XCellent Sound Doctrine

XCellent Sound Doctrine Page ini berisi pengajaran podcast/audio Sound Doctrine.Bagikan/share agar orang lain dapat belajar kebenaran Sound Doctrine.

Like, follow, comment” page ini bila anda diberkati dengan pengajaran Sound Doctrine.

MENGUBAH APOKRIPHA MENJADI FIRMAN TUHAN DAN MENJADI TUHAN ATAS DIRI SENDIRIApokripha artinya "Tersembunyi". Istilah ini ...
04/06/2026

MENGUBAH APOKRIPHA MENJADI FIRMAN TUHAN DAN MENJADI TUHAN ATAS DIRI SENDIRI

Apokripha artinya "Tersembunyi". Istilah ini pertama kali dipakai oleh Jerome yang menunjuk pada koleksi teks Yunani dan Aramaik, yang muncul di antara waktu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Mengapa dikatakan "Tersembunyi/Apokripha"?

1. Buku-buku atau teks-teks Apokripha tempatnya di antara PL dan PB
2. Buku-Buku Apokripha bukan buku yang diwahyukan Allah - Bukan Alkitab

Pada waktu Jerome menyelesaikan Vulgata, Alkitab terjemahan bahasa Latin, buku-buku Apokripha dimasukkan dalam seksi buku-buku Perjanjian Lama tetapi Jerome membuat catatan khusus bahwa buku-buku Apokripha bukanlah termasuk Kanon Alkitab karena buku-buku Apokripha bukan Alkitab Yudaisme atau bukan Tanakh.

The Council of Trent tahun 1546, Konsili Gereja Katolik Roma menetapkan buku-buku Apokripha sebagai Kanon Alkitab, pertama kali dalam sejarah. Disinilah untuk pertama kali gereja Katolik Roma mengubah kata "Apokripha" menjadi "Deuterocaninal books". Gereja Katolik Roma memang menetapkan diri untuk menjadi Tuhan bagi diri mereka sendiri dengan membuat keputusan buku-buku apa yang harus dijadikan Firman Tuhan untuk gereja mereka.

Sejarah akhirnya mencatat bahwa buku-buku biasa yang TIDAK PERNAH DIMASUKKAN sebagai Kanon Alkitab atau buku-buku biasa yang BUKAN FIRMAN TUHAN akhirnya diputuskan sebagai Firman Tuhan. Apokripha berubah menjadi Deuterokanika dan secara berani Konsili Gereja Katolik Roma mengubah Kanon menjadi BUKAN KANON.

Gereja Roma Katolik mengakui buku-buku Apokripha berikut ini sebagai buku Alkitab atau Firman Tuhan:

1. Tobit
2. Judith
3. Wisdom of Solomon
4. Sifach (Ecclesiasticus)
5. Baruch
6. Maccabees (1 -2)
7. Addition to the books of Esther dan Daniel

Di saat yang sama The Council of Trent menolak buku-buku Apokripha lainnya sebagai Kanon Alkitab.

Secara total ada 14 buku Apokripha:

Buku-buku Apokripha Pseudepigrapha itu adalah:

Tobit
Judith
1 Maccabees
2 Maccabees
3 Maccabees
4 Maccabees
Wisdom of Solomon
Sirach/Ecclesiasticus
Baruch
Tambahan Ester dan Daniel
Prayer of Manasseh
Psalm of Solomon
Letter of Jeremiah
Mazmur 151

Pada saat Jerome menyelesaikan Vulgata, Jerome sebenarnya sudah memberikan klarifikasi mengenai buku-buku Apokripha dalam Prologus Galeatus yaitu:

- Semua buku Apokripha yang tidak termasuk Kanon Perjanjian Lama atau 39 buku PL (24 buku Tanakh) BUKANLAH canonical books.
- Semua buku Apokripha harua dipisahkan dan TIDAK BOLEH digunakan untuk membangun doktrin gereja
- Semua buku Apokripha hanya untuk bahan bacaan jemaat BUKAN sebagai Otoritas Dogma Gereja

Tapi kita tahu bersama regional synods seperti the Council of Rome tahun 382, the Council of Hippo tahun 393, the Council of Carthage tahun 397 akhirnya memasukkan buku-buku Apokripha sebagai list buku gereja Katolik Roma maka sejak tahun-tahun itu Alkitab gereja Katolik Roma sudah ditambahkan 7 buku Apokriha.

Si Cicurut Bodoh Bujang Lapuk Patris Allegro atau Patris Neonub dengan membabi buta mengatakan bahwa Gereja Roma Katolik membaca, menyalin melestarikan Kitab Suci, merumuskan kanon Kitab Suci, membela iman Kitab Suci, dan mati sebagai martir karena Kitab Suci. Padahal yang dilakukan gereja Katolik Roma adalah merusak Wahyu Allah dengan menambahkan buku-buku Apokripha sebagai Alkitab dan mengakui buku-buku Apokripha sebagai otoritas wahyu dan praktek iman orang Katolik Roma.

