari minggu memiliki tanda binatang (666 - Antikiris) - cerita dongeng apalagi ini dari Ellen G.White, yang menyatakan bahwa Tuhan mereka itu Sabat, Juruselamat mereka itu Sabat, bukan Yesus Kristus).
Maranatha Blessings,
Pdt.Dr.Wanda Dumais
Apabila anda ingin belajar Ajaran Sehat kontak WA +61 433 535 015
07/09/2026
YOM TOV
1. Sabat HaGadol jatuh pada hari Sabtu tanggal 10 Nisan
2. Yesus memasuki Yerusalem (minggu palem) jatuh pada tanggal 11 Nisan
3. Matius 26:2, Yesus berkata “Dua hari lagi Paskah”, jatuh pada hari Rabu 14 Nisan
4. Anak Domba Paskah disembelih pada hari Rabu 14 Nisan
5. Matius 26:5 Tetapi mereka berkata: "Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat." Imam-Imam kepala dan tua-tua Yahudi ingin membunuh Yesus sebelum Perayaan Paskah dan Perayaan Roti Tidak Beragi yang jatuh pada hari Kamis 15 Nisan.
6. Keluaran 12:16 “Kamu adakanlah pertemuan yang kudus, baik pada hari yang pertama maupun pada hari yang ketujuh; pada hari-hari itu tidak boleh dilakukan pekerjaan apapun; hanya apa yang perlu dimakan setiap orang, itu sajalah yang boleh kamu sediakan.” Torah memberikan aturan bahwa Hari Pertama Roti Tidak Beragi dan Hari Ketujuh, semua orang Yahudi harus mengadakan Sabat. Jadi Kamis tanggal 15 Nisan ada Sabat Besar (Sabat Tahunan).
7. Yohanes 18:28 “Maka mereka membawa Yesus dari Kayafas ke gedung pengadilan. Ketika itu hari masih pagi. Mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan itu, supaya jangan menajiskan diri, sebab mereka hendak makan Paskah.” Pada hari Rabu tanggal 14 Nisan, ketika Yesus berada di pengadilan, orang-orang Yahudi tidak mau masuk ke pengadilan karena mereka sedang dalam Persiapan Paskah, tidak boleh menjadi najis.
8. Yohanes 19:42 (Lukas 23:53; Markus 15:42; Matius 27:62) “Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat Yesus ke situ.” Yesus dikubur pada hari persiapan Paskah yaitu hari Rabu 14 Nisan menjelang 15 Nisan. Hari Persiapan menunjuk pada hari khusus untuk mempersiapkan Paskah dan Hari Raya Roti Tidak Beragi. Pada hari itu orang Yahudi akan makan Paskah dengan menggunakan Matzah (biskuit tidak beragi dan daging domba panggang).
9. Tanggal 14 Nisan, Anak Domba harus disembelih dan darahnya dikumpulkan mulai jam 3 pm - jam 6 pm di seluruh Yerusalem
10. Rabu 14 Nisan Malam (selasa 13 Nisan) Yesus dan murid-murid makan Perjamuan Terakhir (last supper). Di dalam Mishna ada kebiasaan orang Yahudi yang disebut seudah maphsehket; yaitu Perjamuan Makan untuk memperingati selamatnya semua Anak Sulung saat terjadi tulah di Mesir. Perjamuan Makan ini dilakukan mendahului Passover Seder atau Perjamuan Paskah. Lukas 11:15-16 Kata-Nya kepada mereka: "Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita. (16) Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah."
Pararel dalam Kalender Modern
1. 10 Nisan 5780 jatuh pada hari Sabtu 4 April 2020 (Shabbat Ha-Gadol)
2. 11 Nisan 5780 jatuh pada hari Minggu 5 April 2020
3. 14 Nisan 5780 jatuh pada hari Rabu 8 April 2020 Erev Pesach (malam sebelum passover),
4. 15 Nisan 5780 jatuh pada hari Kamis 9 April 2020 Pesach Hari Pertama, setelah jam 6.18pm, Omer 1 dihitung
5. 16 Nisan 5780 jatuh pada hari Jumat 10 April 2020 Pesach Hari Kedua, setelah jam 6.18pm, Omer 2 dihitung
Omer dihitung sampai hari ke-50.
Kemudian pada tanggal 6 Sivan 5780 yang jatuh pada hari Jumat 29 Mei 2020, Perayaan Shavuot Hari Pertama atau Hari Raya Pentakosta/Hari Raya ke-50, Hari Pertama
Tanggal 7 Sivan 5780 yang jatuh pada hari Sabtu 30 Mei 2020 adalah Shavout Hari Kedua
Mengapa saya menuliskan perayaaan hari pertama dan hari kedua?
