Majelis Dzikrullah W.D.Rasulullah SAW

Majelis Dzikrullah W.D.Rasulullah SAW Untuk seluruh ummat muslim dan mukmin. Pecinta Ma'rifatullah Gabungan Seluruh Thariqat Di Dunia Islam karena masih banyak yg meniggalkannya walaupun tau.

Walaupun setelah talqin baiat dalam thariqah belum tentu ikhwan itu melaksanakan solat dengan sungguh2 trampa tertinggal 1 waktu pun.

14/09/2020

Tanah serbaguna buat Bertani sawah, berkebun, dan bisa juga untuk pembangunan. Muka L, Pinggir Jalan Akses mobil, cold diesel, motor.

SHM a/n Rahmat Sukmana
Luas 1155m² = 82.5 Bata,
Rp 5.000.000/bata.
Hubungi 085314840754

Alamat
Kp Siringgit RT 03 RW 09
DS Rancapaku
Kecamatan Padakembang, Singaparna,
Kab Tasikmalaya
Jawa barat,

Harga Mati Rp 4.800.000/bata-.
Rp 396.000.000/.
Waktu diperpanjang,
Cepat, setelah tanggal 18, September 2020 harga kembali naik Menjadi Rp 6.500.000/bata.
Tlp/WA +6285314840754

Bagikan ke 10 group, maka anda akan melimpah 1 juta likes.

09/09/2020

1. Hamba Allah yang Sejati

Hamba Allah yang sejati haruslah melaksanakan segala sesuatu apa yang diperintahkan Allah dan meninggalkan segala apa yang dilarangan-Nya. Hendaknya ia berusaha untuk menundukkan hawa nafsunya yang berupa amarah dan serakah. Hawa nafsu yang berlawanan dengan perintah agama itu ada dalam khayalan dan fikiran yang berlawanan dengan yang hakikat. Segala perbuatan yang dibenarkan oleh agama, itulah yang s**a ditentangnya. Dan segala perbuatan yang bertentangan dengan agama, dengan senang hati dilakukannya. Itulah peranan hawa nafsu dalam diri manusia.
Dalam tingkat thariqah, ego atau nafsu itu mendorong seseorang untuk mengikuti ajaran-ajaran agama yang palsu dan seolah-olah para pengamal thariqah itu telah berjalan di atas ajaran yang benar, yakni ajaran dari Allah. Padahal seringkali jalan thariqah yang dianggapnya benar itu sebenarnya salah dan bathil, karena penuh dengan kekeliruan, berbenturan dengan tuntutan syari’at dan petunjuk Islam yang hakiki.
Dalam tingkat hikmah atau hakikat, masalah yang dihadapi lebih berat lagi, karena ego dan keinginan yang ada dalam diri seseorang selalu mendorong hasrat untuk mendakwa mereka sebagai Waliyullah. Bahkan, ada p**a yang mau mengaku dirinya sebagai “tuhan”. Inilah dosa yang paling besar. Allah berfirman : “Terangkanlah kepada-Ku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya ?” (Q.S. Al-Furqan: 43)
Peringkat-peringkat tersebut sangat berbeda dengan peringkat ma’rifah. Peringkat ini tidak pernah dapat dijamah oleh nafsu dan iblis. Bahkan malaikatpun tidak mampu mencapainya. Apa dan siapa pun selain Allah bila dapat sampai ke dalamnya, niscaya ia akan hangus. Malaikat Jibril pernah berkata kepada Nabi Muhammad SAW, “Jika selangkah saja aku masuk ke situ, maka hanguslah aku.”
Hamba Allah yang sebenarnya ialah hamba yang bebas dari gangguan ego dan nafsu setan, karena dirinya dilindungi oleh perisai keikhlasan dan kesucian hati dalam berma’rifah kepada Allah SWT.
Seorang alim berkata, “Jika sang hamba itu mentaati Allah dengan sepenuh hati dan perasaan, niscaya Allah akan mengaruniakan ma’rifah untuknya. Bahagialah ia memandang rahasia-rahasia Tuhan di balik Alam Malakut. Namun, bila kemudian ia berbalik hati, ingkar kepada syarat-syaratnya, karunia itu akan dicabut-Nya kembali. Hatinya yang penuh dengan cahaya ma’rifah akan kembali suram, gelap gulita seperti semula. Karena itulah, orang yang hatinya telah dipenuhi cahaya ma’rifah sangat khawatir bila cahaya itu akan dicabut seperti keadaannya yang dulu karena suatu kesalahan yang dibuatnya. Iblis laknatullah selalu menanti peluang untuk masuk dalam diri manusia. Apabila manusia lalai, mereka akan membelitnya dengan belalainya dan dijerumuskannya manusia ke lembah kehinaan sehingga semua amalan yang pernah diperolehnya dengan susah payah akan menjadi abu dan sia-sia.
Firman Allah : “Iblis menjawab, “Demi kekuasaan-Mu, aku bersungguh-sungguh akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis (yaitu orang yang ikhlas) di antara mereka.” (Q.S. Shaad: 82 – 83).
Lihatlah, betapa Iblis laknatullah sendiri mengaku di hadapan Allah SWT, bahwa ia tidak mampu menggoda orang yang mengikhlaskan dirinya hanya kepada Allah, sebagaimana bunyi ayat tersebut di atas.
Manusia tidak akan sampai ke peringkat tertinggi itu selagi ia belum suci, karena nafsu-nafsu dunia tidak akan melepaskannya hingga Zat Yang Maha Esa itu terlahir padanya. Inilah yang disebut dengan keihklasan.
Zat itu hendaknya dikenali dengan sempurna. Kejahilan akan hilang dari diri manusia bila ia menerima ilmunya secara langsung dari Allah. Ilmu yang semacam ini tidak dapat dicapai dengan cara belajar, karena ilmu itu adalah karunia dari Allah yang diberikan khusus kepada hamba pilihan (Waliyullah) tanpa perantara atau wasilah.
Apabila Allah SWT menjadi gurunya maka Dia akan memberikan berbagai sumber ilham ke dalam diri mereka, segala rahasia-rahasia yang halus akan dilontarkan Allah ke dalam hati mereka. Maka menjelmalah ia seperti Nabi Khidir atau hamba-hamba shaleh yang lain, yang selalu menerima sumber ilmu dari Yang Pemilik ilmu itu.
Keadaan semacam inilah yang disebut telah mencapai tingkat makrifah. Mereka telah mengenali Tuhan Penciptanya, dan senantiasa mengabdi kepada Tuhan yang sudah dikenali-Nya.
Orang yang mencapai peringkat ini akan melihat Ruh al-Quds (Ruh Suci) dan kekasih Allah, yaitu Nabi Muhammad SAW. Ia boleh berbincang-bincang dengan kekasih Allah tentang segala perkara dari awal hingga akhir, dan Nabi-Nabi lainnya memberinya tanda atau isyarat yang baik tentang janji bahwa ia akan berkumpul bersama kekasih Allah itu. Hal ini tidak mengherankan karena mereka yang telah mencapai peringkat ini, semua keinginannya akan terpenuhi dengan kehendak Allah. Firman Allah : “Barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para Nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang yang saleh. Dan mereka itulah teman yang paling baik.” (Q.S. An-Nisaa’: 69)

