Sahabat Risalah Nur

Sahabat Risalah Nur HALAMAN INI DIMAKSUDKAN UNTUK MEMPUBLIKASIKAN KITAB RISALAH NUR KARYA BADIUZZAMAN SAID NURSI

06/09/2026

‎*Mukjizat Pemberitaan Gaib Rasulullah saw. sebagai Dalil Kuat atas Kerasulannya*
‎
‎Disebutkan p**a bahwa dua bulan sebelum meninggal dunia, Nabi saw. bersabda:
‎"بأنَّ عَبْدًا خُيِّرَ فاختارَ ما عِندَ اللهِ"
‎_Seorang hamba diberi pilihan. Lalu ia memilih apa yang berada di sisi Allah._ Beliau memberitahukan tentang kabar kematiannya. Terkait dengan Zaid ibn Shauhan beliau bersabda:
‎"يَسْبِقُ عُضْوٌ مِنه إلى الجَنّةِ، فقُطِعَتْ يَدُهُ في الجِهادِ"
‎_Ada anggota badan yang mendahuluinya menuju surga. Tangannya terputus dalam jihad._ Ternyata tangan tersebut menjadi syahid dalam perang Nahawand dan mendahuluinya masuk surga.
‎
‎Demikianlah, seluruh informasi gaib yang telah diketengahkan baru satu jenis saja dari sepuluh jenis mukjizat Nabi saw. Dari jenis itu pun kami hanya menyebutkan sebagian kecilnya saja. Kami telah menjelaskan secara global empat jenis informasi gaib ini dalam “Kalimat Kedua Puluh Lima” yang secara khusus berbicara tentang kemukjizatan al-Qur’an. Sekarang perhatikanlah jenis informasi di atas. Lalu gabungkan dengan keempat jenis lain yang beliau sampaikan lewat lisan al-Qur’an.
‎
‎Perhatikan dan lihat bagaimana ia membentuk satu argumen dan bukti yang kuat dan bersinar terhadap _ar-Risâlah_ (kerasulan Muhammad saw.) di mana orang yang akal dan kalbunya masih sehat akan memahami dan membenarkan bahwa Nabi yang mulia tersebut adalah utusan yang menginformasikan hal gaib dari sisi Pencipta segala sesuatu dan dari Dzat Yang Maha Mengetahui seluruh perkara gaib.

‎Badiuzzamam Said Nursi, *Kump**an Mukjizat Nabi Muhammad saw.*, h. 69-70
‎

Assalamu alaikum wr.wb,Mhn hadiri *Kajian Online Risalah Nur* Tema: *Kemukjizatan Al-Qur'an yg bersumber dari informasi ...
06/09/2026

Assalamu alaikum wr.wb,
Mhn hadiri *Kajian Online Risalah Nur*

Tema: *Kemukjizatan Al-Qur'an yg bersumber dari informasi gaib dalam Kitab Al-Kalimat*

Narasumber: *Ustadz Muh. Fihris Khalik, S.S, MA., Ph.D (Dosen UIM dan UIN Alauddin)*

Waktu: Ahad, 6 September 2026
Pukul: 20.00 wib-selesai

Untuk bergabung ke kajian silakan klik link ini:
https://meet.google.com/fad-wimg-msr

