18/06/2026
YESUS BUKAN ORANG KRISTEN, YESUS ADALAH RABI FARISI YAHUDI
Oleh: Pdt.Dr.Wanda Dumais
Pertanyaan, diskusi, doa, konseling, pelayanan lanjutan atau ingin berbicara secara langsung dapat menghubungi: WA +61 433 535 015
Yesus adalah orang Yahudi dan beragama Yahudi. Sejak kecil kedua orang tua-Nya, Yusuf dan Maria, memperkenalkan Yesus kepada agama Yahudi dan membawanya untuk mempraktekkan iman Yudaisme.
Lukas 2:39-40
(39) Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. (40) Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.
Yesus taat melakukan semua yang diperintah Torah sejak Dia masih kecil. Yesus taat kepada Torah.
Torah mempunyai dua bagian yaitu:
1. Torah Shebichtav atau Torah Tertulis yang terdiri dari 24 kitab TANAKH
2. Torah Sheba'al Peh atau Oral Torah, Torah Lisan
Torah Lisan ditansmisikan dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi. Maka sebenarnya pada saat Rabi Yesus hidup, Torah Lisan itu sudah ada. Sebenarnya Torah Lisan, tidak boleh ditulis karena memang sesuai namanya itu adalah Torah yang disampaikan dari mulut ke mulut tetapi karena kekuatiran Torah Lisan akan hilang apabila tidak disatukan dalam catatan yang rapi maka diputuskan Torah Lisan tersebut dibukukan.
Kump**an Torah Lisan yang ditulis disebut Mishnah, muncul sebagai buku pada tahun 200 Masehi.
Mishnah terdiri dari Talmud dan Gemara.
Talmud ada dua yaitu Yerusalem Talmud yang muncul di abad ke-4 masehi dan Babilon Talmud yang muncul pada abad ke-5 masehi,
Kemudian ada juga Tosefta yang ditulis pada abad ke-3 dan ke-4 serta Halakhic Midrashim yang muncul pada abad ke-4 dan abad ke-5.
Adat istiadat nenek moyang termasuk pada Torah Lisan
Yesus melakukan Sabat dan datang ke Sinagog pada hari Sabat.
Di masa Yesus hidup, berkembang budaya ini:
1. Menjadi rabi ternama adalah tujuan hidup tertinggi dari laki-laki Yahudi
2. Menjadi murid rabi ternama adalah sebuah kehormatan bagi laki-laki Yahudi
Itu sebabnya pendidikan bagi orang Yahudi sangat penting sekali. Sinagog bukan hanya sebuah tempat ibadah melainkan tempat belajar atau sekolah. Di dalam Sinagog, ada tempat yang disebut sebagai Bet Midrash atau sekolah bagi laki-laki Yahudi. Pendidikan sekolah dasar (Bet Sefer) dan pendidikan sekolah Menengah (Bet Midrash) ada di sekolah ini. Orang Yahudi menempatkan pendidikan sebagai tingkatan yang tertinggi. Mereka menyebutnya ibadah yang paling tinggi adalah belajar. Belajar Torah adalah bentuk penyembahan/ibadah yang paling tinggi.
Saya tertarik untuk mengutip Rabi Judah Ben Tema, dalam M.Avot 5:21 mengenai siklus hidup pria Yahudi:
Ia berkata:
Pada usia 5 tahun, ia harus mempelajari kitab suci.
Pada usia 10 tahun, ia harus mempelajari Mishnah.
Pada usia 13 tahun, ia harus belajar keahlian/memenuhi panggilan hidup.
Pada usia 15 tahun, ia harus belajar Talmud.
Pada usia 18 tahun, ia harus menikah.
Pada usia 20 tahun, ia harus memenuhi panggilan pelayanan.
Pada usia 30 tahun, ia menjadi orang yang mempunyai otoritas.
Pada usia 40 tahun, ia menjadi orang yang bijaksana.
Pada usia 50 tahun, ia menjadi penasehat.
Pada usia 60 tahun, ia menjadi tua-tua/elder.
Pada usia 70 tahun, ia beruban.