Dalam aturan Hukum Taurat, setiap perayaan atau hari raya disebut Yom Tov atau hari besar dan pada hari besar tersebut orang Yahudi merayakan Sabat.
Perhatikan:
Tanggal 15 Nisan orang Yahudi merayakan Pesach hari pertama berarti secara otomatis mereka melakukan Yom Tov yaitu Sabat.
Itu sebabnya banyak orang sulit melihat fakta bahwa Yesus mati pada hari Rabu 14 Nisan, hari dimana Anak Domba Harus dikorbankan saat hari menjelang senja, memasuki Kamis 15 Nisan.
Keluaran 12:6
“Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.”
Matius 27:62-64
(62) Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, (63) dan mereka berkata: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. (64) Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama."
Sesudah Yesus mati di Salib (Anak Domba Allah disembelih), Alkitab menyebut hari persiapan. Hari persiapan ini menunjuk pada hari Jumat, satu hari sesudah Yesus mati (perhatikan kata disitu keesokan harinya). Hari persiapan menunjuk pada hari Jumat dimana pada hari Sabtu akan ada perayaan Sabat Minggu.
Yohanes 19:31
“Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib sebab Sabat itu adalah hari yang besar maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.”
Pada hari Rabu 14 Nisan sesudah Yesus mati, murid-murid Yesus segera menurunkan mayat Yesus karena sebentar lagi mereka akan melakukan Yom Tov atau Sabat Besar pada hari Pesach Kamis 15 Nisan.
Disebut Sabat Besar karena ini bukan Sabat Minggu atau Sabat Sabtu. Mayat Yesus harus diturunkan karena kalau tidak mayat Yesus akan tergantung terus sebab pada saat Pesach hari pertama, semua orang melakukan Sabat maka tidak ada yang boleh menyentuh mayat.
Jadi ada dua Sabat di antara kematian Yesus:
1. Sabat Kamis 15 Nisan atau Yom Tov
2. Sabat Sabtu 17 Nisan atau Sabat Mingguan
Sabat Sabtu 17 Nisan juga disebut dengan Chol HaMoed atau merayakan hari raya dipertengahan waktu antara Passover. Pesach dirayakan selama 7 hari, mulai dari 15 Nisan - 22 Nisan, hari antara itu disebut Chol HaMoed.
Mengapa Yesus harus mati pada hari Rabu 14 Nisan?
1. Agar nubuat tentang Anak Domba yang disembelih digenapi
2. Agar nubuat tentang Anak Manusia yang berada di perut bumi tiga hari tiga malam digenapi
Keluaran 12:6
“Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.”
Matius 12:40
“Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.”
Yesus mati pada hari Rabu 14 Nisan artinya perayaan kematian Yesus jatuh pada tanggal 14 Nisan 5780 atau Rabu 8 April 2020 dan perayaan kebangkitan Yesus jatuh pada hari Sabtu 17 Nisan 5780 atau Sabtu 11 April 2020.
Matius 28:1-6
(1) “Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. (2) Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. (3) Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. (4) Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. (5) Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. (6) Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.”
Maranatha Blessings,
Pdt.Dr.Wanda Dumais dan Pdt.Erna Dumais, SH
05/09/2026
Bapa tidak diperanakkan. Anak diperanakkan oleh Bapa. Apakah sebelum Bapa memperanakkan Anak, Bapa belum menjadi Bapa? Berarti Anak diperanakkan dalam waktu tertentu? Bagaimana mengartikan kata-kata Yesus: Bapa lebih besar dari Anak?
05/09/2026
GEREJA ROMA TIDAK MENGENAL JABATAN PAUS, GEREJA PAPIST MENGENAL PAUS
Kalau di dalam kitab Roma, kitab kanonik Perjanjian Baru, kita menemukan surat Paulus yang dikirimkan kepada jemaat di Roma, maka di dalam 1 Clement kita menemukan, surat jemaat Roma kepada jemaat Korintus, tetapi surat ini bukanlah surat kanonik Perjanjian Baru.
1 Clement merupakan salah satu dari dokumen Kristen yang tertua di luar dokumen Perjanjian Baru. Surat ini ditulis di Roma bersamaan dengan waktu rasul Yohanes menulis buku Wahyu di p**au Patmos.
Pembukaan 1 Clement seperti ini:
“The church of God that sojourns in Rome to the church of God that sojourns in Corinth, to those who are called and sanctified by the will of God through our Lord Jesus Christ:
May grace and peace from almighty God through Jesus Christ be yours in abundance."
"Gereja Allah yang menjadi pendatang di Roma kepada gereja Allah yang menjadi pendatang di Korintus, kepada mereka yang dipanggil dan dikuduskan dengan kehendak Allah melalui kehendak Allah di dalam Tuhan kita Yesus Kristus.