Atau buka Meet lalu masukkan kode ini: fad-wimg-msr

05/09/2026

‎*Rasulullah saw. Memberitakan Suatu Peristiwa Sebelum Terjadi*
‎
‎Dalam riwayat disebutkan bahwa Nabi saw. memberitahukan tentang munculnya wabah di saat penaklukan Baitul Maqdis. Pada masa Umar r.a. wabah penyakit menyebar secara luas di mana jumlah mereka yang meninggal dunia akibat sakit mencapai 70 ribu orang selama tiga hari. Dalam riwayat disebutkan bahwa Nabi saw. menginformasikan keberadaan Bashrah dan Bagdad sebelum keduanya dibangun. Beliau juga menginformasikan pengump**an harta kekayaan yang ada di bumi menuju kota Bagdad.
‎
‎Nabi saw. memberitahukan tentang “peperangan mereka dengan Turki” dan sejumlah umat di sekitar laut Hazar di mana sesudah itu sebagian besar mereka masuk Islam. Serta beliau menginformasikan bahwa nantinya mereka akan menguasai Arab di mana beliau berkata:
‎"يُوشِكُ أن يَكْثُرَ فِيكُمُ العَجَمُ، يَأْكُلُونَ فَيْئَكُم، ويَضْرِبُونَ رِقَابَكُم"
‎_Sebentar lagi bangsa asing (di luar Arab) memiliki jumlah yang besar di tengah-tengah kalian. Mereka akan mengambil upeti kalian dan memenggal leher kalian._ Beliau bersabda:
‎"هَلَاكُ أُمَّتِي على يَدِ اُغَيلِمةٍ مِن قُرَيشٍ"
‎_Binasanya umatku di tangan kura-kura Quraisy._
‎
‎Yang beliau maksud adalah Yazid, al-Walid, dan sejumlah pimpinan jahat dari Umawiyyin yang seperti mereka. Beliau juga menginformasikan sikap murtad sejumlah orang di sejumlah tempat sebagaimana yang terjadi di Yamamah. Saat perang Khandaq Rasul saw. bersabda:
‎قُرَيْشًا والأَحزابَ لا يَغزُونَني أَبدًا، وأَنا أَغزُوهُم"
‎_Bangsa Quraisy dan sejumlah pasukan koalisi tidak akan pernah menyerangku. Akulah yang menyerang mereka._ Kenyataannya demikian.
‎
‎Badiuzzamam Said Nursi, *Kump**an Mukjizat Nabi Muhammad saw.*, h. 68-69
‎

*KAJIAN ONLINE ALUMNI TURKI*Bismillahirrahmanirrahim, Undangan Terbuka untuk seluruh alumni Turki untuk dapat hadir dala...
05/09/2026

*KAJIAN ONLINE ALUMNI TURKI*

Bismillahirrahmanirrahim,
Undangan Terbuka untuk seluruh alumni Turki untuk dapat hadir dalam kajian online bulanan yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 September pada jam 20.00 WIB s.d 21.00.

💡Tema: Siapa Sebenarnya Pemberi Nikmat? Memahami Iqtiran dan illet

👤 Narasumber:
Alvan Abdurrahman
(Mahasiswa S1 Iğdır University)

📍 Google Meet
Link:
https://meet.google.com/kmx-thvb-eaq

📱 Narahubung
https://wa.me/6285700405724

04/09/2026

‎*Pengetahuan Gaib Rasulullah saw. Merupakan Petunjuk dari Allah*
‎
‎Wahai yang masih ingkar dan lalai! Jangan asal bicara dengan berkata, “Muhammad saw. adalah orang yang pintar dan cerdas!” lalu setelah itu engkau pergi begitu saja. Informasi yang benar yang terkait dengan masalah gaib ini tidak terlepas dari dua hal: Engkau bisa jadi berkata bahwa beliau memiliki pandangan yang tajam dan sangat jenius. Dengan kata lain, beliau memiliki mata batin (_bashirah_) yang bisa melihat masa lalu dan masa depan secara bersamaan berikut seluruh alam. Dengan itu, beliau bisa melihat segala hal dan segala peristiwa. Seluruh penjuru bumi dan seluruh alam baik di Timur maupun di Barat berada dalam jangkauan penglihatannya. Beliau memiliki kecerdasan luar biasa sehingga bisa menyingkap semua peristiwa masa lalu dan masa depan.
‎
‎Kondisi ini sebagaimana yang kau ketahui tidak mungkin dimiliki manusia. Jika ia terdapat pada seseorang, berarti orang tersebut luar biasa dan memiliki kemampuan hebat yang diberikan oleh Tuhan semesta alam. Itulah sebenarnya mukjizat. Atau engkau harus percaya bahwa sosok mulia tersebut
‎merupakan pesuruh dan murid yang menerima petunjuk dan taklimat dari Dzat yang bisa melihat segala sesuatu di mana Dia memiliki _qudrah_ untuk bertindak apa saja di alam ini di sepanjang zaman. Segala sesuatu tertulis dalam _lauhil mahfudz_-Nya. Dari sana Dia mengajari “murid-Nya” tentang apa yang Dia kehendaki dan kapan Dia kehendaki. Dengan demikian, Muhammad saw. menerima pelajaran dari guru azalinya, Allah Swt., sekaligus menyampaikannya.
‎
‎Dalam riwayat disebutkan p**a bahwa saat Nabi saw. mengirim Khalid ibn al-Walid untuk memerangi Ukaidir, pemimpin Daumah al-Jandal, beliau berkata kepadanya:
‎"إنَّك سَتَجِدُه يَصِيدُ البَقَرَ"
‎_Engkau akan mendapatinya sedang memburu sapi (liar)._ Beliau juga memberitahu bahwa ia akan membawanya sebagai tawanan tanpa ada perlawanan. Khalid pergi dan ia melihatnya dalam kondisi seperti yang dikatakan oleh Rasul saw. Ia pun membawanya sebagai tawanan. Dalam riwayat disebutkan bahwa Nabi saw. memberitahu “Kaum Quraiys bahwa rayap memakan sahifah mereka yang menjadi kebanggaan mereka atas Bani Hasyim dan menjadi sebab putusnya silaturahim di mana rayap tersebut hanya menyisakan setiap nama milik Allah.
‎
‎Ternyata mereka melihat sendiri bahwa apa yang disampaikan Rasul saw. benar adanya.” Sahifah atau lembaran tersebut digantung di Ka’bah.
‎
‎Badiuzzamam Said Nursi, *Kump**an Mukjizat Nabi Muhammad saw.*, h. 66-68
‎