Sekarang saya akan berikan contoh kerusakan itu:

Kutipan dari Tobit 12:9

For almsgiving saves from death, and it will purge away every sin. Those who perform deeds of charity and of righteousness will have fullness of life;"

"Karena sedekah menyelamatkan dari kematian, dan akan menghapus segala dosa. Orang-orang yang melakukan perbuatan amal dan kebaikan akan memperoleh hidup yang penuh;"

Ini ajaran dari Gereja Katolik Roma yang dipungut dari Apokripha:

"Hanya dengan BERSEDEKAH dosamu akan dihapuskan"

Makanya Gereja Katolik Roma mengajarkan bahwa Keselamatan itu dihasilkan melalui perbuatan-perbuatan baik.

Seluruh Alkitab menentang ajaran Keselamatan datang melalui perbuatan baik manusia. Manusia mana yang penuh dosa bisa selamat hanya dengan berbuat baik?

Keselamatan hanya datang oleh IMAN SAJA - Sola FIDE

Efesus 2:8-9

(8) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, (9) itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Keselamatan itu milik Allah, maka Allah saja yang berhak memberikan kelamatan itu kepada siapa pun melalui Anugerah-Nya. Lewat Anugerah Allah atau Kasih Karunia Allah maka manusia berdosa diberikan Iman untuk percaya kepada-Nya.

Kita baca lagi apa yang dikatakan oleh Apokripha, Kitab Sucinya Gereja Katolik Roma:

Kutipan dari Tobit 14:11

"So now, my children, see what almsgiving accomplishes, and what injustice does—it brings death! But now my breath fails me.’ Then they laid him on his bed, and he died; and he received an honourable funeral."

Maka sekarang, anak-anakku, lihatlah apa yang dihasilkan oleh sedekah dan apa yang dilakukan oleh ketidakadilan—itu mendatangkan kematian! Tetapi sekarang nafasku pun tak mampu lagi kuucapkan.’ Lalu mereka membaringkannya di tempat tidurnya, dan ia meninggal; dan ia mendapat pemakaman yang terhormat.

Sebelumnya Tobit bilang Bersedekah akan menghapus dosa, sekarang Tobit bilang Bersedekah mendatang kematian.

Mana yang benar TOBIT?

Lalu siapa itu TOBIT? Tidak ada Penulis Perjanjian Lama dan Penulis Perjanjian Baru yang mengenal Tobit dan mengutip Tobit. Itu sebabnya Jerome menyebut buku ini Apokripha artinya Tersembunyi/Menyamar. Sama seperti orang Katolik Roma yang selalu asbun di facebook Pdt.Dr.Wanda Dumais dengan memakai nama samaran, foto palsu dan akun facebook palsu.

Kita kutip lagi dari 1 Maccabees 2:52

Was not Abraham found faithful when tested, and it was reckoned to him as righteousness?

Bukankah Abraham didapati setia ketika diuji, dan itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran?

Perhatikan hal ini:

Kitab 1 Makabe 2:52 berusaha mengutip kitab Kejadian supaya terlihat sebagai Wahyu Allah, padahal kutipan ini ngawur dan sesat.

Coba perhatikan Kejadian 15:6

Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

Alkitab sebagai Wahyu Allah menulis bahwa Abraham dianggap benar atau DIBENARKAN oleh Allah karena IMAN bukan seperti kata Apokripha: Abraham DIBENARKAN oleh Allah karena DIUJI.

Ajaran sesat Purgatory Gereja Roma Katolik muncul dari 2 Maccabess 12:41-45

41 Then they all blessed the just judgment of the Lord, who had discovered the things that were hidden.
42 And so betaking themselves to prayers, they besought him, that the sin which had been committed might be forgotten. But the most valiant Judas exhorted the people to keep themselves from sin, forasmuch as they saw before their eyes what had happened, because of the sins of those that were slain.
43 And making a gathering, he sent twelve thousand drachms of silver to Jerusalem for sacrifice to be offered for the sins of the dead, thinking well and religiously concerning the resurrection,
44 (For if he had not hoped that they that were slain should rise again, it would have seemed superfluous and vain to pray for the dead,)
45 And because he considered that they who had fallen asleep with godliness, had great grace laid up for them.

41 Kemudian mereka semua memuji penghakiman Tuhan yang adil, yang telah menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi.
42 Maka mereka berdoa dan memohon kepada-Nya agar dosa yang telah mereka lakukan dilupakan. Tetapi Yudas yang gagah berani menasihati orang-orang untuk menjauhkan diri dari dosa, karena mereka melihat di depan mata mereka apa yang telah terjadi, karena dosa-dosa orang-orang yang telah dibunuh.
43 Dan setelah mengumpulkan uang, ia mengirimkan dua belas ribu drachma perak ke Yerusalem untuk dipersembahkan sebagai kurban penebusan dosa orang mati, dengan mempertimbangkan kebangkitan secara sungguh-sungguh dan penuh iman,
44 (Sebab jika ia tidak berharap bahwa orang-orang yang telah dibunuh akan bangkit kembali, maka berdoa untuk orang mati akan tampak sia-sia dan tidak perlu.)
45 Dan karena ia menganggap bahwa mereka yang telah meninggal dalam kesalehan, mempunyai kasih karunia yang besar yang tersimpan bagi mereka.