"Semoga kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah yang Mahatinggi melalui Yesus Kristus menjadi milik kalian berlimpah-limpah"
Di dalam Perjanjian Baru, pembukaan surat dengan model ini dapat kita temukan dalam surat-surat Paulus. Rasul Paulus sangat khas sekali membuka surat-suratnya seperti itu.
Roma 1:7
"Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus."
Gereja Roma yang menulis surat dalam 1 Clement kepada jemaat Korintus bukanlah gereja Roma Katolik yang kita kenal saat ini. Gereja Roma Katolik yang kita kenal saat ini disebut Papist dan mereka sangat berbeda dengan gereja Katolik yang dimaksud oleh Ignatius dalam suratnya kepada jemaat Smyrna 8:2, mengenai definisi kata "Katolik".
Tidak ada satu pun ciri gereja Roma Katolik yang muncul dalam surat 1 Clement.
Gereja Roma yang mengirim surat 1 Clement kepada jemaat Korintus belum mengenal jabatan monarchical bishop atau Bishop Utama yang dikemudian hari berkembang menjadi Bishop Universal yang disebut Paus di gereja Roma Katolik.
Kepemimpinan di gereja Roma saat itu dipegang oleh sekelompok Presbyters atau sekelompok Bishops pada waktu itu.
Di dalam 1 Clement 44:1-6, para Presbyters dan para Bishop adalah jabatan yang sinonim.
1 Clement 44:1-6
“Our apostles likewise knew, through our Lord Jesus Christ, that there would be strife over the bishop’s office. 2 For this reason, therefore, having received complete foreknowledge, they appointed the leaders mentioned earlier and afterwards they gave the offices a permanent character; that is, if they should die, other approved men should succeed to their ministry. 3 These, therefore, who were appointed by them or, later on, by other reputable men with the consent of the whole church, and who have ministered to the flock of Christ blamelessly, humbly, peaceably, and unselfishly, and for a long time have been well-spoken of by all—these we consider to be unjustly removed from their ministry. 4 For it will be no “small sin for us if we depose from the bishop’s office those who have offered the gifts blamelessly and in holiness. 5 Blessed are those presbyters who have gone on ahead, who took their departure at a mature and fruitful age, for they need no longer fear that someone may remove them from their established place. 6 For we see that you have removed certain people, their good conduct notwithstanding, from the ministry that had been held in honor by them blamelessly.”
“Para rasul kita juga tahu, melalui Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa akan ada perselisihan mengenai jabatan uskup. 2 Karena alasan ini, setelah menerima pengetahuan sebelumnya yang lengkap, mereka menunjuk para pemimpin yang disebutkan sebelumnya dan kemudian mereka memberikan jabatan-jabatan itu karakter tetap; artinya, jika mereka meninggal, orang-orang yang disetujui lainnya akan menggantikan pelayanan mereka. 3 Oleh karena itu, mereka yang ditunjuk oleh mereka atau, kemudian, oleh orang-orang terhormat lainnya dengan persetujuan seluruh jemaat, dan yang telah melayani kawanan Kristus dengan tanpa cela, dengan rendah hati, dengan damai, dan tanpa pamrih, dan untuk waktu yang lama telah dipuji oleh semua orang—mereka inilah yang kita anggap telah dicopot dari pelayanan mereka secara tidak adil. 4 Sebab bukanlah dosa kecil bagi kita jika kita mencopot dari jabatan uskup mereka yang telah mempersembahkan karunia-karunia itu dengan tanpa cela dan dalam kekudusan. 5 Berbahagialah para penatua yang telah mendahului kita, yang meninggal pada usia dewasa dan berbuah, karena mereka tidak perlu lagi takut bahwa seseorang akan mencopot mereka dari tempat mereka yang telah ditetapkan.” 6 Karena kami melihat bahwa kamu telah memecat beberapa orang, meskipun mereka berperilaku baik, dari pelayanan yang telah mereka emban dengan terhormat dan tanpa cela.”
1 Clement 44:1-6 memberikan beberapa petunjuk:
1. Perselisihan jabatan Bishop atau Uskup di gereja Korintus
2. Pergantian jabatan Bishop atau Uskup atau suksesi dilakukan oleh jemaat setempat
3. Jabatan Bishop dan jabatan Presbyter atau Penatua adalah sinonim
4. Tidak ada kepemimpinan tunggal atau bishop atau penatua tunggal yang memimpin jemaat
Atas alasan inilah sulit kita melihat bahwa surat ini ditulis oleh Clement, seorang Bishop Tunggal di gereja Roma.
Gereja Roma Katolik atau Papist mengatakan bahwa rasul Petrus adalah Bishop pertama di gereja Roma, maka Clement penulis surat 1 Clement adalah Bishop ketiga di gereja Roma.