09/09/2020

A. TENTANG ILMU

Mengenai ilmu (‘ilm) ini Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani membagi ke dalam empat bagian diantaranya :
1. Ilmu Syari’at, yang berkenaan dengan hukum agama yakni ilmu yang berisi perintah dan larangan Allah.
2. Ilmu Hikmatut-Tasyri’, yang berkenaan dengan hikmah di balik hukum atau syari’at agama.
3. Ilmu Hakikat, yang berkenaan dengan ruh atau hakikat yang tersembunyi.
4. Ilmu Ma’rifah, yaitu ilmu yang berkenaan dengan pengenalan terhadap Zat bagi segala zat atau Hakikat dari segala hakikat.
Insan atau manusia yang sempurna hendaknya wajib mengetahui peringkat-peringkat ilmu tersebut. Bila mereka belum mengenalnya hendaknya mereka harus mencari jalan untuk mempelajari ilmu itu.
Al-Qur’an dengan segala tafsir, penjelasan, interpretasi, dan perumpamaan-perumpamaannya, mengandung semua bagian ilmu tersebut. Tafsir Al-Qur’an pun menjelaskan maksud ayat-ayat Al-Qur’an itu bagi orang awam. Selain itu, terdapat p**a penafsiran lain yang dibuat dengan berbagai perumpamaan, yakni penjelasan makna batin ayat-ayat tersebut. Penjelasan seperti ini biasanya diperuntukkan bagi orang-orang tertentu atau orang-orang pilihan. Konkretnya, penafsiran semacam itu hanya diperuntukkan bagi mereka yang dalam tingkatan ruhani tertentu memiliki keyakinan atau keimanan yang kuat dan teguh pemahamannya serta memiliki kemantapan ilmu sehingga membolehkan mereka membuat penilaian dan pertimbangan tentang sesuatu yang hakiki.
Tingkat keruhanian mereka ibarat sebatang pohon, urat akarnya teguh terbenam di dalam tanah, sedangkan pangkalnya membujur di bumi dan pucuknya menjulang ke langit ke tujuh. Tidak ada keraguan dalam hati mereka tentang Allah. Ibarat kalimat Laa Ilaha Illallah yang akarnya dibumi ketujuh dan pucuknya menerawang ke langit yang ketujuh p**a, bahkan lebih tinggi dari itu. Inilah satu perumpamaan tentang keruhanian orang-orang pilihan Allah. Hanya Allah yang tahu tentang Keesaan yang mereka hayati, atau Tawhid yang tumbuh mengerucut di dalam hati mereka.
“Dialah yang menurunkan al-Kitab (Alqur’an) kepada kamu. Diantara isinya terdapat ayat-ayat mahkamat yang merupakan pokok-pokok isi Alqur'an, sedangkan yang lain berupa ayat-ayat mutasyabihat. Bagi orang-orang yang dalam hatinya lebih condong kepada kesesatan, maka sebenarnya mereka mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari ta’wilnya (yang keliru), padahal tidak ada yang mengerti ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata, “Kami beriman kepada ayat-ayat mutasyabihat. Semuanya itu dari sisi Tuhan kami. Dan tidak dapat mengambil pelajaran (darinya) melainkan orang-orang yang berakal.” (Q.S. Ali Imran : 7)
Seorang penafsir Alqur'an pernah berkata tentang ayat tersebut : “Jika pintu ayat ini terbuka maka semua pintu ilmu rahasia yang ada dalam batin akan terbuka p**a.”

