Naposo Bulung HKBP Pondok Cabe

Naposo Bulung HKBP Pondok Cabe Sermon Naposobulung setiap hari sabtu jam 19.00 WIB

Gabungan Remaja dan Naposo HKBP Pd.Cabe Happy Weekend guyssss🙌😊
03/11/2018

Gabungan Remaja dan Naposo HKBP Pd.Cabe
Happy Weekend guyssss🙌😊

09/06/2017

Hai naposobulung HKBP Pondok Cabe, maaf sebelumnya admin jarang aktif yaa...
kegiatan saat ini remaja dan naposo pondok cabe sedang mengadakan bazar di gereja pagi dan siang, untung pencarian dana ret-ret kita bulan agustus tgl 4,5,6.. Mohon partisipasi sahabat2, ortu dan keluarga RNHKBP pondok cabe, agar program dari kegiatan tahun ini bisa terlaksana..
terima kasih sebelumnya..

ooiyaa sahabat RNHKBP PONCAB ikut sermon yukk setiap hari sabtu jam 19:30, nambah pengetahuan tentang iman, dan kenalan dengan sahabat RNHKBP yang seru2 orangnya...

kami juga ada Instagram RNHKBP PONCAB cuzzz di follow yaa .poncab kepoin yaa ig nya hehe...

yang mau tanya2 kegiatan naposo poncab cuss kirim pesan ke halaman ini, atau bisa hubungin ketua naposo kita Gabriella Augusta Hutagalung di WA 0822-9897-6018 atau Line ID . okk ditunggu kehadirannya sahabat naposo untuk sermon minggu ini yaa..

HORASSSS..

13/09/2016

Selamat siang, mau menginformasikan untuk SEMINAR KEWIRAUSAHAAN RESSORT CIPUTAT yang akan dilaksanakan pada:
Sabtu, 1 Oktober 2016
Pukul : 08.00 - 16.00 WIB
Tempat : GSM HKBP Ciputat
Peserta : Naposobulung 15 dan Orang tua 5 org (per Gereja) Tidak boleh bawa orang dari luar.

Peserta Terbatas*
Diutamakan yang mengikuti yang ingin mengerti berwirausaha agar tidak takut menjalankan usaha dan beralih profesi sebagai pengusaha..

Mohon diisi ya yang dapat dan hadir..
Jadi dimohon yang bisa ikut
Bisa menuliskan nama dibawah ini : Peserta Seminar Kewirausahaan Ressort Ciputat :
1. Friska siregar
2. Damelia simanjuntak
3. Sutan Hutasoit
4. Leo Silaban
5. Choky Saragih
6. Debora Sitorus
7. Hentina Sitorus
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

Seminar mendapatkan sertifikat, goody bag dan ilmu bermanfaat.. 😉😉
# khusus jemaat hkbp poncab.. 😉

Syalomm selamat pagi.. Sore ini kita akan mengadakan sermon gabungan se-ressort hkbp ciputat.. Mari bersama-sama memuji ...
03/09/2016

Syalomm selamat pagi..
Sore ini kita akan mengadakan sermon gabungan se-ressort hkbp ciputat..
Mari bersama-sama memuji dan memuliakan Tuhan kita..
God Bless Us..!! 😇

28/01/2016

Santapan Harian
Jangan Takut, Percaya Saja!
Markus 5:21-24

Manusia hanya dapat melihat di dalam keterbatasan. Ketika semua usaha yang ditempuhnya berakhir buntu, maka yang muncul hanyalah keputusasaan dan perasaan takut.

Kemanapun Yesus pergi, Ia selalu diikuti orang banyak. Kali ini seorang bernama Yairus, kepala rumah ibadat, mendatangi Yesus dengan merendahkan diri di hadapan- Nya (21-22). Hal ini cukup mengagetkan karena para ahli kitab dan imam Yahudi biasanya meninggikan diri di hadapan Yesus. Kondisi yang dihadapinya sangat sulit sebab anaknya hampir mati. Dia yakin bahwa Yesus dapat menyelamatkan jiwa anaknya. Yesus pun mendengar permohonan orang itu (23-24).