Alasan ini sangat ngawur, konyol dan sesat sebab Petrus adalah seorang rasul.
1 Clement 44:1 menyatakan bahwa para rasul tidak pernah menduduki jabatan sebagai Bishop. 1 Clement 44:1 jelas memisahkan kedudukan rasul dan bishop.
Rasul adalah mereka yang dipilih langsung atau ditunjuk langsung oleh Tuhan Yesus atau seseorang yang dipilih khusus menjadi rasul oleh Tuhan Yesus sebagai rasulnya, misalnya rasul Paulus.
Kisah Para Rasul 9:15-16
(15) Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. (16) Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."
Sedangkan para bishop atau para penatua ditetapkan oleh rasul atas pilihan jemaat lokal.
1 Timotius 3:1-2
(1) Benarlah perkataan ini: "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah." (2) Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, s**a memberi tumpangan, cakap mengajar orang,
Seorang penilik jemaat, seorang bishop, seorang penatua adalah jabatan yang ditetapkan di dalam jemaat lokal.
Dan di dalam 1 Timotius 3:2-7, rasul Paulus memberikan syarat-syarat seseorang yang bisa menduduki jabatan bishop atau penatua.
Tentu syarat menjadi bishop akan menjadi bumerang bagi rasul Paulus apabila orang mempercayai rasul Paulus tidak pernah menikah, ini sebuah andai-andai saja. Paulus tidak mempunyai istri saat dia melakukan pekerjaan misi mendirikan gereja maka Paulus tidak mempunyai kualifikasi untuk menjadi bishop atau penatua. Paulus juga seorang yang selalu bepergian maka dia tidak mempunyai kualifikasi untuk menjadi bishop atau penatua sebab jabatan bishop atau jabatan penatua adalah tinggal di jemaat lokal dan melayani dengan tetap disitu.
Tetapi dengan mengatakan andai-andai tersebut saya tidak bermaksud mengatakan bahwa seorang rasul adalah seorang bishop. Seorang rasul tidak pernah menjadi seorang bishop atau penatua, ini dua jabatan yang berbeda maka argumen bahwa Petrus adalah bishop pertama gereja Roma langsung gugur.
Penulis surat 1 Clement mengetahui bahwa ada bahaya perselisihan dalam pengangkatan para bishop atau para penatua oleh karena di dalam jemaat tentu ada orang-orang yang tidak terpilih dalam jabatan tersebut.
Di jemaat Korintus sesuai dengan surat 1 Clement terjadi perselisihan jabatan karena ada sekelompok orang yang tiba-tiba mengangkat diri sebagai para bishop dan para penatua lalu mencopot para bishop dan para penatua yang sebelumnya menjabat.
Tentu sangat menggelikan apabila jabatan rasul menjadi jabatan kehormatan di gereja maka ada banyak orang yang akan berkelahi untuk menjadi rasul dan jumlah rasul tetap hanya 12 +1, tidak ada lagi rasul tambahan lain yang bisa mengklaim sebagai rasul yang diangkat Yesus.
Pertanyaan penegasan yang harus kita jawab lagi:
Apakah rasul Petrus adalah bishop pertama di jemaat Roma?
Jawaban tegas adalah: Tidak!
Rasul tidak pernah menjabat sebagai Bishop!
Surat 1 Clement juga membuktikan bahwa gereja Roma tidak pernah mengenal Bishop Utama atau Paus.
Sesuai thesis saya sejak awal, jabatan Paus baru muncul di gereja Roma Katolik atau Papist pada abad ke-5. Masa itu memang ditandai kebangkitan awal gereja Papist, gereja Roma Katolik dengan doktrinnya: Papal Supremacy (Bishop Universal) dan Papal Monarchy (Raja Universal).
Maranatha Blessings,
Pdt.Dr.Wanda Dumais
WA +61 433 535 015
GEREJA ROMA TIDAK MENGENAL JABATAN PAUS, GEREJA PAPIST MENGENAL PAUS
Kalau di dalam kitab Roma, kitab kanonik Perjanjian Baru, kita menemukan surat Paulus yang dikirimkan kepada jemaat di Roma, maka di dalam 1 Clement kita menemukan, surat jemaat Roma kepada jemaat Korintus, tetapi surat ini bukanlah surat kanonik Perjanjian Baru.
1 Clement merupakan salah satu dari dokumen Kristen yang tertua di luar dokumen Perjanjian Baru. Surat ini ditulis di Roma bersamaan dengan waktu rasul Yohanes menulis buku Wahyu di p**au Patmos.
Pembukaan 1 Clement seperti ini:
“The church of God that sojourns in Rome to the church of God that sojourns in Corinth, to those who are called and sanctified by the will of God through our Lord Jesus Christ:
May grace and peace from almighty God through Jesus Christ be yours in abundance."