03/09/2026

‎*Mukjizat Pemberitaan Gaib dan Validitas Periwayatannya*
‎
‎Diriwayatkan bahwa Nabi saw. “Menginformasikan tentang harta pamannya, Abbas, yang disimpan pada istrinya, Ummu al-Fadhl. Nah, ketika ditawan dalam perang Badar, ‎ia diminta untuk membayar tebusan, sang paman berkata, “Aku tidak memiliki harta.” Maka, Nabi saw. menjawab, “Lalu bagaimana dengan harta yang kau simpan pada Ummu alFadhl?” Mendengar hal itu al-Abbas berujar, “Yang tahu hanya aku dan isteriku.” Akhirnya ia masuk Islam. Diriwayatkan bahwa seorang tukang sihir yahudi, Labîd, menyihir Nabi saw. Ia mengikat rambut pada sisir, lalu memasukkan ke sebuah sumur.
‎
‎Maka, Rasul saw. menyuruh Ali dan para sahabat untuk pergi ke sumur tersebut dan membawa sejumlah perangkat sihir tadi. Mereka pun pergi dan membawanya. Setiap kali satu ikatan lepas, Rasul saw. merasa ringan. Diriwayatkan bahwa Rasul saw. berkata kepada sejumlah sahabat yang di dalamnya terdapat Abu Hurairah dan Huzaifah r.a.:
‎"ضِرْسُ أَحَدِكُم في النّارِ أَعظَمُ مِن أُحُدٍ"
‎_Ada di antara kalian yang gerahamnya di neraka seperti gunung Uhud._ Beliau menginformasikan murtadnya salah satu dari mereka serta menerangkan kesudahannya yang buruk. Abu Hurairah r.a. berkata, “Mereka itu pun pergi—yakni meninggal dunia—dan yang masih hidup hanya aku dan seorang laki-laki. Aku menjadi khawatir. Lalu ia meninggal dalam kondisi murtad pada perang Yamamah.”
‎
‎Dengan demikian, informasi Nabi saw. terwujud. Terdapat p**a riwayat lain tentang “kasus Umair dan Shafwan ketika memberikan kabar dan pesan rahasia padanya untuk membunuh Nabi saw.” dengan imbalan uang yang banyak. Ketika Umair mendatangi Nabi saw. dengan maksud membunuhnya, Rasul saw. mengungkap rahasia tersebut—seraya meletakkan tangan di atas dadanya, ia pun masuk Islam. Demikianlah, informasi gaib yang benar semacam itu sering terjadi. Enam kitab hadis yang terkenal berikut sanadnya menyebutkan hal tersebut. Sebagian besar peristiwa yang disebutkan dalam risalah ini adalah yang bersifat mutawatir maknawi. Keberadaannya pasti dan kuat.
‎
‎Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam kitab sahih mereka yang merupakan kitab paling valid setelah al-Qur’an al-Karim seperti pandangan para ulama dan peneliti. Di samping itu, ia juga dijelaskan dalam berbagai kitab hadis sahih lainnya seperti Sunan at-Tirmidzi, Sunan an-Nasai, Sunan Abu Daud, Mustadrak al-Hakim, Musnad Ahmad ibn Hambal, dan Dalâil al-Baihaqi berikut sanadnya.
‎
‎Badiuzzamam Said Nursi, *Kump**an Mukjizat Nabi Muhammad saw.*, h. 64-66
‎