Begitulah yang terjadi kepada gereja yang percaya Apokripha. Ajarannya pasti sesat, ngawur dan asbun. Lalu apa yang bisa diharapkan dari gereja semacam itu?

Engkau harus keluar dari sana!

Maranatha Blessings,

Pdt.Dr.Wanda Dumais
WA +61 433 535 015

SEPERTI BIASA CICURUT PATRIS ALLEGRO CUMA MENGELUH SAJAPatris Allegro atau Patris Neonub menulis seperti ini:"Salam untu...
03/06/2026

SEPERTI BIASA CICURUT PATRIS ALLEGRO CUMA MENGELUH SAJA

Patris Allegro atau Patris Neonub menulis seperti ini:
"Salam untuk Wanda Dumais, Fanboy Reformasi dan Penjaga Gerbang “Back to the Bible” versi abad ke-16."

Wanda Dumais:
Basa basi dari Patris untuk saya, di dalamnya ada sinisme dan ketakutan akan isi Alkitab. Saya ingin tahu apakah Patris punya argumen yang berisi ayat-ayat Alkitab atau cuma keluhan-keluhan seperti yang biasa dilakukan Patris.

Patris:
Terima kasih sudah memberi kuliah panjang tentang Sola Scriptura, Minimalist, Maximalist, Sixtus of Siena, Lessius, Suarez, Trent, dan kawan-kawan. Lumayan. Sekilas tampak seperti seminar teologi. Tapi setelah dibaca pelan-pelan, rupanya ini bukan kuliah teologi. Ini lebih mirip drama reformasi: banyak nama Latin, banyak tuduhan, tetapi fondasi logikanya berjalan pincang sambil membawa spanduk “Alkitab saja”.

Wanda:
Patris bilang tulisan saya logikanya pincang. Orang ini memulai Ad-Hominem pertama.

Patris:
Mari kita rapikan, supaya umat tidak mabuk oleh asap retorika.

Wanda:
Patris memulai argumennya retorikanya, saya ingin lihat sampai sejauh mana Patris beretorika.

Patris:
Pertama, Anda berkata bahwa Sola Scriptura menghancurkan “kebanggaan Gereja Katolik”.

Maaf, Om. Yang dihancurkan Sola Scriptura bukan kebanggaan Gereja Katolik, tetapi justru ingatan historis Protestan sendiri. Sebab sebelum Reformasi abad ke-16 datang dengan palu dan poster, Gereja sudah membaca Kitab Suci, menyalin Kitab Suci, melestarikan Kitab Suci, merumuskan kanon Kitab Suci, membela iman Kitab Suci, dan mati sebagai martir karena Kitab Suci.

Wanda:
Sampai hari ini Sola Scriptura terus menghancurkan kepalsuan ajaran gereja Katolik Roma. Perhatikan bagaimana Patris menyandingkan ungkapan Gereja dan Protestan. Ini ciri khas Cicirut Katolik Roma. Dia memakai kata Gereja untuk Katolik Roma, giliran membahas Gereja Protestan si Cicirut hanya menggunakan kata Protestan.

Kalau Gereja Katolik Roma membaca Kitab Suci mengapa muncul Ajaran Sesat Mariologi? Alkitab tidak pernah mengajarkan Systematic Theology Mariology seperti yang dipercaya Gereja Katolik Roma. Ini satu aja saya kutip: Maria diangkat ke sorga itu sumbernya dari mana? Itu yang dihancurkan oleh Sola Scriptura. Cicurut Patris tidak mengerti ajaran Alkitab tetapi berlindung dibalik Gereja Katolik Roma.

Cicurut Patris mengatakan Gereja Katolik Roma yang menyalin Alkitab. Lebih tepatnya Gereja Katolik Roma menterjemahkan Vulgata, Alkitab yang diakui oleh Gereja Katolik Roma sebagai Alkitab yang infallible dengan tambahan 7 buku Apokripha. Katanya Cicurut Patris, Gereja Katolik Roma menyalin Alkitab tapi kok menambahkan dan mengakui 7 buku Apokripha sebagai tambahan wahyu Alkitab? Sola Scriptura menghancurkan itu. Sola Scriptura juga menghancurkan argumen palsu Katolik Roma yang berkata Alkitab Vulgata itu infallible. Masa Alkitab terjemahan disebut Alkitab Infallible lalu diterjemahkan lagi menjadi DRB dan versi lainnya. Sola Scriptura berkata terjemahan Alkitab harus muncul dari teks asli bukan teks terjemahan, itu yang dihancurkan Sola Scriptura dari gereja Katolik Roma.