"Gereja Allah yang menjadi pendatang di Roma kepada gereja Allah yang menjadi pendatang di Korintus, kepada mereka yang dipanggil dan dikuduskan dengan kehendak Allah melalui kehendak Allah di dalam Tuhan kita Yesus Kristus.
"Semoga kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah yang Mahatinggi melalui Yesus Kristus menjadi milik kalian berlimpah-limpah"
Di dalam Perjanjian Baru, pembukaan surat dengan model ini dapat kita temukan dalam surat-surat Paulus. Rasul Paulus sangat khas sekali membuka surat-suratnya seperti itu.
Roma 1:7
"Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus."
Gereja Roma yang menulis surat dalam 1 Clement kepada jemaat Korintus bukanlah gereja Roma Katolik yang kita kenal saat ini. Gereja Roma Katolik yang kita kenal saat ini disebut Papist dan mereka sangat berbeda dengan gereja Katolik yang dimaksud oleh Ignatius dalam suratnya kepada jemaat Smyrna 8:2, mengenai definisi kata "Katolik".
Tidak ada satu pun ciri gereja Roma Katolik yang muncul dalam surat 1 Clement.
Gereja Roma yang mengirim surat 1 Clement kepada jemaat Korintus belum mengenal jabatan monarchical bishop atau Bishop Utama yang dikemudian hari berkembang menjadi Bishop Universal yang disebut Paus di gereja Roma Katolik.
Kepemimpinan di gereja Roma saat itu dipegang oleh sekelompok Presbyters atau sekelompok Bishops pada waktu itu.
Di dalam 1 Clement 44:1-6, para Presbyters dan para Bishop adalah jabatan yang sinonim.
1 Clement 44:1-6
“Our apostles likewise knew, through our Lord Jesus Christ, that there would be strife over the bishop’s office. 2 For this reason, therefore, having received complete foreknowledge, they appointed the leaders mentioned earlier and afterwards they gave the offices a permanent character; that is, if they should die, other approved men should succeed to their ministry. 3 These, therefore, who were appointed by them or, later on, by other reputable men with the consent of the whole church, and who have ministered to the flock of Christ blamelessly, humbly, peaceably, and unselfishly, and for a long time have been well-spoken of by all—these we consider to be unjustly removed from their ministry. 4 For it will be no “small sin for us if we depose from the bishop’s office those who have offered the gifts blamelessly and in holiness. 5 Blessed are those presbyters who have gone on ahead, who took their departure at a mature and fruitful age, for they need no longer fear that someone may remove them from their established place. 6 For we see that you have removed certain people, their good conduct notwithstanding, from the ministry that had been held in honor by them blamelessly.”
“Para rasul kita juga tahu, melalui Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa akan ada perselisihan mengenai jabatan uskup. 2 Karena alasan ini, setelah menerima pengetahuan sebelumnya yang lengkap, mereka menunjuk para pemimpin yang disebutkan sebelumnya dan kemudian mereka memberikan jabatan-jabatan itu karakter tetap; artinya, jika mereka meninggal, orang-orang yang disetujui lainnya akan menggantikan pelayanan mereka. 3 Oleh karena itu, mereka yang ditunjuk oleh mereka atau, kemudian, oleh orang-orang terhormat lainnya dengan persetujuan seluruh jemaat, dan yang telah melayani kawanan Kristus dengan tanpa cela, dengan rendah hati, dengan damai, dan tanpa pamrih, dan untuk waktu yang lama telah dipuji oleh semua orang—mereka inilah yang kita anggap telah dicopot dari pelayanan mereka secara tidak adil. 4 Sebab bukanlah dosa kecil bagi kita jika kita mencopot dari jabatan uskup mereka yang telah mempersembahkan karunia-karunia itu dengan tanpa cela dan dalam kekudusan. 5 Berbahagialah para penatua yang telah mendahului kita, yang meninggal pada usia dewasa dan berbuah, karena mereka tidak perlu lagi takut bahwa seseorang akan mencopot mereka dari tempat mereka yang telah ditetapkan.” 6 Karena kami melihat bahwa kamu telah memecat beberapa orang, meskipun mereka berperilaku baik, dari pelayanan yang telah mereka emban dengan terhormat dan tanpa cela.”
1 Clement 44:1-6 memberikan beberapa petunjuk:
1. Perselisihan jabatan Bishop atau Uskup di gereja Korintus
2. Pergantian jabatan Bishop atau Uskup atau suksesi dilakukan oleh jemaat setempat
3. Jabatan Bishop dan jabatan Presbyter atau Penatua adalah sinonim
4. Tidak ada kepemimpinan tunggal atau bishop atau penatua tunggal yang memimpin jemaat
Atas alasan inilah sulit kita melihat bahwa surat ini ditulis oleh Clement, seorang Bishop Tunggal di gereja Roma.