09/09/2020

PERJALANAN MENUJU ALLAH
BAB 1
SYEIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI AL-BAGHDADI
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada
kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (p**a)
mereka bersedih hati.” (Q.S. Yunus: 62)

Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani adalah salah seorang Sufi agung “Al-Ghautsul A’zham” yaitu Waliullah Agung yang senantiasa mendengar rintihan orang-orang yang memohon pertolongan dan memberikan bantuan kepada mereka yang memerlukan pertolongannya. Selain itu, ia juga disebut “Al-Quthbul-A’zham” yang berarti poros, puncak keruhanian, pemerintah keruhanian di dunia (dizamannya), sumber hikmah, penggores ilmu, contoh Mukmin dan Muslim sejati, pewaris kesempurnaan Nabi Muhammad SAW, Insan Kamil, dan peletak dasar Tharekat Qadiriyah (tharekat yang tersebar luas di seluruh dunia dengan jutaan pengikut hingga sekarang).
Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani dilahirkan pada tahun 470 Hijrah (1077 Masehi) di daerah yang bernama Al-Jil di Parsi (sekarang Iran). Beliau berp**ang kerahmatullah pada tahun 561 Hijrah (1168 Masehi) pada saat berusia 91 tahun. Sufi besar ini disemayamkan di kawasan Madrasah Bab ad-Daraja di Baghdad. Makam ini menjadi tempat yang paling populer dikunjungi oleh para Sufi dan umat Islam dari seluruh penjuru dunia.
Silsilah (nasab) beliau adalah Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani atau Abu Muhammad Abdul Qadir à Abi Shalih Musa à Abdillah al Jiily à Yahya az Zahid à Muhammad à Daud à Musa à Abdullah al Mahdli à Hasan al Mutsanna à Hasan à Ali bin Abi Thalib – semoga Allah meridhoi mereka semua.
Sedangkan Ali bin Abi Thalib ra. yang merupakan khalifah keempat adalah menantu Rasulullah SAW yaitu suami dari Siti Fatimah binti Muhammad SAW.
Abul Hasan An-Nadawi, dalam kitabnya “Rijalul Fikri wal da’wah wal Islam” (Tokoh-tokoh Intelektual Da’wah dan Islam) mengisahkan tentang Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani sebagai berikut :
“Majelis beliau (Abdul Qadir) dihadiri oleh tujuh puluh ribu orang. Di tangannya lebih dari lima ribu orang Yahudi dan Nasrani masuk Islam, dan lebih dari seratus orang yang sesat bertaubat. Beliau buka pintu bai’at dan taubat di bawah bimbingannya. Maka masuklah ke dalam bimbingannya orang-orang yang jumlahnya hanya diketahui oleh Allah, sehingga keadaan umat semakin membaik dan keislaman mereka pun semakin mendalam.
Syeikh Abdul Qadir terus menerus mendidik, membimbing dan mengontrol perkembangan masyarakat. Sehingga mereka menyadari tanggung jawab yang mereka pikul setelah mereka berbai’at, bertaubat dan memperbaharui keimanan. Kemudian Syeikh Abdul Qadir memberikan ijazah kepada murid-muridnya yang cerdas, istiqomah, dan punya kemampuan untuk mentarbiyah. Murid-murid beliau kemudian menyebar ke seluruh pelosok bumi. Mengajak umat manusia ke jalan Allah, mentarbiyah jiwa mereka dan memberantas syirik, bid’ah, nifaq dan berbagai bentuk kejahiliahan lainnya. Maka tersebarlah da’wah Islamiyah dan berdirilah markas-markas keimanan, madrasah-madrasah kebaikan, barak-barak jihad, dan perkump**an-perkump**an ukhuwah Islamiyah di seluruh penjuru dunia Islam …