Cicurut Patris mengatakan Gereja Roma Katolik melestarikan Kitab Suci. Apa yang Gereja Katolik Roma lestarikan? Cicurut, kau mengerti arti kata Lestari? Alkitab tidak boleh ditambah atau dikurangi isinya. Kok bangga sekali dengan kesesatan? Mengubah wahyu Tuhan itu namanya Kesesatan bukan Melestarikan. Cicurut Patris, kau cuma bisa teriak asbun tapi sesat.

Cicurut Patris mengatakan Gereja Katolik Roma merumuskan Kanon Kitab Suci. Apa benar Gereja Katolik Roma merumuskan Kanon Kitab Suci? Gereja Katolik Roma hanya menyontek Kanon Perjanjian Lama dari Septuaginta, terjemahan Alkitab pertama. Lalu apa yang dirumuskan? Si Cicurut hanya mengulang klaim kosong Gereja Katolik Roma.

Septuaginta menterjemahkan 22 Buku Tanakh atau 39 Buku Perjanjian Lama bahasa Ibrani lalu memasukkan buku-buku tambahan yang tidak diterjemahkan karena sudah dalam bahasa Yunani Koine yaitu 12 atau 14 buku Apokripha yaitu:

* Tobit
* Judith
* Wisdom of Solomon
* Sirach (Ecclesiasticus)
* Baruch
* Letter of Jeremiah
* 1 and 2 Maccabees ( 3 and 4 Maccabees)
* 1 and 2 Esdras
* Prayer of Manasseh
* Psalm 151

Gereja Katolik Roma mengambil 7 buku Apokripha dari 14 buku Apokripha di Septuaginta lalu mengklaim kanon Perjanjian Lama. Ini namanya menyontek.

Buku-buku tambahan Apokripha di dalam Alkitab Gereja Katolik Roma - 7 buku:

Tobit
Judith
1 Maccabees
2 Maccabees
Wisdom of Solomon
Sirach/Ecclesiasticus
Baruch

Apakah Gereja Katolik Roma yang merumuskan Kanon Perjanjian Baru? Coba saja baca sejarah Kanon Alkitab Perjanjian Baru.

Kanon Alkitab tidak pernah ditetapkan oleh gereja Katolik Roma artinya sejarah yang ditulis di buku manapun atau informasi yang disampaikan oleh orang Katolik Roma mengenai "The Council of Rome tahun 382", "The Council of Hippo tahun 393" dan "The Council of Carthage tahun 397" mengenai gereja Katolik Roma menetapkan Kanon Alkitab itu tidak benar sama sekali atau ngawur dan asbun. Kanon Alkitab sudah ditetapkan jauh sebelum Konsili-Konsili gereja Katolik Roma berbicara mengenai Kanon Alkitab.

Informasi ini akan membantu kita untuk mengerti mengenai Kanon Alkitab:

"Sejak abad ke-4, orang Kristen sudah mengenal tiga penggolongan literatur agama:

1. Kanon
2. Intermediate
3. Apocryphal

Saya jelaskan begini:

Gereja Kristen mula-mula sudah membedakan apa itu Authoritative Books yang disebut Kanon dan apa itu buku-buku heretics yang meniru/memalsukan buku-buku authoritative asli yang disebut dengan Apocryphal. Lalu kelompok literatur religius yang disebut dengan "intermediate" didefinisikan sebagai kategori tengah yaitu bukan canonical atau bukan apocryphal.

Gilles Dorival berpendapat mengenai Kanon seperti ini:

"The reality of the canon did exist in these ancient Jewish milieus; that is, a list of books understood to be in some sense normative."

"Kenyataannya Kanon sudah ada di masyarakat Yahudi kuno yaitu sebuah daftar buku-buku yang dimengerti dalam konteks normative" (Dorival, Gilles. The Septuagint from Alexandria to Constantinople: Canon, New Testament, hal 5, Church Fathers, Catenae. Oxford: Oxford University Press, 2021.).

Orang pertama yang menggunakan istilah "Kanon" sebagai daftar buku-buku secara ekslusif, maksudnya menunjuk pada daftar buku-buku Alkitab yang berotoritas adalah Athanasius pada tahun 350. Pada waktu itu muncul argument yang mengharuskan Athanasius membedakan buku the Shepherd of Hermas. Saat dia mengutip tulisan dalam the Shepherd of Hermas, Athanasius menyebut bahwa buku tersebut "bukan termasuk dalam Kanon". Disinilah istilah Kanon itu muncul. Athanasius mengatakan dalam Decr. 18.3; "μὴ ὂν ἐκ τοῦ κανόνος/me on ek tou Kanonos" artinya buku the Shepherd of Hermas bukan berasal dari daftar sumber otoritas untuk membahas doktrin atau pengajaran Alkitab. Dalam daftar Kanon Athanasius di Ep. fest. 39.16, 20, 21, Athanasius menyatakan daftar buku-buku Alkitab yang berotoritas sebagai buku yang di-Kanon (bentuk passive participle dari Kanonizo).