Gereja Roma Katolik atau Papist mengatakan bahwa rasul Petrus adalah Bishop pertama di gereja Roma, maka Clement penulis surat 1 Clement adalah Bishop ketiga di gereja Roma.
Alasan ini sangat ngawur, konyol dan sesat sebab Petrus adalah seorang rasul.
1 Clement 44:1 menyatakan bahwa para rasul tidak pernah menduduki jabatan sebagai Bishop. 1 Clement 44:1 jelas memisahkan kedudukan rasul dan bishop.
Rasul adalah mereka yang dipilih langsung atau ditunjuk langsung oleh Tuhan Yesus atau seseorang yang dipilih khusus menjadi rasul oleh Tuhan Yesus sebagai rasulnya, misalnya rasul Paulus.
Kisah Para Rasul 9:15-16
(15) Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. (16) Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."
Sedangkan para bishop atau para penatua ditetapkan oleh rasul atas pilihan jemaat lokal.
1 Timotius 3:1-2
(1) Benarlah perkataan ini: "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah." (2) Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, s**a memberi tumpangan, cakap mengajar orang,
Seorang penilik jemaat, seorang bishop, seorang penatua adalah jabatan yang ditetapkan di dalam jemaat lokal.
Dan di dalam 1 Timotius 3:2-7, rasul Paulus memberikan syarat-syarat seseorang yang bisa menduduki jabatan bishop atau penatua.
Tentu syarat menjadi bishop akan menjadi bumerang bagi rasul Paulus apabila orang mempercayai rasul Paulus tidak pernah menikah, ini sebuah andai-andai saja. Paulus tidak mempunyai istri saat dia melakukan pekerjaan misi mendirikan gereja maka Paulus tidak mempunyai kualifikasi untuk menjadi bishop atau penatua. Paulus juga seorang yang selalu bepergian maka dia tidak mempunyai kualifikasi untuk menjadi bishop atau penatua sebab jabatan bishop atau jabatan penatua adalah tinggal di jemaat lokal dan melayani dengan tetap disitu.
Tetapi dengan mengatakan andai-andai tersebut saya tidak bermaksud mengatakan bahwa seorang rasul adalah seorang bishop. Seorang rasul tidak pernah menjadi seorang bishop atau penatua, ini dua jabatan yang berbeda maka argumen bahwa Petrus adalah bishop pertama gereja Roma langsung gugur.
Penulis surat 1 Clement mengetahui bahwa ada bahaya perselisihan dalam pengangkatan para bishop atau para penatua oleh karena di dalam jemaat tentu ada orang-orang yang tidak terpilih dalam jabatan tersebut.
Di jemaat Korintus sesuai dengan surat 1 Clement terjadi perselisihan jabatan karena ada sekelompok orang yang tiba-tiba mengangkat diri sebagai para bishop dan para penatua lalu mencopot para bishop dan para penatua yang sebelumnya menjabat.
Tentu sangat menggelikan apabila jabatan rasul menjadi jabatan kehormatan di gereja maka ada banyak orang yang akan berkelahi untuk menjadi rasul dan jumlah rasul tetap hanya 12 +1, tidak ada lagi rasul tambahan lain yang bisa mengklaim sebagai rasul yang diangkat Yesus.
Pertanyaan penegasan yang harus kita jawab lagi:
Apakah rasul Petrus adalah bishop pertama di jemaat Roma?
Jawaban tegas adalah: Tidak!
Rasul tidak pernah menjabat sebagai Bishop!
Surat 1 Clement juga membuktikan bahwa gereja Roma tidak pernah mengenal Bishop Utama atau Paus.
Sesuai thesis saya sejak awal, jabatan Paus baru muncul di gereja Roma Katolik atau Papist pada abad ke-5. Masa itu memang ditandai kebangkitan awal gereja Papist, gereja Roma Katolik dengan doktrinnya: Papal Supremacy (Bishop Universal) dan Papal Monarchy (Raja Universal).
Maranatha Blessings,
Pdt.Dr.Wanda Dumais
WA +61 433 535 015
GEREJA ROMA TIDAK MENGENAL JABATAN PAUS, GEREJA PAPIST MENGENAL PAUS
Kalau di dalam kitab Roma, kitab kanonik Perjanjian Baru, kita menemukan surat Paulus yang dikirimkan kepada jemaat di Roma, maka di dalam 1 Clement kita menemukan, surat jemaat Roma kepada jemaat Korintus, tetapi surat ini bukanlah surat kanonik Perjanjian Baru.
1 Clement merupakan salah satu dari dokumen Kristen yang tertua di luar dokumen Perjanjian Baru. Surat ini ditulis di Roma bersamaan dengan waktu rasul Yohanes menulis buku Wahyu di p**au Patmos.