Ketika mereka dalam perjalanan, anaknya meninggal. Mungkin orang lain berpikir tidak ada gunanya mendatangi Yesus. Tetapi Yesus memintanya jangan takut dan percaya saja (35-36). Lalu, Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes bersama-Nya (37) berkunjung ke rumah Yairus. Saat melihat banyak orang meratap, Yesus menyatakan bahwa anak itu tidak mati, melainkan tidur. Mereka menertawakan Yesus (38-39). Dihadapan ayah dan ibunya, Yesus membangunkan anak itu sehingga dia kembali berdiri, berjalan, dan makan (40-43). Di sini kita melihat bahwa Yesus adalah sumber kehidupan sehingga Dia dapat mengembalikan nafas kehidupan kepada anak Yairus. Hal terpenting adalah kerendahan hati di hadapan Tuhan serta pengakuan akan kuasa-Nya.

Banyak orang tidak percaya akan kuasa Yesus Kristus, dan menertawakan iman kita. Namun kita harus berpegang pada keyakinan iman terhadap- Nya. Jangan sampai ancaman dan penghinaan membuat kita goyah, takut, dan kehilangan keyakinan akan Allah. Yesus adalah kebangkitan dan kehidupan (Yoh 11:25). Inilah penghiburan, kekuatan, dan jaminan Tuhan kepada umat- Nya.

Janganlah takut, meski persoalan terlalu berat seakan- akan tiada jalan keluar. Jangan takut, melainkan percayalah! Tuhan sanggup menolong. [JH]

16/01/2016

Renungan Harian
Bacaan: Amsal 2:1-9
Setahun: Kejadian 46-48

KREATIF MENJUAL SISIR
Karena TUHAN-lah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. (Amsal 2:6)

Tiga calon staf pemasaran dites menjual sisir di kompleks biara Shaolin. Tantangan yang cukup pelik karena para biksu berkepala gundul. Calon pertama hanya berhasil menjual satu sisir. Itu pun karena seorang biksu iba melihatnya. Calon kedua berhasil menjual sepuluh sisir. Ia tidak menawarkannya kepada para biksu, tetapi kepada para turis yang berkunjung ke komplek itu. Bagaimana dengan calon ketiga? Ia berhasil menjual 500 sisir! Caranya? Ia menemui kepala biara dan meyakinkan bahwa, dengan dibubuhi tanda tangan kepala biara, sisir itu bisa dijadikan cendera mata unik dari biara itu.

Banyak orang menyalahkan keadaan sebagai penghambat keberhasilan. Kita tidak bisa mengatur keadaan seperti yang kita kehendaki. Karena itu kita memerlukan hikmat untuk mengatasi keadaan dan menemukan solusi terbaik. Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian (ay. 6). Dalam studi, pekerjaan, keluarga, pelayanan, dan kehidupan sehari-hari, banyak masalah yang perlu kita selesaikan.

Hikmat lebih dari sekadar pengetahuan. Hikmat memampukan kita menerapkan pengetahuan yang kita miliki dalam situasi keseharian, termasuk situasi yang pelik. Rasul Yakobus mengingatkan bahwa Allah akan memberikan hikmat dengan murah hati jika kita meminta kepada-Nya (Yak 1:5). Dengan petunjuk hikmat-Nya, dalam situasi yang tampak buntu sekalipun, kita akan dicelikkan untuk melihat jalan terang dan dimampukan untuk mengatasinya. --Lim Ivenina Natasya/Renungan Harian

TUHAN MENYEDIAKAN SOLUSI TERBAIK UNTUK SETIAP MASALAH,
MINTALAH HIKMAT-NYA UNTUK MENEMUKANNYA.

16/01/2016

Santapan Harian
Panggilan adalah Anugerah
Markus 3:13-19

Setiap kita pernah menjadi seorang murid. Mungkin pada saat ini pun di antara kita masih menjadi seorang murid. Setiap orang Kristen dipanggil untuk menjadi seorang murid, namun hanya sedikit yang dipilih untuk mengerjakan tugas dari Sang Guru.