Gereja Laodikia menyebut buku-buku Canonical (τὰ κανονικά/ta kanonika) dan buku-buku noncanonical.

Amphilochius menyebut daftar buku pertamanya sebagai "Canon yang paling terpercaya" (Iambi ad Seleucum 318–319).

Kemudian dari Yunani, gereja Latin baru mengadopsi istilah Canon bagi daftar buku-buku rohaninya (Augustine, Doctr. chr. 2.8.13.26).

Origen menyebut begini:

"Mereka yang dari kelompok bersunat tidak memasukkan buku Tobit karena bukan buku ἐνδιαθήκῳ/endiatheko atau bukan encovenanted, bukan buku testamentary, Tobit bukan Alkitab."

Istilah Kanon sebelum dikenal orang, dipakai istilah ἐνδιάθηκος, “encovenanted” atau daftar yang tertutup dan tetap, tidak boleh ditambah atau dikurangi.

Tahun 220, Origen mendaftarkan 22 buku yang disebut encovenanted books seperti yang dipercaya oleh orang Yahudi (Sel. Ps. 1 apud Eusebius, Hist. eccl. 6.25).

Maka tesis yang pasti dan benar adalah:

Kanon Alkitab atau encovenanted books muncul dari orang Yahudi yang menyebut 24 buku Alkitab sebagai Tanakh dan kemudian orang Kristen mengadopsinya menjadi 39 buku Alkitab Perjanjian Lama.

Kanon Perjanjian Lama sudah muncul tahun 430 SM, Alkitab inilah yang dipakai gereja.

Tesis selanjutnya yang muncul adalah:

"Firman Tuhan-lah yang membentuk gereja atau Alkitab menghasilkan gereja bukan gereja menghasilkan Alkitab."

Gereja Katolik Roma bukan penulis Alkitab, bukan pembuat Alkitab, bukan penjaga Alkitab atau bukan penafsir resmi Alkitab.

Alkitab turun langsung dari Tuhan, maksudnya begini:

Tuhan menurunkan Firman-Nya dari sorga kepada Musa dan Musa sebagai seorang Sofer meneruskan Firman Tuhan itu kepada bangsa Israel dan melalui bangsa Israel, muncul Soferim lainnya yang mentransmisikan Firman Tuhan, tokoh yang populer adalah Ezra tetapi selain dia atau Soferim-Soferim lainnya adalah para nabi-nabi, hakim-hakim, raja, para pemimpin lainnya yang Tuhan utus untuk menyampaikan Firman-Nya.

Origen menggunakan istilah "the circumlocution" untuk "scriptures/books/epistle" yang tersirkulasi (pheromenos) di antara gereja yaitu buku-buku tertentu yang gereja terima (Cels. 5.54, 6.21; Comm. Jo. 1.14, 19.152; Ep. Afr. 😎. Maka orang-prang Kristen pada abad ketiga awal sudah sangat mengerti konsep megenai daftar buku yang dipahami dalam pengertian normative dan authoritative atau buku-buku yang mereka sebut "Canonical Books"

Gereja Katolik Roma baru berbicara mengenai penetapan Kanon akhir abad ke-3 sampai abad ke-4 yaitu mulai 382, 393 dan 397, sedangkan gereja mula-mula sudah menggunakan Kanon dan mengenali Kanon Alkitab dengan jelas.

Josephus dalam C. Ap. 1.38 mengatakan ada sebuah konsep yang ekslusif tentang buku-buku yang dikumpulkan di antara orang Yahudi seperti yang dia deskripsikan berisi "hanya 22 buku Alkitab".

Sesudah itu orang Kristen yaitu Melito mulai mendaftarkan buku-buku Perjanjian Lama atau Torah dan nabi-nabi (Extracts Preface apud Eusebius, Hist. eccl. 4.26.12–14). Maka Kanon Alkitab yang paling valid berasal dari Athanasius lalu kemudian informasi ini menyebar di kalangan "bapa-bapa gereja" (Ep. Fest. 39).

Pendapat Athanasius tentang Alkitab:

"These are the fountains of salvation, that he who thirsts may be satisfied with the living words they contain. In these alone the teaching of godliness is proclaimed. Let no one add to these; let nothing be taken away from them. "

"Inilah sumber keselamatan, agar mereka yang haus dapat dipuaskan dengan firman-firman hidup yang terkandung di dalamnya. Hanya melalui sumber-sumber inilah ajaran kesalehan diberitakan. Janganlah ada yang menambahkannya; janganlah ada yang dikurangi darinya."