Pada usia 80 tahun, ia termasuk mempunyai kekuatan extra
Pada usia 90 tahun, ia berjalan membungkuk.
Pada usia 100 tahun, ia meninggal
Pada usia 5 tahun, Yesus telah menghafal Torah dan ayat-ayat di dalam Tanakh, kitab suci orang Yahudi atau Perjanjian Lama yang dikenal oleh orang Kristen (39 Kitab PL).
Pada usia 10 tahun, Yesus menyelesaikan Mishnah, oral Torah, Torah lisan.
Pada usia 13 tahun, Yesus menyelesaikan pendidikan dasarnya, yaitu sekolah dasar (bet sefer) dan sekolah menengah (bet midrash).
Di dalam Yudaisme, usia 13 tahun ditandai dengan Bar Mitzah - untuk pria, sebuah upacara peralihan dari seorang anak remaja menjadi anak dewasa. Biasanya anak pria Yahudi jaman dahulu, setelah menyelesaikan sekolah, mereka bisa memilih untuk belajar keahlian, bertukang, menjadi nelayan, bertani, craftman - tukang ukir, tukang roti dan sebagainya, lalu mulai bekerja.
Pada jam luangnya ketika pria Yahudi berusia 15 tahun, dia akan berlajar Talmud, exegesis dari Mishnah (gabungan Mishnah dan Gemara).
Usia 18 tahun, pria Yahudi akan menikah. Tetapi pria yang berbakat akan menunda pernikahannya untuk mengikuti seorang Rabi terkenal dan mengikuti kemanapun Rabi tersebut pergi.
Ketika Yesus muncul setelah dibaptis oleh Yohanes pada usia 30 tahun, orang-orang memanggil-Nya dengan sebutan rabi. Panggilan Rabi hanya diberikan kepada orang-orang terpelajar dan terdidik saja. Artinya setelah Yesus menyelesaikan Bet Sefer dan Bet Midrash, maka Yesus meneruskan pendidikannya dengan mengikuti rabi terkenal dan belajar menjadi rabi sampai Dia lulus sebagai rabi dan mulai mencari murid-murid untuk diri-Nya sendiri.
Pada waktu Yesus memulai pelayanan-Nya di usia 30 tahun, Dia bukan telah menerima pendidikan yang biasa seperti yang dialami oleh anak laki-laki Yahudi yaitu menyelesaikan pendidikan Bet Sefer (pendidikan dasar) dan pendidikan Bet Midrash (pendidikan sekolah lanjutan/menengah) tetapi Yesus juga menghabiskan waktu-Nya dengan berguru kepada salah satu rabi hebat di Galilea.
Lukas 3:23
Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,
Yesus memulai pelayanan-Nya di usia 30 tahun, setelah Dia menyelesaikan sekolah rabi.
Itu sebabnya Yesus mempunyai otoritas untuk berbicara dan mengajar di Sinagog dan semua orang menaruh respek pada pengajaran Yesus karena Dia adalah seorang scholar yang dihormati karena kepakaran-Nya.
Lukas 4:14-15
(14) Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. (15) Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.
Bermacam-macam orang mengakui kepakaran Yesus sebagai rabi, diantara mereka adalah:
1. Para ahli Torah
2. Orang Kaya
3. Farisi
4. Saduki
5. dan masyarakat umum
Panggilan rabi bukan ditujukan sebagai panggilan kehormatan tetapi karena orang tersebut memang belajar dan mempunyai kepakaran dalam bidang Torah, tafsir Torah, commentary, hukum Yahudi dan hal-hal etik lainnya.
Setelah Yesus menyelesaikan pendidikan rabi, Yesus mempunyai otoritas dan kesempatan untuk berbicara atau mengajar di Sinagog.
Lukas 4:14-16
(14) Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.
(15) Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.
(16) Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
Yesus memakai jubah dengan selendang doa yang disebut Tallit.
Markus 6:56
Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.
Tallit yang dipakai Yesus, sesuai Torah mempunyai empat sudut jumbai sesuai perintah Torah.
Bilangan 15:38
(38) "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka, turun-temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan.