02/09/2026

‎*Berita Gaib sebagai Salah Satu Bukti Kenabian Rasulullah saw.*
‎
‎Rasul saw. berkata kepada Suraqah:
‎"كَيفَ بِك إذا أُلْبِسْتَ سِوارَيْ كِسْرَى"
‎_Engkau akan dipakaikan gelang (perhiasan) Kisra._ Pada masa Umar r.a. kerajaan Kisra runtuh. Perhiasan
‎miliknya pun tiba dan Umar memakaikan kepada Suraqah seraya berkata:
‎"الحَمْدُ للهِ الَّذي سَلَبَهُما كِسْرَى، وألْبَسَهُما سُراقةَ"
‎_Segala puji bagi Allah yang telah mengambilnya dari Kisra dan memakaikannya pada Suraqah._ Hal ini membenarkan apa yang dikatakan oleh Nabi saw. Nabi saw. juga bersabda:
‎"إذا ذَهَبَ كِسْرَى فلا كِسْرَى بَعدَه"
‎_Jika Kisra binasa, maka tidak akan ada lagi Kisra sesudahnya._ Ternyata sabda beliau benar. Nabi saw. menginformasikan kepada utusan Kisra bahwa, “Kisra akan dibunuh oleh anaknya, Syahrawaih.”
‎
‎Ketika utusan tersebut menyelidiki waktu terbunuhnya Kisra, ia yakin bahwa waktu terbunuhnya adalah pada saat yang diberitakan oleh Nabi saw. Oleh karena itulah ia kemudian masuk Islam. Sebagaimana disebutkan dalam sejumlah riwayat, nama utusan tersebut adalah Fairuz. Beliau memberitakan tentang surat Hatib ibn Abi Balta’ah yang mengirim surat secara rahasia kepada kaum kafir Quraisy. Maka, beliau mengutus Ali dan al-Miqdad r.a. ke suatu tempat di mana terdapat seorang wanita yang membawa surat. Beliau menyuruh mereka berdua untuk membawa wanita tersebut ke hadapannya. Ali dan Miqdad pergi dan membawa surat dari tempat yang disebutkan oleh Rasul saw.
‎
‎Beliau kemudian memanggil Hatib seraya berkata, “Mengapa engkau melakukan ini?” Hatib memberikan alasan dan meminta maaf. Dia dimaafkan oleh Rasulullah saw. Ini adalah riwayat yang sahih dan kuat. Disebutkan p**a bahwa Nabi saw. bersabda tentang Utbah ibn Abi Lahab:
"يَأكُلُه كَلْبُ اللهِ"
‎_Ia akan dimakan oleh anjing Allah._ Yakni beliau menginformasikan kesudahannya yang sangat buruk. Tidak lama sesudah itu, Utbah pergi menuju Yaman. Lalu datanglah binatang buas dan menerkamnya. Ini membenarkan kutukan Rasul saw. kepadanya. Dalam riwayat yang sahih disebutkan bahwa, “Ketika fathu Mekkah, Rasul saw. menyuruh Bilal d untuk naik ke atas Ka’bah dan mengumandangkan adzan. Abu Sufyan ibn Harb, Attâb ibn Usaid, dan al-Harits ibn Hisyam yang merupakan tokoh pimpinan Qurays sedang duduk di halaman Ka’bah.
‎
‎Attâb berkata, “Bapakku, Usaid, sangat beruntung karena tidak melihat apa yang terjadi hari ini.” Sementara al-Harits berkata, “Apakah Muhammad tidak menemukan seorang muazzin selain orang hitam ini?” Mendengar hal itu Abu Sufyan berkomentar, “Aku tidak akan berkata apa-apa. Sebab, andaikan aku berkata sesuatu, tentu kerikil ini memberitahukan padanya (Nabi saw.).” Tidak lama kemudian Nabi saw. mendatangi mereka seraya berkata, “Aku mengetahui apa yang kalian katakan.” Beliau menyebutkan perkataan mereka. Setelah itu, al-Harits dan Attâb berkata, “Kami bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah. Tidak ada seorang pun yang mengetahui hal ini selain kami sehingga aku mengatakannya padamu.”
‎
‎Wahai yang tidak percaya kepada Nabi yang mulia ini! Wahai yang masih ingkar! Perhatikan kedua pimpinan Quraisy yang keras kepala ini, bagaimana keduanya langsung beriman karena mendengar satu informasi gaib yang beliau sampaikan. Betapa buruk kalbumu! Engkau mendengar ribuan mukjizat semacamnya dan seluruhnya sangat kuat lewat berbagai jalur yang mutawatir maknawi, namun engkau masih tetap tidak percaya.