Dalam 39 Festal Letter tahun 367, Athanasius menerima 22 buku Tanakh atau 39 buku Perjanjian Lama (dia tidak menerima Septuaginta karena itu Alkitab yang tidak jelas) dan Athanasius menerima 27 buku Perjanjian Baru (66 buku Alkitab).

Athanasius mengutip Firman Tuhan dalam,

Ulangan 4:2

Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu.

Ulangan 12:32

Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan.

Apa yang disebut KANON ALKITAB adalah buku-buku Alkitab yang jumlahnya 66 buku, di luar jumlah 66 buku maka itu buku Kanon Alkitab.

Gereja Roma - bukan Gereja Katolik Roma - yang sudah lama berdiri sebelum rasul Paulus menulis surat Roma, mulai mengalami perkembangan pada abad ke-2 akhir dan sepanjang abad ke-3, baru berkonsentrasi pada masalah praktis atau praktek gereja dan bukan masalah teologi. Baru pada tahun 313 Gereja Roma Katolik muncul.

Maka cara melihat Gereja Barat seperti ini:

Kemanapun kita pergi ke Barat (daerah geografis gereja Barat), kita tidak bisa menemukan orang yang punya kemampuan atau skill untuk mengembangkan dan melakukan editing secara independent apa yang disebut sebagai "Western Text", belum ada textual tradition di gereja Barat, bila kita berbicara mengenai teks Alkitab Perjanjian Baru sebab teks Alkitab Perjanjian Baru, baru muncul pada abad ke-2.

Ringkasnya seperti ini:

1. Gereja Barat baru menggeliat pada abad ke-2
2. Teks Alkitab Perjanjian Baru muncul abad ke-2
3. Bagaimana mungkin gereja Barat punya apa yang disebut sebagai Western Text Type?
4. Mungkin lokal text iya yaitu teks Alkitab dalam bahasa lokal/setempat atau bahasa daerah

Jadi argumen Wescott dan Hort tentang text dari Codex Bezae Cantabrigiensis atau Western Text sebagai early text atau teks paling awal Alkitab Perjanjian Baru, sangat tidak masuk akal dan harus ditolak.

Alkitab CT produk dari Wescott dan Hort memggunakan teks utama dari Codex Vaticanus dan gabungan manuscripts lain seperti Codex Bezae Cantabrigiensis.

Perkembangan teks Alkitab Perjanjian Baru di Barat seperti ini:

1. Marcion membawa Alkitab Perjanjian Baru bersamanya ke gereja Roma pada tahun 140 dan ini dikenal sebagai Kanon Marcion
2. Kutipan-kutipan Injil muncul ditemukan dalam tulisan Justin Martyr pada tahun 150
3. Iranaeus menyebutkan istilah Tetraeuaggelion atau 4 Injil yang disatukan pada tahun 180
4. Bahasa Yunani berganti ke bahasa Latin tahun 180
5. Gereja Barat mulai bergerak tahun 180
6. Gereja Roma Katolik berdiri tahun 313
7. Athanasius menyebutkan daftar Kanon 66 buku Alkitab tahun 367

Cicurut Patris beretorika bahwa Gereja Katolik Roma membela iman kitab suci. Patris, kalau kamu membela iman kitab suci, kamu ajarkan ajaran kitab suci dengan tepat dan benar. Sejauh ini aku belum pernah baca kamu menulis exegesis Alkitab. Sumber wahyu kamu aja salah, terus mau mengatakan iman kitab suci. Ajaran Gereja Katolik Roma aja bermasalah, kamu tetap ada disitu. Kapan kamu keluar dari Gereja Roma Katolik dan mulai membela ajaran Alkitab yang benar?

1 Timotius 3:15

Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.

Gereja yang sejati atau gereja Kristus yang hidup adalah penopang atau penyokong ajaran yang sejati atau sound doctrine. Gereja yang sejati dibangun di atas dasar kebenaran yang sejati atau sound doctrine. Maka seharusnya tidak ada konflik di antara gereja rasuli/apostolic church dan pengajaran rasuli/apostolic teaching.

Jadi kita tidak bisa memilih:

Apakah kita memilih mencari Apostolic Church atau kita memilih Apostolic Teaching.

Apabila kita bertemu dengan Apostolic Teaching maka seharusnya itu berada di dalam Apostolic Church dan apabila kita bertemu dengan Apostolic Church maka kita akan mendapati Apostolic Teaching disana.

Apabila kita mendapati kenyataan yang sebaliknya:

Ada gereja yang mengaku Apostolic Church tetapi pengajaran gereja itu tidak Apostolic Teaching maka itu sebenarnya adalah gereja sesat.

Saya tanggapi bagian ini dulu dari komentar Cicurut Patris Allegro terhadap salah satu dari tulisan saya.

Maranatha Blessings,

Pdt.Dr.Wanda Dumais,
Kontak WA +61 433 535 015

GEREJA KATOLIK ROMA BUKAN APOSTOLIC CHURCH!Kalau kita bicara gereja di Roma, bukti historis menunjukkan bahwa tidak ada ...
02/06/2026

GEREJA KATOLIK ROMA BUKAN APOSTOLIC CHURCH!

