05/01/2024
:: Sholat Jum’at Islamic Centre ::
Khotib & Imam : Habib Zaid Alwi Al Kaff
Pelaksanaan sholat Jum’at di TIC hari ini (5/12) melebihi kapasitas ruangan yang sekitar 250 orang. Hal ini lebih disebabkan karena di Jepang masih hari libur musim dingin.
Kotbah Jum’at yang dibawakan oleh Ustad Habib Zaid Alwi Al Kaff hari ini mengambil tema “Pentingnya Adab (etika) bagi Setiap Muslim”.
Habib Alwi, demikian sapaan imam TIC ini mengutip mukadimah buku karya KH. Hasyim Asy’ari berjudul “Adabul Alim Al Mutta’allim” yang mengisahkan Imam Syafii ketika ditanya soal etika atau adab, dimana beliau mengibaratkan seperti selayaknya seorang ibu mencari anak semata wayangnya yang hilang.
Allah SWT juga berfirman :
*لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ*
"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah."
(QS. al-Ahzab : 21)
Keutamaan adab juga bisa kita temukan dari keterangan yang ditulis oleh Habib Zain bin Ibrahim bin Sumaith sebagai berikut:
Pertama,
Rasulullah SAW menyatakan bahwa diri beliau dididik dengan penekanan adab, langsung oleh Allah SWT :
أَدَّبَنِى رَبِّى فَأَحْسَنَ تَأْدِيْـبِ*
“Tuhanku telah mendidikku, maka ia menjadikan pendidikanku menjadi baik." (HR. Ibnu Hibban)
Sehubungan dengan adab, Sayidina Ali bin Abi Thalib berkata :
*كن ابن من شئت واكتسب أدباً، يُغْنِيكَ مَحْمُودُهُ عَنِ النَّسَبِ*
*إِنَّ الفتى من يقول ها أنا ذا، ليسَ الفَتَى مَنْ يقولُ كان أبي*
"Tidak peduli anak siapakah engkau, pelajarilah adab. Adab baikmu mencukupimu dari nasab. Pemuda sejati akan berkata, "Inilah aku!" Bukan pemuda yang berbangga dengan nasab/garis keturunan dan berkata, "Inilah ayahku..."
*Kedua,
Meremehkan adab atau etika dalam bertindak dan bertutur kata menyebabkan seseorang jatuh dalam perbuatan tercela.
Imam Abdullah bin Mubarak mengatakan :
**من تهاون بالأدب عوقب بحرمان السنن*
*ومن تهاون بالسنن عوقب بحرمان الفرائض*
*ومن تهاون بالفرائض عوقب بحرمان المعرفة*
"Siapa yang meremehkan adab, akan dihukum dengan terhalang dari melakukan kesunahan. Siapa yang meremehkan sunah, akan dihukum dengan terhalangi dari melakukan yang wajib. Siapa yang meremehkan yang wajib, akan dihukum dengan terhalangi dari mengenal Allah SWT."
*Ketiga,
Mendahulukan adab lebih diutamakan sebelum mempelajari suatu ilmu. Ilmu tanpa adab mengakibatkan hilangnya berkah dari ilmu tersebut.
Dikisahkan oleh Imam Syafi'i bahwa beliau pernah dinasehati oleh gurunya Imam Malik:
"Wahai Muhammad, jadikanlah ilmumu seperti garam dan adabmu seperti tepung."
Tentang keutamaan adab juga, dikisahkan oleh syeh Abdurrahman bin Qasim:
"Aku berkhidmat kepada Imam Malik selama dua puluh tahun. Dua tahun aku mempelajari ilmu, sedangkan delapan belas tahun aku mempelajari adab. Sungguh aku menyesal, andai saja semua waktu itu aku jadikan untuk mempelajari adab.
Dari uraian di atas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa kehidupan umat Islam tidak boleh lepas dari tuntunan adab (etika) agar bisa menjadi manusia yang beradab.
Adab harus kita hadirkan dalam perilaku kita dengan profesi sebagai apa pun. Baik sebagai pejabat, pengusaha, guru, calon pemimpin, maupun sebagai masyarakat umum.