‎Badiuzzamam Said Nursi, *Kump**an Mukjizat Nabi Muhammad saw.*, h. 61-64
‎

02/09/2026
01/09/2026

‎*Mukjizat Rasulullah saw. dalam Menginformasikan Peristiwa Masa Depan*
‎
‎Dalam riwayat yang sahih, Rasul saw. mengingatkan umat ini dengan sabdanya:
‎"إذا مَشَوُا المُطَيْطاءَ وخَدَمَتْهُم بَناتُ فارِسَ والرُّومِ، رَدَّ اللهُ بَأْسَهُم بَينَهُم، وسَلَّطَ شِرارَهُم على خِيارِهِم"
‎_Manakala umatku berjalan seperti orang sombong dan mereka dilayani oleh puteri Persia dan Romawi, Allah akan mengembalikan derita yang ada kepada mereka lalu kalangan yang jahat dari mereka menguasai kalangan yang baik._ Tiga puluh tahun kemudian kondisinya seperti yang beliau sabdakan. Dalam riwayat disebutkan bahwa Rasul saw. menginformasikan kepada para sahabatnya:
‎"وتُفتَحُ خَيْبَرُ على يَدَيْ عَلِيٍّ"
‎_Khaibar akan ditaklukkan oleh Ali r.a._
‎
‎Keesokan harinya, mukjizat Nabi itu pun menjadi kenyataan di luar dugaan. Ali mengambil pintu benteng dan menjadikannya sebagai tameng. Ketika Khaibar berhasil dikuasai, ia melemparkannya ke tanah padahal sangat besar. Bahkan ia tidak bisa diangkat oleh delapan orang atau—dalam riwayat lain—oleh empat puluh orang. Nabi saw. bersabda:
‎"لا تَقُومُ السَّاعةُ حتَّى تَقتَتِلَ فِئَتانِ دَعْواهُما واحِدةٌ"،
‎_Kiamat tidak akan tegak sebelum dua kelompok besar bertempur, sementara klaim mereka sama._ Beliau memberitahukan tentang perang yang terjadi di Shiffin antara kelompok Ali r.a. dan kelompok Muawiyah r.a. Di antara informasi yang Rasul saw. sampaikan:
‎"إنَّ عَمَّارًا تَقتُلُه الفِئةُ الباغِيةُ"
‎_Ammar akan dibunuh oleh kelompok pembangkang._ Setelah itu benar bahwa ia dibunuh di perang Shiffin.
‎
‎Hadis ini, oleh Ali dijadikan dalil atau bukti bahwa kaum yang loyal kepada Muawiyah merupakan kaum pembangkang. Akan tetapi, Muawiyah menakwilkan atau mempelesetkan makna hadis tersebut. Amr ibn al-Ash berkata bahwa pembangkang itu adalah mereka yang membunuhnya saja; tidak semua dari kami pembangkang. Nabi saw. bersabda:
‎"إنَّ الفِتَنَ لا تَظهَرُ ما دامَ عُمَرُ حَيًّا"
‎_Fitnah tidak akan terjadi selama Umar masih hidup._ Ternyata keadaannya seperti yang beliau katakan. Ketika Suhail ibn Amr—sebelum masuk Islam—ditawan dalam perang Badar, Umar berkata, “Wahai Rasulullah, ia adalah orang yang pandai bicara. Biarkan aku mencabut dua giginya yang bagian bawah sehingga ia tidak bisa lagi berbicara buruk tentangmu.”
‎
‎Rasulullah saw. menjawab:
‎"وعَسَى أن يَقُومَ مَقامًا يَسُرُّك يا عُمَرُ"
‎_Mudah-mudahan ia nantinya berada dalam posisi yang membuatmu senang wahai Umar._ Ternyata demikian adanya di mana ketika Nabi saw. wafat, ‎saat peristiwa besar yang membuat kesabaran hilang itu terjadi, Abu Bakar r.a. berdiri untuk menghibur kaum muslimin di Madinah. Abu Bakar r.a. meneguhkan hati para sahabat dengan memberikan khutbah yang sangat berkesan. Sementara di Mekkah, Suhail juga berdiri seraya memberikan khutbah seperti Abu Bakar r.a. sehingga kedua khutbah tersebut terekam dalam makna yang sama.
‎
‎Badiuzzamam Said Nursi, *Kump**an Mukjizat Nabi Muhammad saw.*, h. 59-61
‎

