12/08/2026
Dunia menilai manusia dari apa yang dimiliki atau capai, sehingga manusia dinilai dari apa yang d punya. Usia segini harusnya sudah punya tabungan sekian, sudah punya rumah, sudah punya pasangan, sudah punya anak, dll, yang tanpa d sadari menarik manusia untuk fokus pada dirinya sendiri. Akibatnya manusia menaruh identitas dan imannya kepada hal hal yang fana dan rapuh, sehingga tidak heran jika stres, kecewa, overthinking, kuatir dan cemas karena pondasi yang d bangun rapuh.
Kebenaran Injil menyadarkan kita dari fokus yang salah. Jika dunia menarik kita untuk berfokus pada diri sendiri, Injil mengembalikan fokus kita kepada Kristus. Kristus adalah pondasi dan identitas kita, dan Dia harta yang paling berharga dalam hidup kita. Dia rela meninggalkan kemuliaan untuk mencari kita yang terhilang, Ia rela menanggung penderitaan ganti kita. Jika kita menyadari betapa besar kasih Allah, kita akan sadar bahwa Yesus lebih dari cukup.
Oleh sebab itu apa yang membuat kita berharga? Kita berharga karena kita d angkat menjadi anak-anak Allah, bukan karena kita layak, tetapi karena Anugerah Allah.
Apa yang membuat kita bangga? kita bangga bukan karena kita bisa ini bisa itu, atau punya ini punya itu, tetapi kita bangga karena Kristus ada dalam hidupku.
Kejarlah pengenalan akan Allah, itu akan menuntun pada iman yang sejati πππππ