04/06/2026
MENGUBAH APOKRIPHA MENJADI FIRMAN TUHAN DAN MENJADI TUHAN ATAS DIRI SENDIRI
Apokripha artinya "Tersembunyi". Istilah ini pertama kali dipakai oleh Jerome yang menunjuk pada koleksi teks Yunani dan Aramaik, yang muncul di antara waktu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Mengapa dikatakan "Tersembunyi/Apokripha"?
1. Buku-buku atau teks-teks Apokripha tempatnya di antara PL dan PB
2. Buku-Buku Apokripha bukan buku yang diwahyukan Allah - Bukan Alkitab
Pada waktu Jerome menyelesaikan Vulgata, Alkitab terjemahan bahasa Latin, buku-buku Apokripha dimasukkan dalam seksi buku-buku Perjanjian Lama tetapi Jerome membuat catatan khusus bahwa buku-buku Apokripha bukanlah termasuk Kanon Alkitab karena buku-buku Apokripha bukan Alkitab Yudaisme atau bukan Tanakh.
The Council of Trent tahun 1546, Konsili Gereja Katolik Roma menetapkan buku-buku Apokripha sebagai Kanon Alkitab, pertama kali dalam sejarah. Disinilah untuk pertama kali gereja Katolik Roma mengubah kata "Apokripha" menjadi "Deuterocaninal books". Gereja Katolik Roma memang menetapkan diri untuk menjadi Tuhan bagi diri mereka sendiri dengan membuat keputusan buku-buku apa yang harus dijadikan Firman Tuhan untuk gereja mereka.
Sejarah akhirnya mencatat bahwa buku-buku biasa yang TIDAK PERNAH DIMASUKKAN sebagai Kanon Alkitab atau buku-buku biasa yang BUKAN FIRMAN TUHAN akhirnya diputuskan sebagai Firman Tuhan. Apokripha berubah menjadi Deuterokanika dan secara berani Konsili Gereja Katolik Roma mengubah Kanon menjadi BUKAN KANON.
Gereja Roma Katolik mengakui buku-buku Apokripha berikut ini sebagai buku Alkitab atau Firman Tuhan:
1. Tobit
2. Judith
3. Wisdom of Solomon
4. Sifach (Ecclesiasticus)
5. Baruch
6. Maccabees (1 -2)
7. Addition to the books of Esther dan Daniel
Di saat yang sama The Council of Trent menolak buku-buku Apokripha lainnya sebagai Kanon Alkitab.
Secara total ada 14 buku Apokripha:
Buku-buku Apokripha Pseudepigrapha itu adalah:
Tobit
Judith
1 Maccabees
2 Maccabees
3 Maccabees
4 Maccabees
Wisdom of Solomon
Sirach/Ecclesiasticus
Baruch
Tambahan Ester dan Daniel
Prayer of Manasseh
Psalm of Solomon
Letter of Jeremiah
Mazmur 151
Pada saat Jerome menyelesaikan Vulgata, Jerome sebenarnya sudah memberikan klarifikasi mengenai buku-buku Apokripha dalam Prologus Galeatus yaitu:
- Semua buku Apokripha yang tidak termasuk Kanon Perjanjian Lama atau 39 buku PL (24 buku Tanakh) BUKANLAH canonical books.
- Semua buku Apokripha harua dipisahkan dan TIDAK BOLEH digunakan untuk membangun doktrin gereja
- Semua buku Apokripha hanya untuk bahan bacaan jemaat BUKAN sebagai Otoritas Dogma Gereja
Tapi kita tahu bersama regional synods seperti the Council of Rome tahun 382, the Council of Hippo tahun 393, the Council of Carthage tahun 397 akhirnya memasukkan buku-buku Apokripha sebagai list buku gereja Katolik Roma maka sejak tahun-tahun itu Alkitab gereja Katolik Roma sudah ditambahkan 7 buku Apokriha.
Si Cicurut Bodoh Bujang Lapuk Patris Allegro atau Patris Neonub dengan membabi buta mengatakan bahwa Gereja Roma Katolik membaca, menyalin melestarikan Kitab Suci, merumuskan kanon Kitab Suci, membela iman Kitab Suci, dan mati sebagai martir karena Kitab Suci. Padahal yang dilakukan gereja Katolik Roma adalah merusak Wahyu Allah dengan menambahkan buku-buku Apokripha sebagai Alkitab dan mengakui buku-buku Apokripha sebagai otoritas wahyu dan praktek iman orang Katolik Roma.
Sekarang saya akan berikan contoh kerusakan itu:
Kutipan dari Tobit 12:9
For almsgiving saves from death, and it will purge away every sin. Those who perform deeds of charity and of righteousness will have fullness of life;"
"Karena sedekah menyelamatkan dari kematian, dan akan menghapus segala dosa. Orang-orang yang melakukan perbuatan amal dan kebaikan akan memperoleh hidup yang penuh;"
Ini ajaran dari Gereja Katolik Roma yang dipungut dari Apokripha:
"Hanya dengan BERSEDEKAH dosamu akan dihapuskan"
Makanya Gereja Katolik Roma mengajarkan bahwa Keselamatan itu dihasilkan melalui perbuatan-perbuatan baik.