Pembukaan 1 Clement seperti ini:
“The church of God that sojourns in Rome to the church of God that sojourns in Corinth, to those who are called and sanctified by the will of God through our Lord Jesus Christ:
May grace and peace from almighty God through Jesus Christ be yours in abundance."
"Gereja Allah yang menjadi pendatang di Roma kepada gereja Allah yang menjadi pendatang di Korintus, kepada mereka yang dipanggil dan dikuduskan dengan kehendak Allah melalui kehendak Allah di dalam Tuhan kita Yesus Kristus.
"Semoga kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah yang Mahatinggi melalui Yesus Kristus menjadi milik kalian berlimpah-limpah"
Di dalam Perjanjian Baru, pembukaan surat dengan model ini dapat kita temukan dalam surat-surat Paulus. Rasul Paulus sangat khas sekali membuka surat-suratnya seperti itu.
Roma 1:7
"Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus."
Gereja Roma yang menulis surat dalam 1 Clement kepada jemaat Korintus bukanlah gereja Roma Katolik yang kita kenal saat ini. Gereja Roma Katolik yang kita kenal saat ini disebut Papist dan mereka sangat berbeda dengan gereja Katolik yang dimaksud oleh Ignatius dalam suratnya kepada jemaat Smyrna 8:2, mengenai definisi kata "Katolik".
Tidak ada satu pun ciri gereja Roma Katolik yang muncul dalam surat 1 Clement.
Gereja Roma yang mengirim surat 1 Clement kepada jemaat Korintus belum mengenal jabatan monarchical bishop atau Bishop Utama yang dikemudian hari berkembang menjadi Bishop Universal yang disebut Paus di gereja Roma Katolik.
Kepemimpinan di gereja Roma saat itu dipegang oleh sekelompok Presbyters atau sekelompok Bishops pada waktu itu.
Di dalam 1 Clement 44:1-6, para Presbyters dan para Bishop adalah jabatan yang sinonim.
1 Clement 44:1-6
“Our apostles likewise knew, through our Lord Jesus Christ, that there would be strife over the bishop’s office. 2 For this reason, therefore, having received complete foreknowledge, they appointed the leaders mentioned earlier and afterwards they gave the offices a permanent character; that is, if they should die, other approved men should succeed to their ministry. 3 These, therefore, who were appointed by them or, later on, by other reputable men with the consent of the whole church, and who have ministered to the flock of Christ blamelessly, humbly, peaceably, and unselfishly, and for a long time have been well-spoken of by all—these we consider to be unjustly removed from their ministry. 4 For it will be no “small sin for us if we depose from the bishop’s office those who have offered the gifts blamelessly and in holiness. 5 Blessed are those presbyters who have gone on ahead, who took their departure at a mature and fruitful age, for they need no longer fear that someone may remove them from their established place. 6 For we see that you have removed certain people, their good conduct notwithstanding, from the ministry that had been held in honor by them blamelessly.”
“Para rasul kita juga tahu, melalui Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa akan ada perselisihan mengenai jabatan uskup. 2 Karena alasan ini, setelah menerima pengetahuan sebelumnya yang lengkap, mereka menunjuk para pemimpin yang disebutkan sebelumnya dan kemudian mereka memberikan jabatan-jabatan itu karakter tetap; artinya, jika mereka meninggal, orang-orang yang disetujui lainnya akan menggantikan pelayanan mereka. 3 Oleh karena itu, mereka yang ditunjuk oleh mereka atau, kemudian, oleh orang-orang terhormat lainnya dengan persetujuan seluruh jemaat, dan yang telah melayani kawanan Kristus dengan tanpa cela, dengan rendah hati, dengan damai, dan tanpa pamrih, dan untuk waktu yang lama telah dipuji oleh semua orang—mereka inilah yang kita anggap telah dicopot dari pelayanan mereka secara tidak adil. 4 Sebab bukanlah dosa kecil bagi kita jika kita mencopot dari jabatan uskup mereka yang telah mempersembahkan karunia-karunia itu dengan tanpa cela dan dalam kekudusan. 5 Berbahagialah para penatua yang telah mendahului kita, yang meninggal pada usia dewasa dan berbuah, karena mereka tidak perlu lagi takut bahwa seseorang akan mencopot mereka dari tempat mereka yang telah ditetapkan.” 6 Karena kami melihat bahwa kamu telah memecat beberapa orang, meskipun mereka berperilaku baik, dari pelayanan yang telah mereka emban dengan terhormat dan tanpa cela.”
