25/05/2026
FAITHFUL OBEDIENCE
Yosua 10:28-43
Kebaktian Minggu, 24 Mei 2026
Pdt. Paulus Surya
INTI BERITA
Jika Tuhan berperang bagi kita, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak taat kepada-Nya.
If God fights for us, then we have no reason not to obey Him.
Ketaatan seperti apa yang Tuhan kehendaki?
What kind of obedience does God desire?
1. Ketaatan yang sepenuh hati. (ay. 28–40)
Wholehearted Obedience.
- Sedikitnya enam kali dicatat: “ditumpasnya dengan mata pedang… tidak dibiarkannya seorang pun lolos” (ayat 28,30,33,37,39,40). Ini menunjukkan Israel melakukan dengan sepenuh hati apa yang Tuhan perintahkan
2. Ketaatan yang terus-menerus. (ay. 28–40)
Consistent obedience.
- Demikianlah Yosua mengalahkan seluruh negeri itu, Pegunungan, Tanah Negeb, Daerah Bukit dan Lereng Gunung, beserta semua raja mereka. Tidak seorang pun yang dibiarkannya lolos, tetapi ditumpasnya semua yang bernafas, seperti yang diperintahkan TUHAN, Allah Israel. (ayat 40)
And Joshua struck all the land, the hill country and the Negeb and the lowland and the slopes, and all their kings. He left none remaining, but devoted to destruction all that breathed, just as the LORD God of Israel commanded. (ESV)
3. Ketaatan yang bersandar pada Tuhan sebagai sumber kemenangan (ay. 41–43)
Obedience that depends on God as the source of victory.
- Semua raja ini dan negeri mereka telah dikalahkan Yosua sekaligus, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN, Allah Israel. (ayat 42)
And Joshua captured all these kings and their land at one time, because the LORD God of Israel fought for Israel. (ESV)
Gospel Reflection & Application
1. Area apa dalam hidup orang kristen yang sering masih kita kompromikan di hadapan Tuhan?
2. Hal apa saja yang membantu Anda dalam menjalani hidup taat yang bukan hanya sesaat tapi terus-menerus?
3. Seperti apa hidup mengandalkan Tuhan secara Gospel-Centered itu? Sharingkan pendapat dan pengalaman Anda.