01/10/2019
BUNDA MARIA DALAM PERSPEKTIF ORANG BUKAN KATOLIK
Ike Kusumastuti wrote:
Teman-teman,
Ini ada tulisan yg menarik tentang Maria. Tulisan ini menjadi menarik karena yang menulisnya bukan orang Katolik. Ide dalam tulisan ini sebenarnya teman-teman semua sudah sering dengar dari komentar para pastor, suster atau teman semua sudah baca dari buku-buku tentang Maria dalam versi teologi Katolik.
Saya menampilkan tulisan ini seluruhnya asli, sesuai dengan yang ditulis oleh Ucup itu nama yang Jusuf Randy pakai dalam artikel selanjutnya. Selamat membaca.....
NYEMBAH MARIA?
oleh Jusuf Randy
Hari ini adalah hari Wanita Internasional, maka dari itu mang Ucup ingin membahas ulang mengenai peran Maria di dalam Gereja, terutama di dalam Gereja Katolik. Apakah benar peran Maria lebih menonjol dan jauh lebih hebat dan jauh lebih ditinggikan daripada peran Yesus-Nya sendiri ? Bukankah dengan demikian kita bisa menilai bahwa umat Katolik itu sebenarnya penyembah Bunda Maria?
Kagak percaya, lihat saja buktinya. Kalau kita melihat gambar maupun patung Bunda Maria & Tuhan Yesus, pasti Bunda Maria ditampilkan jauh lebih besar dan lebih menonjol daripada Yesus-nya sendiri. Pada umumnya dalam gambar atau patung tersebut Yesus selalu hanya digambarkan sebagai seorang bayi kecil yang lemah dan yang harus selalu berada di dalam pangkuannya Bunda Maria. Tetapi perlu diketahui bahwa presepsi ini tidaklah benar, mereka menilai demikian sebab mereka sendiri tidak mengetahui arti yg sebenarnya.
Gambar Maria menggendong Yesus sebenarnya memberikan arti yang luas dan dalam. Disitu Gereja Katolik ingin memperlihatkan kewajiban dan pola dasar dari Gereja ialah mengemban Firman Allah.
Maria dilambangkan sebagai Gereja sedangkan Firman dilambangkan sebagai bayi Yesus. oleh sebab itulah Yesus digambarkan selalu berada dalam pelukannya Bunda Maria, yang berarti Sang Firman harus selalu berada dalam pelukan Gereja dan ini tidak boleh dilepas dengan alasan apapun juga. Sebab Firman itu adalah pola dasar dari kepercayaan Gereja Katolik. Kalau Firman teresebut dipegang teguh dengan baik, maka Gereja tidak akan mempunyai masalah. Tetapi Gereja berbalik akan menjadi ngawur tidak keruan dan tanpa tujuan yang jelas setelah Firman dilepas. Lihat saja di banyak macam Gereja lainnya selain Gereja Katolik. Mereka boleh menafsirkan Firman se-enak udel sang pengkhotbah dimana banyak sekali Sabda Roh Kudus yang telah diputar balikan menjadi dagelan dari roh kudis maupun roh kuda.
Lucu tapi nyata. Hampir seluruh umat Kristen di dunia ini mengakui dan menyatakan bahwa kita harus berpegang kepada Alkitab. Tetapi kalau umat Katolik itu sendiri berdoa dengan mengutip ayat Alkitab di dalam doanya, langsung disebut sesat dengan tuduhan bahwa mereka berdoa kepada Bunda Maria, bukannya kepada Yesus. Bacalah Injil Lukas 1: 26-31 digambarkan bahwa Allah menyuruh malaikat Gabriel untuk menemui Maria. Malaikat itu berkata:
"Salam, hai engkau yang dikaruniai. Tuhan menyertai engkau. ............. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai dia Yesus."
Bandingkanlah ayat tersebut diatas dengan kalimat pertama dalam doa Salam Maria yang diajarkan oleh Gereja Katolik: "Salam Maria penuh Rahmat, Tuhan sertamu, terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu Yesus."