Tallit atau Blue Tassel adalah pakaian yang diperintahkan Tuhan untuk dipakai oleh orang Israel agar mereka selalu mengingat perintah Tuhan dan mengingat apa Tuhan telah lakukan dengan menebus hidup mereka dari perbudakan di Mesir.
Bilangan 15:39-41
(39) Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN. (40) Maksudnya supaya kamu mengingat dan melakukan segala perintah-Ku dan menjadi kudus bagi Allahmu. (41) Akulah TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya Aku menjadi Allah bagimu; Akulah TUHAN, Allahmu."
Orang Yahudi tidak menyebut nama Tuhan secara langsung karena rasa hormat dan gentar.
Orang Yahudi hanya memanggil nama Tuhan dengan sebutan, "HaShem".
Saya ingin kita melihat contoh dalam kredo orang Yahudi yang selalu diucapkan pagi dan petang yaitu Shema (dibaca Shma):
Shema (Shma) adalah:
Ulangan 6:4-5
(4) Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (5) Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
שְׁמַע יִשְׂרָאֵל יְהוָה אֱלֹהֵינוּ יְהוָה אֶחָד׃
Shema Yisrael Adonai Eloheinu Adonai Echad
Perhatikan kata ke-3 dari pembukaan Shema:
יְהוָה
dan kata ke-5 dari pembukaan Shema
יְהוָה
Seharusnya kata "יְהוָה" tidak dibaca Adonai tetapi dibaca "Yehwah" atau "Yahweh".
Tetapi YHWH atau Yahweh adalah nama diri dari TUHAN. Nama ini terlalu kudus dan terlalu hebat untuk diucapkan. Keluaran 20:7 melarang kita mengucapkan nama tersebut. Maka penyebutan nama Tuhan diganti dengan Adonai atau HaShem. Perintah Torah mengamanatkan seperti itu maka seharusnya kita melakukan seperti itu.
Dalam doa dan berkat setiap hari, kata "Adonai" selalu muncul:
Barukh atah Adonai Eloheinu melekh ha’olam
asher kid’shanu b’mitzvotav v’tzivanu l’hitateif ba’tzitzit.
Ini adalah doa saat orang Yahudi akan membungkus dirinya dengan Tallit atau Tzitzit.
Standard doa dan ucapan berkat setiap hari orang Yahudi selalu dimulai dengan kata-kata ini:
Barukh atah Adonai Eloheinu melech ha’olam
asher kid’shanu b’mitzvotav v’tzivanu (Diberkatilah Engkau yang Tuhan Allah Kami, Penguasa alam semesta yang telah menguduskan kami dengan perintah-perintah (bamitzvotav) dan memerintah kami untuk (vtzivanu)....(bagian berikutnya tinggal ditambahkan untuk keperluan apa).
Yesus juga mengucapkan doa Shma setiap pagi dan petang seperti yang dilakukan oleh orang Yahudi lainnya.
Markus 12:28-33
(28) Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" (29) Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (30) Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. (31) Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." (32) Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. (33) Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
Yesus percaya pada ritual berendam yang disebut sebagai Mikveh. Yesus melakukan Mikveh atau proses yang dikenal sebagai Baptisan Air di dalam agama Kristen.
Matius 3:16
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
Frasa "keluar dari air" menyatakan bahwa Yesus melakukan Mikveh.
Yesus merayakan Passover Seder.
Yohanes 2:13
Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.
Yesus merayakan Shavouth atau Pentakosta dan Sukkot.
Yohanes 7:10
Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam.
Torah memerintahkan setiap laki-laki Yahudi untuk datang ke Bait Allah di Yerusalem dan merayakan Paskah, Shavouth dan Sukkot.
Ulangan 16:16
Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa,
Yesus menyuruh murid-murid-Nya untuk melakukan hal yang sama.
Sebagai rabi Farisi, Yesus mengikuti kebiasaan orang Farisi yaitu Haburah. Dia memanggil 12 murid dengan Dia sebagai Rabi.
Matius 10:1-4
(1) Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. (2) Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, (3) Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, (4) Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.
Maranatha Blessings,
Pdt.Dr.Wanda Dumais
Kontak Pelayanan WA +61 433 535 015