Markus mencatat bahwa Tuhan Yesus naik keatas bukit dan di sanalah Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya(13). Ia memilih dan menetapkan dua belas orang untuk bersama-Nya memberitakan Injil (14). Jumlah dua belas murid tergolong sedikit. Pemilihan ini merupakan suatu anugerah dan hak istimewa yang Yesus berikan kepada mereka. Awalnya, murid-murid inilah yang selalu bersama dengan Yesus. Di antara para murid, ada yang pertama kali dipanggil untuk mengikuti-Nya, yaitu Simon, Andreas, Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes (Mrk 1: 16, 19).

Selain dipanggil, mereka juga diutus Yesus untuk memberitakan Injil dan diperlengkapi dengan kuasa untuk mengusir setan (15). Di sini kita melihat Yesus memberikan kuasa yang sama saat diri-Nya mengusir roh-roh jahat. Ini merupakan karunia istimewa yang Tuhan berikan kepada murid-murid-Nya.

Jika dilihat secara saksama, mereka yang dipilih Yesus menjadi murid-Nya sama sekali tidak memiliki kriteria yang menonjol. Ada yang berprofesi sebagai nelayan, pemungut cukai, dan orang biasa. Yesus memanggil mereka untuk menjadi rasul bukan berdasarkan kekuatan, kepintaran dan kebaikan mereka. Mereka dipanggil menjadi rasul hanya karena anugerah. Meski demikian, mereka taat mengikuti Yesus. Tetapi, tidak semua orang mendapatkan panggilan yang sama seperti para rasul.

Ketika kita dipanggil menjadi murid Kristus, maka panggilan itu adalah sebuah anugerah, pemberian cuma- cuma. Hal ini bukan karena kita pandai berteologi, hafal ayat- ayat alkitab, dan melak*kan perbuatan baik. Siapakah kita sehingga TUHAN panggil untuk menjadi murid, melayani, dan memberitakan Injil? Hargailah setiap panggilan yang Tuhan anugerahkan kepada kita. [JH]

09/01/2016

Renungan Harian
Bacaan: Matius 18:21-35
Setahun: Kejadian 28-30

HARUS MENGAMPUNI?
Yesus berkata kepadanya, "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali." (Matius 18:22)

Orang itu telah menyakiti hatiku, mengecewakanku, berbuat yang tidak baik kepadaku dan keluargaku, bahkan ia berulang kali melak*kannya. Lalu, haruskah aku mengampuninya?

Pertanyaan ini sering sekali terlintas di benak saya. Dan jika jawabannya memilih harus atau tidak, maka saya sudah punya jawabannya. Ya, harus. Namun, sampai kapan saya mengampuni mereka?

Tuhan Yesus berkata, "Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali" (ay. 22). Lalu, saya mulai menghitungnya: 70 x 7 = 490 kali.

Saya tercengang sendiri begitu membayangkan bahwa saya harus mengampuni orang yang telah menyakiti saya sebanyak empat ratus sembilan puluh kali. Kemudian saya merenungkan lagi, menyelidiki, dan berusaha mencari tahu maksud perkataan Yesus itu. Akhirnya saya memperoleh penjelasan yang mencerahkan. Jawaban Yesus pada Petrus ketika Petrus menanyakan berapa kali ia harus mengampuni saudaranya, bukan menunjuk kepada berapa banyak ia harus mengampuni. Bukan hanya sebanyak 490 kali ia harus mengampuni, lalu sesudah itu ia boleh untuk tidak mengampuni. Sebaliknya, Yesus mengajarkan kepada kita untuk menjadikan tindakan mengampuni sebagai suatu kebiasaan. Perbuatan yang dilak*kan berulang-ulang, biasanya akan menjadi kebiasaan. Dan, mengampuni akan menjadi tulus jika dia menjadi gaya hidup yang tulus p**a.

Sekarang saya jadi lebih memahami ayat itu. Dan sekarang pilihannya ada di tangan saya. Maukah saya membiasakan diri mengampuni? --Selly Miarani/Renungan Harian

PENGAMPUNAN BUKANLAH TINDAKAN SEKALI JADI,
MELAINKAN BUAH DARI KEBIASAAN MENGAMPUNI.

