06/05/2017
IMAN & PERKENANAN TUHAN
======================
BACAAN FIRMAN:
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. (Ibrani 11:6 - TB)
Di dalam terjemahan bahasa Inggris (NASB): And without faith it is impossible to please Him, for he who comes to God must believe that He is and that He is a rewarder of those who seek Him. (Hebrew 11:6)
Ada tiga hal yang dapat menjadi renungan bagi kita dari Ibrani 11:6, yaitu:
***
RENUNGAN #1
Hanya dengan iman maka Tuhan akan berkenan kepada kita. Di dalam bahasa Inggris: … “without faith it is impossible to please Him”.
Pertanyaan:
Iman yang seperti apa yang berkenan bagi Tuhan? Untuk iman itu menjadi efektif (ada kuasa), kepada siapa iman itu ditaruh?
Renungan:
Iman yang berkenan adalah iman yang percaya kepada Yesus Kristus dan karya-Nya di kayu salib yang membuka jalan bagi kita untuk bersekutu dengan Tuhan dan membuat kita dapat melihat kemuliaan Dia dan kebenaran Firman-Nya yang menyatakan kehendak Tuhan agar kita dipulihkan, diberkati, dan kembali ke gambar dan rupa-Nya.
Karya Yesus di kayu salib adalah sempurna untuk menjadikan kita layak sebagai anak-anak Tuhan. Tuhan berkenan kepada kita bukan karena perbuatan baik kita karena kita semua berdosa (Roma 3:23, Roma 14:23), tetapi karena kita percaya bahwa Yesus menebus dosa kita dan menjadikan kita anak-anak Tuhan.
Yang terjadi di dalam orang-orang Kristen Ibrani saat itu adalah mereka dibingungkan oleh ajaran dan tradisi Yahudi yang membuat mereka memiliki pengertian bahwa harus tetap menambah dan melakukan banyak hal (ritual) agar Tuhan berkenan padahal Yesus sudah menggenapi semuanya yang tercantum di hukum taurat.
Yesus sudah bayar lunas semuanya, tidak ada yang kita bisa bayar lagi untuk sesuatu yang sudah lunas.
Perbuatan “baik” manusia tidak dapat menjamin keselamatan karena kita bukan sosok sempurna dan tidak berdosa. Perbuatan “baik” tidak dapat menambah atau pun mengurangi kasih Tuhan kepada kita, karena waktu kita masih berdosa dan tidak mengerti kasih Tuhan, Bapa sudah mengasihi kita begitu besar dengan mengirimkan Anak-Nya yang tunggal dan barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup kekal (Yohanes 3:16).
Perbuatan baik bukan syarat untuk mendapatkan perkenanan dari Tuhan karena hanya iman kepada Tuhan Yesus yang bisa membuat-Nya berkenan; maka dari itu perbuatan baik adalah buah dari perkenanan Tuhan yang kita terima sehingga kita menjadi saluran berkat dari-Nya bagi orang lain.
***
RENUNGAN #2
Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada. Di dalam bahasa Inggris: … “for he who comes to God must believe that He is”
Pertanyaan:
Apa yang dimaksud harus percaya bahwa Tuhan ada (… must believe that He is)? Apa pengertian kita saat ini tentang Tuhan? Adakah pengertian kita yang salah justru menghalangi kita untuk datang kepada Dia?
Renungan:
Orang-orang Kristen Ibrani percaya kepada Tuhan, tetapi memiliki pengertian tentang Tuhan yang membuat mereka ragu apakah Tuhan mau berkenan kepada mereka pada saat mereka datang kepada-Nya.
Begitu p**a dengan banyak orang yang mengaku Kristen yang tidak yakin bahwa Tuhan ADA dan Dia SANGGUP. Apabila kita ragu atau masih mereka-reka apakah Tuhan sanggup melakukan apa yang Dia janjikan melalui Firman Dia, mengapa kita datang kepada Dia?
Apakah perbuatan kita datang ke gereja, baca Firman-Nya setiap hari atau pun berdoa hanyalah kegiatan rutin yang lazim bagi orang Kristen, atau kita melakukan itu karena kita tahu PASTI bahwa Tuhan SANGGUP dan bisa DIANDALKAN.
