01/09/2026
Ketika Tuhan Yesus berfirman, _“Apa gunanya orang beroleh segenap dunia kalau jiwanya binasa?”_ sebenarnya kalimat itu juga bisa berarti, “Apa gunanya kamu menikmati kesenangan sesaat, namun setelah itu kamu tidak memiliki kebahagiaan selamanya?” Tuhan tidak mau kita seperti Esau yang sesaat menikmati semangkok makanan, tetapi kehilangan hak kesulungannya. Kehilangan jiwa berarti tidak memiliki keselamatan, terpisah dari Allah selama-slamanya. Tuhan sangat mengasihi kita, seperti yang dikatakan dalam 2 Petrus 3:9-10, “Tuhan tidak menginginkan seorang pun binasa.” Tuhan menghendaki kita menikmati kekekalan yang indah, maka Yesus mati di kayu salib. Namun, apakah akhirnya seseorang bersama dengan Tuhan atau tidak, hal itu tergantung setiap individu dalam merespons kebaikan dan kemurahan Tuhan.