02/19/2021
Hello.....teman-teman dalam Dhamma! Sotthi Hotu 🙏
Yayasan Satipaṭṭhāna Indonesia mengajak teman-teman untuk bergabung dalam acara perdana dari
“YASATI YOUTH” 👈🏻
Sebuah wadah yang terbuka untuk muda-mudi belajar Dhamma dengan cara yang lebih menyenangkan sekaligus mempraktikkannya sejak usia muda.
YASATI YOUTH menghadirkan sosok muda yang inspiratif, seorang Samana muda Indonesia yang saat ini sedang berada di negara Buddhist Myanmar.
Live Q & A dari Myanmar: “How Does Buddhism Inspire You?”
Menarik kan, teman-teman?
Dicatat ya gaez detik acaranya:
🕒 : Minggu, 21 Febuari 2021 , 15.00-17.00 WIB
🗣: Bhante Visuddhacara
📱: ZOOM MEETING
https://us02web.zoom.us/j/85157914535?pwd=QTR6c1J5MWQ1SzlZWFlGdjB1TXNPdz09
Meeting ID: 851 5791 4535
Passcode: SATI2021
Youtube :
Yayasan Satipatthana Indonesia
https://youtu.be/oEvEopevwmE
WA : +62 877 2020 9100
Biografi Bhante Visuddhacara:
Bhante Visuddhacara lahir di Malang pada tahun 2000, dengan nama Brandon Prasetio Chang. Sejak kecil, Bhante sudah terpikat dengan Dhamma. Sang Mama mengundang guru agama Buddha ke rumah untuk mengajarkan Dhamma kepada Brandon kecil secara intensif. Dari sinilah perjalanan Bhante mengenal Dhamma dimulai.
Pada Juni 2010, untuk pertama kalinya Brandon mengikuti Pabbajja Samanera di Serang. Lalu pada Juni 2011, Brandon mengikuti “Buddhist Culture” di Bakom yang diselenggarakan oleh Yasati. Pulang dari Yasati-Bakom, Brandon dengan semangatnya untuk belajar Dhamma, langsung melanjutkan masuk kembali mengikuti Pabbajja Samanera di Serang. Kegiatan Pabbajja Samanera di Serang selesai, Samanera Brandon enggan untuk melepaskan jubah Samaneranya. Dari Serang, Samanera Brandon lalu pergi ke Ngandat dengan tetap menjadi samanera. Sampai dengan hari ulang tahun Bhante Khanti, barulah dengan terpaksa merelakan jubah samaneranya karena esok harinya Brandon harus masuk sekolah kembali.
Sejak megikuti kegiatan Pabbaja Samanera, Brandon dengan Viriya dan Saddhanya yang begitu kuat, selalu memohon kepada orang tuanya agar diijinkan kembali memakai jubah untuk selamanya.
Singkat cerita, setelah lulus SD, pada 4 July 2012 Brandon dengan diantar keluarga dan guru-guru Dhammanya berangkat ke Myanmar. Pada 8 Juli 2012 Brandon ditahbiskan menjadi Samanera di Chanmyay Myaing Pariyatti Center, Hmawbi-Yangon, Myanmar, dengan nama Shin Visuddhacara.
Sejak 1 Mei 2013, Shin/Samanera Visuddhacara mulai mengikuti pelajaran Samanekyaw di Mya Set Kyar, Sagaing. Pelajaran yang diperoleh mencakup Vinaya, Anguttara Nikaya, Dhammapada (Pali dan Atthakatha), Abhidhammatthasangaha, dan Padarupasiddhi.
Pada 2017, Shin/Samanera Visuddhacara lulus Tharmanekyaw dan mendapat gelar Alankara, menjadi satu-satunya dalam sejarah sebagai Samanera “foreigner” yang berhasil lulus di Myanmar.
Pada Januari 2020, Shin Visuddhacara ditahbiskan oleh Chamyay Sayadaw menjadi Bhikkhu dengan nama Ashin Visudhhacara. Saat ini Ashin atau Bhante sedang melanjutkan program Dhammacariya tahun ke-3.