08/01/2016

Santapan Harian
Bersatu Hati Melayani
Markus 2:1-12

Tidak jarang ada pelayanan yang hancur berantakan bukan karena pelayanannya tidak baik. Ini dapat terjadi karena ketidakpedulian di antara orang percaya, keegoisan dan mudah menyerah pada tantangan.

Pada bacaan hari ini, dikisahkan mengenai empat orang yang menggotong teman mereka yang lumpuh ke hadapan Tuhan. Melalui keteladanan mereka, kita akan belajar tentang ciri dari pelayan yang memuliakan Tuhan: Pertama, mereka peduli untuk berbuat sesuatu bagi orang lain (2-3). Ketika tersiar kabar bahwa Yesus datang kembali ke Kapernaum (1), mereka segera membawa temannya yang lumpuh itu agar Yesus menyembuhkannya. Hal ini memperlihatkan adanya kasih dalam diri mereka untuk melak*kan sesuatu yang baik bagi orang lain. Kedua, mereka bekerja bersama (4). Tidak sulit bagi keempat orang itu untuk menggotong seorang lumpuh, namun dibutuhkan kerja sama yang baik untuk menurunkan si lumpuh itu dari atap ke ruangan di mana Yesus berada. Ketiga, mereka tidak mempersoalkan siapa yang akan mendapat penghargaan. Perhatikan bagaimana di sepanjang kisah ini, tidak sekalipun disebutkan nama mereka. Keempat, mereka tidak mudah menyerah (4). Hal ini terlihat dari bagaimana mereka berusaha membuka atap ketika tahu bahwa mereka tidak dapat membawanya lewat pintu. Hasilnya, TUHAN melihat iman mereka dan teman mereka disembuhkan secara rohani dan jasmani (5, 12). Peristiwa ini membuat semua orang takjub dan memuliakan Allah (12). Dalam peristiwa ini ada tantangan dari ahli Taurat yang meragukan otoritas Yesus dalam mengampuni dosa. Tetapi Yesus menunjukkan kuasa-Nya dengan mengungkapkan isi hati mereka dan meneruskan proses penyembuhan orang lumpuh itu (6-11).

Seberat apapun tantangan dalam pelayanan yang kita lak*kan, jangan mundur. Perhatikan sesama, bekerja sama, jangan cari nama, dan jangan mudah menyerah. TUHAN sendiri yang bekerja dengan kuasa-Nya dan memberikan yang lebih baik dari permohonan kita. [MFS]

08/01/2016

Renungan Harian
Bacaan: Roma 6:1-14
Setahun: Kejadian 25-27

HIDUP DALAM TAURAT
Sebab dosa tidak akan berkuasa lagi atas kamu, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah anugerah. (Roma 6:14)

Pacar pertama saya dulu wanita yang saya kenal di gereja. Karena belum punya pengalaman, hubungan kami itu dibangun dengan dasar "boleh-tidak" dan "harus". Kami membuat daftar apa saja yang boleh dan tidak boleh serta kewajiban yang harus dikerjakan. Bila salah satu dari kami ada yang melanggar kesepakatan, pasti terjadi keributan. Hubungan kami pun penuh ketegangan dan rapuh.

Hal yang sama tanpa kita sadari terjadi dalam hubungan kita dengan Tuhan. Kita menjalani hubungan dengan Tuhan berdasarkan "kewajiban". Kita berpikir, "Saya harus berdoa setiap hari, baca Alkitab sekian pasal, rajin ke gereja, kalau tidak Dia akan marah dan tidak memberkati saya." Kita berada di bawah hukum Taurat, dan bukan dalam kasih karunia. Hubungan semacam itu melelahkan, karena berfokus pada usaha menyenangkan Dia dengan kekuatan sendiri. Padahal, sampai kapan pun kita tidak akan pernah bisa menyenangkan Dia dengan usaha kita atau membuat Dia memberkati kita karena perbuatan kita.