Andaikata umat Katolik mengulangi kembali apa yang diucapkan oleh malaikat itu, dapatkah orang Katolik dikatakan sesat dan menyembah Maria? Bodoh kan?
Pelecehan lainnya yang selalu dijadikan bahan untuk menyudutkan umat Katolik ialah: "Kenapa kalau kita berdoa kepada Yesus, harus melalui via-via perantara segala macam? Kenapa harus melalui Bunda Maria? Apakah tidak boleh langsung berdoa kepada Yesus atau Allah Bapak sekalian? Bukankah ini satu bukti nyata bahwa umat Katolik itu sebenarnya penyembah Maria?"
Kagak percaya lihat saja kalimat kedua di dalam Doa Salam Maria berkata:
"Santa Maria, Bunda Allah doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati. Amien." Renungkanlah!! Andaikata anda datang kepada seorang pastor, suster, pendeta atau bahkan kepada seorang teman dan berkata doakanlah saya supaya saya kelak lulus ujian. Apakah dengan begitu berarti Anda menyembah pastor, suster, pendeta atau teman tersebut ? Tentu tidak! Kita mengetahui bahwa Maria adalah Bunda Kandung daripada Yesus, yang hubungannya ada jauh lebih intim dan jauh lebih dekat daripada mang Ucup. Maka dari itu apakah salah apabila saya mohon kepada Maria agar Bunda Maria mau turut mendoakannya bagi saya.
Di samping itu kita telah menerima wasiat dan amanat yang jelas dari Yesus untuk menerima Maria sebagai Bunda, dimana Tuhan berfirman: - Johanes 19:26-27: ketika Yesus tergantung di kayu salib menjelang saat-saat terakhir-Nya, dan ketika melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya - berkatalah Ia kepada ibunya: "Ibu, inilah anakmu". Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu! sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya." Apakah Anda masih tetap meragukan Firman Allah ini.
Kok yang menampakan diri kepada umat-Nya selalu saja Bunda Maria? Maklum karena apabila Yesus sendiri yg datang menampakan diri di dunia ini berarti dunia ini kiamat. Sebab itu adalah kedatangan-Nya Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Walaupun demikian karena kasih-Nya Yesus kepada umat-Nya, maka Ia telah mengutus Bunda Maria datang menampakan diri-Nya. Peran Bunda Maria sebagai Ibu kandung Yesus telah jelas di Firmankan dalam Alkitab. Hanya sayangnya banyak Gereja lebih meng-agungkan para rasulnya notabene manusia biasa, seperti Paulus maupun Petrus, bahwa Pontius Pilatus sendiri lebih dicanangkan daripada Bunda Marianya sendiri.
Harus diakui bahwa "Kemanusiaan Yesus, kemakhlukan Yesus, dan kedagingan Yesus diambil sepenuhnya dari Maria. Kalau kita menolak kemanusiaan Yesus sesungguhnya kita menolak Maria, karena Maria-lah yang memberikan kedagingan kepada Yesus. Karena genetikanya bukan diambil dari Yusuf, melainkan dari Maria itu sendiri. Dan Allah Bapa telah mempersiapkan Bunda Maria, sejak pertama kalinya manusia jatuh dalam dosa.
Dan renungkanlah mana yg lebih murtad dan mana yang lebih sesat umat Katolik yang berdoa melalui Bunda Maria, ataukah para hamba Tuhan yg mengusulkan untuk membakar dan memusnahkan semua gambar maupun patung Maria!
Dan juga harus diakui karena banyak umat Katolik sendiri yg tidak mengetahui akan hal-hal yang tersebut diatas ini, sehingga mereka akhirnya kalah debat. Dan juga karena tidak mengerti, akhirnya jadi turut terpojokan yang mengakibatkan mereka jadi pindah ke Gereja lain yg non Katolik.
Selamat memasuki Bulan Rosario bagi umat Katolik seluruh dunia