1 Clement 44:1-6 memberikan beberapa petunjuk:
1. Perselisihan jabatan Bishop atau Uskup di gereja Korintus
2. Pergantian jabatan Bishop atau Uskup atau suksesi dilakukan oleh jemaat setempat
3. Jabatan Bishop dan jabatan Presbyter atau Penatua adalah sinonim
4. Tidak ada kepemimpinan tunggal atau bishop atau penatua tunggal yang memimpin jemaat
Atas alasan inilah sulit kita melihat bahwa surat ini ditulis oleh Clement, seorang Bishop Tunggal di gereja Roma.
Gereja Roma Katolik atau Papist mengatakan bahwa rasul Petrus adalah Bishop pertama di gereja Roma, maka Clement penulis surat 1 Clement adalah Bishop ketiga di gereja Roma.
Alasan ini sangat ngawur, konyol dan sesat sebab Petrus adalah seorang rasul.
1 Clement 44:1 menyatakan bahwa para rasul tidak pernah menduduki jabatan sebagai Bishop. 1 Clement 44:1 jelas memisahkan kedudukan rasul dan bishop.
Rasul adalah mereka yang dipilih langsung atau ditunjuk langsung oleh Tuhan Yesus atau seseorang yang dipilih khusus menjadi rasul oleh Tuhan Yesus sebagai rasulnya, misalnya rasul Paulus.
Kisah Para Rasul 9:15-16
(15) Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. (16) Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."
Sedangkan para bishop atau para penatua ditetapkan oleh rasul atas pilihan jemaat lokal.
1 Timotius 3:1-2
(1) Benarlah perkataan ini: "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah." (2) Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, s**a memberi tumpangan, cakap mengajar orang,
Seorang penilik jemaat, seorang bishop, seorang penatua adalah jabatan yang ditetapkan di dalam jemaat lokal.
Dan di dalam 1 Timotius 3:2-7, rasul Paulus memberikan syarat-syarat seseorang yang bisa menduduki jabatan bishop atau penatua.
Tentu syarat menjadi bishop akan menjadi bumerang bagi rasul Paulus apabila orang mempercayai rasul Paulus tidak pernah menikah, ini sebuah andai-andai saja. Paulus tidak mempunyai istri saat dia melakukan pekerjaan misi mendirikan gereja maka Paulus tidak mempunyai kualifikasi untuk menjadi bishop atau penatua. Paulus juga seorang yang selalu bepergian maka dia tidak mempunyai kualifikasi untuk menjadi bishop atau penatua sebab jabatan bishop atau jabatan penatua adalah tinggal di jemaat lokal dan melayani dengan tetap disitu.
Tetapi dengan mengatakan andai-andai tersebut saya tidak bermaksud mengatakan bahwa seorang rasul adalah seorang bishop. Seorang rasul tidak pernah menjadi seorang bishop atau penatua, ini dua jabatan yang berbeda maka argumen bahwa Petrus adalah bishop pertama gereja Roma langsung gugur.
Penulis surat 1 Clement mengetahui bahwa ada bahaya perselisihan dalam pengangkatan para bishop atau para penatua oleh karena di dalam jemaat tentu ada orang-orang yang tidak terpilih dalam jabatan tersebut.
Di jemaat Korintus sesuai dengan surat 1 Clement terjadi perselisihan jabatan karena ada sekelompok orang yang tiba-tiba mengangkat diri sebagai para bishop dan para penatua lalu mencopot para bishop dan para penatua yang sebelumnya menjabat.
Tentu sangat menggelikan apabila jabatan rasul menjadi jabatan kehormatan di gereja maka ada banyak orang yang akan berkelahi untuk menjadi rasul dan jumlah rasul tetap hanya 12 +1, tidak ada lagi rasul tambahan lain yang bisa mengklaim sebagai rasul yang diangkat Yesus.
Pertanyaan penegasan yang harus kita jawab lagi:
Apakah rasul Petrus adalah bishop pertama di jemaat Roma?
Jawaban tegas adalah: Tidak!
Rasul tidak pernah menjabat sebagai Bishop!
Surat 1 Clement juga membuktikan bahwa gereja Roma tidak pernah mengenal Bishop Utama atau Paus.
Sesuai thesis saya sejak awal, jabatan Paus baru muncul di gereja Roma Katolik atau Papist pada abad ke-5. Masa itu memang ditandai kebangkitan awal gereja Papist, gereja Roma Katolik dengan doktrinnya: Papal Supremacy (Bishop Universal) dan Papal Monarchy (Raja Universal).
Maranatha Blessings,
Pdt.Dr.Wanda Dumais
WA +61 433 535 015
Address
Sydney, NSW
Telephone
Website
Alerts
Be the first to know and let us send you an email when XCellent Sound Doctrine posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.
Contact The Place Of Worship
Send a message to XCellent Sound Doctrine:
Listing takedown request
Tell us why this listing should be removed. Our team will review your request.