Karena itulah Yesus datang dan menggenapi hukum Taurat (Mat 5:17), supaya kita bisa lepas dari k*k hukum Taurat dan hidup dalam kasih karunia-Nya. Kasih karunia berarti Allah menerima kita berdasarkan karya penebusan Kristus, bukan usaha kita. Jadi apa yang perlu kita lak*kan? Berhentilah berusaha menyenangkan Allah dengan usaha kita sendiri; sebaliknya, bersyukurlah karena Dia sudah berkenan kepada kita. Kasih karunia-Nya itulah yang akan mengajar dan memampukan kita hidup menurut kebenaran-Nya. --Denny Pranolo/Renungan Harian

ALLAH TIDAK MENDASARKAN HUBUNGAN DENGAN KITA
PADA HUKUM TAURAT, MELAINKAN PADA KASIH KARUNIA.

Grezia - Percaya 🎶†Percaya disaat kutak mengertiPercaya disaat kutak melihatPercaya... kupercayaKasihMu sertakuPercaya b...
03/01/2016

Grezia - Percaya 🎶†

Percaya disaat kutak mengerti
Percaya disaat kutak melihat
Percaya... kupercaya
KasihMu sertaku

Percaya berkatMu ada bagiku
Percaya tanganMu tak lepaskanku...
Percaya kupercaya...
KasihMu sertaku

Reef :
Percaya kupercaya...
FirmanMu yang terjadi..
Lampaui s,gala pikiranku
Percaya padaMu

Percaya kupercaya...
FirmanMu Ya dan Amin
Lampaui s'gala masalahku
Percaya padaMu..

*Kami percaya Engkau satukan kami
untuk memuliakan namaMu Tuhan.. Aminn...😇

#❤jesus

29/12/2015

Sampai di sini TUHAN menolong kita. [1 Samuel 7:12]

Kata "sampai di sini" seperti tangan yang menunjuk ke arah masa lampau. Baik dua puluh ataupun tujuh puluh tahun, "sampai di sini TUHAN sudah menolong!” Melewati kemiskinan, melewati kekayaan, melewati sakit penyakit, melewati kesehatan, di rumah, di luar negeri, di darat, di laut, dalam status terhormat, dalam keadaan dihina, dalam kebingungan, dalam sukacita, dalam ujian, dalam kemenangan, dalam doa, dalam pencobaan, “sampai di sini TUHAN telah menolong kita!” Kita senang memandang jalan panjang yang dihiasi pepohonan. Memang menggembirakan melihat dari jauh dari ujung ke ujung suatu pemandangan, semacam kuil yang hijau, dengan cabang dari pilar-pilarnya dan busur dari daun-daunnya; apalagi melihat jalan panjang hidupmu, dahan belas kasihan di atas kepalamu dan pilar-pilar kasih setia yang menopang sukacitamu. Adakah burung-burung bernyanyi di atas cabang-cabangmu? Pasti ada banyak, semuanya menyanyikan belas kasihan yang diterima “sampai di sini.”

Tetapi kata ini juga menunjuk ke masa depan. Karena ketika orang sampai ke suatu tempat dan menulis “sampai di sini,” artinya dia belum sampai titik akhir, masih ada perjalanan yang akan dilaluinya. Lebih banyak ujian, lebih banyak sukacita; lebih banyak pencobaan, lebih banyak keberhasilan; lebih banyak doa, lebih banyak jawaban; lebih banyak kerja keras, lebih banyak kekuatan; lebih banyak pertarungan, lebih banyak kemenangan; dan kemudian datanglah sakit penyakit, usia lanjut, dan kematian. Tamatkah? Belum! Masih ada kebangkitan yang akan datang di dalam keserupaan dengan Kristus, takhta, kecapi, nyanyian, mazmur, jubah putih, wajah Yesus, kump**an orang2 kudus, kemuliaan Allah, kegenapan kekekalan, kebahagiaan yang tak terhingga. Oh, kuatkan hatimu, hai orang percaya, dan dengan penuh keyakinan dan syukur kita dirikan “Eben-Haezer,” sebab—

Dia yang sampai saat ini telah menolongmu
Akan menolongmu sepanjang perjalananmu.

Aminn.. gbu†😇

Address

Jl. Oppung Ramos II, Pd. Cabe Ilir, Pamulang
Tangerang Selatan

Opening Hours

19:00 - 21:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Naposo Bulung HKBP Pondok Cabe posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share