Tuhan kita nyata ADA, dan Dia SANGGUP. Bukan hanya itu Dia selalu SETIA. Kita sekarang hidup di dalam perjanjian baru (new covenant), penggenapan hukum taurat lunas dibayar dengan darah Yesus, segala kutuk telah dipatahkan. Maukah kita percaya kita bahwa penyakit, kesengsaraan, dan penghukuman atas dosa pelanggaran kita telah ditanggung Yesus (Yesaya 53:4-6)? Maukah kita percaya kesembuhan sudah diberikan Tuhan melalui karya Yesus di kayu salib (dengan bilur-Nya kita TELAH disembuhkan 1 Petrus 2:24)?
Percayalah GOSPEL adalah kabar baik. Di dalam kabar baik tidak ada kabar buruk. GOSPEL adalah kekuatan Tuhan (power of God) yang menyelamatkan kita, dan di dalam GOSPEL kebenaran Tuhan (righteousness of God) dinyatakan. GOSPEL bukanlah kekuatan manusia (power of man) yang menyelamatkan dan bukanlah kebenaran manusia (righteousness of man) yang dinyatakan. Lihat Roma 1:16-17. GOSPEL membawa sukacita!
Maka dari itu iman yang benar adalah iman percaya Yesus adalah Kristus sesungguhnya, yang percaya bahwa Ia akan melakukan apa yang Ia sudah janjikan melalui Firman-Nya, dan percaya Ia setia dan bisa diandalkan untuk janji-nya terjadi di dalam hidup kita.
Mari cari terus GOSPEL di dalam Alkitab (dari Kejadian sampai Wahyu) karena iman datang dari pendengaran akan Kristus (Roma 10:17), dan orang benar hidup oleh iman (Roma 1:17). Membaca Alkitab adalah menerima permata injil (GOSPEL gems); bukan usaha kita mematuhi aturan atau persyaratan atau untuk menjadi saleh (bhs inggris: pious). Roh Kudus akan bekerja membukakan kebenaran Tuhan dan menjadikan kita mampu menghidupi kebenaran itu dalam kehidupan sekarang.
***
RENUNGAN #3
dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Di dalam bahasa Inggris: … “and that He is a rewarder of those who seek Him.”
Pertanyaan:
Apa yang dimaksud dengan Tuhan memberi upah bagi yang mencari Dia? Apakah Tuhan selalu mau memberi?
Renungan:
Kehendak Bapa adalah memberi hal yang baik bagi anak-anak Tuhan. Terlebih sekarang adalah zaman perjanjian baru yang di mana segala kutuk telah dipatahkan oleh karya Yesus di kayu salib. It’s finished!
Tetapi mengapa masih ada pikiran bahwa kesusahan atau penyakit bisa datang atau pemberian dari Tuhan? adakah keyakinan di dalam diri kita bahwa Tuhan tidak akan memberikan kutuk atau penghukuman bagi mereka yang mau datang kepada-Nya?
Kita sekarang dapat memiliki keyakinan itu karena Tuhan adalah KASIH dan bahwasannya Tuhan adalah BAIK. Karakter Tuhan adalah selalu memberkati atau memberi (bhs. Inggris: rewards - present tense, implikasi: selalu), maka dari itu apa pun yang diberi dari Tuhan adalah selalu baik. Haleluya!
Bukan hanya sekarang kita adalah umat yang sudah diselamatkan, tetapi juga datang kepada Dia yaitu persekutan bersama Yesus, kita pasti selalu diberkati! Inilah KELIMPAHAN (abundance) hidup oleh iman di dalam Kristus!
Kita dipanggil oleh Tuhan yang setia untuk bersekutu dengan Anak-Nya Yesus Kristus (1 Korintus 1:9). Mari datang penuhi panggilan itu. Kita tidak akan pernah dirugikan karena Dia adalah Tuhan yang selalu mau memberkati!
***
PENUTUP
Persekutuan dengan Tuhan adalah indah. Mari datang kepada-Nya.
Roh Kudus akan membukakan kebenaran Tuhan melalui Firman-Nya, dan oleh iman di dalam karya Yesus maka kita hidup dalam kelimpahan-Nya. Dengan darah Yesus kita sekarang dapat datang kepada Bapa, dengan darah Yesus segala kutuk dan ikatan dipatahkan, dengan darah Yesus kita diampuni dan dilayakkan.
Mari memiliki iman percaya Yesus adalah Kristus sesungguhnya, yang percaya bahwa Ia akan melakukan apa yang Ia sudah janjikan melalui Firman-Nya, dan percaya Ia setia dan bisa diandalkan untuk janji-Nya terjadi di dalam hidup kita.
Haleluya!