Para pengikut Syeikh Abdul Qadir, murid-muridnya, dan generasi berikut yang mengikuti langkahnya dalam da’wah dan perbaikan jiwa manusia; mempunyai peran yang sangat besar dalam menjaga semangat Islam, pelita iman, da’wah, dan jihad, serta kemampuan menolak syahwat dan cinta kekuasaan.
Mereka pun memiliki andil sangat besar dalam menyebarkan Islam ke negeri-negeri yang tak bisa dicapai oleh pas**an Islam atau tak bisa ditundukkan secara militer. Atas andil mereka Islam menyebar di Afrika hitam, Indonesia, kep**auan lautan Hindia, Cina, India dan negeri-negeri lain.”
Penulis terkenal Syakib Arselan rahimahullah dalam bukunya ‘Hadirul ‘Alam Islami’ (Dunia Islam Masa Kini) dalam sub judul “Nahdlotul Islam fil-Afriqiya Wa Asbabuha” (Kebangkitan Islam di Afrika) menulis sebagai berikut :
“Syeikh Abdul Qadir Jaelani yang tinggal di daerah Jaelani merupakan seorang mursyid agung yang tumbuh brilian. Beliau mempunyai pengikut yang tak terbilang jumlahnya, thoriqah (bimbingan) nya sampai ke Asbania (Spanyol). Ketika pemerintahan Arab (Islam) lenyap dari Spanyol, madrasah Qodiriyah pindah ke Fas. Berkat cahaya yang terpancar dari madrasah ini, berbagai bentuk bid’ah yang ada pada orang-orang Barbar berhasil dilenyapkan. Untuk selanjutnya mereka berpegang teguh pada ajaran Ahli Sunnah Wal Jama’ah.”
Dibawah ini kami mengutip beberapa wejangan yang sangat berharga dari Sulthonul Awliya’ Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani di dalam kitab Rahasia Sufi (Sirr al-Asrar fi ma Yahtaju Ilaihi al-Abrar) yang diterjemahkan oleh Abdul Majid Hj. Khatib tentang : Ilmu, Taqwa kepada Allah, Pembersihan Diri, Shalat, Zakat, Puasa, Ibadah Haji dan Mencapai derajat insan kamil. Semoga sangat besar sekali manfaatnya untuk kita lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah yang tentunya dapat memberikan motivasi dan kontribusi pada kita dalam rangka meraih kejayaan dan keselamatan serta kebahagiaan hidup di dunia wal akhirat.

Harga di murahkan menjadiRp 4.300.000/Bata cepat, dengan total 82.5 Bata menjadi Rp 355.000.000/ tawaran berakhir sampai...
26/08/2020

Harga di murahkan menjadi
Rp 4.300.000/Bata cepat, dengan total 82.5 Bata menjadi Rp 355.000.000/ tawaran berakhir sampai 31 Agustus 2020.

Tanah Murah serbaguna buat Bertani sawah, berkebun, dan bisa juga untuk pembangunan. SHM a/n Rahmat Sukmana Luas 1155m² = 82.5 Bata, Rp 5...

24/07/2020

Tanah Murah serbaguna buat Bertani sawah, berkebun, dan bisa juga untuk pembangunan. SHM a/n Rahmat Sukmana Luas 1155m² = 82.5 Bata, Rp 5...

Tanah di jual untuk di manfaatkan.
23/12/2019

Tanah di jual untuk di manfaatkan.

03/06/2019

Hari ini banyak Majelis Dzikir berkurang ke aktifannya. Rindu Kah umat muslim hari ini akan ini. Atau berpindah lebih mementingkan hawa nafsu politik

Address

Tasikmalaya

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Majelis Dzikrullah W.D.Rasulullah SAW posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share