Seluruh Alkitab menentang ajaran Keselamatan datang melalui perbuatan baik manusia. Manusia mana yang penuh dosa bisa selamat hanya dengan berbuat baik?
Keselamatan hanya datang oleh IMAN SAJA - Sola FIDE
Efesus 2:8-9
(8) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, (9) itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
Keselamatan itu milik Allah, maka Allah saja yang berhak memberikan kelamatan itu kepada siapa pun melalui Anugerah-Nya. Lewat Anugerah Allah atau Kasih Karunia Allah maka manusia berdosa diberikan Iman untuk percaya kepada-Nya.
Kita baca lagi apa yang dikatakan oleh Apokripha, Kitab Sucinya Gereja Katolik Roma:
Kutipan dari Tobit 14:11
"So now, my children, see what almsgiving accomplishes, and what injustice does—it brings death! But now my breath fails me.’ Then they laid him on his bed, and he died; and he received an honourable funeral."
Maka sekarang, anak-anakku, lihatlah apa yang dihasilkan oleh sedekah dan apa yang dilakukan oleh ketidakadilan—itu mendatangkan kematian! Tetapi sekarang nafasku pun tak mampu lagi kuucapkan.’ Lalu mereka membaringkannya di tempat tidurnya, dan ia meninggal; dan ia mendapat pemakaman yang terhormat.
Sebelumnya Tobit bilang Bersedekah akan menghapus dosa, sekarang Tobit bilang Bersedekah mendatang kematian.
Mana yang benar TOBIT?
Lalu siapa itu TOBIT? Tidak ada Penulis Perjanjian Lama dan Penulis Perjanjian Baru yang mengenal Tobit dan mengutip Tobit. Itu sebabnya Jerome menyebut buku ini Apokripha artinya Tersembunyi/Menyamar. Sama seperti orang Katolik Roma yang selalu asbun di facebook Pdt.Dr.Wanda Dumais dengan memakai nama samaran, foto palsu dan akun facebook palsu.
Kita kutip lagi dari 1 Maccabees 2:52
Was not Abraham found faithful when tested, and it was reckoned to him as righteousness?
Bukankah Abraham didapati setia ketika diuji, dan itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran?
Perhatikan hal ini:
Kitab 1 Makabe 2:52 berusaha mengutip kitab Kejadian supaya terlihat sebagai Wahyu Allah, padahal kutipan ini ngawur dan sesat.
Coba perhatikan Kejadian 15:6
Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
Alkitab sebagai Wahyu Allah menulis bahwa Abraham dianggap benar atau DIBENARKAN oleh Allah karena IMAN bukan seperti kata Apokripha: Abraham DIBENARKAN oleh Allah karena DIUJI.
Ajaran sesat Purgatory Gereja Roma Katolik muncul dari 2 Maccabess 12:41-45
41 Then they all blessed the just judgment of the Lord, who had discovered the things that were hidden.
42 And so betaking themselves to prayers, they besought him, that the sin which had been committed might be forgotten. But the most valiant Judas exhorted the people to keep themselves from sin, forasmuch as they saw before their eyes what had happened, because of the sins of those that were slain.
43 And making a gathering, he sent twelve thousand drachms of silver to Jerusalem for sacrifice to be offered for the sins of the dead, thinking well and religiously concerning the resurrection,
44 (For if he had not hoped that they that were slain should rise again, it would have seemed superfluous and vain to pray for the dead,)
45 And because he considered that they who had fallen asleep with godliness, had great grace laid up for them.
41 Kemudian mereka semua memuji penghakiman Tuhan yang adil, yang telah menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi.
42 Maka mereka berdoa dan memohon kepada-Nya agar dosa yang telah mereka lakukan dilupakan. Tetapi Yudas yang gagah berani menasihati orang-orang untuk menjauhkan diri dari dosa, karena mereka melihat di depan mata mereka apa yang telah terjadi, karena dosa-dosa orang-orang yang telah dibunuh.
43 Dan setelah mengumpulkan uang, ia mengirimkan dua belas ribu drachma perak ke Yerusalem untuk dipersembahkan sebagai kurban penebusan dosa orang mati, dengan mempertimbangkan kebangkitan secara sungguh-sungguh dan penuh iman,
44 (Sebab jika ia tidak berharap bahwa orang-orang yang telah dibunuh akan bangkit kembali, maka berdoa untuk orang mati akan tampak sia-sia dan tidak perlu.)
45 Dan karena ia menganggap bahwa mereka yang telah meninggal dalam kesalehan, mempunyai kasih karunia yang besar yang tersimpan bagi mereka.
Begitulah yang terjadi kepada gereja yang percaya Apokripha. Ajarannya pasti sesat, ngawur dan asbun. Lalu apa yang bisa diharapkan dari gereja semacam itu?
Engkau harus keluar dari sana!
Maranatha Blessings,
Pdt.Dr.Wanda Dumais
WA +61 433 535 015