Kalau kita bicara gereja di Roma, bukti historis menunjukkan bahwa tidak ada uskup monarki di Roma sampai sekitar tahun 140–150. Uskup Monarki yang saya maksudkan adalah MONOEPISCOPAL atau MONARCHICAL EPISCOPATE atau single Bishop atau seorang uskup tunggal yang mengepalai uskup lainnya. Pada waktu itu gereja Romawi diorganisir di bawah sebuah dewan presbiter atau uskup-presbiter.

Maka tesis saya adalah:

"Tidak ada bukti untuk klaim supremasi yurisdiksi oleh Roma pada abad pertama"

Pendapat Geoffrey Barraclough:

"Pada abad-abad awal hingga masa Kaisar Constantine, Uskup Roma sama sekali bukan Paus dan tidak mengklaim posisi Paus"

“Geoffrey Barraclough, The Medieval Papacy, (New York: Harcourt, Brace & World, Inc., 1968), 10."

Para Uskup yang mengklaim prioritas yurisdiksi di luar Roma sendiri terjadi pada akhir abad ke-2 dan awal abad ke-3. Sekitar tahun 190 - 195, Paus Victor mencoba memutuskan persekutuan dengan gereja-gereja saudara mengenai penetapan tanggal perayaan Paskah, tetapi tindakannya hampir tidak berpengaruh. Pada pertengahan abad ke-3, Paus Stephen berselisih dengan Cyprian of Carthage mengenai pembaptisan ulang kaum bidat. Namun, tanggapan Cyprian of Carthage kepada Stephen cukup jelas menunjukkan bahwa ia tidak percaya bahwa Stephen memiliki wewenang yurisdiksi atas Carthage.

Namun, pada periode antara kematian Stephen (tahun 257) naiknya “the bishop of Rome … Pope Gregory the Great pada tahun 590 M, kepausan mengalami perkembangan yang sangat besar. Sebagian besar perkembangan awal ini disebabkan oleh karya Paus Leo I, yang memerintah dari tahun 440–461 M. Pengaruh Leo paling jelas terlihat dalam karyanya yang terkenal, Tome to Flavian, sebuah surat yang sangat berpengaruh di Konsili Chalcedon pada tahun 451. Masa pemerintahannya sangat memperluas rasa hormat dan prestise kepausan di Gereja Barat.

Abad kelima menyaksikan peristiwa dramatis di bagian barat Kekaisaran Romawi. Pada tahun 410 M, Roma jatuh akibat invasi Alaricus Visigoth, dan pada tahun 455 kota itu dijarah tanpa ampun oleh Vandal. Berakhirnya Kekaisaran Romawi di Barat pada tahun 476 M ditandai dengan penggulingan kaisar muda Romulus dan penobatan Odovacer sebagai raja. Setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi di Barat ke tangan para penyerbu barbar, periode peperangan dan kekerasan selama berabad-abad melanda Eropa Barat yang kemudian disebut sebagai “Zaman Kegelapan."

Kejatuhan kekaisaran Romawi di Barat memberi kesempatan kepada Paus Gelasius I (492–496) untuk menancapkan kekuasaannya dan hak prerogatifnya. Disinilah permulaan Gereja Negara berkuasa.

Paus Gelasius I mengirim surat kepada Kaisar Anastasiusia menyatakan bahwa ada dua kekuasaan yang memerintah dunia ini, “otoritas suci para Paus dan kekuasaan kerajaan,” dan kekuasaan para imam lebih besar karena mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka kepada Tuhan bahkan untuk raja-raja. Sejarah kemudian membuktikan bagaimana Gereja Roma Katolik bersama Paus memerintah dunia sejak tahun 590 sampai 1870.

Meskipun Roma telah jatuh, Kekaisaran Romawi sendiri terus berlanjut selama seribu tahun lagi di Timur. Ibu kota Kekaisaran telah dipindahkan ke Konstantinopel pada tahun 330 dan Kekaisaran akan terus berlanjut di Timur hingga kejatuhan kota tersebut pada tahun 1453. Namun, perubahan yang ditimbulkan oleh runtuhnya bagian barat Kekaisaran secara dramatis berdampak pada eklesiologi Gereja Kristen di Timur dan di Barat.”

Saya kembali menulis thesis tentang gereja Katolik Roma:

1. Gereja Katolik Roma berdiri tahun 313
2. Paus mulai muncul dengan kekuasaan Yuridiksi pada abad-3
3. Baru pada tahun 590 kedudukan Paus menjadi benar-benar signifikan sebagai seorang penguasa
4. Gereja Katolik Roma menggantikan kedudukan kekaisaran Romawi mulai muncul tahun 590 - 1870
5. Sistem Episcopal gereja Katolik Roma baru muncul tahun 590
6. Surat 1 Clement yang ditulis oleh jemaat Roma pada tahun 96, memberikan bukti bahwa kepemimpinan gereja Korintus, saat itu setelah 30 tahun rasul Paulus meninggal dunia masih dipimpin oleh para presbyters/para bishops.
7. Surat 1 Clement yang ditulis oleh jemaat Roma pada tahun 96, membuktikan bahwa saat itu gereja Roma dipimpin oleh para bishops.