31/08/2026

‎*Hakikat Cinta kepada Ahlul Bait: Antara Cinta _Harfi_ dan Cinta _Ismi_*
‎
‎*Barangkali ada yang bertanya:* Al-Qur’an al-Karim menyuruh untuk mencintai ahlul bait. Nabi saw. juga menganjurkan hal tersebut. Barangkali cinta tersebut bisa menjadi dalih bagi kalangan syiah. Nah, mengapa kalangan syiah, terutama kaum Rafidhah tidak bisa mendapat manfaat dari cinta mereka itu dan tidak menolong mereka dari siksa? Namun sebaliknya, mereka justru mendapat siksa lantaran cinta yang berlebihan seperti yang disebutkan dalam hadis Nabi saw. di atas.
‎
‎*Jawabannya:* Cinta terbagi dua:
‎_Pertama_, cinta dalam pengertian _harfi_. Yaitu mencintai Ali, Hasan, Husein, dan ahlul bait karena kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Kecintaan ini menambah kecintaan kepada Rasul saw. dan bisa menjadi sarana untuk mencintai Allah Sw. Cinta seperti ini dibenarkan dalam syariat. Bahkan meskipun berlebihan, ia tidak menimbulkan bahaya. Sebab, ia tidak melampaui batas dan tidak melahirkan sikap mencela dan memusuhi pihak lain.
‎
‎_Kedua_, cinta dalam pengertian *ismi_. Yaitu mencintai ahlul bait karena sosok mereka. Yakni, mencintai Ali karena keberanian dan kesempurnaannya, serta mencintai Hasan dan Husein semata-mata karena melihat keutamaan dan fadhilah yang mereka miliki tanpa ingat kepada Nabi saw. Bahkan, ada di antara mereka yang mencintai ahlul bait padahal tidak mengenal Allah dan Rasul-Nya. Cinta seperti ini tidak menjadi sarana untuk dapat mencintai Allah dan Rasul-Nya. Karena cinta seperti ini berlebihan, maka ia bisa mengantar kepada sikap mencela dan memusuhi yang lain.
‎
‎Demikianlah, sebagaimana telah disebutkan dalam hadis di atas, sebagian mereka berlebihan dalam mencintai Ali r.a. dan berlepas diri dari Abu Bakar dan Umar r.a. Akhirnya mereka jatuh pada kerugian besar. Cinta negatif yang semacam ini menjadi sebab yang mendatangkan kerugian bagi mereka.

‎Badiuzzamam Said Nursi, *Kump**an Mukjizat Nabi Muhammad saw.*, h. 57-58
‎

Address

Tangerang Selatan

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sahabat Risalah Nur posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share