06/08/2026
*Mukjizat sebagai Pembenaran Ilahi atas Kenabian Nabi Muhammad saw.*
*Petunjuk Kedua*
Rasul saw. telah mendeklarasikan kenabian serta mengetengahkan argumen atasnya berupa al-Qur’an al-Karim. Beliau memperlihatkan sekitar seribu mukjizat yang cemerlang sebagaimana diakui oleh para ulama ahli peneliti. Seluruh mukjizat tersebut adalah benar dan pasti sebagaimana pastinya pengakuan kenabian. Bahkan upaya pen*sbatan berbagai mukjizat tersebut kepada perbuatan sihir seperti yang disebutkan oleh al-Qur’an dalam banyak ayat lewat ucapan orang-orang kafir menunjukkan bahwa mereka tidak mengingkari keberadaan mukjizatnya.
Hanya saja, mereka menisbatkannya kepada sihir guna menipu diri mereka sendiri dan memperdaya para pengikut mereka. Ya, kepastian mukjizat Muhammad saw. sangat kuat mencapai kekuatan seratus riwayat mutawatir. Sama sekali tidak ada alasan untuk mengingkarinya. Pada dasarnya, mukjizat merupakan bentuk pembenaran Tuhan semesta alam terhadap pernyataan Rasul-Nya yang mulia. Dengan kata lain, mukjizat berposisi seperti perkataan Allah yang berbunyi, “Hamba-Ku benar, maka ikutilah ia!” Sebagai contoh, seandainya engkau berada di dekat sultan atau di majelisnya lalu engkau berkata kepada orang yang berada di dekatmu,
“Sultan menunjukku untuk menangani tugas ini.” Ketika mereka meminta bukti atas pernyataanmu, sang sultan sendiri yang menjawab, “Ya, aku telah menugaskannya untuk melakukan tugas tersebut.” Bukankah ia merupakan bentuk kesaksian atas kebenaran pernyataanmu?! Apalagi jika sultan memberimu kemampuan luar biasa serta mengganti sejumlah hukumnya untukmu?! Bukankah hal itu merupakan bentuk pembenaran yang lebih kuat atas pernyataanmu daripada sekadar mengatakan, “Ya”? Demikian halnya dengan pernyataan Rasul saw. di mana Beliau berkata, “Aku adalah utusan Tuhan Penguasa alam semesta.
Buktinya, Dia telah mengubah sejumlah hukum yang biasa berlaku lewat munajat dan doaku kepada-Nya. Kalian bisa melihat bagaimana Dia membuat jari-jemariku memancarkan air seperti air yang memancar dari lima mata air. Lihatlah bagaimana Dia membuat bulan terbelah dua ha nya lewat isyarat tanganku. Lihatlah pohon itu, bagaimana ia datang membenarkan dan menjadi saksi untukku. Lihat p**a sedikit makanan ini, bagaimana ia bisa membuat kenyang dua ratus atau tiga ratus orang.” Demikianlah beliau memperlihatkan ratusan mukjizat semacam itu.
Badiuzzaman Said Nursi, *Kump**an Mukjizat Nabi Muhammad saw.*, hlm. 9-10