Di dalam chapter 42 dan 44, surat 1 Clement membahas mengenai masalah kepemimpinan yang terjadi di jemaat Korintus. Pada saat itu di jemaat Korintus sedang terjadi keributan karena beberapa Presbyters dipecat. Surat 1 Clement memberikan nasehat kepada kelompok yang menimbulkan huru-hara di jemaat Korintus agar mereka dan para pengikutnya segera meninggalkan posisi kepemimpinan supaya tidak menimbulkan dualisme dan kekacauan di jemaat Korintus.

Menurut penulis surat 1 Clement:

Kristus telah menetapkan para rasul-Nya dan para rasul-Nya telah menetapkan para pemimpin jemaat dan kemudian para pemimpin jemaat memilih orang yang akan menggantikan mereka. Maka para Presbyters yang dipecat seharusnya orang yang telah ditetapkan Tuhan karena mereka ditetapkan melalui para pemimpin jemaat yang dipilih oleh Tuhan.

Penulis surat 1 Clement mengatakan para Prebyters yang dipecat di Korintus adalah mereka yang sudah melayani dengan kerendahan hati, tidak bercacat cela, lemah lembut dan tidak mementingkan diri sendiri maka mereka sudah seharusnya dikembalikan kepada jabatannya semula.

Salah satu pengajaran gereja Katolik yang sulit dipertahankan adalah ini:

"Para Bishop gereja Katolik adalah successors/penerus dari para rasul sebagai sebuah institusi ilahi"

Gereja Katolik sering mengatakan bahwa gereja mereka adalah sejalan dengan apostolic succession/penerus apostolik....yaitu garis yang tidak terputus dari ordinasi episcopal dari Kristus lewat rasul-rasul melalui abad-abad sampai kepada pada Bishop Katolik hari ini"

Dengan percaya diri sekali gereja Katolik mengatakan bahwa bishop mereka tidak pernah terputus dari garis apostolic succession.

Pernyataan gereja Katolik perlu diklarifikasi lebih lanjut.

Mengatakan bahwa "gereja Katolik adalah sejalan dengan apostolic succession/penerus apostolik yaitu garis yang tidak terputus dari ordinasi episcopal dari Kristus lewat rasul-rasul" memberi kesimpulan bahwa Kristus mengordinasi para rasul menjadi para bishop dan kemudian para bishop ini mengordinasi seorang bishop untuk setiap gereja yang mereka dirikan, sehingga saat para rasul ini meninggal dunia, setiap gereja Kristen dipimpin oleh seorang bishop sebagai successor dari seorang rasul.

Padahal sistem MONOEPISCOPAL atau MONARCHICAL EPISCOPATE atau single Bishop gereja Katolik Roma baru muncul tahun 590. Gereja Katolik Roma bukan Apostolic Church!

Apakah para rasul mengordinasi seorang bishop untuk gereja yang mereka dirikan?

Filipi 1:1

Dari Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken.

Paulus memberi salam kepada Episkopoi dan Diakonoi di jemaat Filipi.

Terminologi Episkopoi dan Diakonoi artinya Penilik Jemaat dan Pelayan, yang kemudian hari pemakaian artinya berubah menjadi Para Bishop dan Para Diakonos/Diaken.

Kisah Para Rasul 20:17

Karena itu ia menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus.

Lukas menyebut para Penatua sebagai para Persbyters atau Episkopoi.

Kisah Para Rasul 20:28

Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

Paulus menyebut para Penilik Jemaat/Episkopoi sebagai orang-orang yang diordinasi oleh Roh Kudus.

Bukti-bukti dari Perjanjian Baru menunjukkan bahwa local leader atau para pemimpin gereja lokal di gereja Perjanjian Baru adalah "Para Bishop" atau Episkopoi bukan seorang Bishop atau Episkopos.

Gereja Perjanjian Baru TIDAK menganut sistem kepemimpinan MONOEPISCOPAL atau MONARCHICAL EPISCOPATE atau single Bishop.

Sistem kepemimpinan gereja Katolik justru menganut sistem Paus yaitu Monarchical Episcopate, dimana Paus adalah pemimpin seluruh gereja Katolik dan raja di gereja Katolik.

Gereja Katolik Roma bukan Apostolic Church!

Maranatha Blessings,

Pdt.Dr.Wanda Dumais
Kontak WA +61 433 535 015

Address

Sydney, NSW

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when XCellent Sound Doctrine posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to XCellent Sound Doctrine:

Share